Ada Apa

Ada Apa
105


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂.


Di lapangan basket dekat rumah sakit Alan dan Jonathan sudah disini namun tiba-tiba ada Ezra datang dari Palembang dan langsung gabung saja.


"Ada apa Om Alan."tanya Ezra bingung.


"Om tak tahu tapi tanya sama Jonathan saja."jawab Alan tak tahu.


"Mending kamu pulang saja daripada disini."usir Jonathan pada Ezra.


"Apaan sih gak jelas gue mau kesini kok tapi gak bolehi."kata Ezra tak mau.


"Sudah diam kalian berdua kayak anak kecil saja."tegur Alan kepada 2 keponakannya.


"Om lebih baik om jujur saja ke aku,om kenal om Hari kan di masa lalu."tanya Jonathan serius lalu Alan terdiam sejenak.


"Om kenal waktu om SMA dulu,kalo Tissa,om cuma 1 kelas saja dan om gak pernah pacaran sama dia,om tak pernah menuduh ayahmu di masa lalu tentang itu tapi Tissa dan Hari yang biang masalahnya,om tak pernah menyentuh dia dimasa lalu,kalian berdua tahu tidak rahasia yang belum di pecahkan oleh om sendiri bahkan ayahmu dan papamu tak pernah tahu tentang itu bahwa alasan kenapa om berselingkuh adalah membalas dendam kepada Hari,karena Hari sudah berkerjasama dengan ayah mertuanya, ayahnya mertua sudah lama mengincar Renata dari bayi,yang bikin berita palsu tentang rumah tangga orang tuamu itu Hari,Lira dan ayahnya,,om minta maaf karena harus melakukan secara kotor, wanita itu hamil tapi sama pacarnya, maaf kalo membuat ayahmu dan adekmu selalu menderita,om juga minta maaf karena pernah menampar wajahnya Renata waktu itu,om ingin menghabiskan waktu buat Ezra, Jonathan, Sean,Peter dan adek yaitu Renata,om ingin menghargai perasaan orang lain dan om tetap menjadi kakek yang baik buat Rafael,Regina dan calon adeknya tapi mustahil sekarang karena gak ada yang percaya dengan om,Tante kalian tetap menceraikan Om tapi gak papa,om ingin hidup sendiri lalu hanya fokus jaga cucu saja nanti,oh iya Hari dan anaknya sudah masuk penjara karena om yang bantui kamu dan papamu Jo tapi Kak Agung gak percaya dengan kata-kata om kemarin."cerita Alan panjang lebar.


Ezra dan Jonathan hanya diam dan tak bisa berkata apa-apa.


"Kenapa Om tak jujur sama Pak Agung."tanya Ezra serius.


"Saat ini belum bisa karena Kak Agung masih sakit,nak,kalo gak percaya tanya saja sama putranya di samping mu."jawab Alan jujur.


"Jo,apa benar ayahmu lagi sakit."tanya Ezra serius lagi.


"Iya,ada adek dan mamaku yang jaga papa."jawab Jonathan lesu.


"Percaya tak percaya kalian bisa menilainya sendiri,Om hanya memberitahu ke kalian saja belum lagi Sean,Peter dan Renata yang tahu cerita ini."ucap Alan lembut sambil menatap bintang di langit.


🍁🍁🍁🍁.


Renata sangat gugup saat melihat Jonathan sedang serius melihat hasil laporan yang dia kerjakan,lebih gugup daripada presentasi di kelas waktu sekolah dulu.


"Hasilnya bagus,aku traktir adek makan,adek mau makan apa."puji Jonathan sambil menawarkan kepada Renata.


Hati Renata sangat lega sekali, dirinya tak dimarahi lagi oleh sang kakaknya.


"Adek mau pizza,itu saja."jawab Renata dengan ceria sekali.


"Ok adekku sayang,ayo kita beli pizza sekarang."kata Jonathan saat mengambil kunci mobil yang ada di atas meja lalu mengambil jas yang dia taroh di kursi kebesarannya.


.........


Jun,Cio dan Kevin lagi di restoran pizza namun Kevin gak sengaja menyenggol lengan milik Renata.


"Eh maaf...."maaf Kevin namun terhenti melihat ada Renata disini.


"Iya hati-hati."jawab Renata dengan lembut.


Kevin dan Cio baru pertama kali mendengar suara lembut milik Renata bahkan ekspresi wajahnya malah biasa saja bukan wajah yang dingin dan datar.

__ADS_1


"Suara itu membuat orang pada gak fokus."batin Kevin.


"Kak Kevin,lagi apa yuk."teriak Sam dengan heboh.


Visual Sam adalah Doyoung Treasure,Kevin adalah Jaehyuk Treasure dan Cio adalah Mashiho Treasure.


Sam baru sadar ada Renata namun dirinya lagi heboh melihat Renata.


"Kak Renata,astaga Kak Renata cantik banget mirip bapak Agung Hadikusuma mukanya."kata Sam heboh.


"Bapak Agung Hadikusuma itu ayahku."jawab Renata ngegas.


"Kamu anggap dia ini anaknya siapa,Om Alan,Om Aldo atau Om Argi,jelas lah dia anaknya Pak Agung,gila lo?Sam."ucap Cio ngegas.


"Iya aku kan cuma bilang doang."kata Sam gak kalah ngegas dengan Cio.


Renata tak menganggapi 2 laki-laki lalu matanya fokus ke Jun.


"Kehadiran mu membuat aku semakin salah tingkah."batin Renata sembunyikan rasa salah tingkah nya.


"Ren,kau pergi sendiri kah pas mau kesini."tanya Jun ke Renata.


"Tidak,aku kesini bersama kakakku tapi kakakku lagi berbicara dengan kakak sepupu aku di luar sebentar."jawab Renata santai.


Ketika Renata menjawab pertanyaan dari dirinya,Jun sedikit cemburu dengan Jonathan tapi anehnya kenapa dia cemburu dengan kakak dari gadis yang dia suka padahal Jonathan adalah saudara kandung dari gadis tersebut.


Jonathan masuk bersama Ezra dan Peter dan mencari Renata pastinya.


"Kak Ezra sudah datang iya."tanya Renata ceria dan polos.


"Iya aku sudah datang,ayo kita duduk yuk,adek."kata Ezra lembut dan kalem.


Jonathan tahu isi hatinya Jun lalu berkata sesuatu yang membuat semua orang pada terkejut.


"Kau kenapa gak pede dengan paras tampanmu sendiri, padahal kamu lebih tampan daripada aku."ucap Jonathan kepada Jun.


"Kau pasti cemburu dengan aku,karena aku kakak dari gadis yang kamu suka kan,aneh sekali kenapa kamu cemburu dengan kakaknya Renata heh,aku tidak merebut Renata dari kamu woy."lanjut Jonathan dengan mulut yang julid sekali.


"Sudahlah lupakan saja,aku traktir semuanya termasuk adekku juga."kata Jonathan membuat semua orang pada senang termasuk Renata lah.


Sam lagi-lagi tak fokus melihat wajah dingin milik Renata, Renata pun lebih risih melihat Sam di depan dan menegur nya.


"Kau ini mau makan atau melihat wajahku, apakah itu kenyang jika melihat wajah ku saja,."tegur Renata dengan tegas dan Sam langsung sadar apa yang dia melamunkan.


"Maafkan aku Kak Renata."maaf Sam dengan tulus.


Renata malas menanggapi perkataan dari Sam.


.......


Renata sedang menunggu seseorang di depan pintu gerbang rumahnya entah siapa yang dia tunggu, setelah pulang kerja di jam 16.00.

__ADS_1


Ternyata orang itu adalah Andin.


"Eh maaf lama woy karena macet banget weh."maaf Andin dengan bahasa uniknya.


"Let's go."kata Renata lembut dan mengambil helm yang di bawah oleh Andin.


Namun motor tak jadi nyala karena ada seseorang yang memanggil Renata dan Andin.


"Mau kemana kalian berdua."tanya Jonathan dengan galak dan tangannya di lipat didepan dadanya.


"Eh ini siapa iya kok kayak kenal gue,siapa iya,Andin kah ini."lanjut Jonathan pas melihat wajah dari Andin yang super unik.


"Oh iya ini aku kah, Andin lo yang suka tumpang makan disini."jawab Andin dengan pede sekali.


Jonathan langsung ingat dengan Andin yang suka banget tumpang makan dirumah ini jika pulang sekolah.


"Kalian berdua mau kemana dulu,woy jawab pertanyaan dari gue sekarang atau motormu yang kusita."tanya Jonathan mengulang pertanyaan nya sambil mengancam motornya Andin.


Andin dan Renata saling bertatapan dan kompak menjawab pertanyaan dari Jonathan.


"Kita mau jalan-jalan Kak Jonathan yang paling tampan sedunia."jawab Andin ngegas.


"Iya Kak Jo,adek dan dia mau jalan-jalan hehehe kalo bisa Kak Jo boleh tapi motornya gak muat iya."sambung Renata dengan wajahnya yang cengar-cengir dan konyol sekali.


"Aku ikut iya, motor mu taroh saja di garasi,gak hilang kok kalo hilang,aku langsung beli baru buat kamu, tunggu di dalam saja iya."kata Jonathan lembut.


"Iya Kak Jonathan."jawab Andin polos.


Andin menaroh motornya di garasi rumah milik Agung dan Mona, sejujurnya dia kagum melihat ada mobil mewah digarasi ini,dia bingung berapa kekayaan milik Agung dan Mona iya saking kayanya.


Jonathan bersiap siap diri sedangkan Renata membawa Andin ke dalam rumahnya.


"Rumah mu benar-benar kayak istana banget woy."kata Andin kagum melihat rumahnya Renata padahal waktu SMP sering kesini malahan kenapa kayak baru pertama kali kesini.


"Kamu kan sering kesini waktu SMP apalagi makan disini,aneh banget lo, seperti pertama kali kesini saja lo."jawab Renata ngegas.


"Hehehe aku lupa Ren,lama gak kesini hehehe."balas Andin cengengesan.


Renata lebih sabar lagi dengan tingkah dari Andin yang super unik,lebay dan bobrok tapi Renata paling suka dengan sikap Andin yang apa adanya banget pokoknya.


"Terserah kamu saja lah."kata Renata malas dan duduk di sofa ruang tamu.


"Ren,kemarin David curhat ke gue lo."kata Andin serius.


Renata ingin bertanya tapi gak jadi karena Jonathan sudah siap.


"Ayo kita pergi sekarang."ucap Jonathan dingin.


Baru saja duduk ya disuruh berdiri deh mereka berdua.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍁🍁🍁🍁.

__ADS_1


__ADS_2