
Sean,Bobby dan Ezra duduk bersama Agung, Jonathan dan Renata.
"Ini Bobby kah,"tanya Agung lupa dengan Bobby.
"Iya Om,saya ini Bobby Adichandra."jawab Bobby senang.
"Sudah gede iya Bobby,dulu om melihat kamu masih bocil plus nakal suka jaili adekmu."kata Agung.
Ayahnya Bobby itu teman SMP nya Agung makanya Agung dan Bobby saling kenal dan Bobby juga kenal sama Jonathan dan Renata.
"Tante Mona,kemana om"tanya Ezra penasaran.
"Di Paris besok kami bertiga mau kesana menyusul Mama mereka berdua."jawab Agung santai.
"Oh gitu."balas Ezra.
Di Paris.
Mona diam-diam menangis karena merindukan suami dan kedua anaknya.
"Kapan sih selesai syutingnya,aku rindu anak dan suamiku."batin Mona.
Kembali ke acara tadi.
"Perasaan kamu dulu ceria banget tapi sekarang kamu berubah jadi dingin dan jarang tersenyum,"tanya Bobby.
Pertanyaan yang tidak disukai oleh Renata, Renata menatap tajam ke arah Bobby dan Bobby melihat Renata menjadi ketakutan.
"Kamu ngapain sih bertanya seperti itu,sudah tahu kalo dia itu dingin dan kamu juga sudah tahu penyebabnya dia dingin,"ujar Ezra kesal dan ngegas.
"Aku gak tahu kenapa dia dingin sekali perasaan dia itu dulu ceria banget tapi berubah menjadi dingin"kata Bobby polos dan lugu.
"Kalian berdua kayak tukang gosip saja disini,"tegur Renata kesal.
"Julid banget mulut kalian berdua"ejek Sean kepada Bobby dan Ezra.
Jonathan daritadi tidak meladeni Renata,Bobby,Ezra dan Sean.
"Itu si bos julid ada disini disampingnya Om Agung yaitu Jonathan Hadikusuma."kata Ezra ceplas-ceplos.
"Ejek sama gue sepuasnya."sindir Jonathan merasa dirinya diomongin oleh sepupunya.
Mama is calling di ponselnya Jonathan.
Jonathan ijin sebentar kepada Agung dan mengangkat telpon dari Mona.
"Halo Ma,ada apa?aku kangen sama Mama."tanya Jonathan merindukan sosok mamanya.
"Halo my son,mama juga kangen sama kamu,papamu dan adekmu,mama telpon kamu soalnya Mama kesepian di Paris,kamu bisa ke Perancis besok"tanya Mona serius di seberang sana.
"Besok kami bertiga kesana,Ma."jawab Jonathan.
"Iya mama tunggu iya my son,kamu jaga kesehatan dan jangan terlalu gila dengan pekerjaanmu, sesekali kamu liburan kek."balas Mona.
"Ma,aku gak bisa liburan jika gak ada Maya,aku belum bisa melupakan Maya?Ma.aku belum bisa menerima kematian dari Maya."aduh Jonathan.
"Kamu masih sayang sama Maya iya my son,nak kita gak tahu kapan orang itu mati,mama juga tidak menyangka jika Maya mendadak meninggal dunia 3 tahun yang lalu,mama hati sakit mendengar berita tentang Maya apalagi kamu nak."kata Mona.
"Ma, walaupun ada wajah duplikat dari Maya tetapi Maya tetap ada di hati selama.?Ma."ujar Jonathan menahan air mata dipipinya.
"Nak,kamu harus menerima kenyataan nak,mama yakin jika gadis yang mirip dengan Maya,pasti kamu terpesona dengan gadis yang mirip dengan Maya nanti"kata Mona.
Tanpa disadari oleh Jonathan,Clara dan Lisa diam-diam menguping pembicaraan Jonathan yang sedang menelpon ibunya.
"Heh, siapa itu Maya."tanya Clara gak tahu siapa itu Maya dan suaranya pelan takut ketahuan jika Jonathan tahu dirinya dan Lisa menguping.
__ADS_1
"Setahu aku sih Kak Maya itu pernah dekat dengan Kak Jonathan tapi sekarang sudah meninggal dunia 3 tahun yang lalu."jawab Lisa santai dan suaranya pelan sekali.
"Iya tapi apa hubungannya,pacar atau Istrinya Kak Jonathan."tanya Clara ingin tahu tentang kisah hubungan cinta dari Jonathan dan Maya.
"Iya aku gak tahu soalnya Kak Jonathan sengaja menutup kisah cintanya kepada orang lain,yang aku dapatkan dari Kak Ezra,mantan aku dulu."jelas Lisa.
Tak lama ada Sandra dan Rossa ikut join menguping percakapan Jonathan dan ibunya di telpon.
"Kalian berdua ngapain disini."tanya Sandra dengan suara pelan agar Jonathan tak melihat mereka berempat lagi menguping.
"Dengar Kak Jonathan telpon sama ibunya."jawab Clara serius dan suaranya sangat pelan tapi masih dengar oleh telinga Lisa,Sandra dan Rossa.
Rossa dan Sandra hanya mengangguk dan menguping lagi.
"Ma,Maya adalah gadis istimewa aku?Ma,"kata Jonathan sambil menangis karena merindukan sosok Maya.
"Nak,Maya itu cuma masa lalu kamu dan kamu sebaiknya cari penggantinya dia nak,kalo kamu menangis iya Maya pasti sedih mendengar suara tangisan kamu nak."jawab Mona.
Sandra dan Rossa tertampar kenyataan kalo Jonathan ternyata mempunyai orang spesial yaitu Maya tapi mereka berdua juga penasaran siapa itu Maya yang sebenarnya.
"Pantas saja dia menolak ajakan dansa ternyata dia punya seseorang."batin Sandra.
"Kak Jonathan sudah mempunyai kekasih iya."batin Rossa.
"Aku belum bisa,dan aku tutup dulu telponnya,Mama disana jaga kesehatan iya dan kami bertiga besok ke sana menyusul Mama."kata Jonathan.
"Iya my son.mama gak bisa paksa kamu kok."kata Mona.
Jonathan menutup telepon dari ibunya dan kembali ke dalam karena ada ayah dan adeknya.
"Clara dan Lisa,siapa itu Maya."tanya Rossa dan Sandra penasaran.
"Aku gak tahu tapi kalo si Lisa,dia tahu kok."jawab Clara emang gak tahu.
"Apa?terus Maya itu pacar atau Istrinya Kak Jonathan sih"tanya Sandra serius dan penasaran.
"Gak tahu cuma Kak Jonathan emang sengaja menutup kisah cintanya,aku tahu dari Kak Ezra,mantan aku dulu."jawab Lisa.
"Btw tadi itu ada Kak Ezra loh sama Kak Sean dan Kak Bobby,mereka bertiga duduk bersama Om Agung dan Renata."kata Rossa.
"Biarkan saja dia bersama Kak Sean dan Kak Bobby serta Renata sih gadis super dingin itu seperti kulkas berjalan."jawab Lisa malas.
"Ren,si odel kapan pulangnya."tanya Ezra kepada Renata.
"Kok panggilnya odel sih,"tanya Renata bukan dia menjawab pertanyaan dari Ezra.
"Kan namanya si Odelia,makanya aku panggilannya odel saja biar ingat saja."jawab Ezra sangat santai.
"Mending Kak Ezra pergi ke Palembang sana daripada tanya sama adek mulu,tau gak kalo si Odelia bosan dengan pertanyaan yang itu-itu saja, pertanyaannya adalah,kamu sudah makan kah,sudah minum kah,sudah mandi kah dan lain' tapi sayangnya kalo ulang saja pertanyaannya,gak ada pertanyaan lain apa selain itu "jelas Renata panjang lebar dan polos.
"Iya kah, kampret si Odel malah dibocorkannya."kata Ezra kesal tapi masih menyukai gadis itu.
"Odelia Pradana,gak mau sama kamu,masa cowok kayak kamu suka bertanya yang diulang-ulang terus sih kalo aku jadi kamu iya ketawa aku hahahaha."kata Jonathan ikut nyambung pembicaraan adek dan sepupunya.
"Heh emangnya kamu pernah melihat isi chat si Odel dengan gue apa."tanya Ezra ngegas dan galak.
"Miss Pradana sendiri yang tunjukkan isi chat dengan kamu ke aku dan adek gue iya, disitu aku ketawa ngakak gara-gara isi chatnya."jawab Jonathan.
"Sumpah lucu banget iya pertanyaan kakak tahu sampai ketawa ngakak."ledek Renata sambil mengingat Odelia menunjukkan isi chatnya waktu dia di lapangan basket sekolah sambil menunggu jemputan.
"Itu kapan kejadiannya Renata Hadikusuma,"tanya Ezra galak banget.
",Sudah lama,galak banget sih jadi cowok kayak cewek lagi datang bulan saja."kata Renata.
"Apa itu apa datang bulan."tanya Ezra gak tahu istilah datang bulan karena dia cowok.
__ADS_1
"Itu tanya sama Kak Lisa tuh dan Ibu Pradana."jawab Renata iseng.
"Aku tanyakan sama kamu,Ren?bukan si Lisa atau Odelia."tanya Ezra gemas dengan tingkah dari Renata yang jauh dengan imagenya yang super dingin.
"Cari di google sana,adek malu jawabnya."kata Renata malu dan malas.
"Dasar gadis kulkas berjalan."ujar Ezra dan mencari datang bulan di google.
"Astaga menstruasi ternyata yang di maksud oleh Renata,sialan loe Renata Hadikusuma."batin Ezra.
"Ren,emangnya kamu lagi datang bulan kah, Renata Hadikusuma."tanya Ezra membuat Renata terbatuk-batuk tapi kenyataannya dia emang lagi datang bulan.
"Heh tumben loe bertanya seputar tentang wanita."tanya Bobby tahu apa yang di maksud oleh datang bulan karena dia pernah membeli pembalut buat Sandra.
"Gak apa-apa cuma ngetes apakah dia ini lagi datang bulan atau tidak."jawab Ezra.
Agung, Jonathan dan Sean daritadi cuma dengar percakapan aneh dari Renata, Bobby dan Ezra.
"Heh jawab pertanyaan aku,Ren?."ujar Ezra.
"Kalo iya kenapa,emangnya Kak Ezra mau belikan itu buat adek."jawab Renata mau marah dan galak.
"Pantasan kamu emosi, ternyata kamu lagi datang bulan toh."balas Ezra.
"Dasar laki-laki bercampur cantik dan tampan ini,dia tak tahu jika aku menahan rasa sakit di rahim jika aku lagi datang bulan, menyiksa banget sumpah."batin Renata kesal dan menahan rasa malunya terhadap 5 laki-laki di meja bundar ini.
Iyakan dia cewek sendiri disitu coba kalo ada ibunya mungkin Ezra langsung di tegur oleh Mona.
"Astaga sakit banget perut aku"batin Renata merasakan sakitnya di perut karena datang bulan belum selesai.
"Ren, kamu sudah punya pacar kah,"tanya Ezra kepo banget.
"Belum,emangnya kenapa."tanya Renata kesal ditanyai sudah punya pacar.
"Masa gadis secantik kamu kok belum punya pacar sih,"kata Bobby heran.
"Emangnya kenapa kalo aku belum punya pacar,mau aku jadi pacarmu dan lupakan si siapa sih namanya wanita tadi itu yang menggoda Kak Jo itu,"ucap Renata serius.
"Gak kok,yang mana orangnya."tanya Bobby serius.
"Mana aku tahu namanya siapa,"jawab Renata dengan simpel.
"Lupakan saja malas aku bahas itu."lanjut Renata dingin.
"Btw aku pernah melihat kamu dan anaknya Om Christian Gentala di lapangan basket,"tanya Bobby serius.
"Oh iya,aku dan dia satu sekolah kok, cemburu iya,"kata Renata.
"Gak kok,itu Om Christian itu bukannya seorang jaksa agung terkenal iya."tanya Ezra dan Bobby.
"Iya, aku pernah melihat bapaknya di sekolah waktu bagi rapot., ganteng seperti anaknya tapi galak wajahnya kalo melihat secara langsung,aku cuma melihatnya di televisi saat ayahnya lagi ketuk palu terpidana hukuman mati."jawab Renata panjang lebar.
"Cowok yang adek tampar itu waktu kah pas adek pulang sekolah dulu."tanya Jonathan serius.
"Iya tapi adek sudah minta maaf ke dia kok."ujar Renata santai.
"Aku perhatikan adek itu sepertinya menyukai adek deh tapi adek lagi-lagi kaku banget dengan lawan jenis."kata Jonathan serius.
"Adek gak tahu sumpah."jawab Renata malas.
Acara sudah selesai waktunya tapi Agung dan kedua anaknya sudah pulang 1 jam yang lalu karena besok mereka bertiga harus pergi ke Paris.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Double Up say
__ADS_1