
Renata daritadi hanya memandang langit sore saja tanpa bangkit berdiri dikarenakan kakinya keseleo.
Ada seseorang yang masuk ke dalam lapangan basket yaitu Jun dan Justin.
Mereka berdua melihat Renata sedang duduk seorang diri lapangan basket.
"Kau sedang apa, Renata."tanya Jun lembut.
Renata menatap 2 remaja laki-laki tersebut lalu tersenyum lebar ketika mereka berdua datang.
"Aku habis selesai main basket."jawab Renata jujur dan nada suaranya sangat lembut sekali.
"Sepertinya kakimu lagi keseleo deh, sebentar gue suruh Justin ambil es batu dulu iya dirumahnya."kata Jun perhatian kepada Renata dan Renata cuma diam dan mengangguk.
Ternyata Justin dan Renata 1 kompleks perumahan lo,tapi bukan tetangga sebelah.
Justin kembali rumahnya yang sangat dekat di lapangan basket tersebut. Belum 5 menit Justin datang dengan membawa es batu yang dibalut oleh kain dan meletakkan di bagian yang sakit di kakinya Renata.
"Terimakasih Justin atas perhatiannya."ucap Renata dengan tulus.
"Sama-sama Kak Renata."jawab Justin senang.
"Sumpah Kak Renata sangat cantik sekali."batin Justin masih terpesona melihat wajah ayu milik Renata.
Jun dan Justin sedang bermain basket bersama sedangkan Renata hanya menonton mereka berdua main basket.
Mobil melintas di jalanan sang pemilik mobil itu tiba-tiba memarkirkan mobilnya di dekat lapangan basket di kompleks perumahan tersebut.
Sang pemilik mobil tersebut turun dari mobil dan menghampiri seorang gadis yang duduk di lapangan basket.
"Adek Kenapa."tanya Jonathan ketika baru datang dari tempat mana lah Renata tidak tahu.
Pemilik mobil itu adalah kakaknya Renata.
"Kaki adek keseleo pas main basket,kaki adek sakit sekali Kak Jo,adek ingin main sama mereka berdua tapi masih sakit kakiku."jawab Renata dengan jujur tapi dia emang jujur pas keseleo tapi bukan karena bermain basket melainkan kelakuan dari Irena mami dari David.
Jonathan melihat kaki kiri Renata yang masih di kompres oleh es batu di lapiskan kain.
"Adek disini saja,aku yang gantikan adek bermain disini, cukup semangatkan kita disini."ucap Jonathan sangat lembut lalu mengusap rambut hitam milik Renata yang di ikat rambutnya yang seperti ikat kuda.
"Berhenti bermain sekarang."teriak Jonathan membuat Jun dan Justin berhenti bermain basket.
"Gue mau main sama kalian,boleh gak."kata Jonathan seakan meminta ijin kepada 2 laki-laki tersebut.
"Tentu saja boleh Kak Jonathan,ini kesempatan paling langka lo karena aku sangat beruntung sekali ketika bermain basket bersama orang penting."jawab Justin senang dan semangat sekali dan Jun juga senang banget tapi di tidak jawab iya, Jonathan diam-diam tersenyum manis dengar jawaban dari Justin.
__ADS_1
Jonathan langsung membuka jas kerjanya lalu dasinya juga dia longgarkan, lengan kemejanya di gulung sampai siku.
Jun dan Justin seperti anak gadis perawan ketika melihat penampilan Jonathan saat ini bahkan mereka berdua bisa mengalahkan Renata lo,kakak dari gadis dingin dan ayu ini emang memiliki pesona yang menarik sekali dan apalagi wajah tampan dan dingin yang selalu menghiasi di wajahnya.
"Kak Jo, semangat iya mainnya."teriak Renata lebih heboh seperti suporter pendukung sepakbola pokoknya.
"Iya adekku yang cantik."jawab Jonathan lembut lalu mengusap kepala nya Renata lagi dengan lembut.
Trio J itu sedang bermain basket bersama sedangkan Renata lagi-lagi jadi penonton yang heboh ketika pemainnya pada main di lapangan, contoh nya kayak suporter sepakbola lah.
Renata bosan duduk kemudian dia ingin bangkit berdiri namun kaki kirinya tak mampu menahan rasa sakit.
Namun tiba-tiba ada seseorang yang menolongnya dan dia tak siapa orang itu karena gak kenal.
Saat melihat orang itu mata Renata mendadak tajam dan ternyata orang itu adalah Ara.
Ara sengaja cari muka di hadapan kakak dari gadis tersebut.
"Kau tidak apa-apa."tanya Ara dengan sok perhatian.
Jonathan langsung berhenti sejenak dan menghampiri 2 gadis yang beda banget karakter nya,Jun dan Justin bingung kenapa laki-laki dewasa berhenti bermain dengan mereka dan melihat gadis centil di sana.
"Ceweknya cantik sih tapi busuk hatinya."kata Jun dengan mulut julidnya dan tak suka dengan kehadiran dari Ara.
"Benar tuh,masih cantikan Kak Renata walaupun Kak Renata sedikit tomboy hari ini."sambung Justin terang-terangan gak suka dengan Ara.
"Daripada kamu disini karena gak bisa main lebih kamu keluar saja dari lapangan ini, sekarang."teriak Jonathan dengan kasar.
Ara gak tahan mendengar suara dari Jonathan yang terus menghina dirinya dan meninggalkan lapangan basket.
"Terimakasih sudah melindungi adek."ucap Renata dengan tulus dan tubuhnya gemetar sambil menahan air matanya tapi air itu sudah mulai jatuh di pipinya.
"Tidak perlu berterima kasih,kita kan keluarga,dek.,aku lanjut main lagi dan duduk disini sambil semangatkan aku."jawab Jonathan lebih lembut membuat Justin dan Jun iri banget,mereka mau punya saudara seperti Jonathan yang hanya dingin kepada orang lain tapi sama keluarga dia selalu lembut dan hangat.
Jonathan kembali bermain lagi dengan Jun dan Justin.
"Maafkan aku iya kita lanjutkan lagi."maaf Jonathan dengan tulus.
"Kakak tak perlu minta maaf ke kami,aku justru senang lo karena kakak sangat baik kepada Renata."jawab Jun tulus tapi jawaban itu membuat Jonathan bersalah.
Dia bukan kakak yang baik buat Renata,dia selalu membuat Renata sedih dan kecewa, mereka tak tahu sifat dia yang sebenarnya tanpa disadari air matanya juga jatuh di pipinya.
"Iya Kak Jonathan,kita lanjutkan main lagi."kata Justin semangat.
Jonathan dengan cepat menghapus air matanya karena gak dirinya di lihat oleh Jun dan Justin,iya jelas pasti dia malu.
__ADS_1
Trio J itu melanjutkan permainan yang tertunda tadi.
Sudah 1 jam lamanya Trio J ini sudah selesai bermain basket, jujur iya Jonathan seperti anak remaja lo jika bergabung dengan yang lebih muda darinya.
"Terimakasih sudah ijinkan aku bermain dengan kalian."ucap Jonathan lembut dan tulus.
"Sama-sama Kak Jonathan."jawab Jun dan Justin dengan kompaknya.
Jonathan mengambil jas dan dasi nya yang dia titip ke adeknya.
"Kalian berdua sekarang pulang iya takutnya nanti orang tua kalian mencari kalian berdua."kata Jonathan lembut.
"Baiklah Kak Jonathan dan Kak Renata,kita berdua pulang dulu, semoga Kak Renata cepat sembuh iya."pamit Justin ke 2 saudara itu.
"Iya aku juga mau pulang dulu, cepat sembuh iya Renata Hadikusuma."pamit Jun lembut.
"Hati-hati dijalan iya, terimakasih atas doanya."ucap Renata tulus dan lembut.
Jun dan Justin segera pulang kerumahnya, tiba-tiba tubuhnya Renata di gendong oleh Jonathan.
"Kak Jo, badan adek berat lo."kata Renata tak mau di gendong kayak anak kecil.
"Emangnya adek bisa jalan dengan keadaan kaki seperti itu,ini sangat ringan sekali badanmu."ucap Jonathan sedikit marah ke Renata.
Renata memilih diam daripada dirinya dimarahi oleh kakaknya sendiri.
🍂🍂🍂🍂.
Renata hari ini tak bisa ke kantor karena kakinya masih sakit sekali sedangkan ayahnya sudah dibolehin pulang pas tadi malam.
"Adek kenapa,kok murung sih."tanya Agung lembut sambil membaca koran di ruang keluarga bersama istri tercinta nya.
"Kaki adek keseleo pas main basket di lapangan kemarin."jawab Renata lesu dan wajahnya sangat murung sekali.
"Itu biasa nak kalo bermain basket,papa dulu juga kayak gitu,itu besok kakinya sudah sembuh kok."balas Agung lembut.
"Benar itu dek,besok kakinya sudah sembuh kok kalo adek rajin mengobati kaki adek."ucap Mona lembut.
"Terimakasih mama papa sudah membuat adek gak sedih lagi,adek sayang banget sama papa mama."kata Renata lembut dan terharu kepada kedua orangtuanya lalu memeluk kedua orangtuanya dengan erat.
"Papa juga sayang sama adek, terimakasih sudah jadi Putri papa iya."balas Agung sambil tersenyum manis ke putrinya.
"Mama juga sayang sama adek,adek jangan nakal sama mama,papa dan Kak Jo iya."sambung Mona lembut sambil mengelus rambut Renata yang hitam alami.
"Iya mama papa, adek gak nakal kok."jawab Renata lembut.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁.