Ada Apa

Ada Apa
54


__ADS_3

Jonathan sedang ketuk-ketuk meja kerja di kamarnya sambil menatap wajah 3 pria dewasa.


"Heh kamu mau diskusi apa sih."tanya Ezra bete.


"Iya nih."sambung Peter bete juga.


"Cepatan Jo,gue ini penasaran tingkat dewa."sambung Sean kesal.


"Sabar pang jadi orang,gue mau bicara sesuatu soal masalah tentang keluarga kita dan keluarga Kusnadi dimasa lalu."ucap Jonathan lebih serius.


"What betulan kamu ingin tahu tentang masa lalunya Keluarga Hadikusuma dan Keluarga Kusnadi."tanya Sean sepertinya tahu masalah begini.


"Iya lah,gue tadi tuh gak sengaja dengar dokter itu dan adek di basement parkiran,gue curiga kalo ini ada hubungannya dengan papa gue atau ayah,papi dan Daddy dimasa lalu."cerita Jonathan serius.


"Suruh adekmu kesini lah."kata Peter ngegas.


"Heh orangnya lagi tidur meong."kata Ezra sok tahu jika Renata lagi tidur.


Renata mengetuk pintu kamar Jonathan karena pintunya dikamar dari dalam jadinya dia mengetuk pintunya.


"Kak Jo."teriak Renata keras.


Renata gak tahu kalo kamarnya Jonathan itu kedap suara makanya Jonathan gak dengar apa yang adeknya teriak.


"Adek gue lagi kerjakan tugas dari sekolah nya."jawab Jonathan tahu tadi dia melihat adeknya sedang kerjakan PR dari sekolahnya.


"Sok tahu kamu nih jadi orang.'ledek Sean ngegas.


Jonathan bangkit dari duduknya dan membuka pintunya yang dia kunci tadi.


"Kak Jo ."kata Renata dengan polosnya.


"Ada apa."tanya Jonathan dengan berkacak pinggangnya.


"Adek minta uang dong mau jalan-jalan lah bosan dirumah."jawab Renata dengan santainya dia menjawab.


"Emang mau jalan ke mana dulu."tanya Jonathan serius.


"Mau ke festival makanan sih hehehe."jawab Renata cengengesan.


"Mana ada festival makanan hari ini, minggu depan baru ada,baca di berita sana dek."balas Jonathan santai dan Renata kaget.


"Iya Kah,Kak Jo tapi adek kan gak pegang ponsel mana ada tahu beritanya."kata Renata polos dan lugu.


"Sabar iya dek."ucap Jonathan sambil mengelus rambut Renata dengan lembut.


"Lagi diskusi apa dulu,apa adek boleh ikut ke situ."ijin Renata kepada kakaknya.


"Ini urusan anak laki-laki,lebih baik adek nonton drama Korea sana sama Mama."jawab Jonathan ngegas dan menutup kamarnya.


Renata kesal dan kembali ke kamarnya bodoh amat bagi kakak yang berusia 26 tahun.


"Kita lanjutkan diskusi nya."kata Jonathan serius.

__ADS_1


"Oh yang itu,gue pernah dengar masa lalu Om Alan dan Om Agung sempat bermusuhan selama 7 bulan lamanya kita berempat belum lahir saat itu apalagi Renata juga belum lahir juga,papamu itu sudah menikah dengan mamamu pas kejadian itu,maaf iya Peter Hadikusuma dan Jonathan Hadikusuma,ini masalah papimu dimasa lalu,papimu dulu pernah menghamili seorang gadis namanya Tante Tissa,gue gak tahu siapa Tante soalnya Daddy juga gak tahu bahkan dia cuma melerai pertengkaran antara Om Agung dan Om Alan,Om Aldo disitu gak sanggup menghentikan perkelahian antar kakak beradik,Om Agung di tuduh hamili Tante Tissa nah gak terima lah Om Agung dituduh gitu pada saat itu Om Agung sudah menikah 3 bulan sama Tante Mona,Tante Mona syok banget dengar berita palsu tentang suaminya,Om Alan juga menuduh Om Agung berebut Tante Tissa,ini infonya Tante Tissa itu mantannya Om Alan dimasa lalu sebelum Om Alan menikah dengan Tante Laura, sebenarnya Om Alan dan Tante Laura dijodohkan oleh kakek dan nenek karena orang tua Tante Laura juga bersahabat dengan kakek dan nenek,Om Agung gencar mencari bukti butuh 2 hari Om Agung tahu dan langsung menghajar Om Alan didepan kakek ,nenek , Daddy,Om Aldo dan Tante Mona,persis dah Om Agung kayak Jonathan dimasa lalu,Tante Tissa saat itu hamil anak Om Alan malah bunuh diri gara-gara Om Alan tidak tanggung jawab atas kehamilannya,aku di kasih tau sama Daddy, soalnya Om Agung dan Om Alan kayak bermusuhan walaupun mereka berdua sudah berdamai dan Om Agung juga yang masih merawat Om Alan secara tulus, Daddy dan Om Aldo benar' gak sanggup."cerita Sean panjang lebar.


Muka dari Jonathan mendadak dingin dan datar sedangkan Ezra pusing kepalanya dan Peter tidak bisa berbuat apa-apa.


"Mungkin Papimu dan papa mamamu tak pernah cerita karena takut karena kalian berdua bermusuhan, cukup Om Agung dan Om Alan yang merasakan jangan sampai anaknya nanti yang bermusuhan."kata Sean menyakinkan kepada kedua pria itu.


"Siapa Tante Tissa itu."tanya Jonathan serius.


"Dia itu adek dari ayah mertua mu dulu."jawab Sean membuat Jonathan terkejut.


"Apa betulan kah."kata Jonathan serius.


"Iya aku gak bohong, coba tanya sama papa dan mamamu sana."jawab Sean santai.


"Aku malas."balas Jonathan malas.


Besok paginya,Renata sedang mencari informasi tentang kuliah sejujurnya dirinya gak mau kuliah dia ingin langsung kerja saja sih.


"Aduh malas banget kuliah."batin Renata malas.


Semua cucu Hadikusuma pada gak kuliah pas lulus SMA entahlah apa yang mereka mau saya tidak tahu.


"Hey adek bangun pang,ayo kita joging sama-sama."teriak David kesal saat membangunkan adeknya.


"Malas,kakak saja tuh Kak Danny,Kak Jun dan Kak Jaden."jawab John malas dan kembali tertidur.


"Dasar bocah sapi loe."batin David kesal dan ngambek.


Odelia dan Kanaya sedang pergi untuk membeli nasi uduk yang mereka beli dekat dirumahnya tetapi dirinya tak sengaja menabrak Jonathan yang sedang joging.


"Minta maaf kakak."ucap Odelia takut dan menunduk kepalanya.


"Angkat kepalamu dan jika mau berbicara dengan ku maka harus lihat wajah saya."kata Jonathan dingin.


Odelia mengangkat kepalanya dan melihat wajah dingin dari Jonathan.


"Saya minta maaf kakak karena tak sengaja menabrak kakak."maaf Odelia dengan tulus.


"Saya terima maafmu tapi lain kali jangan jadi teledor,mengerti apa yang saya maksud."ucap Jonathan suaranya berubah menjadi lembut dan melanjutkan joging nya.


Kalo gak joging iya nge gym atau bersepeda dijalanan kegiatan yang disukai oleh Jonathan setiap ada waktu luangnya jika dia jenuh dengan pekerjaan di kantor.


Odelia dan Kanaya melanjutkan langkahnya ke warung gerobak nasi uduk.


"Mama lagi apa."tanya Renata bingung melihat mamanya memakai pakaian rapi.


"Mama mau ke acara tapi jam 12 nanti sama papamu,mama cuma tanya ini bagus gak kalo mama yang pakai."ucap Mona sambil menyuruh putrinya untuk tahu apakah ini bagus atau tidak.


"Cocok mama apalagi aura mama kayak usia 35 an."jawab Renata dengan ceria.


"Iya kah nak,papa kamu juga bilang gitu iya sudah Mama pakai ini ke acara nanti,adek mau ikut sama papa nanti."kata Mona lembut.


"Adek gak bisa ikut Ma tapi Kak Jo ikut kah."ujar Renata polos.

__ADS_1


"Mama gak tahu tapi kakakmu bilang iya lagi ada kerjaan di kantor tapi dirinya lagi joging hehehe."jawab Mona lembut.


"Iya deh."balas Renata santai.


Selesai berjoging saatnya Jonathan masuk ke kamarnya dan mandi karena dirinya harus ke kantor lagi.


30 lamanya dirinya sudah selesai dan sudah berpakaian rapi saatnya turun ke lantai bawah.


"Anak papa yang tampan ini mau kemana."tanya Agung dengan topi dinosaurus di kepalanya dan membuat Jonathan kaget bukan main.


"Astaga kenapa papa ini malah pakai beginian."tanya Jonathan ngegas.


"Suka-suka papa lah,mau kemana dulu anak papa yang tampan ini."tanya Agung dengan mengulang pertanyaan dirinya.


"Mau ke kantor sebentar saja kok,aku pamit dulu papa."pamit Jonathan buru-buru ke garasi mobil.


"Kak Jo,adek sudah siap."ucap Renata sudah menunggu kakaknya lagi bersiap siap.


"Ayo kita berangkat sekarang dek."kata Jonathan tanpa melihat adeknya.


Dijalanan Renata melihat di jendela mobil entah apa yang dia lihat hanya dirinya yang tahu.


"Kak Jo gimana rasanya kerja di kantoran pasti pusing kepala deh."tanya Renata polos.


"Adek rasakan nanti kalo kerja di kantoran."jawab Jonathan fokus menyetir.


"Pasti bete deh."balas Renata bete.


"Adek setelah lulus SMA mau ngapain,mau kuliah atau menikah."tanya Jonathan kepo saja.


"Adek mau jadi jaksa tapi pasti gak didukung sama papa dan mama,jadi artis malas ah, jadi istri orang harus kuat mental sama mertua bla bla iya ini lah iya itu lah,jadi anak kecil saja deh kalo gitu hehehe."jawab Renata polos tapi sedikit menyindir Jonathan.


"Jadi anak kecil,adek mah emang sudah jadi anak kecil kali tapi mata ku sih hahahaha."jawab Jonathan sambil tertawa.


"Kak Jo,adek mau bantu kakak nanti pas lulus SMA nanti,adek gak mau kuliah karena malas ke luar negeri."kata Renata polos.


"Dulu nangis kalo mau ke kantor sekarang kenapa mendadak mau."tanya Jonathan heran.


"Gak tahu adek soalnya Kak Jo pasti tertekan sama papa hehehe."jawab Renata cengar-cengir.


Jonathan tak tanggapi kekonyolan dari adek dan fokus menyetir.


Jun dan David selesai berjoging dan duduk di lapangan basket.


"Gila lama sudah aku tak joging."kata David lelah.


"Makanya jangan mager jadi orang hehehe."jawab Jun seperti biasa dia selalu menggunakan mulut julidnya.


"Julid banget mulut mu."ejek David bosan dengan julidnya dari Jun.


"Suka-suka aku lah."kata Jun ngegas.


Di jalanan David dan Jun melihat Sean dan Clara bergandengan tangan tapi mereka berdua langsung buang mukanya karena mereka berdua masih jomblo hehehe.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Selamat hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76 tahun 🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩


__ADS_2