
Jun dan David lagi asyik bermain PS di rumahnya David.
"Hey tadi gue lihat Kak Renata sama Kak Rayson loh di sekolah."ucap Arthur lagi sibuk dengan ponselnya.
"Bodoh amat gue sama dia."jawab Jun dingin.
"Jadi kamu gak suka lagi sama Renata Hadikusuma."tanya Cio Mama sangat heran.
"Emang gue pikirin dia apa."balas Jun mulai malas dan marah.
"Tapi kalo sama Kak Jonathan Hadikusuma,kamu cemburu kah Jun."kata David sambil menggoda sahabatnya.
"Gue gak peduli,mau dia sama Kak Jonathan kah,sama Rayson kah,sama pria lain kah,aku tetap gak peduli lagi?puas loh kalian semuanya."bentak Jun marah.
Baru kali ini Jun marah kepada sahabatnya biasanya dia ini kebanyakan julid.
"Iya sudah Renata buat gue saja,kan sudah 6 tahun gue satu sekolah sama dia, kesempatan bagus ini buat gue."batin David mulai tersenyum kemenangan dan ingin merebut Renata dari Jun atau Rayson.
Di kantor Renata lebih serius dengan grafik di laptop, sepertinya dia mengerti tentang itu.
"Adek paham kah tentang grafik statistik."tanya Jonathan melihat keseriusan dari adeknya.
"Iya Adek paham lah ini pelajaran anak SMA,adek sudah tahu rumusnya dan di sekolah adek ada juga pelajaran ini."jawab Renata enteng.
Jonathan lupa jika adeknya jauh lebih pintar daripada dirinya pantasan dia lebih tahu tentang statistik.
"Oh gitu,adek kerjakan yang itu dan aku kerjakan yang lain."perintah Jonathan dan Renata hanya mengangguk saja.
2,5 jam kemudian pekerjaan sudah selesai berkat ada Renata mungkin atau Jonathan yang tenang kerjakannya.
"Adek kita pulang sekarang."ucap Jonathan berdiri dan mengambil jasnya yang dia gantung di belakang.
"Ayo Kak Jo, kasihan mama sendirian di rumah."kata Renata menyesal karena meninggalkan mama sendiri di rumah.
"Iya."jawab Jonathan singkat dan seadanya.
Kedua saudara itu pada pulang ke rumahnya.
Mona sedang duduk dan berbicara dengan Laura bersama kedua cucunya.
"Aku bosan dirumah makanya aku ajak cucuku ke sini."ucap Laura lembut.
"Aku sendirian dirumah,si adek bantui Jonathan di kantor sedangkan suami gue mau pulang dari London ke Indonesia."kata Mona santai.
"Oh Kak Agung ada ke London kah,ada perjalanan bisnis kah."tanya Laura penasaran.
"Iya ada perjalanan bisnis."jawab Mona santai.
"Suamimu masih di London kah."tanya Mona mulai serius.
"Iya masih tapi aku gak tahu kapan dia balik kesini."ucap Laura dengan raut wajah sendu.
"Kapan cucumu ulang tahun."tanya Mona kepo.
"2 bulan lagi lah."jawab Laura lembut sambil mengelus rambut Rafa dan Gina.
"Andai saja cucu dan menantu masih hidup,sudah cucuku bermain dengan cucunya Laura dan Alan."batin Mona sedih mengingat cucu dan menantunya.
"Kak Mona nanti kalo Renata sudah lulus SMA dia mau ngapain."tanya Laura penasaran.
"Aku gak tahu tapi lebih baik tanya saja ke adek."jawab Mona gak tahu apa yang dilakukan Renata saat dirinya lulus SMA nanti.
"Dulu Renata masih kecil dan polos banget bahkan aku gak tega melihat dia disaat kakaknya atau kakak sepupunya sering jahili dia gara-gara badannya pendek tapi sekarang Renata badannya lebih tinggi daripada aku bahkan tingginya hampir sama kayak Ezra, Renata sekarang tumbuh menjadi gadis cantik,ayu, dingin dan polos."kata Laura lembut.
"Wajahnya ayu sekali."ucap Mona sambil menyeruput teh di tangannya.
2 saudara itu sudah pulang tetapi Renata bingung kenapa ada Laura disini.
"Kalian berdua sudah pulang."tanya Mona kaget ada kedua anaknya sudah sampai.
"Sudah Ma."jawab Renata dingin.
"Adek mau mandi dulu."pamit Renata langsung ke lantai 2 tanpa peduli ada Laura,Mona, Jonathan, Rafael dan Regina.
"Kebiasaan tuh bocah selalu begitu."ucap Mona kesal dengan Renata.
Jonathan juga bergegas ke kamarnya karena badannya sudah bau.
"Ini juga si Jonathan, sama kayak adeknya."ucap Mona lagi-lagi kesal dengan Jonathan.
"Kak Mona sering di cueki sama Jonathan dan Renata."tanya Laura penasaran.
"Emang selalu begitu mereka berdua bahkan dulu kepala mereka berdua pernah di jitak sama papanya gara-gara itu doang."jelas Mona bete.
Pas mau masuk ke kamarnya Renata kaget ada anjing peliharaannya Jonathan, jujur Renata ingin menyentuhnya tetapi dirinya tak bisa.
"Otte jangan dekati aku."ucap Renata mulai panik dan gelisah saat otte menyentuh kaki dari Renata tak lama kemudian dirinya bersin.
Tak hanya bersin dirinya juga batuk-batuk karena Otte itu manja kepada Renata.
"Otte jangan."usir Renata mulai menangis.
"Kak Jo,tolongi adek hiks hiks hiks."suara tangisan yang kencang dari Renata yang membuat dirinya tersiksa andai saja dirinya tak alergi terhadap anjing mungkin dirinya bisa bermain dengan Otte.
"Otte sini,jangan ganggu adek pang, kasihan dia batuk-batuk dan bersin pula."ucap Jonathan serius dan otte berlari ke arah Jonathan.
Tak lama kemudian kakinya Renata mulai merah-merah karenakan ada otte yang menempel kakinya Renata,tak hanya kaki saja yang merah-merah bagian tubuhnya juga merah-merah dan gatal banget sampai sesak nafas.
__ADS_1
"Adek kenapa."tanya Jonathan panik melihat adeknya gatal-gatal karena alergi.
"Badan adek gatal Kak Jo."kata Renata sambil menangis.
Jonathan tak berani menyentuh adeknya soalnya tadi dia pegang si otte.
"Adek masuk ke kamar sekarang dan mandi."perintah Jonathan lembut.
Renata masuk kedalam kamarnya dan Jonathan juga bergegas ke kamarnya sembari membawa otte.
"Coba kalo ada Elina(istri dari Argi) sudah kita kumpul-kumpul disini."ucap Mona merindukan sosok iparnya.
"Iya sayangnya dia meninggal pas melahirkan putranya,aku lebih kasihan sama Argi,dia yang merawat putranya sampai papa dan mama juga ikut hadir untuk merawat putranya Argi."kata Laura lembut.
"Iya."jawab Mona seadanya.
Sabrina melihat putranya sedang berjalan kaki bersama 2 orang gadis,gadis itu penampilannya sederhana dan ceria.
Sabrina menghampiri Ezra, Odelia dan Kanaya di jalanan.
"Bunda."ucap Ezra kaget.
"Siapa gadis ini dan sepertinya kamu suka dengan gadis ini."tanya Sabrina sambil menatap wajahnya Odelia dan Kanaya.
"Nama saya Odelia dan ini adek saya,Tante."ucap Odelia perkenalkan dirinya dan adeknya dengan sopan.
"Jangan panggil saya Tante, panggil saya bunda anggap saja saya ini bundanya kalian berdua."kata Sabrina lembut.
"Baik Tan eh bunda."ujar Odelia dan Kanaya hampir keceplosan.
"Bunda senang banget melihat Ezra bisa bersosialisasi dengan orang lain dulu dia gak mau bersosialisasi dan bersikap dingin sejak kekasihnya putus dan menikah dengan orang lain tetapi Bunda senang karena kalian berdua bisa membuat putraku menjadi orang yang senang bersosialisasi."tutur Sabrina membuat 2 saudara itu sedih.
"Kenapa badan kalian kurus sekali dan kenapa orang tua kalian tidak mengurus kalian berdua."tanya Sabrina mulai menyadari bentuk badannya Odelia dan Kanaya.
Orang tuanya Odelia dan Kanaya sudah meninggal dunia karena kecelakaan pas Odelia naik kelas 12 SMA dan Kanaya naik kelas 8 SMP,mau tak mau mereka harus tinggal dengan bibinya yang satu-satunya yang mereka miliki di Jakarta dan Odelia dan Kanaya juga sudah mendapatkan beasiswa di sekolah yang mereka ngenyam di sekolah itu,bibinya ternyata pekerja sebagai pembantu di rumah menteri terkenal dan jarang ada dirumahnya,hanya Odelia dan Kanaya saja yang tinggal di rumah bibinya,jika liburan sekolah mereka berdua di biayai oleh istri dari bos bibinya.
"Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaan dari bunda."tanya Sabrina sedikit kasihan kepada 2 saudara perempuan itu.
"Maaf bunda, orang tua kami sudah meninggal dunia sejak 7 bulan yang lalu karena kecelakaan."kata Odelia membuat Sabrina dan Ezra kaget sekaligus sedih dan menyesal.
Ezra gak tahu jika orang tua dari Odelia dan Kanaya sudah meninggal dunia sejak 7 bulan yang lalu.
"Oh maafkan bunda iya ,bunda gak tahu jika orang tua kalian sudah meninggal dunia, sebagai minta maaf bunda ajak kalian berdua ke rumah bunda iya."maaf Sabrina sekaligus mengajak 2 putri angkatnya ke rumahnya.
Odelia dan Kanaya ikut ke rumahnya Ezra karena Sabrina mengajak mereka berdua.
"Btw Sabrina kenapa gak kesini."tanya Laura bingung.
"Biasa dokter bedah selalu sibuk."jawab Mona santai.
"Oh iya aku lupa."balas Laura lupa.
Suara ketukan dari luar dan Renata membuka pintunya.
"Adek badanmu masih merah-merah kah."tanya Jonathan menyesal membuat badan adeknya gatal-gatal.
"Iya Kak Jo,salep alergi adek sudah habis tadi malam."jawab Renata sendu.
"Pakai jaketmu dan pakai celana panjang,aku mau membawamu ke dokter kulit."perintah Jonathan lembut.
"Jangan lupa pakai masker dan topi."lanjut Jonathan.
Renata mengganti celananya yang pendek dan memakai celana panjang lebar sedikit,Renata memakai celana olahraga hitam,tak lupa dirinya memakai hoodie berwarna abu-abu dan memakai masker sekaligus memakai topinya.
Dia juga gak mau orang lain melihat badannya yang merah dikarenakan alergi tadi.
Tingkat alergi lebih parah daripada yang tadi malam dan tadi pagi.
Renata keluar dari kamarnya dan menghampiri Jonathan yang bersandar di dinding dekat pintu kamar adeknya.
"Sudah Kak Jo."kata Renata dengan suara pelan.
"Ayo."ucap Jonathan sambil membawa adeknya ke dokter.
Kedua saudara itu turun kebawah dan ijin pamit kepada Mona dan Laura.
"Mama dan Tante Laura,adek mau pergi dulu,badan adek karena alergi adek kumat lagi."pamit Renata dengan suara pelan.
"Adek kenapa,coba mama lihat badannya adek."ucap Mona panik dan langsung berdiri lalu dirinya menyuruh Renata untuk buka sedikit masker dan topinya.
"Astaga kenapa bisa separah ini,dek."tanya Mona kaget melihat wajah putrinya merah karena gatal.
Laura juga melihat wajah dari Renata yang merah karena alergi,iya ekspresi wajahnya kaget pas melihatnya.
"Otte mau main sama adek tapi adek gak bisa main dengannya,adek sudah usir tetapi otte justru manja sama adek,adek panggil Kak Jo baru si otte mau pergi dari adek,otte juga mengelus kepalanya ke kakinya adek, awalnya kaki adek yang kena tetapi badan adek juga kena sampai ke wajah adek."ucap Renata sambil menjelaskan apa yang dia alami tadi.
"Otte itu suka betul manja sama adek,sudah kukasih tahu tetapi otte malah mendekati adek."kata Jonathan santai.
"Jo tolong bawa adekmu ke dokter sekarang sebelum adekmu semakin parah, pikiran mama mulai gak tenang nih."ucap Mona masih panik.
"Iya Ma,aku pamit dulu."pamit Jonathan dingin.
Jonathan membawa Renata ke dokter kulit gara-gara drama alerginya Renata.
Odelia dan Kanaya takjub melihat isi rumah dari Ezra,bisa di bilang rumahnya gak jauh dengan rumahnya Renata.
"Kakak rumahnya bagus sekali."kata Kanaya melongo melihat isi rumah tersebut.
__ADS_1
"Iya rumahnya gak jauh beda dengan rumahnya Renata dan Kak Jonathan."jawab Odelia juga melongo melihat isi rumah Ezra.
"Rumah kakak seperti rumahnya Renata dan Kak Jonathan."ucap Odelia dengan suara pelan.
Sabrina mendengar sedikit pas Odelia bilang Renata dan Jonathan.
"Kamu kenal Renata dan Jonathan kah,nak."tanya Sabrina lembut.
"Iya Bunda soalnya Renata itu teman sekelas saya di sekolah."jawab Odelia sopan.
"Wow bunda kaget pas kamu menjawab itu,jadi Renata dan kamu teman sekelas iya,bunda senang sekali jika kamu juga berteman dengan Renata, soalnya keponakan bunda itu orangnya dingin banget."cerita Sabrina.
Aldo sedang membaca koran di ruang keluarga dan melihat istri dan putranya membawa 2 gadis yang dia tak kenal.
Dari penampilannya sederhana saja dan apa adanya.
"Sayang itu siapa."tanya Aldo dengan suara tegas dan berat.
"Ayah ini temannya Renata dan mereka berdua itu sudah kuanggap sebagai adekku sendiri."jawab Ezra lembut.
"Temannya Renata iya,siapa nama kalian berdua."tanya Aldo serius tetapi tatapannya sangat dingin membuat Odelia dan Kanaya menundukkan kepalanya ke bawah.
Aldo kesal karena 2 gadis malah menunduk kepalanya dan menyuruh mengangkat kepalanya.
"Angkat kepala kalian berdua sekarang,itu tidak sopan jika menundukkan kepala kalian kepada saya."ucap Aldo serius, dingin dan sedikit tinggi suaranya.
"Ayah jangan seperti itu dengan mereka berdua."marah Sabrina kepada sang suami tetapi Aldo tetap dingin dan tegas kepada 2 saudara perempuan itu.
Aldo orangnya sangat tegas dan disiplin kepada Ezra, tak hanya putra saja dia juga sangat tegas kepada Renata,Peter,Sean dan Jonathan tetapi dirinya takut kepada istrinya.
Sebenarnya Aldo hanya mengetes apakah Odelia dan Kanaya itu sanggup atau tidak dengan caranya dia ini.
Odelia dan Kanaya mengangkat kepalanya dan melihat wajah tegas dan dingin milik Aldo meskipun mereka berdua sangat takut dengan Aldo.
"Siapa nama kalian."tanya Aldo masih dingin dan tegas.
"Nama saya Odelia Pradana dan ini adek saya,Kanaya Pradana."ucap Kanaya sopan tetapi dirinya sangat takut dengan Aldo.
"Terus dimana orang tua kalian berdua."tanya Aldo tetap dingin tetapi dirinya tak tahu fakta dari 2 saudara itu.
"Orang tua kami sudah meninggal dunia karena kecelakaan sejak 7 bulan yang lalu."jawab Odelia jujur dan Aldo benar' menyesal karena tak tahu fakta dari 2 saudara itu.
"Saya minta maaf membuat kalian berdua takut,kalian berdua panggil saya ayah saja,anggap saja saya ini ayah kalian berdua."maaf Aldo membuat hatinya Sabrina dan Ezra lega.
"Baik Ayah."kata Odelia dan Kanaya.
"Oh iya kalian berdua duduk disini saja,temani bunda dulu iya."ucap Sabrina lembut.
Ezra pergi ke kamar sekaligus mau mandi karena badannya sudah bau.
Ada 2 kucing jenis spynx membuat Odelia dan Kanaya senang kedua kucing juga manja kepada Odelia dan Kanaya.
"Hai kucing yang imut."sapa Odelia senang.
"Kau senang dengan kucing kah nak."tanya Sabrina lembut.
"Iya bunda, Lia senang sama kucing karena ayahku dulu suka melihara kucing."jawab Odelia mendadak sedih karena merindukan ayah kandungnya.
Sabrina dan Aldo lagi-lagi hatinya sedih karena jawaban dari Odelia yang sedih kehilangan kedua orangtuanya.
"Nak,disini ada ayah,bunda dan kakakmu, jadi jangan takut kesini iya bunda akan menjadi bunda kalian berdua oh iya bunda mau tanya kalian berdua mau gak bunda ajak kalian berdua besok jalan-jalan,temani bunda shopping gitu mumpung besok bunda libur dan kalian berdua kan libur tanggal merah kan."ucap Sabrina lembut.
"Iya bunda,besok kami libur karena tanggal merah."jawab Odelia lembut.
"Oh iya kalian berdua jangan takut kepada ayah,ayah itu tampangnya saja yang menakutkan tapi ayah itu takut dengan bunda."kata Sabrina sambil meledek suaminya.
Aldo yang dengar ledekan dari istrinya jadi malu sendiri hehehe.
Dokter mengatakan bahwa alerginya Renata tidak begitu parah tetapi untuk menghilangkan merah-merah di seluruh tubuhnya butuh waktu 2 Minggu lamanya.
Tak hanya obat saja yang dia minum tetapi dirinya juga mengoleskan salep alerginya setiap setelah mandi.
"Lama banget sih dok, hilangnya."kata Renata bete.
"Ada yang lebih parah lagi daripada anda,jadi 2 minggu itu waktunya tepat itu."jelas Dokter yang bernama Leona Holbina.
"Intinya jika anda rajin minum obat dan kasih salep,di jamin merah-merah ditubuh anda cepat menghilangnya."ucap Leona serius.
"Baik Dok, terimakasih."ucap Renata dingin dan bangkit dari duduknya lalu keluar dari poli kulit dan kelamin.
Renata keluar dengan raut wajahnya yang bete banget,disitu juga Jonathan dengan setia menunggu adek kesayangannya.
"Sudah selesai kah adek."tanya Jonathan lembut.
"Sudah Kak Jo."jawab Renata bete.
"Apa kata dokternya."tanya Jonathan lagi.
"Bilangnya tidak begitu parah tapi 2 minggu adek harus menunggu lamanya merah-merah ditubuh adek hilang."jelas Renata lagi-lagi dirinya bete.
"Ayo kita pulang sekarang."kata Jonathan lembut.
Renata hanya mengangguk dan berjalan sambil mengikuti kakaknya dari belakang.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Apakah Sabrina dan Aldo menyetujui hubungan putra tunggalnya kepada Odelia atau hanya kasihan kepada Odelia dan Kanaya.
__ADS_1
Jadi kasihan dengan background dari keluarga Pradana.
Waduh bakal seru nih David merebut Renata dari Jun atau Rayson.