
Sarapan pagi jauh lebih hening di rumahnya Agung dan Mona.
Tiba-tiba Scott mengangkat bicaranya karena bosan dengan suasana canggung.
"Adek kok gak semangat sih ke sekolah."tanya Scott saat melihat Renata tak bersemangat untuk berangkat ke sekolah.
"Itu perasaan kakek saja."jawab Renata santai.
"Adek di sekolah bikin masalah gak,kakek takut jika adek bikin masalah karena turunkan dari ayahmu sendiri alias Agung Hadikusuma."tanya Scott.
"Iya Kek."jawab Renata jujur.
"Agung,kenapa kedua anakmu bisa bikin masalah mulu di sekolah."tanya Scott heran kenapa kedua cucunya selalu bikin masalah di sekolah.
"Iya aku juga bingung, walaupun dulu aku pernah bikin masalah di sekolah tetapi jangan sampai Jo dan adek bikin masalah,tapi setelah aku tahu kenapa adek bikin masalah ternyata adek selalu jadi korban bullying di sekolah sampai gak punya teman di sekolah, pulang sekolah adek selalu mengadu ke Jo, jujur hati aku sakit dengar itu padahal sejak berita batalnya pertunangan Peter dan Ara,lebih parah lagi ini mah,,disana banyak yang sirik sama adek."jelas Agung membuat Scott kaget karena tidak tahu kehidupan remaja Renata di sekolah.
Kakek macam apa dia gak tahu kehidupan cucu perempuan nya.
"Maaf kakek gak tahu kalo adek begini di sekolah, pantas saja adek tak bersemangat untuk ke sekolah."maaf Scott tulus ke cucunya.
"Kakek,adek kuat kok jangan khawatir dengan adek."kata Renata lembut.
"Adek tetap ke sekolah iya sebentar lagi adek mau ujian jangan malas malasan iya,hanya itu saja yang kakek pesan ke adek,kakek tahu adek pintar dan cerdas disekolah jadi jangan sia-sia uang sekolah adek karena satu kehancuran dari kesalahan adek,biar saja adek di hina,di caci maki dan di bully, disini ada kakek, orang tuamu dan Jonathan yang baik buat adek, mereka gak akan tega dengan adek,tapi kalo adek di lecehkan oleh pria diluar sana,kakek bukan kakek yang baik buat adek, hancur hati kakek waktu tahu adek di lecehkan oleh kakak kelasnya adek,nenekmu pasti menangis di surga tahu jika cucunya di lecehkan."nasihat Scott membuat Renata terharu.
"Papa,aku jadi terharu nih."ucap Agung hampir menangis karena nasihat sang papa.
"Iya sudah selesaikan sarapannya,nanti kalian bertiga berangkat kan."kata Scott lembut.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
"Ezra,kemana kamu tidak mengajak Lia dan Naya ke rumah kita,ayah kangen dengan mereka berdua."tanya Aldo sambil menikmati sarapan paginya.
"Hari aku sibuk ayah, apalagi nanti ada cabang baru di daerah sana tapi aku usahakan bawa mereka berdua nanti."jawab Ezra lembut.
"Kenapa kamu gak sekalian menikah saja dengan Lia."kata Sabrina antusias dan 2 pria ini pada kaget.
"Apalagi Lia seumuran dengan Renata kan dan mereka berdua sudah berteman, lebih baik kamu nikahkan saja Lia,ayah setuju sekali,gimana bunda."ucap Aldo serius.
Ezra kaget tapi disisi lain dia juga mau menikah dengan gadis yang disukai, apakah Odelia mau dengannya.
"Aku usahakan untuk menikah dengannya tapi aku takut dengan masa depannya."jawab Ezra lesu.
"Itu haknya dia saja,ayah gak bisa maksa dia."balas Aldo.
Ezra hanya menghela nafasnya dengan kasar dan memilih melanjutkan sarapan paginya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Renata."panggil David saat nafasnya tersengal-sengal karena lari.
"Kenapa Vid."tanya Renata bingung.
"Gue berhenti di acara drama Ren."kata David dan Renata tak mengerti.
"Terus itu apa hubungannya dengan aku,Vid."tanya Renata bingung.
"Aku fokus ujian aja kok."alasan David tetapi itu bukan alasannya.
"Oh gitu kah,Vid.nanti pas pulangan temani aku ke warteg dong dekat sekolah kita lah."ucap Renata lembut.
"Aku gak bisa Ren, soalnya Papi gue mau bikin acara ulangtahun mamiku, maaf iya Ren."kata David dingin dan Renata terdiam sejenak.
David melangkah kakinya dengan dingin dan gak mau berbicara dengan Renata.
Renata bingung kenapa sikap David yang ramah tadi berubah menjadi dingin.
"Apa aku salah ucap kah."batin Renata bingung.
"Apa salahnya aku bilang warteg padahal makanan warteg enak loh dan porsinya banyak lagi."batin Renata berlanjut.
__ADS_1
"Enak iya perlakukan secara dingin."ejek Kevin dan Renata cuma diam namun dalam hatinya mau menangis.
"Gak usah di tanggapi gadis dingin itu,dia mah kena karma kali."sindir Cio sambil menatap sinis ke Renata.
2 adek kelas ini memilih meninggalkan Renata sendirian dekat gerbang sekolah dan Jun sama Danny malah cuek dengan Renata.
"Sakit banget hatiku,ini semua gara-gara ulahku sendiri."batin Renata air mata langsung jatuh di pipinya.
Tanpa disadari oleh Renata, Rayson diam-diam memperhatikan Renata dari jauh,dia tahu jika gadis ini selalu di jauhi oleh semua murid.
Diujung kegelisahan dari Renata di kelas bahkan dirinya gak konsen dengan materi yang guru jelaskan di kelas.
Renata meminta ijin ke guru untuk pergi ke toilet akhirnya dirinya pergi ke toilet atas diijinkan oleh gurunya.
Renata berjalan ke toilet sambil menangis,jujur dia takut dengan kejadian waktu dirinya ujian kenaikan kelas 9 SMP.
Sudah di ujung kegelisahan pula terus dirinya di hina lagi waktu masuk ke kelas sebelum bel sekolah berbunyi,lalu dirinya juga di perlakukan oleh David,di ejek dan sindir oleh Kevin dan Cio, cobaan apa lagi yang dia terima.
Kenapa nasib dirinya tak seberuntung dengan Jonathan,Ezra, Sean dan Peter di sekolah dulu.
Di bully,di lecehkan oleh kakak kelasnya sendiri,bahkan dirinya pernah di siram air bekas pel lantai waktu kelas 8 SMP malah dirinya yang disalahkan dan dirinya juga di marahi habis-habisan oleh orangtuanya sendiri bahkan Jonathan malah bersikap dingin dengan dirinya.
Kalo bisa dirinya saja yang pergi duluan dan menyusul sang nenek tercinta.
Sampai sekarang Renata gak mau cerita kejadian yang sebenarnya karena takut gak ada yang percaya dengan omongan nya.
Tetapi Renata kembali ke kelas karena gak mood ke toilet lagi.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Pulang sekolah Renata memilih pulang sendiri tanpa menyuruh siapa-siapa tetapi ada mobil kakaknya,dia gak mood lagi pulang dengan kakaknya.
"Malas banget malahan."batin Renata dingin.
"Kenapa adek bersikap dingin dengan kakakmu sendiri."tanya Jonathan bingung kenapa Renata tidak ceria jika menyambut dirinya.
"Mau pulang sendiri saja dan kakak kembali saja ke kantor."ucap Renata dingin dan gak mau masuk ke dalam mobil kakaknya, jujur dia sakit hati banget dengan masa lalu.
"Sudah lupakan saja adek gak mau dengar cerita itu lagi,jika adek cerita yang sebenarnya gak ada yang mau percaya tahu."teriak Renata emosi sambil menangis.
"Karena adek gak seberuntung dengan siapapun, dibully, dilecehkan,di hina,di caci maki,gak ada yang tahu gimana isi hatiku,percuma saja kalo adek cerita sama saja itu membuang waktuku,adek gak nyuruh cari fakta yang sebenarnya kok tapi kok Kak Jo yang nekat cari fakta itu."kata Renata saat amarah sangat tinggi.
"Lalu kenapa Kakak menyuruh adek jujur, emangnya adek mau menjawab itu,gak kan mending adek belajar saja daripada harus menjawab pertanyaan bodoh itu."kata Renata kecewa dan marah membuat Jonathan terdiam dan menusuk di hatinya karena ucapan dari Renata.
"Adek sabar selama ini, kesabaran adek juga bisa habis loh jika begini mulu,karena manusia ada batas sabarnya, mungkin di luar adek orang nya dingin dan cuek di toilet adek diam-diam menangis karena apa hati adek sangat sakit,gak ada yang tahu semua nya ini karena adek simpan sendiri dihati dan buku catatan adek."kata Renata marah dan mengeluarkan semua unek-unek dari hatinya.
Duar hati Jonathan mendadak sakit karena unek-unek dari adeknya sendiri.
Emang dirinya tak seperti kehidupan sekolahnya Renata,dia sangat populer bahkan banyak para gadis-gadis yang menyukai dirinya sedangkan Renata cuma gadis biasa saja di sekolah.
"Orang tua yang egois dan kakak yang dingin dengan adeknya sendiri."ejek Renata tapi Jonathan cuma diam saja karena dia tahu jika adeknya lagi marah dan sedih.
"Dia itu malah belikan makanan buat orang yang bukan siapa-siapa dirinya,adeknya malah dibentak-bentak."sambung Renata sambil menyindir Jonathan tapi sekali lagi Jonathan tak membalas dan biarkan saja Renata mengeluarkan isi hatinya.
"Renata."panggil Odelia saat membawa adeknya pulang sekolah.
"Apa weh."tanya Renata tanpa peduli dengan Jonathan.
"Kau habis menangis kah."tanya Odelia dengan suara pelan dan takut jika Renata tersinggung.
"Diam kamu,gak usah pedulikan aku jika menangis lebih baik kamu gak usah panggil aku lagi,aku bukan temanmu lagi."marah Renata membuat Odelia dan Kanaya kaget.
Odelia dan Kanaya baru pertama kalinya melihat marahnya Renata, biasanya dia itu bersikap ceria dan centil.
Jonathan tak menyangka dengan marahnya Renata dan mengatakan kepada 2 saudara perempuan itu.
Renata langsung pergi begitu saja tanpa peduli dengan kakaknya sendiri, bodoh amat dia mah.
"Maafkan sikap adekku iya,."maaf Jonathan untuk mewakili Renata yang lagi marah.
__ADS_1
"Gak papa Kak,tapi aku baru pertama kali melihat dia marah."kata Odelia sedih.
"Adekku marah dengan ku tapi kalian berdua yang kena imbasnya,"jawab Jonathan dan menyodorkan uang buat mereka berdua.
"Kak,ini kebanyakan."tolak Odelia saat kembali uang nya Jonathan.
"Gak papa ambil saja ,aku ikhlas dan itu uang buat kalian berdua apalagi kamu butuh uang kan buat keperluan ujian nanti,anggap itu maafnya dari sikap adekku."kata Jonathan dengan tulus.
Mau tak mau Odelia menerima imbalan dari Jonathan.
"Kakaknya baik banget iya tapi aku penasaran dengan masa lalunya Renata."batin Odelia.
Jonathan masuk kedalam mobilnya dan kembali ke kantornya.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Sampai dirumah Renata hanya diam saja dan tanpa menjawab sapaan dari kedua orangtuanya.
Agung dan Mona bingung dengan sikap dingin dari Renata.
Apa yang sedang terjadi dengan putri bungsunya.
Tetapi Agung dan Mona cuma menunggu putrinya cerita yang sebenarnya.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍁🍁🍁🍁
Jonathan baru saja pulang dari kantor dan melihat kedua orangtuanya sedang menunggu siapa lah diruang tamu.
"Pa Ma menunggu siapa."tanya Jonathan dengan kondisinya yang lelah.
"Ada apa dengan adekmu my son."tanya Agung serius.
"Adek,sudah pulang kah Papa Mama."tanya Jonathan bukan menjawab pertanyaan dari papanya.
"Jawab dulu pertanyaan dari papa my son."ucap Agung marah.
"Tapi papa mama jawab dulu pertanyaan dari aku,adek sudah pulang atau belum."kata Jonathan dengan menahan amarahnya.
"Adekmu sudah pulang my son,tapi tidak seperti biasanya dia pulang dari sekolah selalu mengucapkan papa mama adek sudah pulang."jawab Mona lembut sambil menirukan suara dari putrinya.
"Pa Ma,adek marah dengan aku,adek......."kata Jonathan tak sanggup melanjutkan perkataannya dan menangis.
Agung dan Mona bingung dengan tingkah dari putranya. Tadi siang putrinya sekarang putranya lagi.
Ada apa dengan kakak beradik ini.
"Iya sudah Mama tanyakan langsung saja ke adek ,kamu pergi mandi dulu bau badan mu."kata Mona lembut dan Jonathan melangkah kakinya ke kamarnya.
Agung juga menyusul istrinya ke kamar putrinya.
Mona membuka pintunya kamar Renata dan tidak di kunci.
Agung mengikuti istrinya dari belakang dan masuk ke kamar yang bernuansa pink pastel dan aesthetic ini.
Renata sibuk dengan buku-buku di atas meja dan menyambut kedua orangtuanya dengan dingin.
"Kenapa papa dan mama malah masuk sih."batin Renata kesal.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Maaf iya aku gantung cerita nya tapi nanti saya kasih tahu kenapa Renata marah iya dan ini ada hubungannya dengan bab 39 weh
Tapi kasihan sekali dengan kehidupannya dari Renata.
Salam dari Winner.
__ADS_1
Salam juga dari Danny,Jun,Jaden dan David.