
Malam hari Renata sedang duduk di kursi belajar di kamar sambil melamun.
"Dek,."panggil Jonathan tepuk bahu Renata.
"Iya Kak kenapa."tanya Renata tenang tapi kaget.
"Besok adek mau kemana."tanya Jonathan lagi.
"Adek sudah lama gak ke candi Borobudur,dulu waktu SD saja pas nenek ajak adek,adek ingin pergi sih tapi gak ada waktu."jawab Renata polos.
"Pergi lah,ajak temanmu dek."saran Jonathan tapi Renata gak mau.
"Adek maunya sama Kakak,Papa dan Mama,."ucap Renata tak mau.
"Besok aku ada kerjaan dek."jawab Jonathan santai.
"Adek maunya sama kakak, papa dan mama saja."bujuk Renata tak mau di bantah.
"Baiklah aku ikut dengan adek."kata Jonathan mengalah.
Renata langsung memeluk kakaknya dengan erat.
"Adek terimakasih dengan kakak."ucap Renata manja.
"Sama-sama adek.",jawab Jonathan lembut lalu mengusap kepala adeknya.
Pagi hari ini keluarga julid ini sedang sarapan pagi.
"Kita jadikan ke candi Borobudur."tanya Renata tak sabaran.
Mona menoleh kearah putrinya itu hanya tersenyum saja.
"Kita jadi pergi dek,lagi pula kita sudah lama gak pergi liburan sama-sama."jawab Agung lembut.
"Kapan pa."tanya Renata antusias.
"Siang ini dan besok kita kesana."jawab Agung lembut.
"Telan dulu makananmu dek,baru ngomong."tegur Jonathan ke adeknya.
"Maaf adek terlalu semangat."jawab Renata polos.
"Terlalu semangat untuk melupakan David iya atau terlalu semangat untuk membujuk om atau ayahnya Jun."goda Jonathan lagi.
"Kak Jo diam saja, lebih baik Kak Jo cari istri sana daripada godai adek."ucap Renata bete.
"Carikan dong dek buat aku."pinta Jonathan manja.
"Kak Jo itu laki-laki tulen masa cari istri saja harus adek nya yang carikan sih,cari sendiri sana."jawab Renata.
"Adek carikan buat aku pokoknya,tapi harus mirip dengan Maya iya."rengek Jonathan.
"Cari sendiri sana."jawab Renata kesal.
Jonathan paling suka gangguin adek semata wayangnya ini.
Pasangan suami-istri itu melihat adegan adu mulut dari kedua anaknya.
........
Keesokan harinya Renata senang karena kakak dan kedua orangtuanya ikut liburan ke candi Borobudur.
"Adek senang gak."tanya Jonathan lembut.
"Senang dong."jawab Renata semangat.
"Syukurlah kalo adek senang,mama dan papa pun juga senang."balas Mona lembut.
Jonathan malah sibuk melihat ada Leticia dan adeknya disini.
"Kak Jo,lagi lihati siapa."tanya Renata pas melihat kakaknya sedang melihat seseorang.
"Gak lihat siapa-siapa."jawab Jonathan dengan cepat.
"Oh gitu."balas Renata santai.
Leticia juga melihat ada Jonathan bersama keluarga nya, jujur dia sangat merindukan sosok ayahnya namun tidak dengan ibunya.
Ibunya tega sekali memalsukan kematiannya karena alasan tertentu.
"Kakak lihati siapa,."tanya Jaden penasaran.
"Kakak gak lihat siapa-siapa iya,ayo kita jalan-jalan lagi."kata Leticia.
__ADS_1
"Sayang,gimana kita pacaran saja seperti anak muda pada umumnya."ucap Agung tapi Mona malas.
"Utamakan kebahagiaan anak kita dulu mas, baru kita bisa pacaran."jawab Mona serius.
"Iya deh,mama benar kita utamakan dulu kebahagiaan anak kita."balas Agung lembut.
Mona tersenyum manis kepada Agung sang suami lalu memegang tangan dari Agung.
🍁🍁🍁🍁.
Malam hari Renata tak bisa tidur di kamar hotel, jujur apa yang pikirkan saat ini.
Sebenarnya Renata paling benci tinggal di hotel karena tempat hotelnya tak ada suasana yang lebih tenang,dia lebih suka tinggal di rumah sendiri.
Di tambah lagi dia masalah kehidupannya yaitu Jun dan David yang hadir di kehidupannya ,tanpa sadar Renata menangis secara diam-diam dan tak ada suaranya.
"Cengeng terus sih aku nih."batin Renata.
Daripada dia sibuk menangis lebih baik dia mendengar musik di ponselnya yang baru dia beli itu lalu Renata memasang earphone di lubang telinganya.
Lagu apa yang dia dengar yaitu summer rain milik GFRIEND(author kangen sama grup ini) pas kan di malam yang dingin di tambah lagi hujan deras di luar.
Tiba-tiba dirinya malah kangen sama Otte anjingnya Jonathan itu yang suka banget ganggui dirinya.
"Otte,adek kangen sama kamu."batin Renata sambil melihat foto otte dan dirinya pas lagi ulang tahun yang ke 17 tahun.
Jonathan daritadi memperhatikan Renata yang sibuk dengan dunianya sendiri lalu ada inisiatif untuk mengerjai gadis itu. Hobinya adalah suka gangguin adeknya,bikin adeknya menangis,suka melampiaskan amarahnya ke adeknya dan suka bikin adeknya kesal.
Diam-diam Jonathan mencabut kabel earphone di ponselnya Renata,sang pemilik ponsel itu mengamuk sampai Agung ikut terbangun.
"Kakak Jo, gila."teriak Renata marah.
Yang dimarahi malah ketawa.
"Ada apa ini."tanya Agung dengan suaranya yang berat.
"Itu kakak ganggu adek nah,papa."jawab Renata polos.
"Bisakah kamu jangan ganggu adekmu, Jo."ucap Agung serius.
"Gak bisa pa, soalnya asyik tahu kerjai adek, papa dulu juga sering kerjain adeknya sendiri."jawab Jonathan santai tapi Agung merenungkan masa lalunya.
Ucapan Jonathan itu membuat Agung nostalgia, sungguh Jonathan ikuti jejak dirinya di masa lalu yaitu kerjain adeknya sendiri. Like Father Like Son.
"Itu lagu apa dek,kok suaranya kayak anak kecil."tanya Jonathan kepo.
"Kepo deh,cari sendiri sana."jawab Renata kesal.
Jonathan langsung merebut ponselnya Renata dan melihat daftar nama penyanyi dan judul lagu itu.
"Aku tak pernah dengar nama grup ini."kata Jonathan pas melihat nama girlband Korea ini.
"Kak Jo,kudet sih hahahaha."jawab Renata sambil tertawa.
"Iya aku kudet,puas loe,bocah labil."balas Jonathan ngegas.
"Kak Jo juga pria labil hahaha."kata Renata ikutan ngegas.
"Gue mau tidur,malas aku lihat muka adek yang polosnya kebangetan."kata Jonathan saat dirinya merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
Dia tidurnya disampingnya Renata tapi bukan melakukan hal yang aneh-aneh iya.
🍂🍂🍂🍂🍂.
Renata dapat telpon dari Ezra di subuh hari.
"Iya Kak Ezra,ada apa kok tumben telpon adek."tanya Renata polos.
"Adek sudah pulang kah dari Belanda."tanya Ezra di Jakarta.
"Iya adek sudah pulang hehehe."jawab Renata.
"Adek,aku mau ajak adek jalan-jalan boleh gak."tawar Ezra.
"Jalan kemana dulu."tanya Renata.
"Ke Palembang dek."jawab Ezra.
"Adek mau pergi tapi adek masih di luar kota, biasa liburan hehehe sama papa,mama dan Kak Jo."balas Renata.
"Apa Jonathan ikut juga, biasanya dia paling malas kalo kita ajak jalan-jalan,kok bisa dia mau sih?adek."kata Ezra tak percaya dengan Jonathan yang mau ikut jalan-jalan.
"Adek bujuk lah dengan wajah polos adek,tapi Kak Jo mau kok kalo adek ajak Kak Jo jalan.,kakak kali yang gak hebat bujuknya."ucap Renata santai.
__ADS_1
"Iya kamu kan adeknya wajar lah dia mau ikut jalan-jalan dengan mu,kita mana mau dia,yang ada dia marah-marah gak jelas."jelas Ezra panjang lebar.
"Kapan rencana mau kesana,kalo Minggu depan,adek ikut lah.."tanya Renata lembut.
"10 hari lagi aku kesana,aku nanti minta ijin sama Pak Agung dan Ibu Mona iya tapi tidak dengan Jonathan."jawab Ezra.
"Tapi Kakak harus minta ijin dengan Kak Jo,kalo ada apa-apa Kak Jo pasti menangis kalo adek kena apa-apa, wajib hukumnya Kak Ezra."jawab Renata.
"Iya adek,."balas Ezra.
"Oh adek tutup telpon dulu iya, soalnya adek mau mandi dulu iya."ucap Renata.
"Iya dek, selamat liburan iya."jawab Ezra.
Renata menutup telponnya lalu menaruh ponselnya di atas nakas. Disitu Jonathan masih tertidur lelap, jujur Renata kasihan dengan kakaknya soalnya Jonathan ini benar-benar gila kerja bahkan hari Minggu pun dia tetap masuk kantor.
Tidak ada kata libur dianya lalu juga dia tidak ada istirahat nya selama ini.
Agung dan Mona iya lagi jalan-jalan di subuh hari.
"Ada gunanya juga iya aku ajak Kak Jo, jalan-jalan."batin Renata sambil merapikan anak rambut di dahi Jonathan yang berantakan.
Jonathan iya masih terlelap di alam mimpinya alias tidur. Renata langsung menuju ke kamar mandi sekalian bawa pakaian dan handuknya.
Di kamar mandi Renata merencanakan kata-kata dari Jun sebelum dirinya kembali lagi ke Indonesia.
Flashback on.
Jun mengajak Renata ke cafe sebentar saja. Renata langsung duduk berhadapan dengan Jun dengan tatapan yang sendu.
"Ren,aku minta maaf atas sikap dari Omku."maaf Jun untuk mewakili perasaan dari Om nya.
"Aku tidak apa-apa,lagian ini bukan salahmu kok."jawab Renata dengan wajahnya yang tenang namun hatinya sedih.
"Ada yang aku ingin bicara dengan mu,Ren."ucap Jun serius.
Mata elang milik Renata langsung menatap mata serius milik Jun.
"Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa iya termasuk kakakmu itu."kata Jun serius membuat Renata lebih penasaran.
"Aku sebenarnya penderita leukemia, Ren."ucap Jun dengan nada suara yang pelan namun Renata bisa mendengar nya.
Hati Renata langsung hancur lebur karena pernyataan dari Jun yang sebenarnya.
Hatinya juga sakit mendengar nama penyakit ini yang mematikan.
Renata juga tak bisa menahan air matanya dan langsung merembes di bola mata itu.
"Kamu tahu alasan nya kenapa Om dan Daddy ku marah kepadamu karena dia gak mau kamu tahu penyakit ku ini, sangat menyakitkan bagimu Ren, sakit hati mu pasti dengar nya,."jelas Jun sedih.
"Kenapa kamu gak bilang kepadaku,kenapa kenapa kenapa."tanya Renata marah dan menangis karena kecewa.
Jun tak tega melihat Renata menangis lalu memeluknya dengan erat. Renata pun membalasnya tanpa ragu.
"Aku takut kamu tahu yang sebenarnya,Ren, takut kamu sakit jika aku pergi duluan."jawab Jun.
"Aku berdoa kepada Tuhan agar penyakit mu lekas pergi dan aku tetap menunggu mu sampai kita dapat ijin dari kedua orangtuamu dan kedua orangtuaku."balas Renata.
"Renata Hadikusuma,aku mau kamu turuti permintaan ku satu kali ini saja."ucap Jun.
"Apa itu."tanya Renata.
"Aku mau kamu bersama David ketika aku pergi nanti.. bisakah kamu turuti permintaan ku 1 kali saja."kata Jun serius.
Renata langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam kearah Jun.
"Aku gak mau dengan David atau pria manapun,kamu sudah tahu kan aku trauma dengan kejadian masa lalu,aku belum sembuh penyakit mental ku,aku gak pernah bilang bahwa aku menyukai David,aku tetap menunggu mu sampai kamu mau dengan ku."marah Renata.
"Umurku tak pan...."ucap Jun tapi di potong oleh Renata.
"Hentikan omong kosong mu,kamu harus berdoa kepada Tuhan, bukannya kamu itu lebih religius daripada aku, setidaknya Tuhan akan mendengar doamu, Jun..aku yakin kamu pasti sembuh kok."kata Renata membuat Jun sedikit bersemangat untuk menyembuhkan penyakitnya.
"Terimakasih sudah peduli dengan aku,Ren ... tanpa kamu mungkin aku sudah di ujung tanduk,Ren."kata Jun dengan tulus nya.
Flashback off.
Renata hanya menangis karena penyakit dari pria yang dia sukai tanpa memikirkan penyakit mentalnya.
Renata penderita post traumatic stress disorder sejak kelas 10 SMA sampai sekarang dia belum sembuh dari penyakit itu karena masa lalunya yang menyeramkan.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Jadi alasannya Roby dan Michael adalah tak mau Renata tahu penyakit dari Jun sendiri.
__ADS_1