Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Reynand??


__ADS_3

Deg


Jantung Chaca berdetak kencang saat pria itu menoleh kearahnya."Ka_kak Raka?"lirihnya.Tubuh Chaca bergetar,air matanya menetes membasahi kedua pipinya.


Hug


Gadis itu memeluk erat pria di depannya.Dia tidak bisa lagi menyembunyikan perasaan bahagia nya.Dia begitu merindukan pria yang beberapa tahun yang lalu pergi meninggalkannya.Apakah ini mimpi?Jika benar ini mimpi,dia tidak ingin terbangun.Biarlah dia hidup dalam dunia mimpi asalkan bisa bersama dengan orang yang dia cintai.


"Kak Raka hiks..I_ini benar-benar Kak Raka?"Chaca mengurai pelukannya dan membingkai wajah tampan pria itu.


"I_ini, ini benar-benar Kak Raka.Kakak masih hidup.Kakak masih hidup."Chaca kembali memeluk pria itu.


Banyak mata melihat kearah mereka.Dan hal itu membuat pria itu risih.


"Ehm...Maaf Nona,bisa kau lepaskan pelukan anda?Aku tidak suka menjadi pusat perhatian."


Deg


Chaca mengurai pelukannya.Dia menatap dalam pria di depannya itu.Apa dia bilang tadi?Nona?


"Kak,ini Chaca."


"Eh maaf Nona,apa kita saling mengenal?"


Chaca terdiam.Dia yakin jika pria di depannya ini adalah Raka.Tapi kenapa dia tidak mengenal Chaca?Apa Raka hilang ingatan?


"Sayang,kau di sini!"seorang wanita cantik nan anggun datang dan langsung memeluk lengan pria itu.Hal itu semakin membuat Chaca bingung.


"Dia siapa sayang?"tanya wanita itu.


"Aku tidak tahu.Tiba-tiba dia datang dan langsung memelukku."


Chaca menggelengkan kepalanya dan terus meyakinkan pria itu jika dia adalah Chaca.


"Kak, ini Chaca.Kakak gak inget?Chaca ini pacar kakak."


"Sekali lagi maaf Nona.Saya tidak mengenal anda dan nama saya bukan Raka tapi Reynand Abrism Maheer."


Deg


Chaca mundur beberapa langkah.Dia menggelengkan kepalanya tidak percaya.Dia yakin jika pria di depannya ini adalah Raka.Tapi kenapa dia tidak mengenalinya?bahkan dia mengaku bukan Raka dan bernama Reynand?


"Maaf gadis kecil, Mungkin kau salah mengenali orang.Pria ini adalah Rey,dia pemilik perusahaan RM Company.Dan aku adalah Calista,calon istri Rey."seru wanita itu yang disambut senyuman oleh pria yang bernama Rey.

__ADS_1


"A_apa?Ca_calon istri?"


Bagai di hujam ribuan peluru, hati Chaca sakit mendengar kenyataan itu.Calon istri??apa dia benar-benar bukan Raka?tapi kenapa hatinya mengatakan jika dia adalah Raka?


Bukan hanya wajahnya yang mirip dengan Raka tapi juga suaranya, tatapannya bahkan hati Chaca bisa mengenali jika pria itu adalah Raka.Hati Chaca yang menuntun dan meyakinkannya jika pria itu adalah Raka.Tapi.....


"Cha..!!!!"


Chaca masih terdiam.Air matanya masih setia membasahi kedua pipi chubby nya.


"Cha!!"Zion berdiri di samping Chaca dan melihat Rey sekilas.


Deg


"Raka?"lirihnya.Tapi kemudian dia menggelengkan kepalanya karena itu tidak mungkin.Mereka pasti orang yang berbeda.


"Chaca, lihat aku!!!"Zion menakup kedua pipi Chaca agar menatapnya.


"Lihat aku Cha!!!"Zion menghapus air mata Chaca dan berkata,"dia bukan Raka,dia berbeda Cha."


"Ta_tapi Kak....."


"Ssttt."Zion memeluk Chaca dan menenangkan gadis itu."Percaya padaku,dia bukan Raka.Sekarang kita pulang aja ya!!"


"E...Ma_maaf untuk kejadian yang kurang mengenakkan tadi Tuan Rey.Presdir kami sedang merindukan seseorang makanya beliau sampai salah mengenali Anda."seru Maya.


"Tidak masalah Nona.Aku bisa memakluminya.Aku lihat seperti nya orang itu sangat berharga dalam hidup nya."


"Terimakasih atas pengertiannya Tuan.Sekali lagi kami minta maaf.Permisi."Maya menyusul Zion dan Chaca.Dia penasaran,apa yang sebenarnya terjadi?kenapa Chaca seperti itu?


"Maaf atas ketidak nyamanan nya Tuan Rey,ini semua di luar dugaan saya."tutur William.


"It's ok Tuan William."


*


*


*


*


Di sepanjang perjalanan,Chaca terus saja menangis di pelukan Maya.Hatinya sakit.Disaat dia bisa melupakan sedikit demi sedikit kenangan bersama Raka,kenapa dia justru dipertemukan dengan orang yang mirip dengan Raka?

__ADS_1


Dia sangat yakin jika pria itu adalah Raka.Tapi ucapan pria itu dan kenyataan jika dia sudah mempunyai calon istri membuat Chaca kembali terpuruk.


Harusnya dia tidak datang ke acara pesta itu.Mungkin perasaannya tidak akan sesakit ini.


"Udah Cha!!Jangan nangis!!Kakak sedih liat chaca kayak gini."


Chaca tidak menggubris perkataan Maya.Dia masih menangis hingga tidak berapa lama dia tertidur karena kelelahan.


"Zion,Chaca tidur."


"Iya,aku tahu."Zion memarkirkan mobilnya di basemen apartemen.Dia menggendong Chaca dan membawanya ke apartemen gadis itu diikuti Maya yang berjalan di sampingnya.


Sesampainya di apartemen,Zion membawa Chaca ke kamar gadis itu dan membaringkannya.


"Sebenarnya ada apa Zi, Kenapa Chaca seperti itu melihat Tuan Rey?"


"Apa kau mengenal Tuan Rey?"bukannya menjawab,Zion malah balik bertanya.


Maya menggelengkan kepalanya."Aku tidak mengenalnya,tapi aku hanya tahu dia adalah Presdir di RM Company.Selama aku bekerja dengan tuan Wira,aku belum pernah bertemu langsung dengan Tuan Rey."


"Memangnya kenapa?ada apa dengan Tuan Rey?"tanya Maya.


Zion menghela nafas dan berkata,"dulu aku pernah mengabdi pada seseorang karena dia sangat berjasa dalam hidup ku.Namanya Raka.Dia juga adalah kekasih Chaca.Tapi Raka meninggal dalam kecelakaan mobil tepat di depan mata kami.Dan hal itu membuat Chaca terpuruk.Sebelumnya,Raka pernah berpesan padaku untuk menjaga Chaca.Makanya aku selalu berada di samping Chaca untuk melindungi nya."Zion menatap Maya dan kembali berkata,"dan wajah Tuan Rey sama persis dengan Raka."


Deg


"A_apa?sama persis?"


Zion mengangguk."Itu sebabnya Chaca seperti ini."


"Kasihan sekali Chaca.Pasti dia sangat tersiksa."


"Untuk malam ini tolong kau jaga Chaca.Aku takut saat dia bangun nanti dia kembali histeris.Setidaknya kau bisa menghiburnya nanti."


"Iya.Aku akan menginap di sini malam ini."


"Terimakasih May.Kalau begitu aku ke apartemen ku dulu.Kalau ada apa-apa, hubungi saja aku.Dan untuk sementara jangan beritahu Tuan Wira ataupun Andhika masalah malam ini."


"Kau tenang saja Zi.Aku tidak akan mengatakan nya pada siapapun.Tapi kejadian malam ini pasti langsung tersebar di dunia maya."


"Untuk hal itu,kau tidak perlu khawatir.Yang terpenting kita tenangkan Chaca dulu."


Maya menganggukkan kepala.Dia membantu Chaca melepas sepatu gadis itu.Sedangkan Zion sudah pergi ke apartemennya.

__ADS_1


"Kasihan Chaca.Dia harus mengalami hal tragis seperti itu.Jika aku jadi dia,mungkin aku tidak akan sanggup melihat orang yang kita cintai pergi untuk selama-lamanya di depan mata kita."Maya mengusap pelan surai rambut Chaca dan tidak berapa lama dia tertidur di samping gadis itu.


__ADS_2