
Hari terus berlalu.Tak terasa sudah 3 hari Chaca tinggal bersama Raka.
Selama merawat Chaca,Raka tidak berangkat ke sekolah.Dia akan meminta Andhika untuk mengirimkan tugas yang di berikan oleh guru dan pemuda itu akan mengerjakan nya di apartemen nya sambil menemani Chaca.
Raka terus mengawasi Chaca dan akan melarang chaca melakukan aktivitas seperti biasa nya dengan beralasan jika gadis itu masih Sakit.Dan itu membuat Chaca merasa bosan dan terus merengek untuk pulang.
Seperti hari ini.Chaca mengganggu Raka yang tengah mengerjakan tugas mata pelajaran di ruang santai.Dia terus merengek ingin keluar karena merasa sudah sembuh dan bisa berjalan normal.
"Kak...!!"panggil Chaca
"Hm..."
"Bosen..!!!"Chaca memanyunkan bibirnya karena Raka masih fokus pada buku-buku nya
"Kakak sibuk.."
"Ck... Siapa suruh bolos sekolah.."gumam Chaca yang masih terdengar oleh Raka.
"Kakak nemenin Chaca.."bela Raka
"Chaca gak butuh di temenin.Tapi butuh refreshing..Chaca bosen Kak di kurung terus.. Emang nya Chaca tahanan apa .???"sungut Chaca
"Terus mau Chaca apa..??"tanya Raka tanpa mengalihkan pandangan nya.
"Keluar..!!! Jalan-jalan atau kalau gak ya pulang.."
"Gak..!!!"
"Tapi Kak...''
"Gak ada tapi-tapian.."Potong Raka
Chaca begitu kesal.Dia melihat Raka yang begitu serius mengerjakan tugas nya berniat menjahili nya.
Chaca mengambil buku Raka dan menyembunyikan nya di belakang tubuhnya.
"Chaca..!!! Balik'in..!!!"
"Gak.. Sebelum Kakak ijinin Chaca keluar.."
Raka menghela nafasnya.."Iya..tapi besok.Gak sekarang..Jadi sini buku Kakak..!!"
Chaca berdiri dan menghindari Raka.."Chaca maunya sekarang..!!!"
Raka berdiri dan jadilah kejar-kejaran dengan Chaca.
"Chaca..Berhenti..!!! Jangan lari!!!Kaki Chaca belum sembuh.."
"Chaca udah sembuh Kak..Nih bukti nya.."Chaca melompat-lompat membuat raka berteriak memintanya untuk berhenti.
Tapi chaca tidak menghiraukan nya.Dia terus melompat dan berlari menaiki tangga saat Raka mengejarnya.
"Duh kenapa chaca malah kesini sih..."Chaca merutuki kebodohan nya karena malah masuk ke kamar.
"Balikin buku Kakak...!!!"Chaca tersentak kaget dan membalik kan tubuh nya.
Dia berjalan mundur dengan tangan yang masih ia sembunyikan di belakang tubuhnya.
Saat Chaca ingin menghindar tapi Raka menghadang nya Membuat Chaca tidak bisa berkutik dan terus mundur hingga tubuhnya terpojok di dinding.
"Jangan main-main sama Kakak Cha..!!! Cepet balik'in buku Kakak!!!"
"Gak...!!! Sebelum Kakak ijinin Chaca keluar.Chaca bosen Kak..Chaca pengen pulang..Kakak janji kan kalo Chaca sembuh kakak bakalan anterin Chaca pulang.Sekarang Chaca udah sembuh tapi Kakak gak mau anter Chaca pulang.Chaca cuma mau pulang.Chaca...hmph...."Chaca melebarkan matanya.Tubuhnya tiba-tiba membeku.
Raka ******* lembut bibir gadis itu.Perlahan tangan nya meraih tangan Chaca dan mengambil bukunya.
Raka melepas ciumannya dan tersenyum.."Kakak janji.Besok Kakak anter Chaca pulang..,"
Chaca mengedip-ngedipkan matanya saat Raka keluar dari kamar nya.
"Aish ...Kenapa jadi gini sih...!!!"geram Chaca.
__ADS_1
Raka turun dengan bibir yang mengembang.Ingin rasanya Dia mengulang ciuman itu tapi Dia harus menyelesaikan tugas nya sekarang.
Sementara itu Chaca yang berada di kamar terus merutuki kebodohan nya karena merasa kecolongan.Dia begitu geram dan merencanakan untuk kabur dari Raka Dia sudah tidak betah satu ruang dengan pemuda itu.
Dia akui pemuda itu begitu baik dan perhatian pada nya.Tapi menurut nya dia begitu berlebihan.Dan Pemuda itu sering membuat dia kesal dan juga mesum.
Chaca mulai membereskan barang-barang nya dan memasukkan nya ke dalam tas ransel nya.Dia akan berpura-pura tidur dan saat ada kesempatan nanti dia akan pergi dari sana.
Sedangkan Raka yang sudah selesai mengerjakan tugas sekolah nya, menghampiri Chaca di kamar nya.
Dia melihat Chaca yang tertidur meringkuk di bawah selimut tebalnya.Pemuda itu tersenyum dan mengambil ponselnya.Dia diam-diam memotret Chaca yang terlihat cantik walau gadis itu tengah tertidur.
Raka duduk di tepi tempat tidur dan merapikan rambut Chaca yang menutupi wajahnya.Dia mendekatkan wajahnya tapi tiba-tiba ponselnya berdering.
Raka sedikit menjauh saat menjawab sambungan telepon nya.
"Hm.."
".........."
"Gue kesana sekarang.."
Raka memasukkan ponselnya kedalam saku nya.Dia mendekati Chaca dan mengelus rambut gadis itu sebelum pergi.
Beberapa saat setelah kepergian Raka,Chaca membuka matanya.Dia bersorak dan mulai mengambil tas ranselnya.Sebelumnya dia sudah memesan taksi online yang sekarang sudah menunggu nya di bawah.
Chaca menulis sebuah pesan dan menaruh nya di atas tempat tidur.
"Maaf ya Kak..Tapi Chaca pengen pulang sekarang..!!"
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara itu.Raka mengendarai mobil nya ke tempat yang berada di pinggiran kota.Mobil Raka berhenti di sebuah bangunan yang terbengkalai yang berada di tengah hutan.
Raka masuk ke dalam bangunan itu.Ada beberapa orang bertubuh kekar membungkuk hormat padanya.
"Dimana mereka..???"tanya Raka dengan ekspresi favoritnya.
"Mereka ada di ruang eksekusi Bos..."Jawab salah satu pria kekar itu.
"Anda sudah datang Bos..''Sambut Zion.Orang kepercayaan Raka.
"Apa mereka sudah mengaku..???"Zion mengangguk kan kepalanya.Dia menunjukkan bukti-bukti jika mereka adalah orang yang Raka cari.
"Awalnya mereka menyangkal tapi saat Saya memperlihatkan video ini mereka langsung mengakui nya.."
Raka melihat video yang ditunjukkan oleh Zion.Pemuda itu tersenyum sinis.
"Ternyata memang benar dia pelakunya.."
"Benar Bos..Dan ini adalah video yang kami dapatkan dua hari yang lalu.Saya berhasil meretas kamera Cctv tempat dia bertemu dengan seseorang.Dan Bos pasti akan terkejut dengan Apa yang Saya dapat.."Zion kembali menunjukkan video kepada Raka
Raka berdecih saat melihat nya.
"Cih... Ternyata dia hanya seorang ja****.Dia menjual tubuh nya untuk mendapatkan perlindungan.Sungguh menjijikkan.."
"Tangkap ja**** itu dan bawa kesini.."titah Raka
"Siap Bos..."Zion memerintahkan anak buahnya untuk menangkap orang yang di maksud Raka.
Sementara itu orang yang di maksud Raka saat ini tengah berada di perjalanan pulang setelah dia selesai memadu kasih dengan kekasih nya
Bibirnya nya terus mengembang karena sudah beberapa hari berlalu setelah kecelakaan itu.Dan dia yakin Raka ataupun Andhika tidak akan tahu pelaku yang mencelakai Chaca.
Tapi tawa nya harus terhenti kala mobil nya di hadang.Beberapa pria bertubuh besar nampak keluar dari mobil dan menghampiri nya.
"Keluar...!!!"teriak pria itu.
Dania ketakutan di dalam mobilnya.Tapi pria itu justru menggedor pintu mobilnya.Mau tidak mau Dania keluar dan pria itu memukul tengkuk gadis itu hingga tidak sadar kan diri.
Pria itu membawa Dania ke dalam mobilnya nya sedang temannya yang lain membawa mobil yang di kendarai oleh Dania.
__ADS_1
Dania di bawa ke bangunan terbengkalai tempat Raka menunggu nya.
Ya.Ja**** yang di maksud Raka adalah Dania.Di video yang di dapatkan oleh Zion.Terlihat Dania yang meminta ke empat preman itu untuk mencelakai Chaca.
"Bangun kan Dia.."seru Raka.
Anak buah Raka menyiram tubuh Dania dengan air dingin.Membuat gadis itu terbangun dan berteriak memaki orang yang menyiram nya.
"Selamat datang di Neraka Dania.."Seru Raka dengan wajah dingin nya.
"Ra_Raka..???"ucap Dania ketakutan.
"Ke_Kenapa Loe bawa gue kesini..??Apa salah gue sama Loe...???"teriak Dania
"Loe emang gak ada salah sama gue tapi Loe sudah bikin Chaca celaka.."
"Bu_bukan gue pelaku nya... Jangan asal tuduh kalo loe gak punya bukti...!!!"
"Bukti..???"Raka menjentikkan jarinya.Anak buah Raka menyeret ke empat preman suruhan Dania.
"Loe pasti kenal mereka kan..???"
Dania melebarkan matanya.Dia menggelengkan kepalanya.
"Gu_Gue gak kenal mereka.."sangkal Dania
"Masih tidak mau mengaku..???"Raka memperlihatkan video Dania dan ke empat preman itu.Membuat Dania terdiam tak berkutik.
"Iya.. Memang gue yang meminta mereka buat mencelakai gadis sialan itu.Memang nya kenapa..???HAH....!!!"teriak Dania.
Raka mengepalkan tangannya.
"Gue bisa saja melenyapkan Loe sekarang juga.Tapi mengingat Loe adalah teman gue,,Gue kasih keringanan buat Loe.."
"Zion..!!!"
"Saya Bos...!!!"
"Lempar dia ke jurang.Biar dia tau seperti apa rasanya di posisi Chaca saat jatuh ke jurang.."titah Raka
"Siap Bos.."
"Gak Ka..Gue mohon jangan lakukan itu Ka.."teriak Dania saat tubuh nya di seret oleh anak buah Raka
".Gue bakalan tuntut Loe Ka.."
Raka mendekati Dania.
"Asal Loe tahu.Gue sama sekali gak takut.Dan Loe tau.Gue gak nyangka ternyata Loe hanya lah seorang ja**** ."
"A_apa maksud Loe .??"
Raka menunjukkan video Dania yang tengah bergumul dengan seorang pria yang juga teman satu sekolahan dengan nya.
"Menurut Loe.. Gimana kalo gue sebar video ini..??"seringai Raka
Dania menelan Saliva nya.
"Gu_gue mohon jangan Ka...Gue minta maaf.."Isak Dania
"Harus nya Loe berpikir dulu sebelum bertindak.."
"Bawa Dia...!!!"
"Siap Bos..!!!"
"Tidak..!!! Raka.. Maafin gue Ka..Gue janji gak bakalan ulang lagi Ka...!!!
"Raka...!!!"teriak Dania yang semakin menjauh
"Lalu apa yang kita lakukan pada mereka Bos..??"tanya Zion menunjuk pada ke empat preman itu
__ADS_1
"Masukkan mereka ke kantor polisi.Laporkan sesuai kejahatan yang mereka lakukan.."
"Siap Bos.."