Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Firasat Yang Sama


__ADS_3

Acara Pensi api unggun telah usai.Semua sudah kembali ke tenda masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka.Kecuali Anggota OSIS yang mempunyai tugas jaga Secara bergantian tentu nya


Di tenda kelompok Sakura ,Semua tengah menatap dalam Chaca .


"Kenapa kalian liatin Chaca kayak gitu..???"tanya Chaca


''Loe baik-baik aja Cha..??"


"Chaca baik-baik saja Mon.. Kenapa sih..??"


"Loe gak sedih Kak Raka jadian sama markisa???"


"Marissa Yan..Bukan Markisa.."timpal Indira


"Ck...Iya itu maksud gue ."


"Kenapa Chaca mesti sedih..Harusnya kita ikut senang kan.Kak Raka cepat move on dari Chaca..."


"Lalu loe..???"potong Sivanya


Chaca terdiam.Tapi kemudian dia tersenyum.."Kenapa kalian nanya kayak gitu..??Kan Chaca yang putusin Kak Raka..Udah ayo pada tidur.Besok kita harus bangun pagi buat bikin sarapan terus juga ada kegiatan dari Kakak OSIS.Takut nya besok kesiangan lagi..''


Mereka Semua menghela nafas.Mereka mengalah dan mulai tidur agar tidak bangun kesiangan.


Chaca yang memilih tidur di pinggir membelakangi teman-teman nya.


"Chaca baik-baik saja..Iya baik-baik saja.Tapi kenapa di sini rasanya sesak banget.."seru nya dalam hati.


Tidak ingin berlarut-larut memikirkan perasaan nya, Chaca memilih memejamkan matanya.


Sementara itu Raka yang mendapat tugas jaga tengah duduk di dekat api unggun.


Matanya tidak lepas dari tenda Chaca.Dia memegang dadanya yang terasa nyeri.


"Sakit.."


Andhika melihat Raka Duduk sendirian pun menghampiri nya.Dia Duduk di sebelah Raka dan memberikan kotak P3K Pada Raka.


"Sorry..Tadi gue emosi.."seru Andhika


"It's Ok.."Raka menerima kotak P3K dari Andhika tapi dia enggan untuk mengobati luka nya.


"Kenapa..???Mau gue bantu??"tanya Andhika


Raka menggelengkan kepalanya.Dia kembali menyentuh dadanya..."Gue merasa de Javu.."


"Kenapa..???"


"Waktu camping di sekolah kita juga begini Duduk di dekat api unggun.Dan tiba-tiba gue merasa nyeri di dada gue.Gue ngerasa sesuatu akan terjadi.Dan sekarang Gue ngerasain hal yang sama.."terang Raka


Andhika terdiam.Dia mencoba meyakinkan sahabat nya itu jika semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Loe terlalu khawatir Ka.Pasti karena loe Nerima Marissa jadi nya loe kepikiran sama Chaca."


"Gue gak terima Dia ."sangkal Raka


"Iya ..Loe emang gak terima dia.Tapi anak-anak tahunya elu jadian sama tuh cewek.Termasuk Chaca."


Raka menghela nafasnya.."Semoga besok tidak terjadi apa-apa.."


"Semoga.."sahut Andhika


Jujur.. Andhika pun mulai merasa khawatir.Terutama pada Chaca.Dia Takut jika firasat Raka terjadi seperti sebelumnya.Tapi dia juga berharap jika itu hanya perasaan nya saja.


Malam kian larut.Semua sudah terlelap dalam tidurnya.Begitu juga dengan Chaca dan Teman-teman nya.


Tapi tidak berapa lama, Chaca terlihat gelisah dalam tidur nya.Keringat dingin menetes di pelipis nya.


Chaca tersentak dari tidur nya dengan nafas yang memburu.


Dia duduk dan menghela nafasnya.."Mimpi buruk lagi.."


Dia melihat teman-teman nya yang terlelap."Syukur lah mereka gak ke ganggu.."


Perlahan Chaca keluar dari tenda dan duduk di dekat api di depan tenda nya.


Dia merebus sedikit air untuk sekedar membuat coklat panas untuk menghangatkan tubuh nya.


"Kenapa belum tidur..???"


Andhika tersenyum dan duduk di dekat Chaca.."Mimpi buruk lagi..??"


Chaca mengangguk pelan..."Chaca lagi bikin coklat panas.Kakak mau..??"tawar Chaca


"Boleh.."


Chaca menuangkan air panas ke dua gelas yang berisi bubuk coklat dan mengaduknya.


"Ini.."


Andhika menerima gelas berisi coklat panas dari Chaca dan mulai meniupnya sebelum meminumnya.


"Kenapa Kakak di sini??"tanya Chaca


"Kakak dapat giliran jaga."


Chaca hanya ber oh ria..


"Sama Raka juga.."lanjut Andhika.


Chaca terdiam.Jantung nya tiba-tiba berdetak kencang saat mendengar nama Raka.


"Dia di sana "Andhika menunjuk dengan dagunya.

__ADS_1


Chaca mengikuti arah dagu Andhika.Terlihat Raka yang duduk sendirian di dekat api unggun .Dia hanya diam menatap ke arah nya..


Saat Raka berbincang dengan Andhika tiba-tiba pandangan nya melihat Chaca yang keluar dari tenda.


"Kenapa keluar..???"


"Apa...??Siapa..???"tanya Andhika


"Chaca.."Sahut Raka


Andhika melihat ke arah tenda Chaca.Dia nampak menghela nafasnya saat melihat Chaca yang kini duduk di dekat api unggun nya.


"Pasti dia mimpi buruk lagi.Gue ke sana dulu.Elo di sini aja.."seru Andhika


Kini Andhika Duduk di samping Chaca sambil menikmati coklat panas buatan Chaca.


Sedangkan Chaca terlihat mencuri pandang ke arah Raka yang sedari tadi menatap ke arahnya.


"Boleh Kakak tanya sesuatu..??''ucap Andhika


"A_apa..???"


"Chaca beneran putus dari Raka..??"


Chaca mengangguk pelan.


"Kenapa..??Dia nyakitin Chaca??"


"Gak Kak .Kak Raka baik sama Chaca.Hanya saja...."


"Hanya saja...???


"Chaca ngerasa gak pantes untuk Kak Raka.."lirih Chaca


"Kenapa Chaca berpikir seperti itu..???"


"Chaca Takut Kak Raka bakal ninggalin Chaca kalo tahu keadaan Chaca yang sebenarnya.. Chaca gak ingin Kak Raka kecewa nantinya."terang Chaca


Andhika menghela nafasnya.."Itu bukan alasan Cha..Kalo Chaca terus menutup diri, Sampai kapan pun Chaca gak bakalan bisa dapetin cinta yang tulus."


"Kakak pernah bilang kan .Coba chaca buka hati Chaca.Gak semua laki-laki itu sama kayak ....."Andhika tidak berani menerus ucapan nya karena Takut menyakiti hati Adik nya itu


"Chaca tahu kan maksud Kakak.."


"Chaca tau Kak.Tapi semakin Chaca merasa nyaman sama Kak Raka, ketakutan Chaca semakin besar.. Entahlah Kak...!!"


"Andai Chaca tahu kalau sebenarnya Raka udah tahu semua nya tentang keadaan Chaca,Apa Chaca mau menerima Raka lagi atau ...."


"Sudah gak usah dipikirkan.. Sekarang Chaca tidur lagi ya.Sudah Lewat tengah malam.Udara di luar dingin.."


"Iya Kak.."Chaca beranjak dan masuk kembali ke tenda nya.

__ADS_1


Sedangkan Andhika kembali ke tempatnya.


__ADS_2