Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Pergi Untuk Selamanya


__ADS_3

Di perjalanan,baik Raka maupun Chaca tidak ada yang bersuara.Mereka tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.Raka tengah memikirkan cara agar Chaca tidak terlibat bahaya sedangkan Chaca memikirkan sikap Raka yang tiba-tiba berubah aneh.Pemuda itu seperti menyembunyikan sesuatu dari nya .


Chaca ingin bertanya tapi melihat raut wajah Raka yang datar membuat nya mengurungkan niatnya.Dia hanya berani melirik sekilas Raka yang berada di belakang kemudi .


"Ada apa?Kenapa dari tadi ngeliat kakak kayak gitu ?"tanya Raka tanpa mengalihkan pandangannya ke depan.


Chaca menghela nafas dan berkata,"kakak yang kenapa?kenapa tiba-tiba minta kak Andhika buat jemput Chaca?"


"Kakak ada urusan sebentar,jadi...."


"Lalu kenapa Chaca harus di jemput Kak Andhika?Chaca bisa nunggu Kakak di apartemen.Kakak mau pergi kayak kemarin kan?mau ninggalin chaca lagi kayak kemarin.Kakak......"


CIIITT


Raka menghentikan mobilnya secara mendadak.Dia menatap Chaca dengan tatapan teduh seperti biasa.


"Kakak gak akan ninggalin Chaca."


"Bohong."


Raka melepas seatbelt nya dan mencium sekilas bibir Chaca."Percaya sama Kakak.Kakak gak akan pernah ninggalin Chaca."ucapnya meyakinkan gadis itu.


"Tapi hari ini Kakak aneh banget.Kakak seperti menyembunyikan sesuatu dari Chaca.Ada apa kak?"


Raka terdiam.Dia tidak mungkin mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Chaca.Dia tidak mau chaca terlibat.Apalagi dalam bahaya.


"Chaca..!!"Raka membingkai wajah Chaca dan berkata,"Kakak gak nyembunyi'in apapun dari Chaca.Hati kakak masih untuk chaca dan selamanya untuk Chaca.Kakak cuma pengen Chaca percaya sama Kakak.Apapun yang Chaca lihat, yang chaca denger,Chaca harus percaya sama kakak.Chaca ngerti kan maksud kakak."


"Gak..Chaca gak ngerti.Chaca..."


Ucapan Chaca terhenti saat tiba-tiba terdengar suara tembakan.Gadis itu tersentak, begitu juga dengan Raka.Dia memasang kembali seat belt nya dan saat itu tiba-tiba ponselnya berdering.


"Ada apa?"tanyanya pada Zion di seberang sana.


"Gawat bos,,salah satu dari mereka lolos dan saat ini mengejar Bos.Saya akan berusaha menghalang-halangi mereka."


"Sial."umpat Raka.Dia menginjak pedal gas dan melaju dengan kecepatan tinggi.


"Pegangan!!!"


Chaca melakukan apa yang diperintahkan Raka.Gadis itu terlihat bingung.Ada apa sebenarnya?Siapa yang menembak siapa?Kenapa raut wajah Raka berubah panik.


Dor


Dor


Dor


"****!!"Raka membanting setir menghindari tembakan.Dia melihat dari kaca spion ada mobil yang mengikuti nya.


Raka mencoba untuk tenang.Dia melirik sekilas Chaca yang memejamkan mata karena ketakutan.


"Gue gak mungkin bawa Chaca dalam bahaya.Tapi jika begini terus, mereka bisa saja mengincar Chaca.Gak ada pilihan lain."


Dor


Dor


"Menunduk !!"


"A_apa?"


Raka berdecak dan menekan kepala Chaca kebawah.Dia meraih ponselnya dan menghubungi Zion.


"Kita lakukan sekarang."

__ADS_1


Tut Tut Tut


Raka melempar ponselnya keluar.Dia mengambil pistol nya dan mulai menembak mobil yang mengikuti mereka.


Dor


Dor


Mobil di belakangnya oleng dan tak berapa lama mobil itu meledak.


Duaarrr


Duuuaaarrr


Duuuaarrr


Raka kembali menstabilkan laju mobilnya.Tapi tiba-tiba ban mobilnya pecah karena tembakan yang membuat Raka kehilangan kendali dan mobil nya terguling beberapa kali.


Dor


Ciiit


Brakh


Raka mengerjapkan matanya.Dia melihat kesamping dimana Chaca tidak sadarkan diri.Dia melepas seatbelt dan mencoba merengkuh tubuh Chaca.Tapi sialnya kaki Raka terjepit dan tidak bisa di gerakkan.


"Cha_chaca..!!Bangun Cha!!"


"Chaca!!"Raka mencoba membuat Chaca tersadar tapi samar-samar dia mendengar sesuatu yang mengalir.


"Sial..!!"Raka mencoba menggerakkan kakinya Tapi nihil.Kakinya sama sekali tidak bisa di gerakkan.Dia juga terus mencoba membangunkan Chaca,hingga akhirnya Zion datang dan mencoba menolong Raka.


"Ayo kita keluar!!"Zion mencoba mengeluarkan Raka tapi kaki Raka tidak bisa di keluarkan karena terjepit.


"Tinggalin gue!!Loe selametin Chaca."Raka menoleh kearah Chaca yang masih setia memejamkan mata.


"Ikuti kata-kata gue!! Selamatkan Chaca.Dan gue harap loe nepatin janji loe."


Zion terdiam sesaat.


"Cepet Zion!!Kita tidak punya banyak waktu."bentak Raka membuyarkan lamunan Zion.Pria itu segera berpindah ke samping.Dia mengangkat tubuh Chaca dan mencoba mengeluarkan nya dari mobil.Tapi tiba-tiba Chaca membuka matanya.


"Auh..ish.."Chaca memegang kepalanya yang pusing.Dia menatap Zion yang berada di sampingnya dan beralih ke Raka dengan darah yang keluar dari kepalanya.


"Ka_kak Raka..?"


"Chaca sudah sadar? sekarang Chaca ikut Zion keluar,oke."


"A_apa?Kenapa begitu ?"


"Gak ada waktu Cha,Ayo kita keluar!!"Zion mencoba menggendong Chaca,tapi gadis itu menolak.


"Lalu bagaimana dengan Kak Raka?Chaca gak mau ninggalin kak Raka."


"Chaca,Kakak gak papa.Yang penting sekarang Chaca keluar dulu.Nanti setelah itu Kakak akan nyusul Chaca."


Chaca menggelengkan kepalanya.Dia gak mau meninggalkan Raka.Dia melihat Raka yang tidak bisa bergerak jadi dia tidak yakin Raka bisa keluar dari sana.


"Chaca.. Dengerin Kakak!!Chaca udah janji sama Kakak.Dan sekarang Kakak pengen Chaca nepatin janji Chaca.Ikut Zion."


Chaca menangis.Dia kekeuh tidak mau meninggalkan Raka sendiri di sini.Dia tidak mau kehilangan orang yang dia cintai nya.


Raka mengepalkan tangannya.Dia meraih tengkuk Chaca dan mencium bibir nya.Dia ******* lembut bibir Chaca dan melepasnya."Bawa Chaca keluar!!"


Chaca menggelengkan kepalanya dan memberontak saat Zion memaksa Chaca untuk keluar.

__ADS_1


"Tidak!!!Lepasin Zion!!Chaca pengen sama kak Raka.''teriaknya.


"Gak ada waktu lagi Cha.Kita harus menjauh sebelum mobil itu meledak."


Deg


Chaca menatap Zion.Kemudian beralih ke arah Raka yang masih berada di dalam mobil.Pemuda itu terlihat berusaha untuk menggerakkan kakinya.Tapi seperti nya itu hanya sia-sia.Seolah putus asa,Raka menyandarkan punggungnya dan menghela nafas.Sekilas dia meoleh kearah Chaca dan tersenyum


Pemuda itu menggerakan bibirnya, mengucapkan sesuatu yang membuat Chaca histeris.Setelahnya Raka menutup jendela mobilnya.Dan tidak berapa lama....


Duaaarr


Duarr


"TIIIDDAAAAKKKKK!!!!!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Chaca mengerjapkan matanya.Dia menetralkan penglihatan nya dan bangun."ini di mana?"gumamnya.


Chaca berdiri dan merasa kepalanya sangat pusing.Tapi dia berusaha untuk sadar dan melihat sekitarnya.Sepertinya dia mengenal tempat itu.Ya..Ini adalah roof top di sekolahan kakeknya.Raka pernah membawa nya kemari dan ini adalah tempat Favorit Raka saat membolos.Tapi kenapa tiba-tiba Chaca berada di sana?


Chaca mengedarkan pandangannya dan saat itu dia melihat Raka berdiri ditepi roof top.


Chaca tersentak.Dia memanggil Raka untuk menjauh dari sana karena takut pemuda itu akan terjatuh.Itu sangat berbahaya.


"Kak Raka!!!apa yang kakak lakukan??Menjauh dari sana!!itu bahaya kak."teriak Chaca.Tapi pemuda itu hanya tersenyum ke arah Chaca.


"Kak..!!!Menjauh!!"Chaca mencoba mendekati Raka tapi tiba-tiba ia terjatuh karena kakinya tidak bisa di gerakkan.


"Kenapa Kaki Chaca gak bisa di gerakin?"Chaca berusaha menyelamatkan Raka,Tapi nihil.Kakinya sama sekali tidak bisa di gerakkan.


"Kak!!menyingkir dari sana!!Nanti kakak bisa jatuh.Bahaya kak!!"


Raka tidak menghiraukan teriakan Chaca.Dia berdiri di tepi dan menatap Chaca dengan tatapan yang berbeda.Pemuda itu menggerakkan bibirnya mengucapkan kata-kata terakhir.


"I Love You."Raka memejamkan matanya dan terjun dari roof top.


"TIDAAAKKK!!!"


"Chaca!! Chaca!!Bangun Cha.."


"Tidak...Kak Raka!!Kak Raka!!"


"Chaca..!!!"


"Kak Raka!!!"Chaca terbangun.Dia melihat Andhika di sampingnya dengan raut wajah yang khawatir.


"Chaca!!!"Andhika memeluk erat tubuh Chaca.


"Akhirnya Chaca sadar juga.Kakak sangat takut Cha."Andhika menangis memeluk Chaca.Dia bersyukur adik nya selamat dan sudah sadar.


"Kak Raka?"


Andhika mengurai pelukan nya.Dia menunduk menyembunyikan tangisnya.


"Ke_kenapa Kak Dhika menangis?Kak Raka mana Kak?"


"Maaf."


Chaca mengepalkan tangannya.Tadinya dia berharap jika semua itu adalah mimpi tapi di dalam mimpi Chaca pun,Pemuda itu memilih pergi untuk selama-lamanya meninggalkan dirinya.


Chaca menangis.Dia menyesali karena tidak bisa menolong Raka.


"Kakak Raka hiks hiks..Kak Raka..!!!"

__ADS_1


"Sudah sayang,ikhlaskan kepergian nya."seru Andhika.Tapi justru hal itu semakin membuat Chaca histeris dan tidak sadarkan diri.Andhika panik dan langsung memanggil dokter.


Dia sakit melihat Chaca.Baru saja dia sembuh dari penyakitnya.Tapi kini dia harus mengalami hal yang sangat mengerikan.Kehilangan orang yang dia cintai.


__ADS_2