Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Maaf


__ADS_3

Raka mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.Tak butuh waktu lama kini Raka sudah sampai di markas kedua nya .


Raka masuk dengan ekspresi dingin favoritnya.Aura nya begitu menyeramkan.


"Selamat malam Bos.."sapa anak buah Raka.


"Dimana Ja**** itu..!!"


"A_Ada di dalam Bos.Dia belum sadarkan diri.."


Raka langsung masuk dan melihat Clara yang masih pingsan.


"Bangunkan dia..!!!"titah Raka.


Anak buah Raka menyiram Clara dengan air dingin.Membuat perempuan itu bangun dan berteriak memaki orang yang menyiramnya


"Sudah bangun kau ja****.."


"Kak Raka..!!Tolong aku Kak .. Mereka ingin menyakiti ku.."Isak Clara


"Simpan saja airmata palsu loe itu ja****.Gue gak bakal tertipu dengan wajah palsu loe itu.."geram Raka


"A_apa maksud Kak Raka..??"tanya Clara terbata


"Hahaha ..Apa loe pikir selama ini gue gak tau kelakuan bejat loe dan ayah loe hah.."bentak Raka


Clara tersentak kaget.Dia kini merasa takut dengan tatapan Raka.


"Ayah loe korupsi.Dia menggelapkan uang sewa villa.Dan loe juga menggunakan villa untuk jual diri.Dan lagi loe juga melayani ***** ayah loe..Cuih.."Raka meludah di dekat Clara berada.


"Gak .I_itu gak benar..I_itu fitnah Kak.."


"Fitnah loe bilang.. Zion..!!"


Zion mendekat dan memberikan rekaman Cctv yang di pasang di setiap sudut ruang di villa tanpa sepengetahuan Clara dan Ayah nya.


"Lihat ini...!!!"Raka memperlihatkan rekaman dimana Clara melayani pria paruh baya di ruang tamu.Dan seorang pemuda di dapur.Tidak hanya itu Masih banyak lagi rekaman video Clara melayani Pria-pria itu di villa nya.


"I_itu tidak benar..Itu bu_bukan Aku Kak..I_ini fitnah.."teriak Clara ketakutan.


"Benarkah..?? Zion..!!!"


Zion mencengkeram dagu Clara Dan memaksanya untuk meminum sesuatu.


"Lep..uhuk uhuk...Apa yang loe lakukan hah.."teriak Clara.


"Sama seperti yang loe lakukan ke gue.."seringai Raka


Clara bergidik ngeri melihat Raka yang begitu menyeramkan.


"Bawa mereka kesini..!!!"


"Baik Bos.."


Anak buah Raka membawa 5 pria dan kini berdiri di dekat Clara.


"Loe tau.. Gara-gara loe gue hampir saja menyakiti orang yang gue cintai.Dan kini loe akan menerima balasan dari gue. Gue yakin loe menyukai nya dan menikmati nya."seru Raka


"Lakukan..!!Dan jangan lupa untuk merekam nya .."perintah Raka


"Siap Bos.."


"Kak Raka..!! Tunggu Kak..Jangan tinggalin Clara Kak.. Clara takut.."Tubuh Clara tiba-tiba terasa panas..

__ADS_1


"Ke_kenapa tubuh gue panas.."Clara mendelik saat sadar jika anak buah Raka tadi memberi nya obat perangsang.


"Kak..!! Tolong Clara kak.. Clara minta maaf.."


"Cih..Loe sudah salah memilih lawan.. Nikmati lah.."Raka pergi meninggalkan Clara yang terus berteriak memanggil nya.


"Kak !!! jangan pergi...!!Aku minta maaf Kak..!!!Mau apa kalian..??Pergi..!!!"


kelima pria itu mulai melancarkan aksinya.Sedang anak buah Raka mulai merekam kegiatan mereka.


Raka berdiri di depan markasnya.Terdengar suara erangan dari dalam membuat dia meludah jijik.


"Bos..Ini yang bos minta.."Zion menyerahkan hasil jepretan kamera kebersamaan Raka dan Chaca saat di pantai tadi.


"Kirim ke email gue.. Terimakasih Zion..Loe selalu ada buat gue.."seru Raka


"Ini sudah menjadi tugas saya Bos.."


"Bisa loe buang sikap loe yang selalu anggap gue atasan loe???Loe udah gue anggap sahabat gue Zion.."


Zion tersenyum .."Maaf Bos..Ini sudah menjadi janji saya untuk setia sama Bos setelah apa yang bos lakukan untuk saya .Jika gak ada Bos mungkin saya sudah..."


"Cukup...!!Gue gak mau denger lagi.."Raka melihat hasil jepretan Zion . Sejenak dia menghela nafasnya saat teringat apa yang sudah dia lakukan pada Chaca


"Apa ada yang salah Bos..??"tanya Zion


Raka menggelengkan kepalanya.."Gue hanya takut untuk bertemu dengan Chaca..Dia pasti marah dan takut sama gue.."


"Tapi Bos harus meminta maaf.Gak peduli apa jawabannya bagaimana sikapnya..Bos harus tetap menjelaskan pada nya kalau Bos di jebak.."seru Zion


"Loe bener.. Makasih Zion..Loe emang sahabat gue.Kalo begitu gue balik dulu.Jangan lupa loe urus semua nya.Setelah itu loe dan yang lain istirahat dan gak usah ikutin gue besok.."


"Siap Bos.."


Raka tersenyum dan masuk ke dalam mobil nya.Dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi karena ingin segera bertemu dengan kekasihnya.


Tak butuh waktu lama Raka sampai di villa nya.Dia memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam villa.


Tidak lupa Raka membawa makanan untuk dirinya dan Chaca karena dia yakin jika kekasihnya itu belum makan.


Raka masuk kedalam kamar yang ternyata tidak terkunci.Dia melihat Chaca yang meringkuk di bawah selimut.Tidurnya terlihat damai membuat Raka tidak berani membangunnya.


Raka meletakkan kantung plastik berisi makanan di meja Dia melepas jaketnya dan masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka nya .


Tak berapa lama dia keluar dari kamar mandi dengan kaos tipis dan celana pendeknya.


Dia naik perlahan ke tempat tidur agar tidak mengganggu tidur Chaca.


Dia melihat mata Chaca yang masih sembab.Tersisa airmata yang belum mengering di sudut matanya.


"Maafin Kakak..Maaf Cha..Maaf ."Raka membaringkan tubuhnya di samping Gadis itu dan mulai menjemput mimpi.


Saat terdengar dengkuran halus dari mulut Raka,,Chaca membuka matanya.Dia melihat Raka yang terlihat kelelahan.


Chaca mengambil p3k yang sudah dia siapkan diatas nakas.


Perlahan dia mengobati tangan Raka yang terluka.


Merasa perih di tangan nya,Raka membuka matanya dan melihat Chaca yang sedang mengobati nya.


"Cha...!!"Raka menegakkan tubuhnya


"Kalo terluka itu cepat-cepat di obati.Kalo infeksi bagaimana..Apa lagi tangan Kakak terluka begitu dalam.Ini harus nya di bawa ke Rumah sakit.."seru Chaca yang tidak berani melihat wajah Raka

__ADS_1


"Tahan..!!Ini mungkin sakit ."Chaca memberi obat ke luka Raka sambil meringis sakit seolah dia yang terluka.


Chaca memberanikan diri melihat wajah Raka karena tidak mendengar rintihan dari Pemuda itu.


"Apa tidak Sakit???"


Raka menggelengkan kepalanya.."Ini tidak ada apa-apa nya di bandingkan sakit hati Kakak melihat Chaca menangis karena kakak..Maaf.."lirih Raka


"Kakak minta maaf Cha.."


"Kenapa Kakak jadi seperti itu..??"Chaca membalut luka Raka dengan perban .


"Kakak di jebak.. Minuman Kakak di beri obat perangsang oleh Clara.."


Sejenak Chaca menghentikan aktivitas..


"O_obat perangsang..??"


Raka mengangguk pelan ."Dia pasti tau kebiasaan Kakak minum air dingin di kulkas.Makanya dia mencampur nya di botol minuman Kakak.."


"Lalu ...?"


"Kakak usir...Tapi saat Kakak ingin meredam efek obat itu Kakak malah melihat Chaca.. Maaf..Kakak terbawa *****.."


Chaca menggelengkan kepalanya.."Itu bukan salah Kakak..Ya Chaca emang takut. Tapi Kakak melakukan itu juga bukan keinginan Kakak kan..Dan terimakasih sudah bertahan dan tidak merusak Chaca.."


Raka tersenyum dan menggenggam tangan Chaca.."Kakak akan bertanggung jawab.Walau kita tidak sampai melakukan nya tapi Kakak sudah merasakan nya.."Raka menatap ke arah dada Chaca


Melihat arah pandangan Raka, refleks Chaca menyilang kan tangan nya di depan dadanya..


Raka terkekeh ..Dia menyingkirkan tangan Chaca dan membuka kancing baju tidur Chaca..


"Kak..!!!"


Raka tidak menghiraukan Chaca Dia membuka 3 kancing teratas dan menyibak sedikit baju Chaca.Dia mengusap kulit Chaca yang merah akibat perbuatannya..


"Ini tanda kalau Chaca milik Kakak.."


Chaca menepis tangan Raka dan membenarkan kancing baju nya.


Raka menghela nafasnya..."Kakak serius untuk bertanggungjawab Cha..."


"Gak perlu Kak..Kita gak melakukan nya jadi Kakak gak perlu bertanggungjawab.."


"Apa perlu Kakak melakukan nya dulu baru Kakak bisa bertanggung jawab..??"Chaca melototkan mata mendengar ucapan Raka.


Pemuda itu menghela nafasnya panjang.."Kakak tahu kita masih masa percobaan..Jika nanti Chaca masih belum punya perasaan sama Kakak.Maukah Chaca berjanji pada Kakak.."


"A_apa..??"


"Jika Chaca tidak punya perasaan buat Kakak.Otomatis kita putus..Kakak cuma minta sama Chaca.Jika nanti Chaca bertemu dengan orang yang Chaca Cintai jangan pernah satu ruang dengan nya apalagi melakukan seperti yang kita lakukan selama ini..Maaf..Bukan Kakak melarang.Tapi tidak semua pria bisa bertahan seperti Kakak.Apa lagi jika pria itu ada dalam pengaruh obat perangsang seperti Kakak tadi..Kakak juga pria normal.Jika Kakak menuruti ego Kakak .sudah pasti Kakak melakukan nya dari awal..."


"Tapi Kakak tidak ingin merusak orang yang Kakak cintai.. Karena itu kakak ingin bertanggungjawab.Bagaimanapun Kakak sudah melecehkan Chaca.."


Chaca langsung memeluk tubuh kekar pemuda itu..Ada rasa sesak di dadanya saat pemuda itu mengucapkan kata putus.Tapi dia juga terharu dengan ucapan Raka.Memang benar selama ini Raka selalu menjaganya


"Cha .!!!"


"Biar begini dulu Kak.. Sebentar saja.."


Raka membalas pelukan Chaca dan mengecup pucuk kepala gadis itu.


"I Love You Cha..."

__ADS_1


"I Know Kak.."


Raka tersenyum kecut.. Jawaban yang selalu sama setiap dia mengucapkan kata cinta


__ADS_2