
Lima hari telah berlalu.Dan selama itu pula Chaca tinggal di kediaman kakeknya.Dia kembali merasa seperti tahanan.Dia tidak bisa melakukan apapun yang dia inginkan,bahkan dia dilarang pergi sekolah dan hal itu membuat nya bosan.Di tambah Raka pergi tanpa pesan.Tidak ada kabar sama sekali.
Hal itu membuatnya gelisah.Banyak pertanyaan dibenaknya.Kemana Raka pergi? kenapa dia pergi? Kenapa tidak ada kabar sama sekali?apa dia baik-baik saja?apa dia sudah tidak mencintai nya?apa dia akan pergi meninggalkan dirinya seperti yang lainnya?
Entahlah.Memikirkan hal itu benar-benar membuat nya tidak tenang.
Tok Tok Tok
"Boleh kakak masuk?"
Chaca hanya menoleh sekilas dan menganggukkan kepalanya.
Andhika menghela nafas panjang.Dia masuk ke kamar Chaca dan duduk di tepi tempat tidur milik gadis itu."Chaca kenapa?"tanyanya.
"Chaca gak papa."jawabnya singkat.
Andhika kembali menghela nafas.Dia tahu kenapa Chaca seperti ini.Itu pasti karena Raka.
Dia jadi bingung sekarang.Apa dia harus mengatakan yang sebenarnya pada Chaca? Tapi dia sendiri tidak tahu dimana Raka sekarang?.Jujur,Andhika sangat khawatir pada sahabat nya itu.Di usianya yang masih muda, dia harus menghadapi hal yang mengerikan seperti itu.Andai dia bisa membantu Raka.Tapi Raka melarangnya.Dia tahu Raka tidak ingin dirinya terluka.
"Raka ngasih jadwal terapi Chaca ke Kakak."
Chaca reflek menoleh ke arah Andhika.Jadwal terapi?Apa Raka memberitahu keluarga nya?
"Iya..Raka ngasih tahu kakak sama Kakek Wira."ujar Andhika yang tahu apa yang di pikirkan gadis itu.
"Kakak seneng Chaca mau terapi lagi.Kakak bakal......."
"Chaca gak mau terapi lagi."potong Chaca.
"Kenapa?apa karena gak ada Raka?"
Chaca terdiam.Iya .Itu memang benar.Karena tidak ada Raka,Chaca tidak mau melakukan terapi.Dia terlalu takut.Selama ini Raka selalu ada di sampingnya.Dia yang membuat Chaca merasa aman.Tapi sekarang?Raka pergi.
"Cha,Kakak gak pernah melarang ataupun memaksa Chaca untuk melakukan apapun.Begitu juga dengan Kakek.Kami menyayangi chaca.Kami ingin yang terbaik untuk Chaca.Saat Raka bilang Chaca mau terapi lagi,Kakek senang banget.Apalagi ngeliat hasil terapi Chaca yang ada kemajuan.Kakek sampai menangis bahagia."
"Apa Chaca tega melihat Kakek sedih?soal Raka,Kakak memang gak tahu dimana dia sekarang?tapi dia udah janji sama kakak bakalan nemenin Chaca terapi lagi."
Chaca hanya bisa terdiam.Menemaninya?bahkan sekarang saja dia tidak menghubungi Chaca sama sekali.Bagaimana Chaca bisa percaya ucapan Raka.
__ADS_1
Andhika menggenggam tangan Chaca dan berkata,"kakak tahu,Chaca merasa aman berada di samping Raka,tapi Chaca harus bisa tanpa Raka.Tidak selamanya Raka bisa berada di samping Chaca."
"Apa maksud kakak ngomong kayak gitu?apa kakak tahu sesuatu?"Chaca merasa aneh dengan ucapan Andhika.Seolah mengisyaratkan jika Raka akan pergi jauh.
"Bukan gitu Cha.Kakak cuma mau Chaca gak bergantung sama Raka."terang Andhika.
"Besok Chaca ada jadwal terapi kedua.Kakak bakalan nemenin Chaca.Kakak harap Chaca mau melanjutkan terapi itu.Demi kami.Demi Raka."Andhika keluar dari kamar Chaca.Dia ingin memberi waktu untuk gadis itu untuk berfikir dan merenungkan apa yang baru saja dia katakan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya, Chaca memutuskan untuk melakukan terapi kedua.Tanpa Raka di sampingnya.Dia pergi ke rumah sakit bersama dengan Andhika.Awalnya Wira ingin ikut, tapi chaca menolak.Dia tidak ingin Wira sedih jika nanti terapi kedua nya gagal.
Iya..Chaca tidak yakin dengan terapinya kali ini.Sejak terbangun dari tidurnya, Chaca merasa ketakutan .Semakin dekat menuju Rumah sakit tubuhnya semakin bergetar.
Dia mencoba menepis pikiran negatif yang ada di benaknya.Tapi sekeras apapun dia melakukan nya, ketakutan itu semakin nyata.
Chaca berusaha untuk tenang agar Andhika tidak khawatir.Dia terus mencoba membayangkan kebersamaan nya dengan Raka dan itu bisa membuatnya sedikit lebih tenang.
"Selamat pagi Chaca."sapa Dokter Rena
"Pagi Dok."
"Baik."
Dokter Rena hanya tersenyum.Dia tahu Chaca berusaha untuk tenang."Jangan tegang.Rilek saja."Ucap dokter Rena.
Chaca tersenyum.Tapi bahasa tubuh nya mengatakan lain.Dia melihat kedua tangannya yang bergetar hebat.Tapi dia mencoba untuk menyembunyikan nya.
"Chaca baik-baik saja?"tanya Andhika.Chaca hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
"Kak Raka dimana? Kenapa Kakak gak dateng?Chaca gak bisa,Chaca gak kuat.Tolong Chaca."
"Ayo kita mulai."ucapan Dokter Rena membuyarkan lamunan Chaca.Dia meminta Chaca untuk berpindah tempat ke tempat rileksasi.
"Tenang Chaca.Gak usah tegang. sekarang Chaca ceritakan apa yang Chaca rasakan hari ini?"
"Cha_chaca takut."
"Takut kenapa?"
__ADS_1
Chaca hanya menggelengkan kepalanya.Dokter Rena kembali bertanya pada Chaca dan semakin lama pertanyaan itu semakin membuat Chaca ketakutan.Tubuhnya sangat cepat merespon.
"Ingat Cha!!!Chaca harus tenang."ucap dokter Rena.Tapi respon chaca semakin menjadi apalagi tiba-tiba lampu di ruangan itu mati.Chaca berteriak histeris.
"Cha ..Tenang!!ada kakak di sini."
"Gelap ayah..Tolong buka pintu nya hiks hiks."isak Chaca.Andhika memeluk Chaca dan berusaha membuat gadis itu sadar.
"Cepat nyalakan lampu nya!!"titah Andhika.Dia tidak tega melihat adiknya terus berteriak meminta tolong seolah dia di kurung di tempat yang gelap.
Tiba-tiba lampu kembali menyala Seperti nya ada kesalahan teknis yang membuat lampu di sana tiba-tiba mati.
Andhika melihat keadaan Adiknya yang kacau.Hatinya sakit.Dia tidak tega melihatnya.
"Cha.. Chaca lihat kakak!!"Andhika menakup wajah Chaca agar melihat nya.
Diam
Tidak ada respon apapun dari Chaca.Andhika menangis dan mencoba membuat Chaca kembali tersadar.
"Please Cha..Jangan kayak gini.Kakak sakit liat Chaca kayak gini."
"Chaca liat kakak!!Kenapa diem?Chaca bilang Chaca mau ketemu Raka kan? Sebentar lagi dia datang.Chaca mau Raka liat keadaan Chaca kayak gini,hm."
Tidak ada respon.Chaca terdiam dengan tatapan kosong.
Andhika menatap Dokter Rena seolah bertanya bagaimana keadaan Chaca?tapi Dokter Rena hanya menggelengkan kepalanya.
"Kita hanya bisa memberi nya waktu untuk menikmati dunianya."ucap dokter Rena
"Dari awal saya sudah mengatakan terapi ini akan berhasil jika Raka ada di samping nona Chaca."
"Aku tahu Dok.Tapi Raka sedang ada urusan.Dan dia ingin Chaca tetap melakukan terapinya."
Dokter Rena menghela nafas panjang.Kalau sudah begitu,kita hanya bisa menunggu Chaca keluar dari dunianya.Dan dia berharap hal ini tidak memperburuk keadaan Chaca.
Cukup lama Andhika memeluk Chaca.Andhika terus mengajak gadis itu berbicara walau tidak ada respon sama sekali.Hal itu membuat nya takut.Harusnya dia tidak melakukan terapi ini.
Raka juga tidak menepati janjinya yang akan menemani Chaca terapi.Dia harus bagaimana sekarang?
__ADS_1