Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Cemburu..???


__ADS_3

Setelah perempuan bernama Clara itu pergi,Chaca turun kebawah karena dirinya sangat lapar.


Dia memutuskan untuk memasak makan siang untuk dirinya dan Raka.


"Ayo Kak makan dulu.."Ajak Chaca.


"Masak Apa..??"


"Cuma capcay sama ayam goreng aja sih..Lagi males masak.Udah laper.."seru Chaca


"Gak papa..Apa pun yang Chaca masak Kakak pasti makan.."


Mereka pun makan dalam diam.Hanya terdengar dentingan sendok dan piring .


Selesai makan siang Chaca membereskan meja makan dan mencuci piring nya.


"Habis ini ngapain ya..??"gumam Chaca


Karena bosan terus berada di Villa, Akhirnya Chaca memutuskan untuk berkeliling.Tentu saja di temani oleh kekasihnya.


"Disini benar-benar nyaman pemandangan nya juga Indah.Chaca betah di sini.."seru Chaca


"Ya udah kalo kita nikah nanti kita tinggal di sini saja.."sahut Raka


''Ih.. memang siapa yang mau nikah sama Kakak..??"


"Chaca..''jawab Raka santai


Chaca memanyunkan bibir nya..''Kenapa sih Kakak yang di bahas nikah-nikah Mulu..Gak ada topik lain apa..''cicit Chaca


Raka terkekeh melihat kekasihnya yang kesal..


"Udah ah..Chaca mau langsung ke pantai aja..Kepala Chaca pusing dengerin Kakak yang ngebet banget buat nikah.."


Chaca meninggalkan Raka sendiri dan berjalan keluar Villa karena dia ingin cepat-cepat pergi ke pantai yang ada di dekat villa tempat dia menginap.


"Wah....Indah banget..."Chaca merentangkan kedua tangannya menikmati angin yang bertiup menerpa tubuhnya. sesekali dia melompat dan berlari saat air mengenai kaki nya.


Raka yang mengikuti Chaca hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu kekasihnya.


"Ini kan Weekend..Tapi koq gak banyak orang yang datang berlibur.."gumam Chaca


"Ada apa..??"tanya Raka yang saat ini sudah berdiri di samping Chaca.


"Gak papa..Cuma aneh aja ..Ini kan weekend tapi gak banyak orang yang datang.."


"Tempat liburan gak cuma pantai ini Cha.."


Chaca mengangguk pelan dan menarik tangan Raka untuk ikut masuk ke dalam Air.


"Ngapain..??"


''Main Air yuk Kak..!!! Sayang Chaca gak bawa baju renang..Coba kalo bawa..pasti Chaca udah berenang dari tadi.."


"Gak ..!!!Chaca gak boleh pake baju yang terbuka.."


"Kenapa..??"


''Pokoknya gak boleh.."Raka kembali ke tepi dan mendarat kan pantat nya di pasir.


"Gak ada yang boleh liat tubuh Chaca selain Kakak.Chaca cuma milik Kakak.."


"Kakak kenapa..??Kakak marah..??"


"Gak.."


"Terus kenapa ketus gitu jawabnya.."

__ADS_1


Raka menarik tangan Chaca hingga terjatuh di pangkuan nya.


"Kak..Lepas'in ..!!!Malu Kak..!!!"


Raka mengeratkan pelukannya..."Diem..!!!''


"Gak ... Lepas dulu..!!!Malu di liatin orang Kak.."


"Jadi kalo gak ada orang boleh.."goda Raka


"Ya_ya gak gitu juga Kak..Udah ah lepas Kak.."


"Bentar aja Cha..Kakak pengen gini dulu.."


Chaca menghela nafas pasrah.."Bentar aja ya..Chaca masih pengen main air soalnya.."


"Hm.."Raka memejamkan mata nya menghirup harum tubuh kekasihnya.Aroma vanilla yang membuat dia ingin terus memeluk nya.


"Nyaman.."'


"Kak..!!!"


"Hm.."


"Tadi itu siapa..??''tanya Chaca


"Siapa..??"


"Tadi yang peluk Kakak.."


"Cemburu..???"goda Raka


"Ish... Bukan gitu..Chaca cuma pengen tahu aja.Kayaknya dia suka sama Kakak.


Raka menghela nafasnya dan memandang wajah kekasihnya..


"Tapi dia siapa..??kayak nya kenal dekat sama Kakak.."


"Kakak gak dekat sama dia Cha.."


"Ish...Gak usah ngegas.Jawab aja Napa sih..."


Raka menghela nafasnya.."Dia anak Mang Udin.."


"Ow.. Pantes ketemu Kakak langsung kayak gitu..Kangen kali.."


"Jangan mulai Cha.."


Chaca terkekeh melihat Raka yang begitu kesal.


"Terus kenapa tadi Kakak dingin sama Mang Udin..??"


"Gak papa.."Raka kembali meletakkan dagunya di bahu Chaca..


"Kak...!!!"


"Hm..."


"Kak...!!!"


"Apa Cha...???"


"Gak papa..cuma manggil aja..."kekeh Chaca.


"Udah nakal ya sekarang..Awas aja nanti Kakak hukum.."ancam Raka


"Hu_hukum...???!!!"

__ADS_1


"Hm...Ayo pulang..!!!udah mau gelap.."ajak Raka


"Nanti dulu..Chaca mau liat sunset.."


"Dari balkon juga bisa Cha..."


"Ish..Tapi kan beda Kak.."


Mereka kembali terdiam.Raka masih setia di posisi nya dengan memeluk Chaca dari belakang yang duduk di pangkuan nya.Sedang Chaca melihat deburan ombak dan warna langit yang berwarna oranye.


"Cha...!!"


"Apa..??"


"Boleh Kakak tanya..??"


"Mau tanya Apa..???"


"Kenapa waktu itu Chaca menangis ketakutan waktu Kakak bentak Chaca..??"


Chaca terdiam..Dia tidak tahu harus menjawab apa.Haruskah dia jujur..??Tapi entah mengapa dia takut Pemuda itu akan meninggalkan nya saat tau kondisi nya saat ini.Walau dia hanya tahu tentang kondisi nya saat tidak sengaja mendengar pembicaraan Kakeknya dan dokter tapi Chaca benar-benar takut jika itu memang benar.


"Cha..!!!"panggil Raka.


"I_iya Kak.."


"Kenapa diem.."


"Ya jelas lah Chaca takut.Kakak serem..Gak marah aja Chaca udah takut apalagi kalo marah.."


"Chaca takut sama Kakak..??"


"Em.. Sedikit sih.."


"Terus kalau gelap..??"


Chaca menghela nafasnya.."Chaca gak tau.. Waktu gelap Chaca merasa berada di ruangan yang sempit dan Chaca susah bernafas.."


Raka mengangguk kan kepalanya.."Terus Waktu jurit malam Chaca gak takut..??"


"Kan ada temennya Kak..Lagian Chaca bawa senter.Waktu dibawa sama orang yang gak Chaca kenal,, juga gak terlalu gelap soalnya waktu itu bulan nya terang.Cuma Chaca gak bisa liat dengan jelas wajah mereka karena cahaya bulan tertutup pohon-pohon di sana.."


Lagi-lagi Raka mengangguk kan kepalanya.


"Saat dia sadar dia akan menjadi pendiam .Dan saat di tanya dia seolah lupa dengan kejadian yang menimpa dirinya.Tapi gue yakin Dia hanya pura-pura tidak ingat.Entah apa alasannya tapi gue yakin dia sadar dengan kondisinya.Dan soal phobia nya terhadap gelap.Dia masih bisa menceritakan apa yang dia rasakan.Dia akan benar-benar takut jika ruangan itu benar-benar gelap.Tapi jika ada setitik cahaya sekecil apapun itu dia tidak akan se histeris itu.."


Raka teringat ucapan Andhika.Dia juga yakin jika Chaca menyembunyikan sesuatu . Itulah yang membuat Chaca sulit untuk lepas dari trauma masa lalu nya.Karena dia terus berpura-pura baik-baik saja dan tidak menceritakan keluh kesah nya pada yang lainnya.


"Sunset..."teriak Chaca.Dia melepas pelukan Raka dan berlari ke bibir pantai.


Chaca mengambil ponselnya dan mulai berpose dengan background matahari yang mulai tenggelam itu.


Raka yang merasa gemas dengan tingkah kekasihnya langsung merebut ponsel milik Chaca.


"Eh .."


Raka menjauh kan ponsel Chaca ke samping dengan kamera yang masih menyala.Pria itu menarik tubuh Chaca sehingga membentur dadanya bidangnya.


Perlahan Raka mendekatkan wajahnya dan menempel kan bibir nya di bibir gadis itu.


cekrek cekrek..


Diam-diam Raka mengambil foto dirinya saat mencium Chaca dengan ponsel gadis itu.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperlihatkan kebersamaan mereka.Dia mengepalkan tangannya geram.Dia adalah Clara.


"Raka hanya milik gue.Lihat saja .Gue bakalan buat Raka jadi milik gue seutuh nya...."

__ADS_1


Clara pergi meninggalkan tempat dimana dia melihat Raka dan Chaca.Saat Clara pergi.Seseorang yang bersembunyi tidak jauh dari Clara terlihat menyeringai.


__ADS_2