
"Sama seperti camping sebelum nya, di harapkan setiap kelompok mengambil tenda dan nomor urut Tempat yang nantinya akan kalian diri kan tenda"
"Ini kami lakukan ini agar Adil dan kalian tidak berebut tempat." terang Chandra.
"Dan untuk barang bawaan kalian, Boleh langsung di ambil tapi perwakilan saja.Boleh 2 atau 3 orang.. Yang lain langsung mendirikan tenda . Karena hari sudah semakin siang . Kalian paham..???"
"PAHAM KAK..!!!!"
"Oke kalau begitu sekarang kalian boleh bubar.."
Semua peserta camping mulai berunding untuk membagi tugas yang diberikan oleh kakak pembina OSIS.
Begitu juga dengan kelompok Chaca.
Dayana menyenggol lengan Sivanya.."Apa..???"tanya Sivanya tanpa suara
Dayana menunjuk dengan dagunya.Dan Sivanya melihat kearah dagu Dayana.
Dia tersenyum samar melihat Chaca yang sedari tadi melihat Raka yang membantu menurunkan barang bawaan mereka dari truk.
Sivanya memberi kode pada teman-teman nya Dan mereka paham akan maksud Sivanya pun mengacungkan ibu jari mereka.
"Em..Cha .!!!"panggil Syakilla
"I_iya..Ada apa..???"
"Biar gue sama Monica aja ya yang ambil Tenda .Sivanya ambil nomor dan loe sama Dayana yang ambil barang-barang kita.Indira sama Alya biar di sini aja Nanti kalau udah dapet tenda nya,Biar kita gak kekurangan orang buat mendirikan tenda..''ucap Syakilla
"Biar Chaca aja yang ambil Tenda Kil.."
"Gak..Loe ambil barang-barang kita aja..Ayo Mon,Kil cepetan ambil Tenda.."seru Sivanya
"Tapi Siv..."
"Udah sana buruan ambil barang-barang kita.."
Mau tidak mau Chaca pergi mengambil barang bawaan mereka.
Melihat Chaca yang sudah menjauh, Sivanya dan yang lain mulai ber TOS ria..
"Berhasil..!!!Udah sana Yan..Loe susul Chaca.."
"Oke.."Dayana menyusul Chaca.
"Dasar anak itu.. Kalau sayang ngapain mesti gengsi.."seru Indira
"Iya.Gue yakin sebenarnya Chaca juga cinta sama Kak Raka.Tapi yang buat gue bingung kenapa Chaca kayak takut gitu menjalin hubungan dengan Kak Raka.."sahut Sivanya
"Apa mungkin ada yang di sembunyikan Chaca dari kita ."
__ADS_1
"Entahlah.. Udah yuk kita ambil Tenda.Keburu siang."Ajak Monica.
Mereka mulai menjalankan tugas mereka masing-masing.
Chaca dan Dayana mulai mengantri untuk mengambil barang bawaan mereka.
Melihat gadis yang memenuhi pikirannya berdiri tidak jauh dari nya membuat Raka berinisiatif untuk mengambil barang kelompok Chaca dan membawanya ke urutan terakhir tanpa sepengetahuan siapapun.
Raka melakukan itu karena ingin lebih lama memandang wajah gadis yang di cintai nya itu.
"Kayak nya masih lama deh Cha.."seru Dayana
"Iya.. Barang-barang kita yang mana sih.. Kalau kayak gini kapan kita bisa ambil..??"
"Ya udah..Loe di sini dulu ya..Gue mau bantuin yang lain mendirikan tenda.."seru Dayana yang melihat teman-teman nya sudah mulai mendirikan tenda.
"Ya jangan gitu dong Yan..Ntar gimana caranya Chaca bawa barang-barang kita.."
"Ntar kalo udah dapet loe panggil gue aja.Ntar gue bantu..Da..."Dayana pergi meninggalkan Chaca tanpa menunggu jawaban dari Chaca
"Yan ..!!!"
"Ck ..Kok Chaca di tinggal sih ."gerutu Chaca.
Raka tersenyum samar melihat Chaca mengerucut kan bibir nya.Rasanya dia ingin mencium bibir Chaca yang sudah menjadi candu untuk nya .
Saat Dayana ingin membantu teman-teman nya,Dia melewati kelompok Marissa dan tidak sengaja mendengar percakapan Marissa dan Laura.
"Iya Ris..Loe bener..Ini kesempatan loe buat deketin Kak Raka.."
"Loe tenang aja.Gue udah punya rencana untuk nembak Kak Raka di acara api unggun ntar malam.."
"Loe yakin Ris...???"
"Iya..!!!Dan gue yakin Kak Raka akan Nerima gue ."
"Cih ... percaya diri sekali dia.."Cicit Dayana
"Gue mesti kasih tau yang lain.."
Dayana berlari mendekati teman-teman nya dan menceritakan tentang apa yang baru saja dia dengar.
''Terus kita mesti gimana..???"tanya Monica
"Kita harus melakukan sesuatu untuk menggagalkan rencana Markisa.."sahut Indira
"Marissa Dir.. Bukan Markisa.."seru Syakilla
"Entahlah siapa namanya.. Pokoknya kita harus menggagalkan rencana mereka.."
__ADS_1
"Kita biarin aja dia berbuat semaunya .."ucap Sivanya.
"Maksud loe ..???"tanya mereka serempak
"Kita harus buat Chaca Sadar akan perasaan dia.Dengan melihat Kak Raka di tembak Marissa ,Chaca pasti cemburu.."seru Sivanya
"Loe bener..!!"
"Gimana kalau Kak Raka menerima Marissa..?? Chaca pasti sedih ."Sahut Alya
"Justru itu yang gue ingin kan.Gue bakal kasih tau Kak Raka tentang rencana Markisa eh . Marissa..Kita lihat gimana reaksi Chaca.."timpal Sivanya
"Kita ikut aja Siv.."
Sivanya mengambil ponsel nya dan mulai mengirimkan pesan untuk Raka .
Raka yang sedang membantu membagi barang bawaan anak kelas 10 . Terlihat mengambil ponsel nya.
Dia menyeringai dan membalas pesan Sivanya.
Kini tiba giliran Chaca mengambil barang-barang nya
"Mana temen loe???"Tanya Raka
"A_apa..??Ah .. Temen-temen Chaca ...."
"Cha...!!!"
Ucapan Chaca terhenti saat seseorang memanggil nya
"Rizky..!!"
"Loe sendiri..??? Temen-temen loe mana .?"tanya Rizky yang melihat barang bawaan kelompok Chaca yang cukup banyak.
"Itu ...Em..Riz bisa bantuin Chaca gak.. Tolong panggil'in teman Chaca.."
"Biar gue aja yang bantu loe bawa barang loe"tawar Rizky.
Raka sedari tadi diam melihat interaksi mereka.Dia mengepalkan tangannya kala melihat Chaca yang tersenyum pada pria lain.
"Loe juga lagi antri ambil barang loe kan..???"seru Raka dengan ekspresi dingin favoritnya.
"Gak papa kok Kak..Ada temen gue yang antri"
"Terserah..!!!"
Rizky tersenyum dan membantu Chaca membawa barang bawaan nya.
Raka tidak mengalihkan pandangannya dari Chaca yang mulai menjauh dari nya.Dia begitu geram melihat Chaca yang terlihat senang di bantu oleh pria itu..
__ADS_1
''Senyuman itu cuma milik gue ...''