Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Arkan Atmadja


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang sudah direncanakan,Chaca mengajak Raka pergi ke pantai.Walau awalnya pemuda itu enggan,tapi dengan bujuk rayu maut sang kekasih akhirnya Raka mau pergi ke pantai bersama Chaca.


Di pantai,Chaca terlihat begitu senang.Ia bermain air,berlari kesana kemari dan sesekali membuat istana pasir.Sungguh terlihat seperti anak kecil.Tapi walaupun begitu,Chaca terlihat manis di mata Raka.Senyum gadis itu yang sangat ingin dia lihat."Teruslah tersenyum seperti itu Cha!"batin Raka.


Chaca melihat ke arah Raka dan melambaikan tangannya,Raka tersenyum dan membalas lambaian tangan Chaca.Dia tersenyum gemas melihat sang kekasih,hingga tiba-tiba ponsel Raka berbunyi membuat senyum Raka memudar.Pemuda itu mengangkat panggilan telepon nya.


Entah apa yang dikatakan lawan bicara Raka di seberang sana.Tapi yang jelas hal itu membuat wajah pemuda itu menegang.Dia langsung mematikan sambungan telepon nya.Mata elangnya melihat kesana kemari seolah mencari sesuatu.Tapi walaupun begitu,dia mencoba untuk tenang.


"Loe harus tenang Raka,jangan sampai Chaca tau dan khawatir."batin Raka.


Tidak ingin mengambil resiko,Raka mendekati Chaca dan mengajaknya kembali ke Villa.


Awalnya Chaca menolak karena dia masih ingin bersenang-senang.Tapi Raka mengeluh sakit di dadanya membuat Chaca khawatir dan mengiyakan ajakan Raka kembali ke Villa.


Raka terpaksa berbohong karena situasi sekarang sudah tidak aman untuk Chaca.


"Kakak baik-baik saja kan?apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit saja?Chaca takut kakak sakit karena alergi kakak kambuh kemarin."seru Chaca.


"Kakak gak papa.Istirahat sebentar nanti juga sembuh."dusta Raka.Dia mempercepat langkahnya karena merasa diawasi seseorang.


Dan ternyata memang benar,dari kejauhan, seseorang memerhatikan Raka menggunakan teropongnya.Dia tersenyum sinis melihat Raka yang terlihat seperti ketakutan.


"Lama tidak bertemu adik ku.Bagaimana kalau kita bermain-main sebentar."seringai orang itu.


Sementara itu, sesampainya di Villa, Raka meminta Chaca pergi ke kamar untuk berkemas.Dia mengatakan jika hari ini juga mereka akan kembali.


Chaca terlihat bingung,tapi dia tetap melakukan apa yang Raka katakan.Dia pergi ke kamarnya dan membereskan barang-barang nya.


Sedangkan Raka, mengambil senjata api miliknya dan mengisinya dengan peluru dan menyimpan nya di balik punggungnya.Dia juga mengambil botol obat miliknya.


Sejenak dia terdiam saat menggenggam botol obat itu."Maaf Cha."Raka mengambil satu obat dan meminumnya.


"Kak..!!"


Raka menoleh dan buru-buru menyembunyikan obatnya."Sudah siap?"tanya Raka.


Chaca mengangguk.Tapi wajahnya terlihat khawatir."Ada apa?"tanya Raka.


"Kakak tidak apa-apa?Kakak bilang dada kakak sakit?tapi kenapa tidak istirahat?malah ngajakin pulang.Emangnya kakak kuat nyetir?"gerutu Chaca.

__ADS_1


Raka tersenyum dan mendekati Chaca,"Kakak sudah baikan.Mungkin tadi karena cuaca panas di pantai membuat kakak sesak nafas."dusta Raka.Chaca hanya mengangguk paham.Mungkin karena cuaca nya panas dan banyak debu yang membuat Raka sesak nafas,pikir Chaca.


"Ayo kita pulang!"ajak Raka.Dia menggenggam tangan Chaca dan menuntun nya ke mobil.


"Cha!"


"Ya?''


"Kalau Chaca ngantuk tidur aja."seru Raka.


"Chaca gak ngantuk kak."sahut Chaca.Dia memang tidak terbiasa tidur siang.


"Kakak bisa bikin Chaca tidur."seru Raka yang membuat gadis yang duduk di sampingnya tertawa lepas.


"Jangan bercanda kak.Gimana caranya kakak bikin chaca tidur?Orang chaca gak ngantuk."


"Kakak serius Cha.Dengan ciuman kakak,pasti chaca langsung tertidur."


"Ck..mulai mesumnya.Itu sih mau nya kakak aja."gerutu Chaca.Tapi Raka tetap meyakinkan Chaca jika dia benar-benar bisa melakukan hal itu.


"Mau bukti?"tantang Raka.Chaca terdiam dan Raka langsung mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya di bibir mungil gadis itu.


Chaca membalas permainan lembut lidah Raka,hingga dia melebarkan kedua matanya dan mencengkeram bahu Raka.Chaca mendorong bahu Raka tapi pemuda itu justru menekan tengkuk Chaca dan memperdalam ciuman nya.


"Maafin kakak Cha.''Raka memakaikan sabuk pengaman milik Chaca dan kembali ke posisi nya.


Raka mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang."Apa kalian sudah siap?"tanya Raka datar.


"Kami sudah di posisi Bos."Jawab Zion.


"Hm.Kita sambut kedatangan tamu kehormatan kita."seringai Raka.


Raka mematikan sambungan teleponnya dan menjalankan mobilnya.Sesekali dia melirik ke arah Chaca yang tertidur karena obat tidur yang Raka berikan melalui ciuman tadi.


"Maaf sayang.Kakak tidak mau Chaca ketakutan dan membuat trauma Chaca semakin menjadi.Kakak juga belum siap Chaca melihat semua ini."batin Raka.


Raka melirik kaca spion nya,ada sebuah mobil yang dari tadi mengikuti nya.Dia yakin itu mobil orang itu.


Raka menginjak pedal gas dan menambah kecepatan mobilnya.Mobil di belakang Raka tidak mau kalah,dia juga menambah kecepatan mobil nya.

__ADS_1


"Heh,mau main-main sama gue?Oke gue ladenin."Raka kembali menambah kecepatan.Tapi dari arah depan ada mobil lain yang melaju ke arah nya.Raka tersentak,tapi dia justru terus melaju satu arah dengan mobil di depan nya.Setelah jarak keduanya semakin dekat, Raka langsung membanting setir mobil nya dan....


DUARR


DUARR


Terjadi tabrakan hebat antara mobil yang mengikuti Raka dengan mobil yang ada di depan nya tadi.


Raka menghentikan mobilnya dan turun dari mobil.


Prok


prok


prok


prok


"Kemampuan mu semakin meningkat Raka.Aku senang melihatnya."


Raka hanya diam menatap datar orang yang berdiri tidak jauh di depannya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu adikku?Apa kau tidak merindukan kakakmu ini?"orang itu merentangkan kedua tangannya seolah berharap Raka akan datang dan memeluk nya.


"Cih.. Bajingan seperti loe gak pantas di panggil Kakak.Ingat!!Loe hanya anak yang di pungut oleh kakek di jalanan.Tapi dengan tidak tahu dirinya,loe justru menghancurkan kepercayaan Kakek."Raka menatap tajam orang di depannya.Tidak ada rasa takut di matanya.Yang ada hanya kebencian dan dendam.


"Wow.. Kata-kata mu sungguh melukai hati ku Raka.Tapi tidak masalah,aku senang kau sudah berani, tidak seperti dulu yang hanya bersembunyi di belakang pak tua itu."seru orang itu.


Raka mengepalkan tangannya.Bayang-bayang masa lalunya tiba-tiba muncul di ingatan nya.Tapi Raka mencoba menepis nya agar tidak terhanyut dalam masa kelam itu.Dia harus kuat karena ada orang yang harus dia lindungi.


Orang itu memiringkan tubuhnya melihat kedalam mobil Raka,"apa itu kekasih mu?"tanya orang itu."Dia terlihat sangat cantik."lanjut nya.


Raka mengepalkan tangannya."Jangan coba-coba loe ganggu dia Arkan Atmadja"geram Raka.


"Wah wah wah... seperti nya benar.Jadi dia orang yang istimewa?"


Raka memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas panjang.Dia Kembali menatap Arkan dengan tatapan tajam.


"Loe bener.Dia orang yang sangat istimewa.Dan gue gak bakalan biarin elo nyakitin dia."

__ADS_1


"O ya?bagaimana kalau kita bertaruh? Kalau aku bisa mengambil gadis itu,aku ingin aku menyerahkan kursi kepemimpinan dunia gelap milik pak tua itu padaku.Bagaimana?"tantang Arkan.


Raka tersenyum sinis.Jadi itu yang di inginkan pria itu?Kursi kepemimpinan?Heh,bahkan Raka tidak menginginkan nya.Tapi karena amanat dari Kakeknya,dia akan mempertahankan nya.Dan juga Chaca.


__ADS_2