
Tiga hari kemudian,Chaca sudah kembali sehat dan bekerja seperti biasanya.
Dia sudah mengambil keputusan untuk memastikan hatinya sesuai dengan saran dari Maya.Dan dia juga sudah memberitahu Maya akan hal itu dua hari yang lalu.
Flashback On
"Bagaimana keadaan mu Cha?"Maya yang baru pulang dari kantor, mampir ke apartemen Chaca sekedar untuk memastikan keadaan gadis itu.
"Aku sudah membaik Kak.Mungkin besok sudah bisa masuk kerja."
"Gak usah di paksain.Biar tubuhmu benar-benar pulih dulu.Lagipula di kantor tidak ada meeting atau semacamnya."
"Kakak menundanya?"
Maya mengangguk dan mengecek suhu tubuh Chaca."Sudah normal."
"Tadi kan Chaca bilang,Chaca sudah baikan Kak."gerutu gadis itu.
Maya terkekeh dan mengupaskan buah untuk Chaca.
"Kak.Chaca udah ambil keputusan.Chaca bakal ikutin saran Kakak."
Maya terdiam sesaat.Dia menatap Chaca dan berkata,"Chaca serius?"tanya Maya yang dijawab anggukan oleh gadis itu.
"Aku senang kau mau mengikuti saran ku.Tapi kau harus ingat.Bagaimanapun nanti hasilnya kau harus menerimanya dengan lapang dada.Ini aku lakukan agar kau tidak terpuruk dalam bayang-bayang kekasihmu."
"Iya Kak.Kau tahu.Lalu apa yang harus aku lakukan?"
Maya menggenggam tangan Chaca dan menatap gadis itu dengan serius."Jawab pertanyaan ku!!!apa yang membuatmu yakin Tuan Rey adalah Raka?"
Chaca terdiam.Awalnya dia memang yakin jika Rey adalah Raka.Tapi sekarang dia ragu.
"Jawab Cha!!jangan ada yang kau tutup-tutupi."
"Saat acara pertunangan Kak Andhika,Chaca minta Kak Zi buat jadi pasangan Chaca.Dan seperti biasa Kak Zi memakai topeng pesta.Tapi saat dia memakai topeng itu entah kenapa Chaca ngerasa jantung Chaca berdetak kencang.Chaca merasa ada getar aneh yang Chaca rasakan.Dan itu sama saat Chaca dekat dengan Kak Raka dulu.Tapi setelahnya acara selesai,Chaca Merasa biasa saja saat berada di samping Kak Zi."
"Dan hal itu terjadi juga sebelum acara pesta malam itu.Chaca sempet gak mau datang karena lagi-lagi Chaca ngerasain hal yang sama.Apalagi saat kita menginjakkan kaki di perusahaan CR Company."
"Semakin lama, jantung Chaca berpacu dengan cepat.Sampai Chaca mendengar suara yang sangat Chaca rindu kan."Suara Chaca tertahan.Dia tidak sanggup untuk meneruskannya.
"Oke,gak usah di terusin.Aku cukup paham.Dan kita akan memulai rencana kita."
"Rencana?"
Maya mengangguk pelan dan berkata,"pertama-tama kau harus menemui Tuan Wiliam dan Tuan Rey untuk meminta maaf."
"Hah?kenapa gitu Kak?"
"Apa yang kau lakukan malam itu pasti sangat heboh Cha.Gak tahu gimana Zion bisa meredam berita itu.Tapi kau harus meminta maaf dan meyakinkan mereka jika kau hanya salah mengenali orang atau sedang merindukan seseorang atau apalah.Yang terpenting kau harus membuat mereka percaya padamu terutama Tuan Rey.Karena perusahaan kita akan mengajukan kerjasama dengan perusahaan Tuan Rey."
Chaca melebarkan kedua matanya.Apa? kerjasama?itu artinya dia akan sering bertemu dengan Rey kan?
"Iya.Itu benar.Kita akan sering bertemu Tuan Rey."seru Maya yang seolah tahu apa yang ada dipikiran gadis itu.
"Ta_tapi kak...."
"Chaca,Kau harus bisa menahan perasaan mu.Setelah mendapat maaf dari Tuan Rey,kau harus terlihat tegar di depannya.Jangan memperlihatkan kerapuhanmu.Dan jika kerjasama kita di terima Tuan Rey,kita semakin mudah untuk mencari tahu siapa Tuan Rey."
__ADS_1
"Yang terpenting adalah Chaca harus menyiapkan mental.Jangan terbawa perasaan.Chaca harus bisa menahannya.Kalau bisa bersikap lah friendly pada semua orang di depan Tuan Rey."
Chaca mengerutkan keningnya,kenapa harus begitu?
"Pokoknya Chaca ikuti saran ku.Oke?"
"Baiklah.Tapi boleh aku bertanya?Kenapa Kak Zi tidak boleh tahu akan hal ini?"
Maya tersenyum dan mengusap surai rambut Chaca."Maaf.Tapi aku curiga padanya.Jika aku jadi dia,aku akan sangat terkejut saat bertemu dengan orang yang sudah lama mati.Tapi dengan tenang Zion meyakinmu jika Tuan Rey bukanlah Raka.Mungkin karena dia sangat mengenal Raka.Makanya Zion langsung tahu jika Tuan Rey bukan Raka.Tapi tidak ada salahnya mencurigai dia kan."
Chaca kembali terdiam.Memang benar apa yang dikatakan Maya.Walaupun sudah terbiasa bersama, harusnya reaksi Zion sama seperti Chaca.Tapi dengan tenang Zion meyakinkan jika pria itu bukanlah Raka.
"Chaca ngertikan?"
Chaca menganggukkan kepalanya.Entah kenapa dia kembali bersemangat.Tidak perduli hasilnya seperti apa setidaknya dia sudah berusaha.Dan dia akan membuktikan Rey itu Raka atau bukan.
Flashback Off
Tok Tok Tok
"Masuk!!"
Cklek
Zion masuk membawa beberapa berkas yang harus ditandatangani oleh Chaca.
"Ini ada berkas yang harus anda tandatangani Nona."
"Taruh saja di situ Kak,nanti aku akan memeriksanya.Sekarang antar aku ke perusahaan Tuan Wiliam."
Zion mengerutkan keningnya."Untuk apa kita kesana?"
"Aku tidak salah dengarkan?"gumam Zion.Dia menyusul Chaca yang sudah lebih dulu pergi.
"Kak Maya,tolong kau handle pekerjaan ku sebentar.Aku ada urusan penting."seru Chaca saat melewati ruang milik Maya.
Maya tersenyum dan mengangguk.Dia menatap Zion yang berdiri di belakang Chaca.Dia yakin pria itu pasti bingung.Tapi ini memang harus Chaca lakukan untuk mengembalikan kepercayaan rekan kerja mereka.Jangan sampai mereka berfikiran yang tidak-tidak pada pemimpin perusahaan ini.
"Ayo Kak!!kita berangkat."
"Ba_baik."
...----------------...
Di sepanjang perjalanan, Chaca terlihat biasanya.Itu yang dilihat Zion.Tapi pria itu tidak tahu jika Chaca saat ini sangat gugup.
"Tenang Chaca.Hanya meminta maaf.Tidak lebih."batin Chaca menyemangati dirinya sendiri.
"Kita sudah sampai Nona ."
Chaca menghela nafas panjang dan turun dari mobil.Dia berjalan tegak masuk ke Perusahaan CR company dan menemui resepsionis untuk menanyakan keberadaan Tuan William.
"Tuan Wiliam ada di ruangan nya Nona.Mari saya antar!!"resepsionis itu mengantar Chaca dan Zion keruangan Tuan Wiliam yang berada di lantai paling atas .
"Ini ruangan Tuan William."
"Terimakasih sudah mengantar."
__ADS_1
"Sama-sama nona.Kalau begitu saya permisi dulu."Resepsionis itu pergi menyisakan Chaca dan Zion yang berdiri tepat di depan pintu Tuan Wiliam.
"Huft."lagi-lagi Chaca menghela nafas panjang dan mengetuk pintu.
Tok Tok Tok
"Masuk!!"
Terdengar suara bariton yang sangat dia kenal dan hal itu membuat jantung Chaca kembali berdetak kencang.
"Ayo Cha!!kau pasti bisa."
Chaca membuka pintu dan masuk keruangan William .
Deg
Dia tidak menyangka jika Rey juga ada di sana.Apa yang harus dia lakukan?rasanya dia ingin berlari pergi dari sana.Tapi dia sudah sampai di sini.Lagipula bukankah bagus dia bertemu dengan Rey disini.Dia bisa sekaligus meminta maaf pada pria itu.
"Nona Chaca?kenapa anda berdiri di situ?masuklah!!"
Suara William membuyarkan lamunan Chaca.Gadis itu tersenyum dan melangkahkan kakinya masuk.
"Selamat Pagi Tuan William,Tuan Rey.Maaf jika kedatangan ku mengganggu kalian."
"Tidak apa-apa Nona.Silahkan duduk!!"
"Jadi ada yang bisa saya bantu?"tanya William.
"Saya datang kemari untuk meminta maaf pada Anda Tuan William.Karena saya sudah merusak pesta ulang tahun perusahaan Anda."
Wiliam tertawa dan berkata,"tidak masalah Nona.Aku memakluminya.Tapi aku sangat penasaran.Apa kau mengenal tuan Rey sebelumnya?"
Chaca menggelengkan kepalanya."Tidak Tuan.Sepertinya saya Saya salah mengenali orang.Untuk itu aku juga ingin minta maaf pada Tuan Rey.Maaf sudah membuatmu tidak nyaman Tuan."
"Tidak masalah nona...."
"Chaca.Panggil saja Saya Chaca "
"Baiklah Nona Chaca."
"Wah sayang sekali.Aku kira kalian saling mengenal sebelumnya."seru Wiliam.
"Tentu tidak Tuan.Karena ini pertama kalinya kami bertemu.Bukan begitu Tuan Rey?"
Reynand terdiam.Tapi kemudian dia tersenyum dan mengangguk.
Sementara itu,Zion hanya menyimak pembicaraan mereka.Dia merasa bingung dengan Chaca.Cepat sekali gadis itu berubah.pikir Zion.
"Kalau begitu saya permisi dulu.Terimakasih sebelum nya karena sudah berkenan memaafkan kesalahan saya."
"Tidak usah sungkan Nona."
"Terimakasih Tuan.Mari!!"Chaca membungkuk sedikit memberi hormat dan berbalik memeluk lengan Zion "Ayo Kak!!"
"I_iya.''
Chaca dan Zion keluar dari ruangan Wiliam menyisakan si pemilik dengan Rey.
__ADS_1
"Sepertinya mereka mempunyai hubungan."seru William, yang tidak mendapatkan tanggapan dari Rey.