
Reynand dan Chaca benar-benar menghabiskan waktu berdua dengan tidak beranjak dari tempat tidur kecuali untuk makan. Reynand dengan sengaja menyiapkan stok makanan untuk mereka mengisi amunisi setelah lelah melakukan aktivitas panas mereka.
Dan kini mereka sedang berpelukan di atas tempat tidur. Chaca tidak mau lepas dari pelukan Reynand seolah takut mereka akan terpisah lagi.
"Chaca tidak perlu takut. Kakak akan baik-baik saja jika Chaca bisa menjaga diri Chaca." seru Reynand
"Apa maksud Kakak ?" tanya Chaca
"Chaca tahu kan jika Roger ada di tangan Kakak sekarang. Kakak tidak tahu apakah Danu menyadari nya atau belum. Karena itu kakak takut dia akan melakukan hal yang sama pada Chaca. Karena Chaca adalah kelemahan Kakak. Untuk itu, mau kah Chaca berjanji untuk tetap baik-baik saja?"
Chaca mendongakkan kepalanya menatap Reynand, jadi dia adalah kelemahan pria yang saat ini sudah menjadi suaminya itu. Apa itu artinya dia hanya akan menyusahkan saja? Apa dia beban untuk Reynand?
"Cha!!" panggil Reynand
"Jangan pernah berfikir yang tidak-tidak. Chaca bukan beban. Tapi Chaca adalah tanggung jawab Kakak sekarang. Jika terjadi sesuatu pada Chaca, kakak akan merasa menjadi orang yang paling tidak berguna di dunia. Chaca ingat ancaman Ayah yoga pada kakak kan?" sambung Reynand
Chaca berdecak dan kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang Reynand. "Chaca janji akan menjaga diri Chaca. Tapi kakak juga harus Janji jika kakak akan kembali dalam keadaan utuh tanpa luka sekecil apapun."
"Kakak janji akan kembali pada Chaca. Tapi untuk tidak terluka, kakak tidak bisa janji, sayang."
Chaca memeluk erat tubuh Reynand. Itulah yang dia takutkan. Dia takut Reynand terluka. Tapi bukankah itu lebih baik daripada Reynand tidak kembali. Tapi bagaimana jika saat kembali Reynand justru.....
__ADS_1
Memikirkan hal itu membuat Chaca menitikkan air mata. Dia tidak akan sanggup kehilangan orang yang dia cintai untuk kesekian kalinya.
"Hei... Kenapa Chaca menangis, hm? Sudah kakak katakan jika kakak akan baik-baik saja bukan." Reynand menghapus air mata Chaca. Dia tahu apa yang di takutkan Chaca. Tapi untuk tetap hidup, dia tidak bisa berjanji.
"Chaca takut kak." tangis Chaca pecah. Dia tidak bisa menyembunyikan ketakutan nya. Dia tidak mau kehilangan orang yang dia cintai lagi dan lagi. Mungkin kemarin dia bisa melewatinya, tapi kali ini dia tidak yakin bisa.
"Ssstt." Reynand menghapus air mata Chaca dan mencium kedua mata Chaca.
"Kakak akan baik-baik saja. Kakak tidak akan meninggalkan Chaca lagi. Kita baru saja menikah. Dan kakak punya impian untuk mempunyai banyak anak dengan Chaca. Jadi jangan berfikir negatif, oke." seru Reynand
"Pikirkan kita akan hidup bahagia dengan banyak anak." lanjutnya
Reynand mengangguk. " Kakak punya impian kita mempunyai 7 anak. 3 laki-laki dan 4 perempuan."
"A_apa?" pekik Chaca.
"Kakak bercanda?" lanjutnya
"Apa kakak terlihat bercanda?"
Chaca berdecak pelan. Dia menghapus air matanya dan membelakangi Reynand. 7 anak? Apa dia pikir melahirkan itu mudah? Membayangkan kesakitan mengeluarkan satu bayi saja Chaca sudah merinding. Apalagi 7 anak.
__ADS_1
Reynand terkekeh. Dia memeluk Chaca dari belakang dan memberikan sentuhan lembut pada kedua benda Kenyal milik Chaca. Sudah cukup sesi menangisinya, dia tidak mau Chaca terlalu memikirkan hal yang tidak-tidak.
Lebih baik Dia memanfaatkan waktu yang tersisa untuk bercinta dengan istrinya karena itu bisa membuat nya kembali bersemangat. Dengan membayangkan wajah Chaca yang berada di bawah Kungkungan nya saja sudah membuatnya seolah mendapat kekuatan super.
Lucu memang, semenjak merasakan nikmatnya bercinta dengan Chaca, pikiran Reynand selalu menjurus kesana. Tapi itu hanya jika dia bersama Chaca. Seperti saat ini. Mereka baru selesai melakukan aktivitas panasnya. Dan kini mereka akan melakukan hal panas lagi untuk kesekian kalinya.
Dia berharap, dia akan segera hadir di rahim Chaca. Baby yang lucu yang akan menemani mereka. Untuk itu dia akan berjuang untuk tetap hidup. Dia tidak akan membuat orang yang dia cintai menderita lagi. Tapi tetap saja dia tidak bisa berjanji
"Ayo kita buat baby-baby yang lucu!!" ajak Reynand.
"Kita baru saja selesai Kak. Apa kakak tidak lelah?"
"Tidak untuk hal seperti ini, sayang." Reynand kembali mengukung istrinya dan melanjutkan pergulatan panas mereka.
Baginya, Chaca adalah candu. Chaca adalah penyemangat. Dia akan berusaha membuat senyuman indah Chaca terus terukir diwajah cantik Chaca.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Semoga saudara kita yang tertimpa musibah di beri ketabahan dan keselamatan. Tetap semangat menjalani hari."
__ADS_1