Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Flashback 1


__ADS_3

Flashback On


Semua berawal dari pertemuan Raka dengan Arkan.


Di tengah perjalanan saat pulang dari Villa, Raka di sambut oleh Arkan. Raka tidak menyangka jika dia akan bertemu dengan pembunuh Kakeknya itu. Ini kesempatan bagus untuk balas dendam. Tapi sayangnya ada Chaca di sana dan Raka tidak ingin Chaca dalam bahaya.


Raka mencoba menghindar agar Chaca tidak terlibat dan setelah berhasil lolos, Raka membawa Chaca pulang ke Mansion keluarga Joseph. Dia meminta Andhika untuk menjaga Chaca sementara waktu karena dia ada urusan penting yang harus dia lakukan. Yaitu membalas dendam atas meninggalnya sang kakek.


Raka menyiapkan orang-orangnya, lebih tepatnya anak buah kakeknya yang masih setia pada keluarganya. Dia akan menyerang Arkan terlebih dahulu. Dan malam itu terjadi pertumpahan darah di basecamp milik Arkan.


Walaupun terluka cukup parah, tapi peperangan di menangkan oleh Raka. Tapi sebelum mati, Arkan mengatakan sesuatu yang menurut Raka aneh.


"A_aku tidak me_menyangka ke_kemampuanmu berkembang be_begitu pesat Adikku. Tapi sayangnya i_itu belum ada apa-apanya. Ka_au masih harus mengasah kemampuan mu. Sebelum ka_kau bertemu Chili."


Setelah mengatakan hal itu, Arkan menghembuskan nafas terakhirnya. Zion membawa Raka ke Rumah sakit dan meminta yang lain yang selamat untuk mengubur mereka yang mati, termasuk Arkan dan anak buahnya.


Raka merasa lega karena bisa membalaskan dendam atas kematian Kakeknya tapi ucapan Arkan sebelum mati terngiang-ngiang di telinganya. Apa maksud Arkan?

__ADS_1


Karena penasaran, Raka kembali ke Basecamp Arkan walau kondisinya masih lemah. Dia meneliti setiap sudut ruang basecamp Arkan sebelum akhirnya masuk ke ruang pribadi Arkan.


Di sana dia terduduk di sofa karena lukanya kembali terbuka dan kondisinya semakin lemah. Tapi dia harus menemukan sesuatu yang berhubungan dengan perkataan Arkan waktu itu. Dia mengingat-ingat kembali perkataan Arkan terakhir kalinya.


"Mengasah kemampuan ku? bertemu Chili? apa maksudnya?" gumam Raka.


Andai kondisinya tidak lemah, mungkin sekarang dia sudah mengobrak-abrik seisi ruangan Arkan untuk mencari tahu petunjuk dari ucapan Arkan. Tapi sayangnya untuk berdiri saja Raka tidak mampu.


Sial, Kenapa dia menjadi lemah seperti ini? Arkan berhasil melukainya begitu parah. Tapi dia beruntung karena masih hidup.


Raka beranjak dari sana karena tidak menemukan apapun. Percuma karena kondisinya sangat lemah. Mungkin setelah kondisinya pulih, dia akan kembali kemari dan mencari tahu.


Raka berjalan tertatih menahan sakit di dadanya. Tapi tanpa di sengaja dia menjatuhkan guci pajangan saat ingin bersandar di dinding.


Pyarr


Raka menghela nafas panjang. Dia harus segera pulang dan istirahat. Tapi langkahnya terhenti saat melihat sepatu ber hak tinggi berwarna hitam. Dia merasa aneh. Bukan karena sepatu wanita yang dia lihat, tapi kenapa hanya ada satu buah sepatu yang ada di sana? kemana satunya lagi?

__ADS_1


"Kau masih harus mengasah kemampuan mu. Sebelum kau bertemu Chili."


Lagi-lagi ucapan Arkan terngiang di kepalanya. Tapi tunggu dulu!!! Chili? bukankah peta Chili berbentuk seperti sepatu ber hak tinggi?


Karena penasaran, Raka mengambil sepatu itu dan mencoba mencari sesuatu di sana.


"Pasti ada sesuatu yang di sembunyikan Arkan. Jika tebakan ku benar, dia menyimpannya di sepatu ini." Raka mematahkan hak sepatu itu dan menemukan sebuh Chip disana.


"Chip?" Raka meneliti Chip yang dia temukan. Dia yakin di dalam Chip itu terdapat rahasia yang di sembunyikan Arkan. Huh.. Dia tidak menyangka jika Arkan begitu hebat menyembunyikan rahasianya. Tapi sayang dia cukup ceroboh. Harusnya dia membiarkan sepasang sepatu wanita itu tersimpan di sini agar orang lain tidak curiga. Atau Arkan sengaja agar Raka mudah menemukannya? Entahlah. Yang jelas dia akan segera tahu apa maksud dari ucapan Arkan setelah melihat isi dari Chip tersebut.


Raka menggenggam erat Chip tersebut dan menghubungi Zion untuk menjemputnya di Basecamp Arkan. Dia merosotkan tubuhnya ke lantai karena kedua kakinya tidak mampu lagi menopang tubuhnya. Kondisinya semakin parah. Harusnya dia tidak memaksakan diri. Tapi jika dia tidak segera mencari tahu, dia takut orang lain yang akan menemukan nya lebih dulu.


Memikirkan hal itu entah mengapa dia merasa hal besar sedang menunggunya. Dia yakin itu tidak semudah yang dia pikirkan. Kematian Arkan bukan akhir dari segalanya.


Di saat seperti ini Raka justru memikirkan Chaca. Dia tidak mau kekasihnya dalam bahaya.


"Kakak kangen sama Chaca. Kakak pengen peluk Chaca." gumamnya sebelum akhirnya dia tidak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2