
Mengetahui Siapa pelaku yang sudah mencelakai Adiknya membuat Andhika bertindak tegas.Dia membawa Marissa ke kantor polisi terdekat untuk di proses.Bagaimanapun juga kejadian itu terjadi di wilayah tersebut.
Sedangkan Marissa terlihat biasa saja tanpa ada rasa penyesalan sama sekali.Dia begitu yakin jika sebentar lagi Dia akan di bebaskan karena orang tuanya adalah orang yang cukup terpandang.Tapi sayang nya Dia tidak tahu jika Dia berhadapan langsung dengan keluarga No 1 di Asia.. Keluarga Joseph.
"Gak nyangka gue.. Ternyata ada orang sejahat itu."seru Fanesa
"Tapi Gue gemes lihat wajahnya.Gak ada rasa bersalah atau menyesal sama sekali.Rasanya pengen Gue bejek-bejek tu mahluk."geram Gaby
"Sabar...Yang penting semua sudah terungkap.Dan Gue yakin Dia bakal dapet hukuman yang setimpal."sambung Candra
"Loe hebat Ka..Loe bisa jebak tu Merica buat mengakui perbuatannya.Salut Gue sama Loe."puji Reva
"Gue juga ..Gue terimakasih banget sama Loe..Dan maaf tadi gue sempet ragu sama Loe..''timpal Andhika
"It's Ok..''jawab Raka
Raka beralih menatap Chaca yang sedari tadi memalingkan wajahnya.Dia mendekati gadis itu dan mulai menggodanya.
"Marah hm??"
"Gak...Siapa yang marah?."ketus Chaca
"Ngambek..Jelek tahu.."
"Iih...Jangan ngeledek!!"
Semua orang yang ada di sana menatap heran kedua nya..
"Kalian???"
Raka tersenyum tipis dan merangkul Chaca..''Iya ..Kita balikan..''
"Wah....Gila ..Gak nyangka Gue.. Selamat Bro.''
"Thanks Can"
"Chaca..!!!"Seru semua sahabat Chaca
__ADS_1
Chaca hanya tersenyum malu dan mengangguk pelan membenarkan ucapan Raka..
"Oh My God..Jadi itu beneran..??? Selamat Cha..''Sivanya memeluk Chaca.Begitu juga yang lainnya.Mereka semua mengucapkan selamat untuk keduanya.
Andhika tersenyum senang.Akhirnya mereka kembali bersatu.Bagaimanapun juga hanya Raka yang bisa membantu Chaca untuk sembuh.Karena kekuatan Cinta mereka.
"Selamat Ka..Gue kalah lagi.''Canda Andhika
"Thanks ''
"Sabar Dhik..Loe belum beruntung.Tapi Loe tenang aja..Masih banyak yang lain kok.. Contoh nya noh.."Gaby menunjuk Sivanya dengan dagunya.
"K_kak Gaby apaan sih??."Wajah Sivanya memanas di goda oleh Kakak kelasnya itu.
"Cie... Malu-maluin ni ye...''seru mereka serempak
"Ck..Kok malu-maluin sih..??"sungut Sivanya
"Jiah..Dia ngambek."
Semua tertawa dan terus menggoda Sivanya dan Andhika.Sedangkan Raka tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Chaca.Dia sangat bahagia bisa melihat orang yang Dia cintai tersenyum di samping nya..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari menjelang Sore,Raka memutuskan untuk mengantar Chaca pulang terlebih dahulu dengan alasan Kaki Chaca yang sakit.Tentu saja Raka tidak perlu meminta ijin pada pembina Osis.Karena Dia sendiri adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam organisasi itu.
"Chaca gak papa Kak..Kenapa harus pulang duluan..?."tanya Chaca
"Kaki Chaca terluka.Dan Chaca harus banyak istirahat.Lagipula untuk apa Chaca di sini kalau cuma tiduran doang ''
''Ish..Kan Chaca juga pengen liat kegiatan anak-anak Kak."
"Nanti kita bikin kegiatan sendiri di apartemen Kakak."
"Hah..??."
Raka terkekeh melihat ekspresi Kekasihnya yang terlihat begitu menggemaskan.
__ADS_1
Sebesar apapun usaha Chaca merayu Raka untuk tetap di sana ,Raka tetap akan membawa Chaca pulang.
"Nyebelin..!!."Chaca memanyunkan bibirnya karena selalu kalah berdebat dengan Raka..Tidak.Bukan berdebat.Tapi karena Raka tidak suka di bantah.
''Kita balik dulu..Gue serahin acara ini ke kalian.."pamit Raka
''Loe tenang aja..Semua beres."seru Andra
"Titip Chaca.Jangan macem-macem sama Dia.!!."timpal Andhika
''Gak akan.. Paling cuma satu macem.Iya kan Cha..?."Raka melirik Chaca sambil menaikturunkan kedua alisnya membuat gadis itu berdecak kesal..
"Hati-hati di jalan ya Cha..Nanti langsung istirahat .Jangan lupa di ganti perban nya."seru sahabat Chaca
"Iya... Terimakasih semuanya..''
"Sama-sama "
"Ayo..!! Taksinya udah dateng.."Raka menggendong Chaca ala bridal dan membawanya keluar dari tenda.
Semua Orang melihat keromantisan Chaca dan Raka.Mereka berspekulasi jika Chaca dan Raka balikan.
Ada yang ikut merasa senang tapi ada juga yang tidak.Seperti seseorang yang sedari tadi menatap tidak suka keduanya.Dia adalah Rizky.
Rizky mengepalkan tangannya geram melihat kedekatan Chaca dan Raka.Apalagi Dia mendengar jika mereka kembali bersama.
"Sial.. Kenapa harus balikan sih?Padahal Gue sudah berusaha buat misahin mereka.. Seperti nya Gue harus membuat rencana baru ''
...----------------...
Di dalam taksi,Raka tidak melepaskan pandangannya dari Gadisnya yang tertidur bersandar di bahu nya.Dia sangat bersyukur sampai-sampai Dia tidak bisa berkata-kata.
Tapi mengingat saat Chaca memutuskan nya sepihak membuat Raka khawatir.Dia takut jika nanti Chaca akan berubah pikiran lagi.Untuk itu Dia ingin tahu alasan kenapa Chaca mengakhiri hubungan dengan nya .
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, Mereka sampai di apartemen Raka.Dia membayar ongkos Taksi setelah itu menggendong Chaca ala bridal masuk ke Apartemen nya.
Sesampainya di Apartemen,Raka membawa Chaca ke kamar dan membaringkan nya di tempat tidur.
__ADS_1
Lagi dan lagi..Raka terus menatap wajah cantik gadis yang tertidur di depannya .
"Tidak akan pernah bosan Aku memandang mu.Melihat senyuman mu membuat jiwa ku kembali hidup . Melihat Dirimu di samping ku membuat hidup ku lebih bersemangat .Kau tempat ku kembali.Tempatku mencurahkan keluh kesah ku, melepas penat di hati ku.Tetaplah di sini bersama ku..Aku mencintaimu..My Love"