
Mobil Raka berhenti di depan basecamp tempat biasa Dia berkumpul dengan teman-temannya.
Di sana Andhika sudah menunggu nya.
Raka menghempas kan tubuhnya di depan sahabat nya itu.Dia memasang wajah dingin favoritnya saat bertatapan dengan Andhika karena dia tahu apa yang ingin sahabat nya itu bicara kan.
"To the point.."seru Raka
Andhika menghela nafasnya..."Tidak bisa kah Loe berbasa-basi dulu.Kita sudah beberapa hari tidak bertemu karena loe bolos sekolah."
"Gue gak ada waktu..."
Andhika berdecak kesal..
"Ok..!!!Gue yakin Loe udah tau maksud gue minta ketemu.Ini soal Dania.."Andhika menatap Raka yang terlihat tidak perduli.Dia semakin yakin jika Raka tahu sesuatu.
"Gue baru dapat kabar kalau Dania masuk rumah sakit karena mengalami kecelakaan.."
"Terus...???Apa hubungannya sama Gue..???"Tanya Raka.
"Bukan Loe kan yang bikin dia celaka..??"selidik Andhika
"Kalo iya memang nya Kenapa...???Loe gak terima..??"
Andhika menghela nafasnya..."Gue serius Ka.. Kalau sampai Dania melaporkan kasus ini ke pihak berwajib...."
"Dia tidak akan berani..."sanggah Raka
"Kalau pun dia berani lapor Gue juga bisa jeblosin dia juga..Gue punya bukti kuat untuk membawa nya ke penjara.."ucap Raka
"Lagipula Apa yang gue lakukan ke Dania itu tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang Dia lakukan pada Chaca.."
"Dia mengalami syok karena kejadian yang menimpa nya Ka dan loe bilang itu hanya..???"seru Andhika
"Lalu bagaimana dengan Chaca..???Dia tidak hanya syok tapi juga terluka.Seluruh tubuh nya tergores karena terguling ke jurang, Kakinya terkilir dan Chaca juga di lecehkan..Jadi menurut Loe apa gue keterlaluan jika hanya membalas dengan menggantungnya saja di jurang ..HAH..??"bentak Raka
"Loe Kakak nya harus nya Loe tahu keadaan Chaca seperti apa..Loe sendiri kan yang bilang kalau dia terlihat kuat di luar tapi rapuh di dalam..."teriak Raka
"Maaf..!!"lirih Andhika
"Loe bener Gue sebagai Kakak nya harus nya tahu Chaca seperti apa..Gue cuma khawatir sama Loe..Gue takut Loe nekad dan melakukan hal yang di luar batas .."
"Loe gak perlu khawatir.. Lagipula gue mati pun gak akan ada yang perduli..apa lagi hal sepele kayak gini.."wajah Raka berubah sendu
"Loe jangan gitu Ka..Ada gue sahabat Loe yang peduli sama Loe.Dan jangan lupa sekarang Loe punya Chaca.."seru Andhika
Raka menghela nafasnya.."Tapi Chaca belum bisa Nerima gue.. Selama ini gue selalu memaksa kehendak gue ke dia.Gue sadar itu.Tapi Gue akan terus menunggu dia membuka hatinya buat gue.."
"Itu baru Raka yang gue kenal..."Sahut Andhika
Raka terdiam.Dia teringat kejadian semalam saat Chaca histeris ketakutan.
__ADS_1
"Dhik..!!Ada apa sebenarnya dengan Chaca..??"tanya Raka
"Apa maksud Loe..??"
Raka pun menceritakan tentang apa yang terjadi semalam pada Chaca.
"Kenapa Chaca histeris seperti itu..??"tanya Raka penasaran.
"A_Apa Chaca baik-baik saja sekarang..??A_apa dia meminum obat nya saat itu..??"Tanya Andhika yang terlihat khawatir dengan keadaan Chaca.
Raka mengerutkan keningnya.."Obat..???"
Andhika mengangguk cepat.."Gue harus pasti'in dia minum obat itu..A_apa dia sudah sadar sekarang..?? Karena setiap sakit nya kambuh dia hanya bisa tenang jika di beri obat penenang atau kalau tidak dia akan pingsan "
"Sakit..???Obat penenang..???Apa maksud Loe Dhika..?? Kasih tahu Gue..??"
Andhika mengambil ponselnya dengan tangan yang bergetar.Dia mencoba menghubungi Chaca. Tapi beberapa kali ponselnya jatuh dari tangan nya karena rasa takut dan khawatir akan keadaan Chaca.
Raka nampak mengerutkan keningnya.Dia mengambil ponsel Dhika dan meletakkan nya di meja Sebelum sambungan telepon terhubung dengan Chaca.
"Dia baik-baik saja.."Raka menghubungi Chaca menggunakan ponsel nya.
^^^"Hallo..!!Siapa ini .??"^^^
Raka menekan tombol loudspeaker.."Ini Kakak.Chaca lagi apa .??"
^^^"Kak Raka..???"^^^
^^^"Lagi beres-beres.. Rumah Chaca kotor karena udah lama Chaca tinggal.."^^^
"Baru juga 3 hari Cha..''
Terdengar decakan dari Chaca membuat Raka tersenyum.
"Ya udah.Tapi jangan sampai kecapean..
^^^"Iya iya ..Udah ah.. Chaca tutup dulu telepon nya.Bye..."^^^
Raka memasukkan kembali ponsel nya kedalam saku nya.
Andhika menghela nafasnya lega karena gadis itu terlihat baik-baik saja.
"Bisa Loe cerita sekarang..??"seru Raka
"Gue minta maaf karena gue gak cerita semua tentang Chaca sama Loe.. Sebenarnya....
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Brakh...
Raka membuka pintu rumah Chaca dengan kasar membuat Chaca yang sedang menonton televisi berdiri karena kaget.
__ADS_1
"Kak Raka..??"lirih Chaca
Raka berjalan pelan.Ucapan Andhika masih terngiang di kepalanya..
"Chaca mengalami trauma sejak kecil.Dia mengidap PTSD..."
"PSTD..??"
Andhika mengangguk kan kepalanya..
"PTSD post traumatic stress disorder atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan.Dan itu terjadi pada Chaca.."
Raka masih membisu dan berjalan ke arah Chaca.Dia menatap gadis itu dengan mata yang mulai berembun.
"Sejak berumur 2 tahun, Chaca sering melihat Ayah dan Ibunya bertengkar, Bahkan Ayah Chaca tidak segan memukul Ibu nya di depan matanya.Dan jika Chaca melakukan sesuatu yang menurut Ayah nya salah,Chaca akan di hukum dengan di kurung di gudang yang gelap dan pengap.Terkadang dia juga tidak luput dari kekerasan yang dilakukan Ayah nya."
"Kakak kenapa..??"tanya Chaca.Tapi Raka masih terdiam.Ucapan Andhika masih memenuhi kepalanya.
"*Ibu Chaca meninggal di depan matanya setelah bertengkar dengan Ayahnya yang memilih pergi dengan wanita lain.Itu membuat Chaca takut dengan orang dewasa.Apa lagi mereka yang berteriak atau pun bertengkar di depannya.."
"Butuh 2 tahun untuk Chaca bisa berinteraksi dengan orang-orang sekitar.Awalnya kami mengira jika Chaca sudah sembuh tapi ternyata penyakit itu tidak sepenuhnya sembuh.Dia akan kembali histeris jika orang yang dekat dengan nya melakukan sesuatu yang mengingatkan nya pada trauma masa lalu nya*.."
Raka berlari kearah Chaca dan langsung memeluk erat tubuh Chaca.. Air mata nya tidak bisa lagi terbendung.
"Ka_Kak Raka..??"
"Maaf..!! Maafin Kakak...!!"
"Kakak ngomong apa sih..??Maaf kenapa..??"
Raka menghapus air matanya dan melepaskan pelukannya.Dia menakup kedua pipi Chaca dan
Cup
Raka mencium bibir Chaca.
Chaca melebarkan matanya..Dia begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Raka.Dia merasa ada yang berbeda dengan pemuda itu.
Raka melepas ciumannya.Dia menyatukan keningnya dengan kening Chaca.
"I Love You.."seru Raka
"Ka_kak...!!
"Sstttss.."Raka meletakkan jari telunjuk di bibir Chaca
"Kakak hanya ingin bilang kalau kakak cinta sama Chaca..Chaca gak perlu buru-buru jawab.Kakak hanya ingin Chaca tahu perasaan Kakak.Kakak akan menunggu jawaban Chaca sampai kapanpun.."
Raka kembali menyatukan bibir mereka.Dia ******* lembut bibir ranum gadis itu.
Chaca tidak tahu apa yang harus dia lakukan.Tapi dia begitu menikmati permainan lidah pemuda itu.
__ADS_1
"Boleh kah Chaca egois untuk saat ini.. Chaca menginginkan Kak Raka saat ini.. Untuk saat ini saja.."