
Setelah melakukan terapi pertama,Raka meminta waktu berdua dengan Chaca.Tahu apa maksud Raka, Dokter Rena memberikan ruang untuk mereka berdua.
"Chaca..!!Kenapa diem hm??Apa Chaca takut? ".Raka mengajak bicara Chaca karena dari tadi Chaca hanya Diam dengan tatapan kosong.Sama seperti waktu pertama kali Raka yang tidak sengaja memarahi Chaca dan membuat nya Seperti boneka.Diam tanpa Ekspresi.Sangat menyakitkan melihat orang yang kita cintai seperti itu.
Raka menggenggam tangan Chaca erat ."Liat Kakak..!!".
Chaca merespon ucapan Raka.Dia menoleh menatap Raka.Tapi masih dengan bibir yang rapat dan tatapan yang kosong.
Cup
Raka mencium sekilas bibir Chaca.Tapi tidak ada reaksi sama sekali.Tapi Raka tidak berhenti.Dia terus menciumi Chaca sampai Gadis itu merespon dan membalas Ciuman Raka.
Lama kelamaan Ciuman itu semakin dalam.Raka menekan tengkuk Chaca sampai-sampai Chaca tidak bisa mengimbangi nya..
"Emmpht...''.Chaca memukul bahu Raka karena Dia sudah kehabisan nafas.
Raka melepas ciumannya dan mengusap bibir Chaca yang basah karena perbuatannya."Kenapa?".
Kenapa?Apa dia ingin membunuhnya?. Itulah yang ingin Chaca ucapkan tapi entah kenapa bibir nya seolah kaku untuk di gerakkan..
"Chaca gak mau ngomong sama Kakak?".
Walaupun Bibir nya tidak bergerak tapi dari tatapan Chaca,Raka tahu jika Chaca ingin mengatakan sesuatu.Ya..Setidak nya Chaca sudah merespon nya dan tatapan nya tidak lagi kosong.Karena Ada Dirinya di mata Chaca..
Tinggal sedikit lagi,Raka akan membuat Chaca kembali seperti biasanya .Sebentar lagi.Raka tidak mungkin membawa Chaca keluar dengan keadaan Chaca yang seperti itu.Dia tidak ingin orang lain menghina kekasih nya
"Jadi jalan-jalan?".tanya Raka dan di jawab dengan anggukan oleh Chaca.
"Ngomong dong!!Kalau Chaca diem aja.Nanti kalau kita jalan-jalan ada cewek yang goda Kakak,Siapa yang bakal marahin tuh Cewek".Chaca mendelik mendengar penuturan Raka.Apa? Menggoda?Itu tidak bisa di biarkan .Raka hanya milik nya..Milik Chaca.
Perlahan Chaca menggerakkan bibirnya.Tapi Belum sempat suara Chaca keluar,Raka lebih dulu menyambar bibir ranum Chaca .Dia tidak tahan untuk tidak mencium kekasihnya itu.apalagi dengan bibir nya yang sedikit terbuka, Seolah mengundang nya untuk melakukan nya.
Raka mendorong Chaca hingga terbaring di Sofa.Dia mencium Chaca begitu agresif.Bahkan kedua tangannya kini berada di dua benda kenyal milik Chaca.
Chaca mendelik dan mendorong Raka hingga pemudanya itu terjungkal jatuh ke lantai..
"Kakak Mesum..!!!".Chaca menyilang kan kedua tangannya di depan dadanya.
Bukannya merasa bersalah, Justru Raka tertawa keras."Berhasil".Batin Raka.
__ADS_1
"Kenapa Kakak malah tertawa?Kakak sengaja ya melakukan itu?".
Raka bangun dan duduk di samping Chaca."Nikmat bukan!!".Raka menaikturunkan kedua alisnya.
"KAKAK..!!!!"
"Hahahaha....''.Raka begitu senang menggoda Chaca.Sekarang Dia tahu bagaimana membuat Chaca kembali sadar dan keluar dari dunia kelam nya.Itu bisa di coba lagi nanti saat Terapi kedua.
"Hmph..".Chaca memalingkan wajahnya.Dia marah dengan Raka karena sudah berbuat mesum padanya saat dia tidak berdaya.
"Dasar.. Mencari kesempatan dalam kesempitan". gerutu Chaca
"Salah Cha..Tapi sambil menyelam menangkap ikan.Dapet bonusnya..".
Chaca mendelik.Dia tidak percaya Raka akan mengatakan hal itu.Apa dia sadar mereka sekarang berada di mana? Bagaimana jika ada yang melihat?.
"Maaf..".seru Raka."Janji gak lagi.."
"Chaca gak percaya!!".
''Kakak gak minta Chaca percaya.Karena Kakak akan melakukan nya lagi ".
"Janji gak di sini lagi maksud Kakak..Kakak akan melakukan nya nanti di Apartemen ".
"Kakak..!!!!"teriak Chaca.Dia gemas dengan Raka yang senang menggodanya.
"Ya sudah.. Sebagai ucapan Maaf Kakak, Sekarang kita akan jalan-jalan.Chaca mau kemana?".
"Kita jadi jalan-jalan?".
"Tentu..Jadi Chaca mau kemana?".
"Chaca pengen ke Villa Kakak boleh?".
"Villa?".
Chaca menganggukkan kepalanya.Dia ingin pergi kesana karena Dia merasa nyaman berada disana.
"Baiklah..".Raka langsung menggendong Chaca ala bridal dan membawanya keluar dari Ruangan Dokter Rena.
__ADS_1
"Kak..".pekik Chaca..
"Turunin Chaca !!Chaca bisa jalan sendiri!!".
"Sst.. Diam..!!Chaca mau Kakak di godain Cewek lain?".
Digodain cewek lain?tentu saja Chaca tidak mau.Tapi apa hubungannya dengan Raka yang menggendong nya?
"Kalau gini kan gak bakalan ada yang godain Kakak.Karena Kakak milik Chaca..Dan Chaca hanya milik Kakak".Raka terus berjalan dengan ekspresi dingin dan menatap tajam orang-orang yang melihat Kecantikan Chaca.
Chaca tidak bisa berkata-kata lagi..Dia pasrah dengan apa yang Raka lakukan.Dia hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang pemuda itu karena malu menjadi pusat perhatian pengunjung Rumah Sakit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bagaimana Dokter?".Tanya seseorang yang saat ini berada Ruang khusus di Rumah sakit.
"Saya sudah memeriksa nya dan Melihat reaksi Nona Chaca, Penyakit yang di deritanya belum terlalu parah dan masih bisa di sembuh kan Tuan Wira".terang Dokter Rena.
Ya.. Setelah memeriksa Chaca, Dokter Rena menemui Wira di Ruang Khusus di Rumah sakit untuk melaporkan hasil pemeriksaan nya terhadap cucu orang no 1 Se Asia itu.
"Berapa persentase Chaca bisa sembuh?".
"Maaf Tuan.Saya tidak bisa memprediksi nya.Itu semua tergantung si pasien.Jika dia punya tekad untuk sembuh,Saya yakin 99% Nona Chaca akan sembuh.Apalagi kita punya Kartu As yang bisa membantu proses penyembuhan Nona Chaca".
Wira mencondongkan tubuhnya menatap dalam Dokter Rena."Siapa?".
"Raka Tuan.Baru saja Raka mengirim pesan pada saya jika Nona Chaca sudah kembali seperti biasa.Bahkan mereka sekarang pergi jalan-jalan".seru Dokter Rena
"Benarkah?".tanya Wira yang seolah tidak percaya Raka bisa melakukan hal itu.Bahkan dulu waktu Chaca melakukan terapi,Dia akan histeris dan hanya obat bius yang bisa menenangkan Chaca.
Dokter Rena mengangguk."Saya sudah memberikan jadwal terapi untuk Nona Chaca pada Raka.Jika Tuan mau,Saya juga akan memberikan nya pada Tuan".
"Tidak.. Tidak perlu Dokter.Jika Anak itu tahu Aku mengawasi nya,Dia pasti akan berfikir Aku yang menyuruh Raka untuk membujuk nya melakukan terapi.Biar saja Raka melakukan sesuai keinginan nya.Aku percaya padanya".
"Baiklah Tuan.Kalau begitu saya permisi dulu karena saya masih ada pasien ".
"Terimakasih sebelumnya nya Dokter ".
Dokter Rena hanya menjawab dengan anggukan dan pergi meninggalkan Wira sendiri di Ruangan itu.
__ADS_1
Pria paruh baya itu menghela nafas lega.Dia sangat bersyukur Chaca mau melakukan terapi lagi.Dan semua itu berkat Raka.Ya seperti nya Dia akan berterimakasih pada pemuda itu dengan menjodohkan keduanya.Karena Dia yakin mereka saling mencintai.