Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Persiapan Menyambut Tamu Spesial


__ADS_3

RD_ABLE GROUP


BRAKH...


"APA KAU BILANG? SATU PERSATU INVESTOR KITA PERGI DAN MENCABUT INVESTASI MEREKA?"


"I_iya Tuan. Sekarang kita bangkrut."


Danu mengusap wajahnya kasar. Dia begitu geram mendengar kabar dari asistennya. Sudah di pastikan perusahaan yang dia rintis dari nol akan segera gulung tikar. Tidak hanya itu, sampai sekarang dia juga belum menemukan keberadaan Roger. Dan hal itu membuatnya frustasi.


"ARRGGHH... SIAL! SIAL!" teriak Danu.


"Semua ini gara Wira, andai dia tidak membatalkan kerjasamanya dengan RD_able group, mungkin semua tidak akan seperti ini." Geram Danu. Dia bisa saja menggunakan uang dari usaha di Dunia hitam. Tapi itu bisa membuat curiga awak media.


"Apa belum ada kabar dari Roger?" tanya Danu pada Asistennya


"Sampai saat ini kami tidak bisa menemukan keberadaan Tuan Roger, Tuan."


"Ck.. Kemana anak itu sebenarnya?"


Danu bergulat dengan pikirannya sendiri. Dia harus melakukan sesuatu agar perusahaannya tidak bangkrut. Sepertinya setelah ini dia harus membuat perhitungan dengan Wira. Dia sudah membuatnya kehilangan perusahaannya dan dia akan melakukan hal yang lebih kejam pada Wira dan keluarganya.


Tok Tok Tok


"Masuk!!" seru Danu


Anak buah Danu dari dunia hitam datang dengan sebuah kotak yang terbungkus rapi.


"Ada apa?" tanya Danu

__ADS_1


"Ada paket yang dikirim ke markas Bos. Dan tertulis jika paket ini harus segera di buka atau jika tidak seseorang akan mati." terang anak buah Danu.


Mendengar hal itu, Danu segera merebut paket tersebut. Dia membuka pembungkus kotak itu dengan buru-buru. Entah mengapa dia mempunyai firasat buruk.


Kotak berhasil di buka. Di dalamnya hanya ada potongan-potongan kertas. Danu menumpahkan isi kotak tersebut di meja dan menemukan sebuah flashdisk diantara potongan-potongan kertas tersebut.


Tidak mau menunggu lama, Danu segera menancapkan flashdisk di laptopnya dan muncul sebuah video yang memperlihatkan seseorang yang dia kenal sedang di siksa.


Danu mengepalkan tangannya. Dia membanting laptopnya hingga hancur


"Arrgghh... Brengsek!! Beraninya dia melakukan hal itu pada putraku." teriak Danu


"Siapkan semua bodyguard yang ada di markas. Hari ini juga kita akan menyelamatkan Roger." titah Danu


"Baik Tuan"


...****************...


"Sudah Bos. Dan sepertinya sekarang dia tengah menyiapkan anak buahnya untuk menyerang kita." seru Zion


Reynand tersenyum sinis. Dia sudah menduganya. Dan dia juga telah menyiapkan penyambutan untuk tamu spesialnya nanti.


"Sekarang, kau kembalilah ke kediaman keluarga Joseph. Aku ingin kau melindungi Chaca." ucap Reynand


"Ta_tapi Bos. Aku juga ingin ikut berperang denganmu. Aku ingin membalaskan kematian Tuan Besar. Lagipula aku sudah berjanji untuk melindungi mu, Bos."


Reynand menatap Zion dan menepuk pelan bahunya. " Aku tahu. Tapi kau tidak perlu mengkhawatirkan ku. Dengan kau melindungi Chaca, maka kau sudah melindungi separuh hidupku. Hanya kau yang aku percaya, Zi."


Zion mengepalkan tangannya. Dia ingin berada di samping Reynand untuk memperbaiki kesalahannya yang lalu karena tidak bisa melindungi pria itu. Tapi sekarang lagi-lagi Rey memintanya untuk tidak berada di sampingnya.

__ADS_1


"Kau mau kan Zi? Chaca adalah segalanya untukku. Aku tidak akan bisa hidup tanpa nya. Jadi, jika kau melindunginya, Aku akan sangat berterimakasih padamu." lanjut Reynand


"Harusnya kau yang melindunginya, bukan aku. Tugasku hanya melindungi mu. Jika terjadi sesuatu padamu, aku harus menjawab apa jika Tuan besar bertanya nanti?"


"Dia tidak akan bertanya padamu, Zion." bukan Reynand. Tapi kali ini Lukas yang menjawab. Dia berdiri di depan Zion dan kembali berkata, " Kau tidak perlu khawatir. Ada aku yang akan melindunginya. Aku tahu kau pasti merasa bersalah karena tidak bisa berada di samping Rey. Tapi percayalah, dia akan baik-baik saja. Lagi pula aku juga ingin menebus kesalahanku karena tidak bisa melindungi tuan besar."


"Sekarang kau bisa merasa lebih tenang bukan? Ada Lukas di sini. Jadi sekarang, bawa beberapa bodyguard untuk berjaga di sana. Aku tidak mau Chaca terluka. Jika sampai itu terjadi maka....


Glek


"Ba_baiklah." Zion buru-buru keluar dari ruangan tersebut dan membawa beberapa bodyguard pergi ke kediaman Keluarga Joseph.


Kini di ruangan tersebut hanya menyisakan Reynand dan Lukas saja.


"Ada apa?" tanya Reynand


"Mereka sudah bergerak." seru Lukas


"Aku sudah tahu."


"Dia membawa begitu banyak anak buah. Dan itu tidak sebanding dengan kita."


"Apa kau takut?"


"Bu_bukan begitu. Hanya saja....


Reynand menepuk bahu Lukas dan membisikkan sesuatu. "Apa kau paham sekarang?"


"Wow.. Aku tidak menyangka jika kau sudah mempersiapkannya begitu matang. Baiklah, aku akan menyiapkan kejutan untuk menyambut tamu spesial kita." Lukas pergi dan melakukan sesuatu yang di perintahkan Reynand. Dia tidak menyangka jika Bos nya sudah mempunyai rencana. Awalnya dia mengira mereka akan nekad melawan mereka karena mau bagaimanapun mereka kalah jumlah.

__ADS_1


Tapi sekarang dia tidak perlu khawatir karena rencana Reynand tidak main-main. Dia memang pantas di juluki Angel Of Death .


__ADS_2