
Pagi hari nya.Semua Siswa kelas 10 Sudah terjaga untuk memulai aktivitas pagi mereka seperti Membuat sarapan dan juga mandi.
Sama hal nya dengan Chaca dan yang lain.Mereka kini tengah bergantian untuk mandi dan sebagian membuat sarapan.
Chaca dan Sivanya yang ingin pergi mandi tidak sengaja melihat Marissa yang pergi ke tenda Anggota OSIS.
"Ngapain Dia ke sana..???"gerutu Sivanya
"Mungkin ada urusan.Udah ah Ayo mandi..!!"ajak Chaca
Marissa yang ingin pergi ke tenda Anggota OSIS terhenti kala ada yang menyapa nya
"Eh Marissa..Mau kemana..??"tanya Loli teman sekelas Marissa
"Gue mau nyamperin cowok gue.."seru Marissa dengan sombongnya.Dia ingin menunjukkan kepada semua orang jika dia adalah kekasih Seorang Raka.Cowok populer di Sekolah.
"Oh iya.Kita hampir lupa .Loe semalem jadian ya sama Kak Raka..?? Selamat Ya Ris.."seru Dora
"Makasih.."
"Maaf ya.Gue kira semalem cuma bo'ongan .Habis Kak Raka keliatan serasi banget waktu duet sama Chaca.Ya kita kira mereka belum putus.."sahut Loli
"Maksud kalian apa ngomong kayak gitu??"geram Marissa
"Wuih..Slow aja Ris...Kita kan gak tahu .Iya gak...??"Dora dan yang lain nya mengangguk setuju.
Marissa yang merasa di permalukan memilih pergi untuk menemui Raka.
"Sial...!!!Ini semua gara-gara cewek miskin itu .Gue di permalukan cuma karena mereka duet tadi malem..Awas aja ya...Gue bakal buat perhitungan sama dia.."geram Marissa
Marissa terus saja menggerutu sambil menghentakkan kaki nya.Dia benar-benar tidak terima ucapan Loli dan yang lainnya.
Hingga dia sampai di depan tenda Anggota OSIS.Dia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang semalam menjadi kekasih nya.
"Eh Kak...Liat Kak Raka gak..??"tanya Marissa pada Reva.
Reva memandang Marissa dari atas sampai bawah.Dia begitu risih melihat penampilan adik kelasnya itu.
Di cuaca yang dingin pagi ini tapi Marissa justru memakai baju yang tipis dan terbuka.
__ADS_1
Ya selama Acara Camping.Mereka di bebaskan memakai baju apa pun kecuali saat mengikuti kegiatan-kegiatan tertentu.
"Kak..!!!"Panggil Marissa
"Ah...Gue gak tau dimana Raka.Mungkin lagi kumpul sama yang lain buat bahas kegiatan nanti.."jawab Reva
"Ya udah kalo gitu Ica cari Kak Raka dulu ya.."pamit Marissa
Reva Hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
"Kenapa Va..???"tanya Gaby
"Itu si Marissa cari Raka..Ya gue Jawab aja gak tahu.Males gue liat dia.."seru Reva
"Jangan gitu..Ntar Raka marah loh.."
"Biarin..Gue juga yakin Raka sebenarnya terpaksa terima dia..Udah Ah..Gue mau mandi dulu.."Reva berlalu meninggalkan Gaby.
Sementara itu Marissa masih mencari Raka dengan bertanya pada teman-teman Raka.
Tidak lupa dia sedikit tebar pesona pada Kakak kelasnya itu
"Ok Kak.Makasih.."Marissa menghampiri Raka dengan senyuman yang tidak lepas dari wajah nya.
"Pagi Kak..!!!"sapa Marissa.
"Ck...Ngapain loe..??"Bukan nya Raka tapi justru Andra yang bertanya.
"Ica mau ketemu pacar Ica Kak..!!!"seru Marissa.
"Pacar..???Siapa..???"
"Itu Kak Raka.."
"Dia cewek elo Ka...???"tanya Chandra
"Bukan.."jawab Raka singkat
"Denger kan..!!!Nah sekarang loe pergi.Jangan ganggu kita.."
__ADS_1
"Kok Kak Raka gitu sih..Kita kan udah jadian tadi malem Kak.."
"Kapan..???"tanya Raka
"Semalem.. Kakak terima bunga dari Ica..itu artinya kita jadian kan.."seru Marissa
"Loe lihat itu..!!!"Andra menunjuk tong sampah tidak jauh dari mereka.
"Coba loe buka..!!"
Walau ragu tapi Marissa tetap melakukan apa yang di minta Kakak kelas nya.Dia membuka tutup tong sampah itu.Dan betapa geram nya dia ketika melihat bunga yang semalam di berikan nya pada Raka Ada di sana dan sudah tidak berbentuk.
"Ini maksudnya apa..???"teriak Marissa
"Itu jawaban Raka semalam.."seru Chandra
Marissa yang tidak terima menghampiri Raka dan minta penjelasan pada Raka.
"Kenapa Kak Raka tega sama Ica?? Kalau emang Kakak nolak Ica kenapa semalem ambil bunga nya..??."teriaknya
Raka berdecih dan berdiri di depan Marissa..."Loe liat tulisan Deket tempat sampah itu kan..Buanglah sampah pada tempatnya.Loe Taukan maksud gue.."Seru Raka dengan wajah dingin favorit nya.
"Ta_tapi kan..."
Raka ingin cepat-cepat mengusir perempuan itu tapi tiba-tiba pandangan tertuju pada Gadis yang sangat dia cintai.Dan terbesit ide untuk membuat Chaca cemburu.
Raka mencondongkan tubuhnya mendekat kan bibir nya pada telinga Marissa. .."Asal loe tahu.Gue sama sekali tidak tertarik sama loe.Walau pun loe telanjang sekali pun Gue gak bakalan Mandang loe.Justru gue ngerasa jijik melihatnya.Dan perlu Elo ingat Hati gue cuma ada Chaca.Dan terimakasih loe udah bantu gue buat dia cemburu..."Raka menegakkan kembali badan nya .Dia melirik Chaca yang melihat kearah nya.
"Kak Raka ngapain cium-cium tu merica..."seru Sivanya.
"Mereka kan pacaran.Jadi wajar dong.Udah ah.. Chaca mau balik ke tenda .."Chaca meninggalkan Sivanya yang terus menggerutu.Dia tidak kuat melihat pemandangan itu.Dengan mudah nya mereka berciuman di depan orang-orang.Dan itu membuat hati nya terasa nyeri.
Raka tersenyum tipis melihat Chaca yang pergi dengan wajah yang terlihat kesal.Dia yakin gadis itu mengira jika dirinya baru saja mencium Marissa
"Pergi..!!!"Ucap Raka.
Marissa mengepalkan tangannya..Dia merasa di permainan oleh pemuda itu.
Kebencian nya pada Chaca semakin bertambah karena dirinya Hanya di jadikan alat untuk membuat nya cemburu.
__ADS_1