
Raka memarkirkan mobilnya di pelataran rumah yang terbengkalai di tengah hutan.Dia turun dari mobilnya dan berdiam diri sejenak.Pertemuannya dengan Arkan membuatnya waspada.Dia tidak takut,hanya saja dia tidak ingin jatuh korban terlalu banyak.Cukup antara Arkan dan dirinya saja yang nanti mati.
Setelah memastikan semua aman,Raka masuk ke dalam rumah tersebut.Walaupun Rumah itu terlihat terbengkalai dari luar,tapi tidak untuk dalamnya.Rumah itu mempunyai interior yang mewah dan sangat bersih.
Saat Raka masuk,dia di sambut oleh pria berbadan besar yang membungkuk hormat padanya.
"Selamat datang bos."sapa pria itu.
Raka hanya diam memandang semua orang yang berkumpul disana.Entah harus dari mana dia memulai nya.Bahkan dia belum pernah berada di situasi seperti ini.Haruskah dia egois dan mengorbankan orang-orang yang ada di depan nya ini untuk balas dendam?
''Kami siap menerima perintah Bos dan mengorbankan nyawa kami untuk melindungi Bos Raka."ujar Zion yang tahu apa yang sedang pemuda itu pikirkan.
Ini memang sulit.Raka termasuk orang yang mudah mempelajari sesuatu yang baru seperti ilmu beladiri dan penggunaan senjata yang diajarkan oleh ketua sebelumnya.Tapi untuk memimpin organisasi ini,Raka masih butuh belajar.
"Gue gak tahu harus bagaimana.Tapi saat ini orang yang sudah membunuh Kakek Carlos dan menghancurkan hidup gue tiba-tiba muncul.Bahkan Dia dengan tegas menginginkan kepemimpinan organisasi ini."
"Jika bukan karena kakek, mungkin gue sudah lama membubarkan organisasi ini.Tapi gue juga sedikit tahu untuk apa organisasi ini dibangun.Kakek cuma ingin melindungi apa yang menjadi miliknya.Organisasi ini di bangun bukan untuk menghancurkan orang lain.Gak, maksud gue kita gak akan memulai peperangan jika orang lain tidak memulai nya terlebih dahulu."
"Mungkin diantara kalian ada yang tahu dendam apa yang Arkan miliki sampai-sampai dia mengkhianati kami."ujar Raka
Anak buah Raka saling pandang.Mereka tidak tahu siapa Arkan.Bahkan mereka mengenal Arkan karena tuan Carlos memperkenalkan pria itu pada mereka.
"Jadi kalian tidak tahu siapa Arkan?"tanya Raka.
"Kami tidak tahu siapa Arkan.Saat Tuan Carlos menolongnya,Tuan Carlos pernah menyuruh Ketua untuk mencari tahu siapa dia.Tapi aku tidak tahu kelanjutan nya.Hanya ketua dan tuan Carlos yang tahu."terang Zion.
Raka terdiam.Sepertinya dia harus mulai mencari tahu akan hal itu.Tidak mungkin Arkan melakukan hal itu tanpa alasan tertentu.
Waktu itu,di malam Arkan merenggut nyawa sang kakek,Arkan mengatakan jika Kakek nya bukanlah manusia,tapi iblis berwujud manusia.Sebenarnya apa yang terjadi antara mereka?
Sial..!! Harusnya dia langsung mencari tahu akan hal itu.Waktu itu dia terlalu larut dalam kesedihannya.Bahkan dia hidup seperti boneka.Tidak bisa mengekspresikan perasaan yang dia rasakan.Sampai dia bertemu dengan Chaca yang ternyata juga mempunyai masa kelam seperti nya.
"Gue pengen elo cari tahu siapa Arkan? Informasi apa yang paman dapat waktu itu."titah Raka
Zion mengangguk dan langsung menjalankan perintah Raka.Sedangkan Raka dan yang lain mulai menyusun rencana.
...****************...
__ADS_1
Sementara itu di kediaman keluarga Joseph.Chaca menggeliat mengerjapkan matanya.Dia bangun dan merasa seluruh tubuhnya lemas tak bertenaga.
"Aku dimana?"gumamnya saat melihat sekelilingnya.Sepertinya ini bukan tempat yang asing untuk nya.
"Kau sudah bangun sayang!"
Chaca tersentak,Dia menoleh kearah suara wanita yang memanggil nya."Bunda?"
Wanita itu tersenyum.Dia adalah Grace,Ibu dari Andhika.Dia sudah menganggap Chaca sebagai putri nya sendiri dan meminta gadis itu untuk memanggil nya bunda,sama seperti Andhika memanggilnya.
"Iya sayang.Ini bunda."Grace memeluk Chaca.Dia sangat merindukan gadis itu.Karena Chaca,Grace bangkit dari keterpurukannya.Dia pernah divonis dokter tidak bisa hamil lagi karena kandungan nya lemah.Jika dia memaksa untuk hamil maka itu akan sia-sia karena Grace ataupun bayinya nanti tidak akan selamat.Untuk itu Yoga meminta Grace untuk tidak memaksakan kehendaknya.Hingga Chaca hadir dan merubah segalanya.Grace menggangkat Chaca menjadi putrinya.
"Chaca kangen."ucap gadis itu.
"Kalau chaca kangen, kenapa Chaca gak pernah pulang ,hm?"
"Chaca sibuk Bun."
"Sibuk apa?pacaran?" goda Grace.
Grace terkekeh.Ekspresi Chaca sungguh sangat menggemaskan.
"Bunda,kenapa Chaca bisa ada disini?"tanya nya.Dia merasa heran kenapa dia bisa pulang ke rumah Kakek nya.Sedang tadi dia masih bersama Raka.Dan lagi,kemana pria itu?apa dia sedang bersama Andhika?Tapi kenapa dia membawanya kemari?.
"Tadi Raka yang mengantar Chaca kemari.Dia bilang ,dia ada urusan sebentar."
"Urusan?"
Grace mengangguk.Dia tidak tahu harus berkata apa?biarlah nanti Andhika yang menjelaskan padanya.
"Sekarang kamu mandi dulu setelah itu kita makan malam bersama,Oke? Bunda tunggu di bawah ya."Grace keluar dari kamar Chaca dan membiarkan gadis itu membersihkan diri terlebih dahulu.
Tunggu!!Makan malam?Chaca melihat jam yang menempel di dinding kamar nya.Oh my God.Jam 5 sore.Memangnya berapa jam dia tertidur?
Chaca terdiam mencoba mengingat apa yang terjadi?Tadi siang Raka mengajaknya untuk pulang Dan di mobil pemuda itu menciumnya dan memaksanya menelan sesuatu."Jangan-jangan....."
Chaca mencari ponselnya dan mencoba menghubungi Raka.
__ADS_1
"Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi"
"Ck.. Kenapa Ponselnya tidak aktif?"gerutu Chaca.Dia merasa ada yang aneh.Setelah Raka menciumnya dia sudah tidak ingat apa-apa.Apa jangan-jangan yang dia telan itu adalah obat tidur?tapi kenapa Raka melakukan hal itu padanya?
"Kak Andhika?Iya..Kak Andhika pasti tahu sesuatu.Chaca harus tanya sama Kak Andhika."Chaca bergegas turun dari tempat tidur dan keluar kamar mencari Andhika.
Tok Tok Tok
"Kak..!!Kakak ada didalam?"Chaca mengetuk pintu kamar Andhika dan memanggilnya.Tapi dia tidak mendengar ada kehidupan di dalam sana.
Tok Tok Tok
"Kak!! Ini Chaca.Buka pintu nya Kak!!"
"Chaca ngapain di depan kamar kakak?"Andhika menghampiri Chaca dan membuka pintu kamarnya.
"Kakak dari mana?"
"Main."Andhika masuk ke kamar nya di susul oleh Chaca.
"Kak Raka mana?"
Andhika mengerutkan keningnya."Kok tanya Kakak?Raka kan sama Chaca sampai-sampai dia bolos sekolah hanya untuk nemenin Chaca."
"Ck..Bukan itu kak.Tadi pasti Kak Raka kan yang bawa Chaca pulang kemari.Terus Kak Raka nya kemana?kenapa ponselnya gak aktif?"
"Kakak gak tahu kenapa ponselnya gak aktif.Mungkin dia sedang sibuk,atau mungkin ponselnya lowbat."
"Setelah ini antar Chaca ke apartemen Kak Raka ya."pinta Chaca.
"Eh..Ngapain kesana?ini sudah malem Cha.Besok aja ya.Malam ini Chaca nginep di sini aja.Kakek Wira juga kangen sama Chaca.Kakek sampai sakit mikirin Chaca."
"Apa?sakit?"
Andhika mengangguk kan kepalanya.Melihat hal itu Chaca langsung lari ke kamar kakek nya berada dan meninggalkan Andhika sendiri.
"Maafin Kakak,Cha.Tapi ini permintaan Raka sendiri."gumam Andhika.
__ADS_1