Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Acara Pertunangan


__ADS_3

Waktu terus berlalu.Tidak terasa pertunangan Andhika dengan kekasihnya,Sivanya akan segera di gelar hari ini di kediaman keluarga Joseph.


Ya,selama ini Andhika menjalin hubungan dengan Sivanya.Mereka menyembunyikan hubungan mereka dari Chaca, karena saat itu Chaca sedang berduka.Dan mereka tidak ingin melihat Chaca sedih.


Tapi pada hari kelulusan,Chaca mengetahui hubungan mereka dan Chaca tidak masalah akan hal itu.Justru dia ikut bahagia kakak kesayangan nya bisa mendapatkan gadis baik seperti Sivanya.


Dan malam ini,di kediaman keluarga Joseph tengah diadakan acara pertunangan Putra tunggal Yogaswara Arfian Joseph dan Grace Nathalia Dohan.Dengan Putri tunggal keluarga Saragih.


Mereka mengundang sanak saudara, sahabat dan rekan bisnis perusahaan untuk ikut menyaksikan pertunangan putra putri mereka.


Dan saat ini, Andhika tengah menyapa rekan bisnis Ayahnya.Dia terlihat tampan dengan balutan Tuxedo berwarna putih.Dia adalah penerus perusahaan yang saat ini masih di pegang Tuan Yoga.Sedangkan untuk Chaca,gadis itu lebih memilih memegang perusahaan cabang.


Tidak berapa lama,Sivanya datang bersama keluarga besar Saragih.Sivanya terlihat cantik dengan balutan gaun yang senada dengan Andhika.


"Selamat malam Tuan Saragih.Akhirnya kalian datang juga."sapa Yoga.


"Iya Tuan.Maaf kami terlambat karena, yah namanya juga perempuan.Kalau dandan ya gitu."gelak tawa terdengar dari kedua belah pihak mendengar celetukan Tuan Saragih.


"Tapi hasilnya memuaskan kok.Iya kan Dhika?"goda Grace.


Andhika hanya tersenyum simpul.Sedangkan Sivanya jangan di tanya lagi.Dia sangat malu di goda oleh calon mertuanya itu.


"O iya, dimana Tuan Wira?"


"Ayah sedang bersiap.Sebentar lagi beliau akan datang.Mari silahkan nikmati dulu hidangan nya.Acaranya masih setengah jam lagi kita mulai."seru Yoga.


Keluarga besar Saragih mulai berbaur dengan para tamu dan saling berbincang.Sedangkan Andhika mengajak Sivanya untuk di perkenalkan pada sahabat,dan sanak saudaranya.


"Kak,Chaca mana?"tanya Sivanya.


"Dia masih bersiap.Kalau mau ketemu,ke kamarnya aja."


"Gak usah.Aku nemenin Kakak aja."


Andhika tersenyum dan memeluk pinggang kekasihnya itu."Aku sangat bahagia, sebentar lagi kamu akan jadi istri kakak."


"Ck..Baru calon Kak.Kita baru mau tunangan,belum nikah.Lagian Aku masih pengen selesai'in kuliahku dulu."


"Kakak gak ngelarang kamu buat kuliah.Tapi keputusan aku udah bulat.Setelah kita tunangan,tiga bulan lagi kita nikah."


Sivanya menatap dalam kekasihnya.Ada rasa bahagia disaat apa yang dia harapkan akan terwujud, yaitu hidup dengan orang yang kita cintai.Tapi bagaimana dengan sahabatnya,Chaca.Apa dia akan baik-baik saja?


Jujur,saat Andhika mengungkapkan cinta padanya,dia sangat senang.Tapi dia takut jika dia menerima perasaan Andhika,itu akan menyakiti hati Chaca karena saat itu sahabat nya tengah berduka.

__ADS_1


Tapi Andhika terus meyakinkan dirinya hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bersama.Seiring berjalannya waktu,Chaca mengetahui hubungan mereka.Awanya dia menangis karena menjadi orang terakhir yang tahu hubungan mereka.Chaca merasa diabaikan seolah dia bukan bagian dari mereka.


Andhika dan Sivanya mencoba memberi pengertian pada Chaca hingga akhirnya gadis itu dengan lapang merestui hubungan mereka.Dan mendoakan yang terbaik untuk mereka.Dan hal itu membuat Sivanya sedikit merasa tenang.


Dan sekarang,Dia akan bertunangan dengan Andhika,dan memulai hidup baru dengannya.Sivanya berharap, Chaca akan baik-baik saja.Karena Sivanya takut hal itu akan mengingatkan Chaca pada Raka.


"Selamat malam semuanya."Sapa Tuan Wira pada para tamu.Dia langsung berbaur dan menyapa satu persatu tamu undangan.


Acara pun di mulai.Si Pembawa acara mulai membaca kan rangakaian acara pada malam hari ini.


"Selamat malam semua.Terimakasih sudah menyempatkan untuk menghadiri acara pertunangan Saudara kita Andhika Putra Ananda Joseph,putra dari Tuan Yoga sekaligus cucu orang hebat nomor satu se-Asia,Tuan Wira,yang akan bertunangan dengan Wanita cantik bernama Sivanya Fitri Amriani Saragih,putri tunggal Tuan Saragih."ucap pembawa acara yang disambut tepuk tangan oleh para tamu undangan.


"Dan untuk mempersingkat waktu, dipersilahkan untuk Saudara Andhika dan Sivanya untuk maju ke depan.Untuk bertukar cincin."


Andhika dan Sivanya naik keatas panggung,dan Grace membawakan Cincin yang nantinya akan di pasangkan Andhika di jari manis Sivanya dan sebaliknya.


"Sekarang silahkan untuk pasangkan cincin di jari manis pasangan masing-masing."seru pembawa acara.


Andhika mengambil Cincin dari Grace dan memakaikan ke jari manis Sivanya.Begitu juga sebaliknya.


Semua tamu undangan bertepuk tangan."Selamat untuk Andhika dan Sivanya.Semoga untuk ke jenjang selanjutnya di beri kemudahan dan kelancaran tanpa hambatan apapun.Dan untuk acara selanjutnya akan ada sambutan dari Tuan Wira.Waktu dan tempat kami persilahkan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ya,dia adalah Chaca.Dia terlihat buru-buru karena acara pertunangan kakaknya sudah di mulai.


"Ck..Kalung chaca di mana sih?kok gak ada.Perasaan kemarin udah Chaca siapin deh."


Tok Tok Tok


"Boleh Aku masuk?"tanya Zion.


"Oh Kak Zi,masuk aja Kak."


"Kok kamu masih disini?acaranya udah di mulai lho.Sekarang Tuan Wira sedang memberi kata sambutan dan sebentar lagi Tuan Wira akan memperkenalkan mu di depan semua orang."seru Zion.


"Iya,Chaca tahu.Tapi kalung Chaca hilang Kak.Bantu cari'in dong!!jangan ngomel mulu."gerutu Chaca.


Zion hanya tersenyum.Berada didekat Chaca membuat nya merasa mempunyai keluarga.Seorang adik yang harus dia jaga.


Chaca menegakkan tubuhnya menatap Zion dan berkata,"Ck..malah senyum-senyum gak jelas lagi."


Bukannya marah tapi Zion justru tertawa lepas."Udah gak usah pake aksesoris apapun.Chaca udah cantik Kok."puji Zion.

__ADS_1


"Beneran?"


Zion mengangguk mengiyakan.


"Kak,Bisa bantuin Chaca gak?jadi pasangan Chaca untuk malam ini."pinta Chaca.


Zion mengerutkan keningnya,"apa? pasangan?"


"Iya..Chaca takut nanti ada yang godain Chaca.Kan kata kakak,Chaca cantik."


Zion berdecak.Gadis yang dulunya pemalu sekarang sangat percaya diri.Sungguh besar perubahannya.


"Kak Zi mau kan?"


"Boleh.Tapi aku pakai topeng pesta ya.Aku takut setelah acara selesai, mereka mencariku untuk cari perhitungan."


Giliran Chaca yang berdecak.Kenapa setiap di ajak ke acara pesta, Zion selalu memakai Topeng pesta dengan alasan yang sama.


"Baiklah terserah,sekarang sana Kakak siap-siap.Chaca tunggu di sini aja."


Zion mengangguk dan keluar dari kamar Chaca untuk mengambil topeng pestanya.Sementara gadis itu melanjutkan untuk mencari kalungnya yang hilang.


"Ck..Aneh banget deh.Masak kalungnya bisa hilang.Jelas-jelas Chaca taruh di meja rias."gumam Chaca.


Saat masih berkonsentrasi dengan pencarian nya, tiba-tiba Chaca merasa jantungnya berdetak kencang.


Deg deg deg deg


"Kenapa Chaca deg degan?"chaca memegang dadanya.Dan di saat bersamaan,Zion datang.


Deg


Chaca menoleh.Dia menatap dalam pria yang saat ini berdiri di ambang pintu.Ini aneh sekali.Kenapa tiba-tiba jantung nya berdetak kencang saat Zion datang.Padahal tadi biasa saja saat bertemu dengannya.


Zion mendekati Chaca dan berdiri di belakang gadis itu.Dia mengambil sebuah kalung dari saku celananya dan melingkarkan kalung tersebut di leher Chaca.


Chaca menahan sesak di dada.Entah kenapa ia ingin menangis.Perasaan ini, perasaan yang sama saat dia bersama Raka.


Chaca membalikkan badannya menghadap Zion.Dia meneliti wajah Zion yang tertutup topeng pesta.


"Chaca kenapa liatin Kakak kek gitu?"tanya Zion.


Chaca tersadar.Dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya."Gak papa."Chaca duduk di kursi meja rias dan menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Sadar Chaca,Dia Kak Zion.Bukan Kak Raka."


__ADS_2