Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Mengecek Lokasi


__ADS_3

Tok Tok Tok


"Masuk!!"


Suara bariton terdengar begitu berat dari dalam sana membuat Chaca semakin gugup."Tenang Chaca!!Inhale and exhale."seru Chaca dalam hati.Dia mulai masuk saat Zion membuka pintu untuknya.


"Ekhm.. Selamat siang Tuan Rey."sapa Chaca.


Rey mendongak dan berdiri."Oh nona Chaca.Selamat siang.Silahkan duduk!!"ucapnya menunjuk kursi yang ada di depannya.


"Terimakasih."Chaca duduk di depan Rey , begitu juga dengan pria itu yang kembali duduk di kursi kebesarannya.


"Aku kira kau tidak akan datang ,Nona."


"Maafkan atas kecerobohan nona kami Tuan.Karena kejadian semalam membuat nona Chaca datang terlambat."bukan Chaca yang menjawab tapi justru Zion.Dan tentu saja pria itu mendapatkan tatapan horor dari Chaca.


"Apa maksud Kak Zi ngomong kayak gitu?Kakak mau bikin malu Chaca?"begitulah kira-kira arti dari tatapan Chaca.Tapi Zion seolah tidak perduli.Dia masih setia berdiri di belakang Chaca.


Chaca mendengus kesal.Dia menyesal datang kemari.Harusnya tadi dia menyuruh Maya saja.Tapi semua itu kemauan Rey agar dia yang datang langsung.


"Jadi apa benar anda sudah mendapatkan lokasinya tuan Rey?"tanya Chaca mengalihkan pembicaraan.Dia ingin segera menyelesaikannya dan cepat pergi dari sana.Bukan karena tidak mau berada di dekat Rey, tapi Chaca takut jika pria itu mengungkit kejadian semalam.Hah..andai dia ingat apa yang terjadi?


"Aku sudah mendapatkan tiga lokasi yang sangat strategis.Silahkan anda cek."Rey memberikan iPad nya pada Chaca.


"Cukup sulit mendapatkan lokasi itu, apalagi kota x cukup jauh.Tapi untungnya kami bisa mendapatkan tiga lokasi yang strategis."sambung Rey.


Chaca meneliti lokasi yang ada di iPad Rey.Memang tempatnya strategis.Tapi kita tidak akan tahu jika kita tidak mengeceknya secara langsung bukan?


"Jika nona tidak keberatan,hari ini juga kita bisa mengeceknya langsung."seru Rey seolah tahu apa yang dipikirkan Chaca.


"A_apa? mengeceknya langsung?"


"Iya.Kita akan tahu se strategis apa tempat itu.Kau juga bisa segera menentukan lokasi mana yang akan kau pilih nanti."


"Ta_tapi ini sudah siang Tuan.Kota x cukup jauh."


"Hanya tiga jam.Kita punya banyak waktu untuk mengeceknya."


Chaca menoleh kearah Zion untuk meminta pendapat.Tapi pria itu hanya mengangkat kedua bahunya.Sungguh menyebalkan.


"Baiklah."seru Chaca menyetujui usulan Rey.Semakin cepat mereka mendapatkan lokasi yang diinginkan, maka semakin cepat pula perusahaan Chaca membangun cabang disana.

__ADS_1


Setelah semua setuju, mereka bersiap untuk pergi ke kota x.Tapi langkah mereka terhenti saat tiba-tiba ponsel Zion berdering.


"Ada apa May?"tanya Zion .


"Boleh aku meminta tolong?Aku ada meeting dengan klien di luar perusahaan.Tapi masih banyak berkas yang harus dikerjakan.Jadi, bisakah kau segera kembali setelah meeting dengan tuan Rey selesai?aku menghubungi nomor Chaca tapi tidak aktif.Astaga!!!ada apa dengan gadis itu?"celoteh Maya di seberang sana.


"Tapi May,kami akan pergi ke kota x untuk mengecek lokasi untuk pembangunan cabang.Jadi....."


"Kalau begitu biar Chaca saja yang pergi.Kau kembali ke perusahaan.Tuan Rey tidak akan setuju jika kau yang pergi dengannya."sela Maya.


"Baiklah,aku akan bicara pada Chaca."


"Jangan lama-lama!!aku harus segera pergi."Maya memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


"Ada apa Kak?"tanya Chaca.


"Maya memintaku kembali untuk membantunya.Jadi..."


"A_apa?kembali?lalu Chaca gimana?"


"Kau bisa pergi dengan Tuan Rey.Jika pekerjaan ku selesai,aku akan menyusul kalian."seru Zion.


"Tidak masalah.Serahkan semua padaku.Aku akan menjaga nona mu dengan baik Tuan Zi.Kau bisa menyusul kami jika pekerjaanmu sudah selesai."sela Rey.


"Terimakasih Tuan Rey."ucap Zion.Dia menatap Chaca dan berkata,"tidak perlu khawatir.Tuan Rey sudah punya calon istri jadi aku yakin dia tidak akan macam-macam padamu."


Chaca melotot mendengar ucapan Zion.Apa maksudnya dia bicara seperti itu?Rey seorang pria normal.Walaupun sudah punya calon istri sekalipun,jika ada wanita cantik di depannya,dia pasti akan tergoda.pikir Chaca.


"Ya sudah,aku pergi dulu.Tolong jaga nona kami Tuan.Dia sedikit cerewet saat bepergian."


Rey tertawa dan menganggukkan kepalanya.Sedangkan Chaca jangan di tanya lagi, kepalanya sudah mengeluarkan asap dan siap meledak.Jika tidak ada Rey di sana,sudah di pastikan,Zion akan menjadi samsak dadakan.


Zion pergi menyisakan dua manusia berbeda genre itu.Chaca merasa canggung karena lagi-lagi dia berada di dekat Rey dan mungkin dalam waktu yang cukup lama.


"Aku akan meminta sopir untuk menyiapkan mobil."seru Rey.


Chaca hanya mengangguk.Dia berdiri di dekat Rey sambil menunggu sopir pria itu datang.Setidaknya ada sopir yang akan mengantar mereka jadi tidak ada alasan untuk Chaca menolak duduk di kursi depan.Tapi tetap saja,dia akan duduk bersebelahan dengan Rey dan itu pasti akan sangat mendebarkan.


Setelah mobil terparkir sempurna di depan mereka,Rey membukakan pintu untuk Chaca.


"Terimakasih."Chaca masuk ke mobil.Di ikuti Reynand yang juga masuk dan duduk di sebelah Chaca.

__ADS_1


Tidak ada perbincangan diantara mereka.Rey terlihat sibuk dengan iPad nya.Sedangkan Chaca hanya menatap keluar jendela."Hujan."lirih Chaca.


"Akhir-akhir ini cuaca memang kurang bagus."seru Rey tanpa mengalihkan pandangannya dari iPad nya.


"Jika tahu begitu,kenapa kau mengajakku pergi?"batin Chaca.


"Jika kau keberatan,kita bisa menundanya.Kita bisa mengeceknya lain waktu."


"Ti_tidak perlu.Kita sudah setengah jalan.Nanggung kalau kita kembali."


"Baiklah."Rey kembali fokus pada iPad nya.Sebenarnya apa yang pria itu kerjakan? apakah pemimpin perusahaan sesibuk itu? dimana-mana selalu bekerja.


Tak berapa lama mereka sampai di lokasi pertama.Cuaca masih gerimis tapi tidak membuat mereka menghentikan pekerjaan mereka.


"Bagaimana menurutmu dengan tempat ini?"tanya Rey.


"Cukup strategis.Tapi sepertinya akses untuk keluar masuk cukup sulit."


"Iya,kau benar.Lokasi ini memang ramai tapi jalur keluar masuk untuk ke lokasi ini masih cukup sulit.Kalau begitu bagaimana jika kita langsung ke lokasi kedua."ajak Rey.


Chacat mengangguk.Tapi sebelum itu mereka memutuskan untuk makan siang dulu di restoran dekat sana.Ini sudah lewat jam makan siang.Apalagi cuaca yang buruk membuat mereka mau tidak mau berteduh sejenak di restoran.


"Apa lokasi kedua jauh dari sini?"tanya Chaca.


"Tidak juga.Hanya butuh waktu 15 menit menggunakan mobil."


Chaca membulatkan mulutnya.Dia melihat jam yang melingkar di tangannya.Sudah jam 2 siang dan mereka masih terjebak di sana.Apalagi mereka masih harus mengecek dua lokasi lagi.Bagaimana jika mereka pulang kemalaman?


"Tidak perlu takut.Aku punya Villa dekat sini.Kita bisa menginap disana jika nanti kemalaman."seru Reynand.


"A_apa?menginap?"


"Iya..Aku akan menghubungi Asisten Zi.Dia pasti tidak keberatan."


Hah? tidak keberatan bagaimana maksudnya? sudah pasti Zion akan segera datang menjemput Chaca.Dia tidak mengijinkan Chaca dekat dengan pria lain.Jadi mustahil jika Zion memberikan ijin pada Reynand.


"Apa kau sudah selesai?"tanya Rey.


"Su_sudah..Ayo kita ke lokasi kedua!!"


Mereka masuk ke mobil dan meluncur ke lokasi kedua.

__ADS_1


__ADS_2