
Sementara itu, Andhika,Sivanya , Chandra,Andra dan beberapa anggota PKS lainnya b.aru saja sampai di lokasi tempat Kelompok Chaca menanam tanaman.
"Lo yakin ini tempatnya??"tanya Andhika
"Iya Kak .Itu tugas kita.."Sivanya menunjuk tanaman dan bendera kelompok sakura yang di tancapkan di sana.
"Ok..Kita sekarang berpencar.Dan untuk loe,,Loe tunggu saja di sana.."seru Andhika menunjukkan pohon yang cukup besar
"Tapi Kak...Gue juga pengen cari Chaca.."
"Gak..!!!Gue gak pengen loe kenapa-napa.Biar kita saja yang cari."
"Ayo kita berpencar.Nanti kita kumpul lagi disini.."seru Andhika
"Ok Dhik.."
"Ya Tuhan..Tolong lindungi Chaca dan Kak Raka.."lirih Sivanya
Andhika dan yang lain mulai berpencar mencari Raka dan Chaca.Mereka terus berteriak memanggil mereka di tengah-tengah hujan yang deras.
Andhika yang berjalan dengan Chandra menelusuri jalan yang dilewati oleh Raka.Tapi sayang mereka tidak menyadari jejak kaki Raka karena terhalang aliran Air hujan yang deras.
"CHACA...!!!RAKA...!!!!"
"CHACA...!!!INI KAKAK !!!!CHACA DIMANA..!!!!"
Cukup jauh mereka berpencar hingga akhirnya mereka kembali berkumpul di bawah pohon dimana Sivanya menunggu.
"Bagaimana..???"tanya Andhika
Mereka semua menggelengkan kepalanya.Nihil.Mereka tidak menemukan satupun petunjuk keberadaan mereka.
"Lebih baik kita kembali dan meminta bantuan penduduk..."ucap Andra
"Loe Gila HAH...Loe mau ninggalin Chaca sama Raka..???"teriak Dhika
"Bukan begitu Dhik..Kita semua khawatir sama mereka tapi loe jangan egois.Lihat Siva udah kedinginan.Dan lagi hari sudah sore.Kita kembali ke tenda dan meminta bantuan penduduk yang hafal betul hutan ini.."terang Andra
"Gue setuju sama Andra.Kita kembali dan minta bantuan Penduduk agar cepat menemukan mereka.Penduduk sini pasti hafal dengan hutan ini.Tidak seperti kita" sahut Chandra
Andhika terdiam.Dia menghela nafasnya kasar.."Ok..kita kembali.."ucap Dhika
"Loe gak papa kan??"tanya Andhika pada Sivanya
"Gue gapapa Kak..Cuma dingin.."
Andhika melihat wajah Sivanya yang pucat jadi tidak tega jika menerus pencarian.Akhirnya mereka memilih kembali ke tenda dan meminta bantuan penduduk setempat.
Sementara itu Raka masih setia menunggu penjelasan dari Chaca yang sedari tadi hanya diam.
"Jujur..!!!"
"Cha_chaca gak sengaja jatuh Kak"
Raka tersenyum dan menyelipkan rambut Chaca ke telinga gadis itu.
Tatapan nya tidak teralihkan dari wajah Chaca.Terutama di pipi gadis itu yang terlihat sedikit memar dan sudut bibirnya yang ada sedikit noda darah.
"Bohong..!!"
Chaca menunduk tidak berani menatap Raka yang menatapnya tajam.
"Ada yang pake nama Kakak kan..Apa Chaca tahu siapa??"
Chaca menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Raka menghela nafasnya dan membawa tubuh mungil Gadis itu kepelukannya..
"Maafin Kakak..Ini semua salah Kakak.."
"Kenapa Kakak salahin diri Kakak..??"
"Karena Kakak yang mengusulkan untuk membuat peta yang berbeda setiap kelompok.Agar tidak ada kejadian yang sama seperti Camping kemarin.Tapi ternyata Kakak justru buat Chaca celaka"
"Ini bukan salah Kakak..Kita juga gak tahu apa yang akan terjadi nanti.."
Raka tersenyum dan memandang wajah Chaca.Bibir gadis itu sedikit membiru karena kedinginan
Raka mendekat kan wajahnya dan....
Cup
Raka ******* lembut bibir Chaca yang menjadi candu untuk nya.
Chaca yang terbuai dengan perlakuan manis pemuda itu mulai membalas gerakan bibir nya.
Raka tersenyum disela-sela ciuman panas mereka.Dan tanpa Chaca sadari tangan Raka membuka satu persatu kancing baju Chaca hingga terlepas dari tubuh gadis itu dan menyisakan B** yang menutupi bukit kembar nya.
Raka melepaskan ciumannya dan mengusap bibir Chaca yang basah karena perbuatannya.
"Manis.."
Blush
Pipi Chaca memanas.Dia memalingkan wajahnya agar Raka tidak melihat wajahnya yang merah karena malu.
Raka tersenyum dan kemudian dia berdiri untuk menjemur baju Chaca.
Gadis itu belum sadar.Dia Hanya mengerutkan keningnya melihat baju yang di pegang Raka.
Hingga Akhirnya...
Raka terkekeh .."Biar Chaca gak sakit.."jawab Raka santai.
"Dasar mesum..!!"sungut Chaca
"Tapi Chaca suka kan..??"goda Raka
"GAK....!!!"Teriak Chaca
"Sini'in baju Chaca Kak..Dingin..!!"
Raka menambah kayu bakar ke api unggun kemudian dia duduk di belakang Chaca dan memeluk gadis itu dari belakang.
"Sekarang gak dingin kan..???"
Deg
Jantung Chaca berdetak kencang , Tubuhnya meremang kala kulit mereka bersentuhan secara langsung.
"Gak usah gugup.Kakak gak bakal macem-macem.."bisik Raka
"A_apa..??Si_siapa yang gugup..'seru Chaca terbata
"Sekarang cerita ke kakak!!!"
Chaca menghela nafas dan mulai menceritakan nya pada Raka.
"Jadi dia perempuan memakai penutup kepala dan Chaca Berhasil melukai tangannya..???"
"Iya.."
__ADS_1
"APa Chaca mencurigai seseorang???"tanya Raka
Chaca terdiam..Dia ragu untuk mengatakannya.Karena orang yang dia curigai adalah kekasih Raka.
"Kenapa Diam..??"
"Chaca Gak tahu Kak.."
"Gak papa.. Cepat atau lambat Kakak pasti menemukan nya."
"Kenapa Kakak begitu yakin??"
"Karena peta kelompok Chaca Kakak yang buat Yang tahu lokasi itu cuma Kelompok Chaca dan Kakak"
"Kakak mencurigai Temen Chaca???"
Raka menggeleng pelan.."Bukan begitu sayang..Yang pasti Kakak akan segera menemukan nya"
Mereka terdiam untuk beberapa saat sehingga Chaca membuka suara
"Bagaimana hubungan Kakak dan Marissa??"
Raka terdiam.Jujur dia enggan menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan Wanita lain.
"Selamat ya.. Akhirnya Kakak nemuin pengganti Chaca.."
Raka mengepalkan kedua tangannya.Dia memeluk erat tubuh Chaca..
"Kak...Chaca merasa bersalah sama Marissa.Chaca Takut dia salah paham Sam hmmmpptt..."
Raka mencium rakus bibir Chaca.Dia tidak suka saat Chaca terus menerus menyebut nama wanita itu.
Raka menuntun Tubuh Chaca untuk berbaring dan menindih nya.. Pemuda itu melepaskan ciumannya dan mengusap bibir Chaca..
"Jangan pernah sebut nama wanita lain saat Kita bersama..Atau Kakak akan melakukan hal yang lebih dari ini.."ancam Raka
Chaca menatap sayu pemuda itu.."Bolehkah Chaca egois??"
"Maksud Chaca..??"
Chaca menarik tengkuk Raka dan kembali menyatukan bibir mereka.
Raka tertegun untuk sesaat tapi kemudian dia memimpin permainan lidah mereka..
Perlahan tangan Raka mengusap perut Chaca dan naik ke Bukit kembar Chaca.
"Ugh..."Chaca mendesah di sela-sela ciuman mereka.Dan itu berhasil membuat Raka semakin menginginkan lebih
Bibir Raka turun ke leher jenjang Chaca dan meninggalkan jejak kepemilikan di sana.Tidak sampai di situ.Dia semakin berani melepas pengait B** Chaca dan melahap bukit kembar Chaca.
"Ahh... Kak.."Chaca menekan kepala Raka.Dia terbuai dengan permainan lidah pemuda itu.
******* demi ******* keluar dari bibir ranum gadis itu.Dia begitu menikmati permainan Raka.
Tidak mau kebablasan,Raka mendongakkan kepalanya menatap sayu Gadis yang saat ini berada di bawah nya.
Raka mencium sekilas bibir Chaca kemudian dia berdiri mengambil kemeja nya yang sudah kering .
Dia membantu Chaca duduk dan memakaikan Kembali B** Chaca.Kemudian dia memakai kan kemeja nya pada gadis itu.
"Maaf..Kakak hampir merusak Chaca.."ucap Raka
Terlihat raut kecewa di wajah Chaca karena Raka berhenti di saat dia menginginkan lebih.Raka membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya..
"Kita akan melakukan nya saat kita sudah menikah.."
__ADS_1
Nyess
Hati Chaca meleleh mendengar ucapan Raka.Pemuda itu begitu menjaganya..Dia membalas pelukan Raka Sungguh dia merindukan momen ini dan tak berapa lama Chaca menjemput alam mimpi.