
"PANTAI..!!!!".Chaca berlari ke tepi pantai dan merentangkan kedua tangannya merasakan hembusan angin yang menerpa tubuhnya nya.Sangat sejuk.
Walau terik matahari saat itu cukup panas tapi tidak membuat Chaca mengurungkan niatnya untuk bermain Air.
Dia melepas sepatunya dan melemparnya begitu saja.Dia berlari bermain Air Saat ombak datang .Dia terlihat begitu bahagia.
Lalu bagaimana dengan Raka?.
Raka duduk di awah pohon kelapa berlindung dari sinar matahari.Bahkan Dia menikmati es kelapa muda.Sangat segar.
Chaca menoleh.Dia berkacak pinggang melihat Raka yang begitu santai menikmati Es kelapa muda."KAK RAKA..!!!".Teriak Chaca..
"Apa?".
"SINI!!!".
"Gak ah..Panas.."tolak Raka.
Chaca menghentak kakinya kesal.Lalu terbesit ide untuk mengerjai Raka.Dia mulai berjalan ke arah pantai.Semakin lama Chaca berjalan semakin ketengah.Bahkan air sudah sampai sepinggang Chaca.
Raka tertegun.Dia melebarkan kedua matanya melihat Chaca yang berjalan ke tengah laut.Raka lantas membuang es kelapa mudanya dan berlari untuk menolong Chaca.Dia berteriak agar Chaca kembali.
"CHACA..!!!STOP..!!KEMBALI CHA!!!". Teriak Raka.
Chaca berpura-pura tidak dengar.Dia terus berjalan ke tengah laut hingga air laut naik sampai batas dada.
"CHACA..!!".
Hug
Raka memeluk Chaca dari belakang dan menariknya ke tepi.
"APA YANG CHACA LAKUKAN HAH?".Bentak Raka.
Kali ini respon Chaca berbeda.Gadis itu justru tersenyum dan memeluk Raka."Sekarang kita sama-sama basah".bisik Chaca.
Raka tertegun.Sial..Sepertinya Dia di kerjai.
Raka mengurai pelukan Chaca dan menatap gadis itu yang sedang tersenyum jahil."Apa itu lucu?Chaca senang?Apa Chaca tahu gimana takut nya Kakak Hah?".ucap Raka dengan ekspresi dingin favorit nya.
Tapi bukannya takut Chaca justru tertawa lepas.."Hahaha...Siapa suruh di ajak main air gak mau?".
Raka memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas panjang.Sepertinya Dia tidak bisa marah pada kekasih nya itu.Lihat..!! Bahkan sekarang Dia tertawa dan tidak takut padanya.
Tapi tunggu dulu!!.
__ADS_1
Raka kembali menatap Chaca dalam.Gadis itu masih tersenyum dengan wajah yang puas karena berhasil mengerjai Raka.Tapi bukan itu yang Raka pikirkan.Tapi kenapa ekspresi Chaca biasa saja?.Chaca tidak terlihat ketakutan seperti sebelumnya.
"Kenapa Kakak liatin Chaca kayak gitu?Iya Chaca tahu Chaca cantik,Tapi biasa aja dong liatnya".Seru Chaca.
"Chaca baik-baik saja?".tanya Raka.
"Seperti yang Kakak liat,Chaca baik-baik saja.Emangnya kenapa?".
Raka menggelengkan kepalanya.Dia tidak ingin membahas nya karena takut Chaca akan berubah sikap.Lebih baik Dia mengatakan hal ini pada Dokter Rena.Semoga ini merupakan kemajuan dari terapi yang Chaca lakukan.
"Ayo kita ke Villa!!".ajak Raka..
"No.!!"tolak Chaca.Dia berdiri dan menarik Raka kembali masuk ke dalam air."Chaca masih ingin main air.Tapi kali ini Kakak juga ikut ya".
Raka berhenti membuat Chaca ikut berhenti.Pemuda itu menarik Chaca ke dalam pelukannya."Jangan ulangi lagi!!!Kakak takut".
Chaca tersenyum dan membalas pelukan Raka."Iya..Chaca janji.Maaf ya udah bikin Kakak khawatir".
Raka menggelengkan kepalanya.Dia menggendong Chaca ala bridal dan membawanya menjauh dari pantai..
"Kyaa ..Kakak..!!".pekik Chaca.
"Kakak gak akan maafin Chaca begitu aja.Chaca harus di hukum".
Chaca tertegun sejenak.Di hukum?. Tidak!!Jangan lagi..!! Jangan sampai Raka menghukum nya nanti di Villa.Tadi di Rumah sakit saja Pemuda itu sudah berani melakukan hal itu padanya.Apa lagi nanti di Villa.
"Diem!!Atau Kakak akan lakukan hal itu di sini".bisik Raka.
Chaca menelan ludah nya kasar.Disini?.Chaca melihat di sekitarnya banyak orang yang juga menikmati keindahan pantai siang itu.Dan tidak sedikit yang melihat kearah mereka.
"Gimana?".Raka menaikturunkan alisnya menggoda Chaca.
Gadis itu hanya bisa pasrah.Dia tidak lagi memberontak dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang pemuda itu karena malu.
Raka tersenyum puas.Sebenarnya bukan untuk itu Raka mengajak Chaca pulang ke Villa.Tapi Dia tidak ingin Chaca sakit karena baju gadis itu basah.Jika nanti Dia mendapatkan hal lebih.Itu bonus untuk nya.
Dan benar saja.Diperjalanan menuju Villa ,Chaca menggigil kedinginan.Bahkan Raka sudah mematikan Ac mobil tapi Chaca masih saja menggigil.
"Tahan sebentar ya..!! Sebentar lagi kita sampai di Villa".Seru Raka yang di balas anggukan oleh Chaca.
Tak berapa lama Mereka sampai di Villa.Mereka di sambut anak buah Raka yang bertugas menjaga Villa itu mengganti kan Mang Udin .
"Selamat Datang Tuan.."seru Asep
Raka hanya mengangguk kan kepalanya dan meminta Asep untuk pulang.Karena Dia tidak ingin di ganggu selama menginap di Villa.
__ADS_1
Setelah Asep pergi,Raka langsung menggendong Chaca membawanya ke kamar.Dia menurunkan Chaca di tepi tempat tidur lalu mengambilkan handuk untuk Chaca.
"Mau ganti baju aja atau mandi dulu?". tanya Raka
"Mandi air hangat Kak.. Dingin ".
Raka langsung masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk Chaca mandi.Setelahnya Dia kembali menggendong Chaca masuk ke kamar mandi.
"Kakak ngapain?".
"Chaca kedinginan kan,Kakak akan bantu Chaca mandi''.Seru Raka.
"Ihh..Chaca bisa sendiri..Udah sana keluar!!.Kakak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan ya?".
Raka terdiam.Oh..Dia baru paham.Karena khawatir Chaca sakit,Raka tidak memikirkan hal yang tidak-tidak meski sebenarnya Dia ingin.Tapi mendengar Chaca berkata seperti itu Dia mengerti dan langsung keluar dari kamar mandi.Dia memilih pergi ke kamar sebelah untuk mandi karena dirinya juga basah.
Selesai mandi,Raka kembali ke kamar nya tapi Chaca belum juga keluar dari kamar mandi."Chaca!!!Jangan berendam lama-lama".teriak Raka
"IYA-IYA.. CEREWET!!!".
Raka mendelik dan memanggil Chaca dengan nada kesal.Tapi bukan nya takut ,Raka justru mendengar Chaca tertawa di dalam sana.
Raka tersenyum tipis dan memilih keluar mengambil barang belanjaan nya yang masih di mobil.
Tadi setelah dari Rumah Sakit,Mereka mampir ke supermarket untuk membeli bahan makanan dan beberapa camilan.Raka sangat ingin makan masakan Chaca.Rasanya sudah lama sekali Dia tidak mencicipi masakan kekasih nya itu lagi.Sama seperti bibir gadis itu, masakan Chaca membuat nya Candu.
Raka meletakkan belanjaan nya di meja dapur.Dia tidak tahu harus di apakan semua belanjaan itu.Akhirnya Dia memilih kembali ke kamar untuk melihat keadaan Chaca.Jika gadis itu baik-baik saja,Dia akan menyuruh nya membuat makanan karena Dia sudah sangat lapar.
Cklek
Raka Masuk bersamaan Chaca yang baru saja keluar dari kamar mandi.Mereka saling pandang,.Chaca terdiam dan berjalan mundur disaat Raka melangkah maju.
Raka menatap Chaca dengan tatapan yang sulit diartikan.Hal itu membuat Chaca gugup.Apalagi Dia hanya memakai selembar handuk yang di berikan oleh Raka tadi.
"Chaca mau goda Kakak?".
Chaca menggeleng kan kepala nya.Dia menggenggam erat handuknya agar tidak terlepas.
"Lalu ini?".Raka melihat Chaca dari atas kebawah.
"C_chaca lupa bawa baju ganti tadi.Makanya.....".Nafas Chaca terhenti saat Raka berdiri tepat di depannya.Jantungnya berdetak kencang.Tangan nya semakin erat memegang handuk nya.
Raka mencondongkan tubuhnya sedikit mensejajarkan tubuhnya dengan Chaca.Sekuat tenaga Raka menahan tawanya melihat ekspresi kekasih nya yang terlihat menggemaskan itu.
"Chaca takut? Sekarang kita satu sama".Bisik Raka.
__ADS_1
Chaca tertegun.Dia mendorong Raka kesal."Kakak ngerjain Chaca?".Tawa Raka lepas.Dia puas bisa membalas kejahilan Kekasih nya.Apalagi Chaca mengembung kan kedua pipinya karena kesal.Sungguh sangat menggemaskan.