Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Pertemuan Terakhir?


__ADS_3

"Hiya...."Chaca menyerang Zion dengan pukulan dan tendangan.Tapi pria itu hanya menghindar tanpa mau membalas serangan nya.


Ini sudah hari ketiga Chaca berlatih di basecamp milik Raka.Dia begitu semangat berlatih.Ini merupakan hal baru untuk nya.Dia jadi mengerti jenis-jenis senjata api dan cara penggunaan nya.Bahkan dia juga berlatih melempar senjata tajam dengan Zion sebagai target nya.


"Oke.. Sampai di sini dulu latihan kita."seru Zion.


Chaca menyeka keringat di keningnya dan tersenyum."Terimakasih untuk hari ini Zion."


"Sama-sama."Zion pergi dari arena pelatihan meninggalkan Chaca dan Raka.


"Capek?"Raka memberikan handuk kecil dan minuman untuk Chaca.


"Lumayan Kak.Tapi Chaca seneng.Chaca ngerasa menjadi pribadi yang baru.Entahlah..Chaca merasa sesuatu yang berbeda terjadi di diri Chaca."


Raka hanya tersenyum dan menuntut gadis itu untuk duduk.Dia tahu karena dia sendiri juga merasakan nya.Seolah Chaca terlahir kembali.


"Sebentar lagi ujian,Chaca bakal ikut atau ......"


"Kayaknya enggak deh.Kakak tahu kan,Kakek pemilik sekolahan itu.Jadi mungkin Kakek bakalan minta kepala sekolah buat ngirim lembar soal ke rumah.Biar Chaca ngerjain di rumah."


"Ya gak papa.Yang penting kan Chaca ikut ujian juga."


"Tapi Chaca juga pengen sama kayak yang lain kak.Chaca juga kangen sama yang lain."lirih Chaca.


Raka merengkuh gadis itu kedalam pelukannya."Jangan sedih.Nanti juga Chaca bisa ketemu dengan yang lain."ucap Raka menenangkan kekasih nya itu.


Chaca mengangguk dan membalas pelukan Raka."Habis ini kita mau kemana lagi?pulang?"


"Chaca mau kemana?Kakak ikut aja."


"Chaca gak mau kemana-mana.Chaca pengen nya kayak gini terus."Chaca mengeratkan pelukannya.Entah kenapa hatinya tiba-tiba gelisah.Dia takut sesuatu terjadi pada Raka.


"Ya udah habis ini kita pulang.Sekarang Chaca mandi dulu gih..Bau."


Chaca berdecak dan melonggarkan pelukannya."Bau tapi dari tadi di kekep terus."gerutu Chaca.


Raka tertawa dan mencium sekilas bibir Chaca."Sana mandi!!!"


Chaca memanyunkan bibirnya dan beranjak pergi ke kamar Raka untuk mandi.Raka hanya tersenyum melihat nya.Tapi senyuman itu perlahan memudar dan raut wajah Raka berubah datar."Ada apa?"tanyanya pada Zion.


Ya..setelah selesai latihan,Zion tidak benar-benar pergi dari sana.Dia berdiri tidak jauh dari Raka.

__ADS_1


"Mereka mulai bergerak."seru Zion.


Raka mengepalkan tangannya.Sial..Kenapa harus sekarang.Saat ini Chaca bersamanya.Dia tidak mungkin meninggalkan gadis itu sendiri di sini.


"Apa Bos tetap akan...?"


"Iya."potong Raka.


"Tapi ada Chaca.Gue gak mungkin ajak dia.Bisa-bisa dia terluka."lanjut nya.


"Lalu bagaimana Bos?"


Raka memejamkan mata sejenak.Ini sangat sulit.Jika dia meninggalkan Chaca disini, alasan apa yang akan dia berikan?dan jika dia mengajak Chaca, itu sama saja membawa Chaca dalam bahaya.


"Bos!!"


Raka membuka mata nya."Gue akan telepon Andhika buat jemput Chaca di jalan yang berbeda dengan mereka. Dan gue pengen loe bagi tugas dengan yang lain.Loe ajak beberapa orang buat lindungi gue setidaknya sampai Chaca ketemu Andhika.Dan minta yang lain buat mengecoh mereka agar tidak tahu keberadaan gue untuk sementara."


"Baik."Zion segera menemui bodyguard yang lain dan membagi tugas. Sedangkan. Raka menyusul Chaca ke kamar nya.


Cklek


Raka membuka pintu bertepatan dengan Chaca yang keluar dari kamar mandi.


Raka menelan saliva nya kasar.Ini bukan pertama kali Raka melihat Chaca seperti ini.Hanya berbalut handuk yang melilit di tubuh nya.Bahkan Raka pernah melihat dan merasakan buah yang menggantung di dada Chaca.


"Ka_kak Raka."Chaca mengenggam erat lilitan handuknya.


Raka melangkah mendekat.Ini pertemuan terakhir nya dengan Chaca dan dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.


"A_apa yang Kakak.. kyaa.. !!"Raka menarik tangan Chaca hingga tubuhnya menabrak dada bidang Raka.


"Kak.. !!"


Raka menggendong tubuh chaca ala bridal dan membaringkan nya di tempat tidur.


"Ka_kakak mau apa??? "


"Kakak pengen Chaca."Raka mengukung gadis itu dan mengusap lembut pipi Chaca.


Chaca menelan saliva nya kasar. Ada apa dengan kekasihnya itu?kenapa tiba-tiba bersikap seperti itu? membuat dirinya takut.

__ADS_1


"Chaca takut?"Raka menatap manik mata indah milik Chaca.Perlahan tapi pasti, Raka mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibir nya dengan bibir Chaca.


Awalnya Chaca diam.Tapi lama kelamaan dia membalas permainan bibir Raka dan mencoba mengimbangi nya.


Lama-lama ciuman itu semakin panas.Tangan Raka juga aktif bermain di atas dada Chaca.


"Ugh.. "Satu lenguhan keluar dari mulut Chaca di sela-sela ciuman mereka.Hal itu membuat Raka semakin menegang dan menginginkan lebih.


Bibir Raka turun ke leher jenjang Chaca dan berakhir di atas gunung kembar milik Chaca.


Gadis itu menggeliat bak cacing kepanasan.Ada desiran aneh yang dia rasakan.Ini kedua kalinya Raka melakukan hal ini pada nya.Tapi entah kenapa dia seolah menginginkan hal yang lebih dari ini.


"Chaca suka?"tanyanya dengan nafas yang memburu.


"Kakak pengen melakukan lebih,tapi kakak gak akan melakukan nya sebelum kita menikah."


Mendengar hal itu entah kenapa ada rasa kecewa karena Raka tidak mau melanjutkan nya.Tapi ada kelegaan di hati Chaca karena Raka begitu menjaganya.


"Kakak pengen ngomong serius ke Chaca.Kakak seneng Chaca menjadi lebih baik.Teruslah seperti ini.Seperti Chaca yang kakak kenal.Apapun yang terjadi, Chaca harus menghadapinya dengan lapang dada.Jangan sekali-kali terpuruk dalam kesedihan. "


Chaca mengerutkan kening nya.Kenapa tiba-tiba Raka bicara seperti itu?Seolah ini adalah pertemuan terakhir mereka.


"Cha.. !!"ucapan Raka membuyarkan lamunan Chaca.


"Chaca mau kan janji sama kakak?"lanjutnya.


"Kenapa kakak ngomong kayak gitu?"


"Janji dulu nanti kakak kasih tahu alasannya."


"Iya Chaca janji.Sekarang katakan!! Kenapa kakak ngomong kayak gitu?"


Bukannya menjawab,Raka justru membantu Chaca bangun dan melilitkan handuk Chaca kembali.


"Cepetan pake baju!! Kita pulang sekarang.Kakak akan telepon Andhika buat jemput Chaca."Raka beranjak dan membereskan barang milik Chaca.


"A_apa? Jemput Chaca? maksud kakak apa?"


"Bukan apa-apa Cha.Udah buruan pake baju,atau mau kakak bantu pake baju nya."


Chaca berdecak dan langsung mengambil baju nya.Dia masuk kembali ke kamar mandi untuk berganti baju.

__ADS_1


Chaca mengenggam erat baju di tangan nya.Dia masih memikirkan ucapan Raka yang seolah itu adalah pesan terakhir untuk nya.Tapi Chaca terus meyakinkan diri nya sendiri jika itu hanya perasaan nya saja.Dia yakin semua akan Baik-baik saja. Dan mereka akan terus bersama.


__ADS_2