Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Serangan


__ADS_3

Danu beserta pasukannya sudah sampai tidak jauh dari tempat Roger di sekap. Dia melihat situasi yang terlihat sangat sepi. Ini aneh, Kenapa tidak ada yang berjaga? Apa mereka merencanakan sesuatu? pikir Danu


Dia mulai waspada. Walaupun mereka menang jumlah tapi tidak ada yang tidak mungkin. Untuk itu dia harus menyusun strategi penyerangan agar tidak kalah dari bocah ingusan yang sudah berani menyekap putranya.


"Apa sudah ada kabar dari Mike?" tanyanya pada Zero.


"Belum Bos."


"Ck... Apa menyerang pak tua seperti Wira sangat sulit? Kenapa belum ada kabar sama sekali?" Danu meminta Mike untuk menculik wanita yang sudah membuat Roger seperti ini. Dia bisa menjadikan wanita itu alat untuk mengalahkan Reynand dan Wira.


Tapi Danu tidak tahu jika semua anak buahnya yang dia kirim untuk menyerang kediaman Wira, sudah berhasil disingkirkan. Dan sekarang mereka sedang bersenang-senang dengan Cheetah milik Reynand.


"Kita susun strategi. Ini sangat mencurigakan karena tidak ada penjaga sama sekali. Jadi ada dua kemungkinan. Mereka lengah dan tidak tahu kita menyerang mereka atau mereka sengaja dan memasang jebakan untuk menyambut kedatangan kita. Jadi kita harus tetap waspada." seru Danu


"Lalu apa yang harus kita lakukan, Bos?" tanya Zero


"Kita bagi kelompok. Aku akan menyerang dari belakang dan mencari Roger. Kau dan yang lain serang mereka dari depan untuk mengalihkan perhatian mereka." ujar Danu


Zero mengangguk paham. Dia memimpin pasukan untuk menyerang Basecamp milik Raka dari depan. Sedangkan Danu memberi kode pada yang lain untuk mengikutinya ke belakang.


Zero memberi kode pada yang lain untuk maju. Mereka mengendap-endap mendekati rumah tersebut tapi ada yang aneh. salah satu dari mereka merasa menginjak sesuatu. Dia menunduk dan mengangkat kakinya untuk melihat apa yang dia injak. Tapi tiba-tiba...


DUAARRR


Anak buah Zero meledak dan sebagian terpental karena ledakan tersebut.


"Sial!! mereka memasang ranjau di sekitar rumah. Kalian harus hati-hati." seru Zero.


"Baik."


Hal yang sama terjadi di halaman belakang. Mendengar ledakan dari arah depan membuat Danu waspada. Mereka mengendap-endap untuk masuk melalui pintu belakang. Tapi lagi-lagi anak buahnya menginjak ranjau.


"Bos..!!" panggil salah satu anak buah Danu.


Danu dan yang lain berhenti dan menoleh kearahnya. Dia melihat kaki anak buahnya yang menginjak ranjau.


"Shiitt!! Jangan bergerak sedikitpun!! Dan untuk yang lain, perhatikan langkah kalian."

__ADS_1


"Baik Bos."


Tapi tanpa mereka duga, sebuah peluru melesat dan bersarang di perut anak buah Danu yang menginjak ranjau hingga membuat pria itu tersungkur dan meledak


DUAAARRR


Danu dan yang lainnya terpental karena ledakan tersebut. Ini sungguh diluar dugaan. Hanya dengan dua ledakan sudah membuat Danu kehilangan separuh pasukannya.


"Brengsek!! Aku tidak menyangka akan mendapat sambutan seperti ini." Danu menatap anak buahnya yang tersisa. Dia meminta mereka untuk berhati-hati.


Tapi belum sempat mereka bergerak, mereka sudah di hujani rentetan peluru dari atap.


Danu dan anak buahnya berlari masuk ke basecamp Raka tapi tidak sedikit dari mereka yang tewas karena rentetan tembakan tersebut. Begitu juga dengan Zero dan yang lain. Mereka berlari bersembunyi dan sesekali membalas tembakan tersebut. Tapi peluru yang keluar dari senjata M2 Browning begitu cepat sehingga kebanyakan dari mereka tewas tertembak.


"Brengsek! Bajingan! Argghh!!" Danu berteriak kesal. Dia melihat anak buahnya yang tersisa. Tidak sedikit mereka yang terluka. Sial, jika begini dia bisa kalah dan dia yakin, Reynand tidak akan melepaskannya.


Ini salahnya karena melakukan penyerangan tanpa rencana yang matang. Dia hanya berfikir jika mereka akan menang karena bagaimanapun juga dia memiliki pasukan yang lebih banyak daripada Reynand.


Danu kembali bergerak. Dia sudah berada di sana jadi tidak mungkin dia mundur. Untuk itu dia akan melawan siapapun yang berani menghadang nya.


Seperti sekarang, lagi-lagi anak buah Reynand menembaki mereka. Danu tidak tinggal diam. Mereka bersembunyi dan membalas tembakan tersebut.


"Lawanmu adalah aku, anak muda." tantang Lukas


"Cih, bolam lampu."


"What?" pekik Lukas. Dia mendelik mendengar sebutan dari Zero.


"Aku tidak akan kalah dari mu, bolam lampu." Zero menyerang Lukas menggunakan belati nya. Mereka saling menyerang dan menangkis.


Sementara itu, Danu dan yang lain berlindung dari tembakan anak buah Reynand dan sesekali membalas serangan mereka. Tapi Danu mengendap-endap pergi dari arena adu tembak itu karena dia harus mencari putra nya.


Danu mencari keberadaan Roger. Sesekali dia menembaki anak buah Reynand. Hingga dia sampai di sebuah ruangan yang luas. Dia memekik keras melihat pemandangan mengerikan di depannya.


"Roger..!!!" teriak Danu.


Hati Danu sakit melihat keadaan putranya yang mengenaskan. Di atas sana, Roger di gantung terbalik dengan keadaan tubuh penuh luka bakar. Dan di bawahnya ada bara api di dalam besi yang besar. Jika Roger jatuh maka dia akan mati terpanggang.

__ADS_1


"Da_daddy..!!" lirih Roger


Danu melangkah maju dan ingin melepaskan Roger tapi suara seseorang menghentikan niatnya.


Prok


Prok


Prok


"Wah wah wah.. Coba lihat !!.siapa yang datang?


Danu mengepalkan tangannya. Dia mengarahkan pistolnya pada pria yang baru saja datang.


"Reynand!!" teriak Danu


Reynand tersenyum sinis. Dia berdiri di dekat tali yang terhubung dengan Roger yang bergelantungan di atas sana. Bahkan dia mengeluarkan pisau kecil dan siap untuk memotong tali tersebut.


"Dad..!!!" teriak Roger


Danu mendengus dan menurunkan senjatanya.


"Apa maumu sebenarnya?" tanya Danu


"Kau bertanya apa mau ku? Bagaimana jika aku menginginkan nyawa kalian."


"Jangan gila Reynand." teriak Danu


Reynand tertawa keras. "Aku memang gila, Tuan Danu. Dan kalian lah yang membuat ku seperti ini." Reynand melempar pisaunya cepat dan mengenai tangan Danu hingga senjata di tangan pria paruh baya itu terjatuh.


Reynand berlari sambil sesekali bersalto dan berakhir menendang dada Danu hingga tersungkur.


"Kau membunuh orang tua ku dan Kakek Carlos dengan begitu keji. Bahkan kau juga ingin membunuh ku demi menjadi yang terhebat di dunia hitam. Apa menurutmu aku akan diam saja, Tuan Danu?"


Danu memegang dadanya yang terasa nyeri. Bahkan dari mulutnya keluar darah segar. Pria itu menyekanya dan berdiri. Dia membalas serangan Reynand dengan begitu brutal. Tapi tidak ada satupun pukulannya yang berhasil mendarat di tubuh Reynand.


"Aku akan membalaskan dendam atas kematian mereka. Jadi bersiaplah, Danu."

__ADS_1


Deg


__ADS_2