
Keesokan harinya,Raka dan Chaca bangun lebih awal karena ingin melihat sunrise dari balkon kamar mereka.
Chaca berdiri berpegang pinggiran pagar sedangkan Raka memeluk Chaca dari belakang.
"Wah... Sunrise!!!"teriak Chaca menatap kagum saat matahari mulai menampakkan sinarnya.
Raka hanya tersenyum dan menyandarkan dagunya di bahu gadis itu.Matanya terpejam menikmati aroma khas tubuh kekasihnya."Wangi."
"Setelah ini,kita pulang ya!"ajak Raka.
Chaca menoleh menatap Raka sejenak."Kenapa buru-buru?Chaca masih pengen main ke pantai."seru Chaca.
Raka hanya bisa diam,dia tidak mungkin memaksa kekasihnya untuk pulang.Dia juga bingung mencari alasan yang tepat agar Chaca mau pulang pagi ini.
Raka menghela nafas nya pelan.Dia berusaha tenang agar Chaca tidak curiga jika sebenarnya saat ini dia sedang khawatir.Dia datang di saat yang tidak tepat.Raka takut Dia akan menyakiti Chaca jika tahu Chaca adalah kekasih nya.Satu-satunya cara adalah meminta bantuan Andhika untuk membujuk Chaca kembali tinggal di rumah Kakek Wira.
"Ya sudah.Bobok lagi yuk!!"Raka menarik tangan Chaca.Tapi gadis itu menepis pelan tangan Raka."Masih pagi Cha."lanjut Raka.
"Ck.. Lihat tuh!matahari udah keliatan,masak mau tidur lagi sih."gerutu Chaca.
"Ya biarin aja, lagian kita lagi liburan kan?ya udah,nikmatin aja."seru Raka.
"Definisi orang malas.Udah ah,Chaca mau masak,laper.Kakak jangan tidur lagi,awas ya kalau tidur."ancam Chaca.
"Cium dulu, morning kiss."Raka memonyongkan bibirnya.
"Gak ah,"Chaca menolak dan langsung lari keluar dari kamar.Sedangkan Raka hanya bisa tersenyum.Tidak apa-apa, nanti juga dapat,pikir Raka.
Perlahan senyum di bibir Raka memudar.Wajahnya kembali datar dan tatapan nya kembali tajam.Dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Bagaimana?"tanya Raka pada Zion.
"Saya belum mendapatkan informasi,bos.Tapi Dia terlihat datang dengan beberapa anak buahnya."terang Zion.
__ADS_1
Raka mengepalkan tangannya.Setelah sekian lama Dia pergi setelah menorehkan luka terdalam yang tidak akan pernah bisa Raka lupakan.Kini Dia kembali.Apa tujuannya?ingin menghancurkan nya kembali? Tidak,Raka tidak akan membiarkan Dia menghancurkan hidupnya dan mengambil kembali kebahagiaan nya.
"Dia sangat licik,jadi berhati-hatilah!"
"Siap Bos."
Tut Tut Tut
Raka mematikan sambungan telepon nya dengan Zion.Dia mencari kontak Andhika dan meneleponnya.
"Halo Ka,ada apa?apa terjadi sesuatu?"tanya Andhika di seberang sana.
"Loe sama Sivanya?"bukannya menjawab pertanyaan Andhika,Raka justru berbalik bertanya karena dia mendengar suara perempuan di dekat Andhika.
"Iya,gue sama Siva."jawab Andhika.
"Bagus deh, sekalian aja gue ngomong sama kalian berdua."Raka terdiam sejenak.Dia menghela nafas panjang dan kembali berkata,"Dia kembali,Loe tahu kan maksud gue Dhik?"
"Iya.Dan gue butuh bantuan kalian berdua.Bujuk Chaca kembali ke tempat loe.Dia gak akan aman jika sama gue terus."
"Tapi Ka....."
"Dengerin gue Dhik!!gue akan tetep bantu Chaca,tapi dia gak bakalan aman sama gue, apalagi kalau dia tinggal sendiri.Itu bahaya.Dia bisa aja ngincer Chaca kalau tahu Chaca cewek gue."
"Oke.Gue bakalan bujuk Chaca buat tinggal sama gue."Andhika berbicara sambil menatap Sivanya yang sedang bingung seolah bertanya apa maksud nya?
"Thanks."
Tut Tut Tut
Raka kembali memutuskan sambungan telepon nya.Dia memejamkan matanya sejenak dan pergi menyusul Chaca.
Sedangkan di sisi lain dimana Andhika sedang bersama Sivanya.Mereka memang sedang melakukan pendekatan.Dan saat ini mereka sedang lari pagi bersama.
__ADS_1
"Apa maksud Raka tadi Kak?Chaca sama kakak....."
"Iya,Gue kakak Chaca."seru Andhika.
Sivanya tertegun.Apa?Kakak?tapi bagaimana bisa?semua orang tahu Andhika itu anak tunggal.
"Chaca itu anak dari adik Ayah."seru Andhika yang tahu apa yang sedang Sivanya pikirkan.
"Gue gak bisa cerita banyak tentang Chaca.Karena itu bukan hak gue.Biar aja dia yang cerita sendiri sama loe.Tapi yang jelas,gue minta sama loe jangan bilang sama siapapun kalau Chaca adalah adik gue."
"Tunggu tunggu!! jadi orang tua Chaca adiknya Om Yoga?"tanya Sivanya.
"Lebih tepatnya ibu Chaca,bibi gue."
"Lalu kenapa....."
"Gue udah bilang,soal kenapa Chaca merahasiakan identitasnya,gue gak bisa cerita.Tapi gue harap loe juga gak maksa dia buat cerita karena itu privasi Chaca."
Sivanya hanya mengangguk paham.
"Lalu,soal Dia yang Raka bicarakan tadi,apa loe tahu sesuatu?"tanya Andhika.
"Untuk versi aslinya gue kurang tahu,tapi kakek pernah cerita kalau Dia adalah orang yang membuat Raka kehilangan Kakek Carlos.Dia juga yang membuat kehidupan Raka hancur dan menjadi pribadi yang dingin."ucap Sivanya.
"Pengkhianat?"
"Iya semacam itu.Dia adalah orang yang Kakek Carlos percaya.Kakek sudah menganggap nya anak sendiri.Tapi Gue gak tahu apa yang Dia lakukan pada keluarga Kakek Carlos."terang Sivanya.
Andhika mengangguk paham.Selama ini dia hanya tahu Raka terpuruk karena kehilangan Kakek Carlos.Dan Raka hanya mengatakan semua gara-gara Dia.Tapi Andhika tidak tahu apa yang terjadi saat itu.Yang jelas Raka sangat membenci orang itu.
Kini Andhika harus mencari alasan agar Chaca mau pulang.Dia juga khawatir Chaca akan menjadi incaran orang itu untuk menghancurkan Raka kembali.
Entah dendam apa yang di miliki Orang itu pada keluarga Raka, sampai-sampai Dia tidak akan pernah merasa puas sebelum Raka benar-benar hancur.
__ADS_1