
Kabar di temukan nya Chaca dan Raka begitu cepat menyebar.Sahabat-sahabat Chaca bahkan sudah menunggu kedatangan rombongan pencarian Chaca dan Raka di tenda khusus .
Mereka sangat senang dan bersyukur Chaca di temukan.Dan mereka juga berharap Sahabat nya itu baik-baik saja.
Jika Sahabat-sahabat Chaca terlihat senang,Beda dengan seseorang yang saat ini berada di tenda kelompok melati.Siapa lagi jika bukan Marrisa.Dia begitu geram karena rencananya gagal.
"Ck...kenapa mesti selamat sih?? Padahal gue sudah yakin dia bakalan mati".Batin Marissa
"Loe kenapa Ris?"tanya Laura
"Gak kenapa-napa.."ketus Marrisa
"Gak kenapa-napa kok ketus gitu jawabnya??Loe gak suka ya Chaca ketemu?".tebak Laura
"Udah tau ngapain tanya". Marrisa yang kesal memilih pergi meninggalkan Laura.
"Dih..Kenapa tu Anak?? Aneh ''
...----------------...
Sementara itu tidak berapa rombongan Andhika dan yang lain nya tiba di lokasi Kemah.
Andika langsung membawa Chaca ke Tenda khusus Pembina untuk mendapatkan penanganan karena luka Chaca cukup serius.
Sesampainya di sana Chaca di sambut oleh sahabat-sahabat nya..
"Chaca..!!!"teriak sahabat-sahabat Chaca..
"Hai semuanya ".Andhika menurunkan Chaca dan Sahabatnya langsung berhamburan memeluk Chaca.
"Gue seneng banget Cha loe selamat..Hiks hiks...Gue takut banget".Seru sivanya.
"Iya..Gue takut loe kenapa-napa..Maafin kita karena udah ninggalin elo sendiri".
"Maaf Cha.."Seru semua sahabat Chaca..
Chaca tersenyum dan kembali memeluk Sahabatnya.."Gak papa . Chaca baik-baik aja kok.. Justru Chaca mau ucapin makasih sama kalian"
Sahabat Chaca tampak mengerutkan keningnya.Mereka heran kenapa Chaca justru berterimakasih pada mereka.
Melihat sahabatnya bingung,Chaca pun kembali berucap.."Gak usah bingung gitu..Ntar Chaca cerita'in"
"Iya..Kita penasaran apa yang terjadi sama loe selama di hutan ,Sama Kak Raka juga''.Seru Dayana.
"Kakak juga penasaran..tapi sebelum itu lebih baik Chaca duduk gih.. Sebentar lagi anggota PMR datang buat ngobatin Chaca".Ucap Andhika.
Mendengar hal itu sahabat Chaca langsung memapah Chaca untuk duduk.
Tak berapa lama Anggota PMR datang dan langsung mengobati luka Chaca.Bersamaan dengan itu,Raka masuk ke tenda dengan wajah yang datar dan tatapan yang sulit di artikan.
"Kak Raka serem banget Sih".Bisik Monica
''Iya .. Merinding Gue jadinya."timpal Alya
Chaca menahan sakit sambil menatap Raka yang sedang berbicara dengan Andra.Entah apa yang mereka bicarakan.Tapi dari tampang mereka seperti nya mereka membicarakan hal yang serius.
"Kak Raka lagi ngomongin apa sama Kak Andra?Apa jangan-jangan Kak Raka..."
Flashback On
"Apa Kakak boleh minta tolong?"
"Minta tolong?"tanya Chaca..
"Iya..Kakak pengen minta tolong sesuatu.Nanti sesampainya di Tenda,Kita pura-pura masih putus ya"
Chaca mengerutkan keningnya..''Kenapa begitu?"
"Udah nurut aja..Gak lama Kok..Habis itu Chaca mau apain aja terserah..Mau umumin ke anak-anak kalau kita balikan,atau mau peluk Kakak di depan Umum,Atau mau Cium Kakak juga boleh"
__ADS_1
"Dih...Emang Chaca cewek apaan main nyosor duluan."Sungut Chaca.
Raka terkekeh..Dia kembali menegaskan pada Chaca jika semua hanya sementara.Dan berharap Kekasih nya itu tidak salah paham.
''Chaca ngerti kan?."tanya Raka
''Iya iya..Tapi apa alasan Kita harus pura-pura kayak gitu?".
"Ada lah pokoknya..Nanti Chaca juga tahu "
Flashback Off
"Andra..Gue minta Loe kumpulin Anak-anak yang gak ikut kegiatan kemarin."perintah Raka
"Ada apa emangnya?."tanya Andra
"Udah laku'in saja..Suruh mereka kumpul di tenda Khusus.Kalo di tanya ada apa, jawab aja karena mereka belum Absen kemarin ''
"Oke deh.."Andra pergi menjalankan perintah Raka.Walau sebenarnya Dia penasaran tapi Dia yakin Raka mempunyai alasan penting melakukan itu.
"Apa Loe curiga sama Anak yang gak ikut kegiatan kemarin?".Andhika yang tadinya menemani Chaca, langsung mendekati Raka yang terlihat serius berbicara dengan Andra.
"Kalau iya,Loe mau apa?"
"Jangan asal tuduh Ka"
"Gue gak asal tuduh..Gue justru sedang mencari tahu..Jika nanti benar Pelaku ada di antara mereka,Apa yang akan Loe lakukan?"Raka menatap tajam Andhika.Mengingat pertama kali dia menemukan Chaca membuat amarah nya meluap.
"Gue akan pastikan Dia akan mendapatkan balasan yang setimpal."Raka meninggalkan Andhika yang terdiam.
...****************...
Raka duduk menunggu Andra membawa Anak-anak kelas 10 yang tidak mengikuti kegiatan kemarin.Dia sudah tidak sabar mengungkap siapa pelaku yang sudah membuat kekasihnya celaka.Dan Dia yakin jika pelakunya ada diantara mereka yang tidak mengikuti kegiatan.
Tak berapa lama,Andra datang bersama dengan 11 orang yang tidak mengikuti kegiatan .
"Ka..Ini Anak-anak yang tidak ikut kegiatan.. Mereka tidak ikut karena nunggu tenda."Seru Andra..
"11 orang yang gak ikut??"
''Iya.."
"Setahu Gue,Semua ada 10 kelompok kan?"tanya Raka..
"Iya sih.."Andra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sekarang kasih alasan kenapa kalian Gak ikut kegiatan?"Tanya Raka pada Adik kelasnya itu.
"Kita bertugas Nunggu tenda Kak."Seru mereka
"Hanya itu?"
"Iya''.
"Lalu kelompok mana yang nunggu tenda sampai dua orang?"tanya Raka lagi
"K_kelompok melati Kak."Jawab Laura
"Kenapa harus berdua?Yang lain hanya satu"
"Kemarin Marissa mengeluh sakit.Jadi saya merawatnya sekaligus menunggu tenda."jawab Laura
"Loe sakit? Sakit apa?."Tanya Raka
"A_aku.. kemarin gak sengaja jatuh Kak"
Raka menatap Laura meminta penjelasan..
"Saya gak tahu Kak..Dia cuma bilang sakit makanya gak ikut kegiatan.Dia cuma tidur di tenda.Selebihnya Saya tidak tahu.Soalnya Dia minta untuk tidak di ganggu."terang Laura
__ADS_1
Raka mengangguk paham dan meminta yang lain nya untuk kembali ke tenda kecuali Marissa tentu nya.
Raka berdiri di depan Marissa dan memegang kedua bahu Marissa.
''Loe sakit karena Gue nolak Loe?."Tanya Raka dengan nada lembut.
Marissa mengangguk pelan
"Mana yang sakit?Apa udah di obati?".Marissa mengangkat dagunya menatap Raka.Dia merasa jika Pemuda di depannya itu mulai perhatian padanya dan itu membuatnya sangat senang.
"Sudah Kak.."
"Coba Gue liat..''Raka menuntun Marissa untuk duduk.Dia membuka perban yang melilit tangan Marissa .
"G_gak usah Kak..Ini sudah sembuh Kok."Tolak Marissa
"Gue mau liat..Jangan sampai infeksi Ica..''
Blush
Pipi Marissa memanas mendengar Raka memanggil nya begitu mesra.Dia membiarkan Raka membuka perban di tangan nya tanpa rasa curiga.
Setelah perban nya terbuka,Raka terdiam sejenak."Ini bukan luka karena jatuh melainkan karena senjata tajam."pikir Raka dalam hati
"Apa Loe tahu,,.?"Raka mulai mengobati tangan Marissa sambil mengeluarkan keluh kesah nya..
"Ada Cewek yang hilang kemarin..Dia mantan Gue..Heh..Nyusahin banget..Gue temuin Dia di dasar Jurang.Dia bilang ada orang yang ingin celakain Dia..Konyol kan?."Marissa terdiam mendengar cerita Raka.Dia merasa aneh dengan Raka yang seperti tidak suka dengan Chaca.
"Konyol sih..Tapi Kakak juga nyelametin Dia kan?."
"Karena itu tanggungjawab Gue..Gue yang bikin peta.Makanya Gue yang harus cari Dia."
"Apa loe percaya ada orang yang mau nyelakain Dia?."Raka menatap Marissa
"Y_ya gak tahu sih Kak..Tapi kayaknya itu cuma karangan Chaca aja deh."
"Gue juga mikirnya gitu.Tapi dia bilang dia tahu siapa pelakunya.Soalnya Dia ngeliat wajah orang yang nyelakain Dia."
"Hahaha...Jangan bercanda Kak..Gak mungkin Dia tahu wajahnya..Orang itu kan pake penutup kepala jadi mana mungkin......''
"Oh .Jadi orang itu memakai penutup kepala?Tahu dari mana?."tanya Raka
''I_itu...''
''Kalian denger !!!"teriak Raka..
"Iya..Kita denger..''Anggota Osis,Chaca dan Sahabat-sahabat Chaca keluar dari tempat persembunyiannya. Dan hal itu membuat Marissa gemetar ketakutan.
"K_kak..I_ini maksud nya apa?."
"Kita lagi cari orang yang udah bikin Chaca celaka."Bukan Raka..Tapi Reva yang menjawab pertanyaan Marissa .
"Gue gak nyangka loe setega itu Ris.Gila Loe.."Seru Alya
"G_gak..Itu gak bener..''sangkal Marissa
"Gak bener apa?Kita udah denger semuanya Ris..Loe mau mengelak gimana lagi.?"teriak Sivanya.
Ya..Raka meminta Semua anggota Osis untuk bersembunyi sebelum Marissa dan yang lainnya datang.
Raka hanya ingin mereka tahu siapa pelakunya?Dan dugaan Raka benar..Marissa pelakunya.
"Loe mau Gue yang urus atau ....''
"Biar Gue aja..''Potong Andhika..Dia tidak mau Raka menghakimi Marissa karena itu bisa membahayakan nyawa seseorang.
"Oke..Gue harap loe menghukum nya sesuai perbuatan nya."seru Raka.
Andhika hanya terdiam.Dia menatap Marissa dengan tatapan yang sulit di artikan..
__ADS_1
"Loe salah udah bikin Adik Gue celaka Marissa."batin Andhika