Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Imajinasi


__ADS_3

Pagi menjelang,Suara burung-burung berkicauan terdengar begitu nyaring.Seberkas Sinar matahari masuk melalui ventilasi jendela membuat dua mahluk yang masih terlelap dalam tidurnya sedikit terganggu.


Raka memalingkan wajahnya saat merasa silaunya sinar matahari.Sedangkan Chaca menggeliat mencari posisi ternyaman untuk kembali mengarungi mimpi nya.Dia tahu jika hari sudah pagi.Tapi Dia enggan untuk terbangun.Matanya tidak mau terbuka karena terlalu nyaman di posisi nya.


Rasanya sudah lama Dia tidak tidur se nyenyak ini.Bahkan mimpi-mimpi buruk yang biasa menghantui malamnya pun seolah hilang begitu saja.


"Sangat nyaman".


Chaca tidur dengan memeluk erat guling nya.Hangat dan nyaman.Tunggu dulu!!!Guling? Bukankah di tempat tidur Raka tidak ada guling?Dia hanya menumpuk bantal-bantal di tengah-tengah mereka.Tapi kenapa ini keras?batin nya saat meraba-raba guling tersebut.


Karena penasaran, Perlahan Chaca membuka matanya.Dan....


"Oh my God...!!!"Chaca tersentak saat menyadari jika dirinya tidur memeluk Raka.Dia melihat kebelakang dan ternyata Dia melewati batas yang dia buat sendiri.Lalu di mana bantal-bantal itu?


Perlahan Chaca menggeser posisi nya menjauh dari Raka.Dia bangun dan duduk di tepi tempat tidur..Astaga .. Ternyata Bantal yang Dia gunakan sebagai pembatas sudah berserakan di lantai.


''Apa mungkin semalam Chaca tidur dengan aktraksi akrobat?Tapi kan Kaki Chaca lagi sakit.Terus Kenapa bantal nya bisa jatuh ke lantai semua?."gumam Chaca yang masih bisa di dengar oleh Raka.


Si Pelaku mencoba menahan tawanya.Dia pura-pura masih tertidur.Padahal dia sudah bangun lebih dulu daripada Chaca.Melihat ekspresi kekasih nya yang kebingungan membuat nya gemas.


Hah..Malam ini Raka bisa tidur dengan sangat nyenyak.Dan nanti jika ada kesempatan Dia akan menyingkirkan bantal-bantal itu agar tidak menjadi penghalang antara mereka lagi.pikir Raka.


Chaca menoleh kearah Raka yang masih terlelap.Seperti biasa , terlihat sangat tampan .Tapi sekarang bukan saatnya untuk memuji rupa pemuda itu.Dia ingin ke kamar mandi dan Kakinya masih sakit.Seandainya ada tongkat mungkin Dia bisa pelan-pelan berjalan sendiri.Tapi sayang nya Raka tidak menyediakan tongkat untuk nya.Entah karena lupa atau bagaimana,tapi tidak ada pilihan lain sekarang,Dia harus membangunkan Raka.


Chaca mulai menggeser pantatnya mendekati Raka.Dia menggoyangkan tubuh pemuda itu dan memanggil namanya..


"Kak...!!!Bangun..!!!."seru Chaca.


Bukannya terbangun Raka Justru menggeliat dan menarik lengan Chaca hingga Gadis itu terjatuh tepat diatasa tubuh Raka.


"Kyaa...."pekik Chaca.


"Ihh....Kak Raka..!!!"teriak Chaca


"Apa?."tanya Raka dengan suara serak khas bangun tidur.Dia memeluk erat pinggang kekasihnya agar tidak bisa bergerak.


"Lepas gak!!!".


"Cium dulu baru nanti Kakak lepas..''


''Ihh...Chaca mau ke kamar mandi Kak..!!!"


Raka membuka matanya dan langsung menyambar bibir ranum kekasihnya.Dan Chaca hanya bisa berdecak kesal.


"Cepat anter Chaca ke Kamar mandi..!!!"perintah Chaca yang sudah terlepas dari pelukan Raka.

__ADS_1


"Mandi?"


Chaca menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


Bukannya membantu Chaca ke kamar mandi,Raka justru turun dari tempat tidur dan mengambil kursi kecil dan membawanya ke kamar mandi."Mau apa Dia?" pikir Chaca.


Cukup lama Raka di kamar mandi.Apa yang sebenarnya Dia lakukan di sana?Chaca yang sudah tidak tahan ingin segera mandi mencoba turun dari tempat tidur tapi tiba-tiba Raka keluar dari kamar mandi dan langsung menggendong..


"Kakak ngapain?"tanya Chaca


"Bantuin Chaca mandi."Jawaban Raka sontak membuat Chaca langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


Raka terkekeh melihat nya.Dia menurunkan Chaca di kursi yang di bawanya tadi .


"Untuk sementara Chaca mandinya kayak gini dulu ya.. Gak usah berendam..Pake shower terus kakinya diangkat gini biar gak kena Air..'' terang Raka memberitahu Chaca cara agar Kaki nya yang terluka tidak terkena air saat mandi.


"Oke..''


"Ya udah...Kakak tunggu di luar.Kalau udah selesai panggil Kakak.."


"Iya iya..Sana hush hush..Keluar..!!".


"Chaca..!!!"Raka mengeluarkan ekpresi dingin nya .Tapi bukannya takut,Gadis itu justru tertawa pelan dan meminta maaf.


Raka hanya menggeleng pelan dan keluar dari kamar mandi.Dia menutup pintu kamar mandi dan berdiri didepan pintu tersebut.


Setelah merasa cukup,Chaca mengakhiri ritual mandinya dan perlahan berdiri mengambil jubah mandinya.


"Sudah Kak..". Teriak Chaca.


Cklek


Raka membuka pintu dan langsung menggendong Chaca keluar dari kamar mandi.Dia membaringkan Chaca di tempat tidur dan mengukung gadis itu.


Ada apa? Kenapa Raka tidak juga menyingkir?. Justru pemuda itu malah menatap intens mata Chaca.


Glek


Chaca menelan saliva nya kasar.Apa yang akan Raka lakukan?Apa mereka akan melakukan adegan seperti saat di hutan waktu mereka berteduh?.Pikir Chaca.


Perlahan Raka mendekatkan wajahnya dan Chaca hanya bisa memejamkan matanya Dan...


Cup


Bibir mereka menempel begitu mesra.Mereka saling memangut dan bertukar saliva.Hingga lama kelamaan ciuman yang biasa itu berubah menjadi panas.Membuat Si Pelaku menginginkan lebih.

__ADS_1


Perlahan tangan Raka mulai melakukan tugasnya.Dia melepas jubah mandi Chaca dan terpampang jelas gundukan kenyal yang tidak tertutup oleh wadahnya.


"Kak..!!!"


"Ssttt...."Raka kembali menyatukan bibir mereka dan perlahan ciuman itu turun mencari kenikmatan.


Chaca hanya bisa memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya.Dia seolah malu mendengar suara nya sendiri saat Raka berhasil menguasai kedua pegunungan miliknya.


Chaca meremas rambut Raka dan menekan kepala pemuda itu agar melakukan lebih dalam.


"Chaca suka?".tanya Raka yang melihat Chaca Begitu menikmati nya.Chaca tidak langsung menjawab.Dia menarik tengkuk pemuda itu dan mencium bibir nya dengan agresif.


"Chaca kenapa?.Kok bibir nya di monyong-monyongin gitu..''.tanya Raka heran .


Chaca tersentak dan membuka matanya.Dia melirik ke bawah dan melihat jika Jubah mandi nya masih utuh.


Astaga apa baru saja Chaca berimajinasi bercinta dengan Raka??.Tapi ciuman itu terasa nyata.


"Chaca kenapa?". Lagi-lagi pertanyaan Raka menyadarkan nya."Jadi benar itu hanya khayalan Chaca saja".batin Chaca .


Melihat ekspresi kecewa sang kekasih membuat Raka ingin menggodanya."Jangan-jangan Chaca tadi bayangin yang enggak-enggak ya?"..


"A_apa?? Tidak..Siapa bilang?''.sangkal Chaca


"Chaca berharap Kakak cium Chaca kan? Buktinya tuh bibir tadi di monyong-monyongin.."


"Gak ya ..Tadi Chaca lagi senam bibir..Udah sana..Bangun!!!Chaca mau pakai baju..''


Raka terkekeh dan beranjak dari tubuh Chaca.Dia mengambil kan baju dan dalam** untuk Chaca.


"Ini bajunya...''


Chaca mengerutkan keningnya.Dia Duduk di pinggiran tempat tidur."Itu baju siapa Kak?"tanya Chaca heran.Bukannya Dia tidak pernah menyimpan bajunya di sini.Tapi kenapa Raka bisa punya baju perempuan?. pikir Chaca


"Gak usah berpikir yang tidak-tidak..Ini baju baru..Kakak sengaja siapin buat Chaca.Biar Chaca kalau nginep di sini gak bingung mau pake baju."terang Raka.


Chaca mengambil baju itu dan menempelkan nya di tubuh nya.."pas.."


Lalu dia mengambil B** dan C* nya.


Chaca tersentak kaget saat melihat ukuran dari dua benda itu.Kenapa bisa begitu pas? Darimana Raka tahu ukuran Chaca?


Raka terkekeh melihat ekspresi Chaca.Dan muncul ide untuk menjahili kekasihnya.."Kakak kan pernah lihat,Pernah pegang juga.Jadi Kakak tahu ukuran nya".


Chaca mendelik menatap Raka.."Mesum.."

__ADS_1


Lagi-lagi Raka tertawa terbahak-bahak.Dia sangat terhibur bisa menggoda kekasihnya.Dia berharap mereka akan seperti itu selamanya.


__ADS_2