
Raka di kepung oleh anak buah Arkan.Tapi Raka terlihat tenang, tidak ada rasa takut sama sekali.Dia menatap tajam anak buah Arkan satu persatu.Dan menantang mereka untuk maju.
"Hajar dia."titah Arkan.
Anak buah Arkan mulai menyerang Raka dengan berbagai pukulan dan tendangan.Tapi dengan lihai, pemuda itu menghindar dan menangkis serangan mereka.Justru anak buah Arkan tersungkur beberapa kali menerima pukulan dari Raka.
Arkan memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya.Dia menyeringai melihat perkembangan Raka yang begitu pesat.Pemuda itu kini terlihat lebih kuat di bandingkan sebelum nya.Tapi itu tidak akan merubah apapun.Karena pertarungan kali ini akan tetap di menangkan oleh nya.
Arkan memberi kode pada anak buahnya yang lain untuk menyerang Raka diam-diam dan dia sendiri akan membawa kekasih Raka.
Anak buah Arkan mengeluarkan senjata api nya dan membidik Raka.
Dor
"Akh..."Anak buah Arkan tumbang.Arkan tertegun,dia mencari siapa yang sudah menembak anak buahnya.Melihat hal itu,Raka menggunakan kesempatan itu untuk masuk kedalam mobilnya dan tancap gas.
BRUMM
Arkan tersentak.Sial,dia kecolongan.Sepertinya ada yang membantu Raka.
Arkan memerintahkan anak buahnya untuk mengejar Raka tapi Raka lebih dulu mengeluarkan senjatanya dan membidik ban mobil milik Arkan dan anak buahnya.
Dor
__ADS_1
Dor
Dor
Dor
Arkan tercengang.Bagaimana mungkin Raka bisa melakukan nya?pemuda itu bahkan tidak menoleh saat menembak ban mobil mereka.
"Heh.Sepertinya aku terlalu meremehkan mu Raka.Aku akui kau hebat,tapi aku tidak akan kalah.Setidaknya kini aku tahu apa kelemahan mu."Arkan menyeringai dan menelepon anak buah nya yang lain untuk menjemputnya.
Sementara itu di dalam mobil Raka menelepon Zion dan memerintahkan nya untuk pergi dari sana.
"Zion, cepat pergi dari sana!dan kumpulkan semua orang-orang kita.Aku akan segera kesana."titah Raka.
Raka memutuskan sambungan telepon.Dia melirik Chaca yang masih tertidur di sampingnya."Maaf sudah membuat mu dalam bahaya sayang."gumam Raka.Dia membawa Chaca ke tempat yang paling aman yaitu di istana milik keluarga Joseph.
Raka menghentikan mobilnya di pelataran kediaman keluarga Joseph.Dia menyeka darah yang berada di sudut bibirnya yang sudah mulai mengering,lalu Raka menggendong Chaca ala bridal dan membawanya masuk kedalam.
"Raka?"Andhika menghampiri Raka dan bertanya,"Chaca kenapa?terus wajah loe..."
"Gue gak papa.Chaca juga cuma tidur."sela Raka."Dimana kamar nya?"
"Oh..."Andhika mengantar Raka ke kamar Chaca.Kamar bernuansa biru muda dengan dekorasi penuh dengan gambar cartoon si baling-baling bambu.Sungguh sangat lucu.
__ADS_1
Raka membaringkan Chaca di tempat tidur dan menarik selimut menutupi tubuh Chaca.Pemuda itu terdiam sejenak dan mengecup kening Chaca.
"Ada apa sebenarnya Ka?"tanya Andhika penasaran.Dia yakin telah terjadi sesuatu apalagi wajah Raka yang terluka membuat Andhika khawatir.
Raka menghela nafas panjang dan berucap,"dia sudah tahu siapa Chaca.Jadi biar Chaca di sini dulu.Bilang sama Kakek Wira untuk memperketat keamanan Chaca.Gue yakin dia akan mengincar Chaca demi mencapai tujuan nya."Raka menepuk bahu Andhika dan kembali berucap,"gue titip Chaca sebentar.Cari alasan apapun agar Chaca mau tinggal di sini."
"Gimana kalau dia nanyain loe?"
"Gue gak bakal lama.Setelah urusan gue selesai,gue bakal balik lagi buat ambil Chaca."Raka menatap Chaca sejenak."Ini jadwal terapi Chaca."Raka menyerahkan selembar kertas hasil terapi Chaca dan jadwal terapi yang harus Chaca lakukan.
"Dia gak bakal mau terapi kalau gak ada loe Ka."
"Masih ada waktu satu minggu,gue akan usahain buat selesai'in semua secepatnya.Bilang sama Chaca kalau gue ada urusan dan gak bisa ketemu dia dulu.
"Tapi Ka....."
"Loe satu-satunya harapan gue Dhik.Tolong jaga Chaca."
"Loe tenang aja,gue bakalan jaga Chaca.Tapi gue juga pengen bantu elu Ka."seru Andhika.
Raka menggeleng pelan."Ini urusan keluarga gue.Biar gue selesaiin sendiri."
"Gue pamit."Raka menatap wajah Chaca sejenak lalu pergi dari sana.Dia harus pergi ke markas untuk menemui Zion dan yang lain untuk membuat strategi balas dendam pada Arkan.
__ADS_1