
Chaca tersenyum bahagia di gendongan Raka.Dia memeluk erat Raka dan menyembunyikan wajahnya di leher Raka.
"Seneng?"
"Hah? Kakak ngomong apa?"
"Dari tadi Kakak perhatiin Chaca Senyum terus..Seneng ya balikan sama Kakak?"Goda Raka
"Dih GeEr..Siapa juga yang senyum-senyum??"
"Gak usah bohong..!! Kelihatan kok dari wajah Chaca... Chaca pasti nyeselkan mutusin Kakak."Seru Raka
"S_siapa yang nyesel??Yang Ada Kakak yang nyesel Chaca putusin..
"Kok Kakak..?? Harusnya Chaca Dong..Kalau Kakak gak nyesel sama sekali..Tapi Kakak sedih karena satu-satunya Rumah tempat Kakak berteduh tiba-tiba mengunci pintu dan melarang Kakak untuk masuk"
Chaca terdiam mendengar ucapan Raka..Sejenak dia merasa bersalah karena mengakhiri hubungan nya dengan Raka tanpa alasan yang jelas..
"Tapi Kakak bahagia.. Akhirnya Rumah Itu mau membuka pintu nya kembali untuk Kakak.Dan membiarkan Kakak menempati nya kembali," Lanjut Raka
"Maaf Kak".. Lirih Chaca
"Kakak yang harusnya minta maaf..Kakak janji akan menjadi yang terbaik untuk Chaca "
Chaca tersenyum simpul.Jujur sebenarnya Dia juga senang bisa balikan lagi dengan orang yang dia inginkan.Sampai-sampai rasanya Dia ingin berteriak dan bilang pada Dunia Jika Raka adalah miliknya.
"Cha..!!"panggil Raka
"Ya?"
"Apa Kakak boleh minta tolong?"
"Minta tolong?"tanya Chaca..
"Iya..Kakak pengen minta tolong sesuatu "
...****************...
Sementara itu Andhika dan yang lainnya menuju ke tempat di mana terakhir Chaca berada.. Mereka berunding dengan Warga sekitar dan Akhirnya memutuskan untuk berpencar..
Sebagaian dari mereka turun ke jurang tempat Chaca terjatuh dan mulai melakukan pencarian.
"CHACA..!!!RAKA..!!!!DIMANA KALIAN!! "Teriak Dhika
Yang lainpun ikut berteriak memanggil Chaca dan Raka.Tapi nihil, Tidak ada sahutan ataupun jejak mereka berada.
__ADS_1
"Kita sudah mencari cukup jauh dari lokasi tempat teman Akang menghilang.Saya rasa tidak mungkin mereka berjalan lebih jauh dari ini"Seru salah satu warga
"Jadi menurut Bapak bagaimana?"tanya Andhika
"Kalau menurut feeling saya, kemungkinan Kedua temen Akang ini jatuh ke jurang.Kemarin hujan deras sekali dan jalanan juga licin..Bisa jadi mereka tergelincir dan jatuh ke jurang."seru warga yang lain
"Coba Akang telepon temen Akang yang mencari di sekitar jurang"..Ucap Kepala Desa
Sesuai perintah Kepala Desa, Andhika menghubungi Andra yang ikut mencari di dasar Jurang.
"Halo Andra.. Bagaimana di sana?Apa ada petunjuk keberadaan Chaca dan Raka?"
^^^"Sampai saat ini belum ada Dhik"jawab Andra^^^
"Hei...Ini ada jejak Kaki di sini dan potongan kain"Seru salah satu Warga yang ikut mencari di dasar Jurang.
Andhika yang mendengar hal itu langsung meminta Andra untuk memastikan apakah potongan Kain itu milik Chaca dan Raka atau bukan.
"Halo Dhik... Seperti nya ini milik Raka..Tapi ada noda darahnya"Seru Andra
"Gue dan yang lain akan segera kesana..!!''
Andhika memutuskan sambungan telepon dan memberitahu teman-teman nya jika Andra menemukan potongan kain yang di duga milik Raka..
Andhika dan yang lain bergegas menyusul Andra untuk ikut melakukan pencarian di dasar Jurang.
"Gimana Ndra?".tanya Andhika
"Itu ada gubuk..Gue dan yang lain udah periksa ke dalem.Sepertinya ada yang tinggal di sana.Karena ada api unggun yang masih baru".terang Andra..
Andhika terdiam sejenak..Dia yakin jika itu adalah Raka dan Chaca.Dia lantas memerintahkan Teman-teman nya untuk berpencar.Dia yakin Raka dan Chaca belum jauh dari sana.
"RAKA..!!!CHACA..!!!"Teriak Andra.
"LOE DI MANA KA??"
"CHACA..!!!INI KAKAK...KAMU DI MANA CHA". seru Andhika
Sementara itu tidak jauh dari tempat Andhika,Raka dan Chaca tengah beristirahat di bawah pohon.Samar-samar Chaca mendengar orang yang memanggil mereka
''Kak..Kayak ada yang manggil..''seru Chaca
Raka menajamkan pendengarannya..Dan memang benar ada seseorang yang memanggil mereka.
"Itu pasti Andhika dan yang lain''
__ADS_1
"Benarkah?"
Raka mengangguk.."ANDHIKA..!!!GUE DISINI!!!".Teriak Raka..
Raka kembali menggendong Chaca di punggung nya dan pergi mencari sumber suara yang memanggil mereka..
"CHACA!!!..RAKA...!!!"Teriak Andhika
"GUE DI SINI DHIKA..!!!"sahut Raka
"I_itu suara Raka.."seru Andra
"Iya..Loe bener..''
Tak berapa lama Akhirnya mereka menemukan Raka dan Chaca..
"Chaca..!!!"
"Kak Dhika"
Raka menurunkan Chaca dari gendongan nya dan dengan sigap Andhika langsung menarik Chaca ke dalam pelukannya..
"Dasar Anak nakal..Kenapa Chaca suka sekali bikin Kakak khawatir Hah?''
''M_maaf Kak..!!"
Andhika mengurai pelukan nya dan memeriksa Chaca apakah terluka atau tidak.Dan ternyata Kaki Chaca terluka cukup dalam.Dan dengan sigap, Andhika langsung menggendong Chaca..
"Kak Dhika..!!!"pekik Chaca
"Diem..!!!"
"Kalau begitu kita langsung saja kembali ke perkemahan..''Seru Kepala Desa
"Iya Pak.. Terimakasih sudah membantu kami mencari Teman-teman Kami"
''Iya Nak.. Tidak apa-apa..Lain kali kalian harus hati-hati ya.."
"Iya Pak.."
Andra merangkul pundak Raka yang sedari tadi melihat Chaca yang berada di gendong Andhika.
"Jangan Cemburu..Kalian kan sudah putus..Biar Andhika yang bahagiain Chaca "Seru Andra
Raka berdecak dan pergi meninggalkan Andra..
__ADS_1
Dia tidak marah ataupun Cemburu karena Dia tahu siapa Andhika untuk Chaca..Tapi rasanya dia tidak rela jika Ada yang menyentuh miliknya.
"Chaca sekarang cuma milik Gue..Dan Gue gak bakal biarin siapapun merebut milik Gue"