Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Tinggal Bersama


__ADS_3

Chaca mengerjapkan matanya kala sinar matahari masuk melalui jendela kaca di ruang tempat dia tertidur.


Tapi bukan nya bangun,Chaca justru menggeliat membelakangi jendela dan menarik selimut nya sampai sebatas leher.


Dia kembali memejamkan matanya di tempat tidur nya yang empuk.


Dengan mata yang terpejam,Chaca nampak mengerutkan keningnya.Dia meraba-raba tempat tidur nya.


"Kenapa tempat tidur nya nyaman..???, Selimut nya juga hangat.."gumam Chaca.


Dia mulai menyipitkan matanya .


"Kenapa ruang UKS jadi luas kayak gini..???"


Chaca mengedip-ngedipkan matanya.Dia terbangun saat sadar jika dia sedang tidak berada di ruang UKS.


"I_ini dimana..???"


"Sudah bangun...???"Chaca melihat kearah sumber suara yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Mahluk tampan yang baru saja selesai mandi itu terlihat menggosok rambut nya yang masih basah dengan handuk.Sungguh Dia terlihat seksi pagi itu.


"Cha ..!!!"panggil Raka


"Ah...I_iya Kak..."Jawab Chaca tergagap.


Raka tersenyum dan duduk di pinggiran tempat tidur.


"Masih ngantuk..???"


Chaca menggelengkan kepalanya.


"Ini di mana..??"


"Apartemen Kakak..."


Chaca membulatkan matanya.


"Ke_kenapa Chaca bisa ada di sini..??Kakak tidak...."Chaca tidak melanjutkan ucapannya.Dia menarik selimut nya sampai menutupi seluruh tubuhnya.


Raka terkekeh.Dia menyentil pelan kening Chaca.


"Apa yang ada di pikiran Chaca ..hmm??"


Wajah Chaca merona karena malu.


"Tenang saja.Kakak gak ngapa-ngapain Chaca.Tapi gak tahu kalau nanti.."


Chaca melototkan matanya.Lagi-lagi Raka terkekeh karena berhasil menggoda kekasih nya.


"Maksud Kakak nanti kalau kita udah nikah.."


Chaca berdecak


"Memangnya siapa yang mau nikah sama Kakak..??"


"Chaca..''jawab Raka Santai.


"Masih kecil juga Mikirin nikah-nikah segala.."sungut Chaca


"Rencana.."


Chaca memanyunkan bibirnya kesal.


"Jangan kayak gitu..!!! Kakak gak bisa nahan untuk tidak cium Chaca nanti nya.."goda Raka.


Chaca buru-buru menutup mulutnya dengan telapak tangannya.Membuat Raka tersenyum kembali.

__ADS_1


"Kakak belum jawab.. Kenapa Chaca bisa ada di sini..??"tanya Chaca


"Kakak yang bawa Chaca kesini.Tadi nya Kakak mau anter Chaca pulang tapi Chaca tidur nyenyak banget.Jadi gak tega buat bangunin."


"Terus kenapa Chaca gak di bawa ke rumah Chaca aja..?? Kenapa malah kesini???"


"Gak ada yang jaga Chaca di rumah.Jadi untuk sementara Chaca tinggal dulu di sini.."seru Raka


"A_apa...????Gak..!!! Chaca mau pulang aja..!!Chaca bisa jaga diri Chaca sendiri..!!"Chaca turun dari tempat tidur dan berjalan dengan tertatih mengambil tas ransel nya.


"Kakak gak ijinin Chaca pulang.."ucap Raka dingin.


"Chaca gak perduli.."Chaca menggendong tas ransel nya dan berjalan ke arah pintu.


"Kalau Chaca berani keluar dari pintu itu, Kakak akan lakuin apa yang tadi Chaca pikir kan.."ancam Raka.


Chaca menghentikan langkahnya.Dia berbalik menatap tajam Raka.


"Mau Kakak apa sih..???"sungut Chaca


Raka berdiri dan mendekati Chaca.


"Kakak cuma mau Chaca.."seru Raka


Chaca melangkah mundur kala Raka semakin mendekat .Raka menghimpit tubuh Chaca saat Chaca tidak bisa lagi menghindar .Membuat gadis itu gemetar ketakutan.


"Kakak gak mau Chaca kenapa-napa.Jadi untuk sementara Chaca tinggal sama Kakak.Kakak juga sudah bilang sama Dhika.Setelah Chaca sembuh Kakak akan antar Chaca pulang.."Wajah Raka terlihat dingin dan menyeramkan dengan tatapan matanya yang tajam.


"I_iya.. Tapi jangan kayak gini Kak..Chaca takut.."Raka mundur satu langkah memberi ruang untuk Chaca.


"Maaf..!!!Sekarang Chaca mandi dulu.Kakak mau pesan makanan.Chaca mau makan apa..??"tanya Raka dengan suara yang berubah lembut


”Boleh apa aja..??"


Raka mengangguk pelan.


"Masih pagi Cha..."


Chaca memanyunkan bibirnya.


"Tadi katanya apa aja boleh..??"


"Mau Kakak cium..???"


Chaca menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan menggeleng cepat.


"Chaca suka seafood..???"tanya Raka


Chaca hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


"Ya udah..Chaca mandi gih..!! Kakak mau ambil minum.Nanti gak usah ke bawah.Biar Kakak bawa ke sini aja makanan nya."


Chaca tidak menjawab.Dia menghela nafasnya saat Raka sudah keluar dari kamar nya.


Beberapa menit kemudian Chaca selesai dengan ritual mandi nya.Dia keluar dengan menggunakan kaos Raka yang terlihat kebesaran di tubuhnya.


Karena bosan,Chaca memutuskan untuk keluar dari kamar.Dia turun ke lantai bawah tempat di mana terdapat ruang tamu, Ruang bersantai dan dapur.


"Apartemen nya luas banget.Kak Raka pasti anak orang kaya.."gumam Chaca.


Dia mencari Raka yang ada di ruang santai.Pemuda itu terlihat fokus pada ponsel sehingga tidak menyadari keberadaan Chaca yang duduk di sampingnya.


"Lagi ngapain..??"tanya Chaca


"Mengecek laporan keuangan.."Jawab Raka tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel nya.


"Kenapa turun..??"tanya Raka

__ADS_1


"Chaca Bosen..''


Raka hanya mengangguk tanpa melihat kearah Chaca.


"Laporan keuangan perusahaan ya.???"tanya Chaca


Raka meletakkan ponselnya dan menatap Chaca..


"Iya...Chaca seneng ya calon suami Chaca sudah punya pekerjaan..??"goda Raka


Chaca berdecak kesal.


"Paling usaha dari orang tua Kakak.."


Raka terdiam.Raut wajah nya berubah dingin .Chaca yang sadar akan hal itu berniat meminta maaf tapi belum sempat dia berbicara tiba-tiba bel berbunyi.


Raka berdiri dan membuka kan pintu.


Chaca menghela nafasnya karena merasa bersalah telah menyinggung perasaan pemuda itu.Kebanyakan memang anak orang kaya akan melanjutkan perusahaan keluarga nya tanpa harus repot-repot mencari pekerjaan kan??


Chaca berjalan tertatih menyusul Raka ke dapur.Pemuda itu menyiapkan makanan yang dia pesan tadi .


"Ayo makan..!!!"ajak Raka


Chaca mengangguk pelan dan duduk di sebelah Raka.


Mereka makan dalam diam.Membuat Chaca menjadi canggung.


"Kakak gak suka seafood..??"tanya Chaca memecah keheningan.


"Suka.."


"Mau coba punya Chaca..??"Chaca menyendok makanan nya dan diarahkan ke mulut Raka.


"Aaa.. Pesawat terbang datang..."


Raka menatap Chaca yang ingin menyuapi nya layaknya anak kecil.


Raka tersenyum dan membuka mulutnya.


"Anak pintar..."seru Chaca.Lagi-lagi Raka tersenyum melihat tingkah lucu kekasih nya.


Tapi tiba-tiba Raka menghentikan makannya.


"Kakak udah kenyang.Kakak ke atas dulu.. Ngantuk.."Tanpa menunggu jawaban Chaca,Raka meninggalkan Chaca di ruang makan.


Chaca melihat piring Raka yang masih tersisa banyak karena Raka baru memakan nya beberapa suap.


"Apa Kak Raka sakit..?? Kenapa makan nya sedikit banget..??"


Chaca menghabiskan makanan nya dan mencuci piring kotor nya.


Dia ingin segera kembali ke atas untuk melihat keadaan Raka yang terlihat tidak baik-baik saja.


"Kak..!!"Panggil Chaca yang melihat pemuda itu tertidur di sofa dengan tangan yang menutupi wajah nya.


"Kakak baik-baik saja..??"tanya Chaca tapi tidak ada respon dari pemuda itu.Dia hanya mendengar dengkuran halus yang menandakan jika pria itu tertidur pulas.


Karena tidak ingin mengganggu,Chaca memilih merebahkan tubuhnya di tempat tidur.Jujur saja dia begitu lelah dan mengantuk.Apa lagi tubuh nya masih terasa sakit karena jatuh ke jurang .


Tidak butuh waktu yang lama, Chaca sudah menjemput alam mimpi nya.


Tapi Tiba-tiba Raka terbangun.Dia melihat Chaca tertidur dengan nyenyak.


Raka tersenyum dan memilih keluar dari kamar agar tidur Chaca tidak terganggu.Dia berjalan gontai menuruni tangga.


Sesekali dia berhenti dan memegang dadanya yang terasa sesak.

__ADS_1


Raka memejamkan matanya dan menghela nafasnya.Dia kembali berjalan keluar dari apartemen nya.Tapi sampai di depan pintu , Kaki Raka tidak lagi bisa menopang tubuhnya.Dia terjatuh kelantai.Dan sebelum kesadaran menghilang dia melihat seseorang berdiri di depan nya.


__ADS_2