Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Ketakutan Chaca


__ADS_3

Setelah urusan nya dengan Zion selesai,Raka kembali ke apartemen nya.Dia ingin segera menemui Chaca .Rasa nya Dia tidak bisa terlalu lama jauh dari kekasihnya itu.


Terbukti baru beberapa jam Dia meninggalkan Chaca,Raka sudah sangat merindukan gadis itu.Ini kah cinta..???


Pikiran nya melayang.Bibirnya terus mengembang.Hari-hari nya lebih berwarna dan itu karena Chaca.


Raka memarkir kan mobil nya dan segera masuk ke apartemen nya.


Dia mencari Chaca ke kamar nya.Karena saat dia pergi tadi Chaca sedang tertidur.Dia hanya tidak ingin Chaca terganggu karena kedatangan nya.


Raka membuka pintunya perlahan.Tapi tidak mendapati gadis itu di tempat tidur.Justru dia melihat sebuah kertas disana.


Raka meremas kertas itu.Terlihat kilatan kemarahan di matanya.Dia segera berlari ke basemen di mana dia memarkir kan mobil nya.


Dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi .


Sedangkan Chaca yang sudah sampai di rumah nya langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang sangat dia rindukan.


Walau tempat tidur nya tidak se empuk tempat tidur Raka tapi tidak ada yang senyaman tempat tidur sendiri.


"Duh laper...!! Udah waktunya makan malam juga . Mending Chaca masak aja sekarang.."Chaca mulai beranjak dan melangkah ke dapur.


Dia mulai memasak makanan yang sederhana.Karena dia sudah begitu lapar.


Tapi saat dia ingin menyajikan makanan di meja makan.Terdengar pintu rumah nya yang di dobrak dengan sekali dorongan yang membuat dia terjingkat.


Chaca keluar dari dapur untuk melihat Apa yang terjadi.Tapi langkahnya terhenti kala melihat Raka yang masuk dengan wajah yang terlihat dingin menahan amarahnya.


"Ka-Kakak...!!!"lirih Chaca


Chaca terpundur saat Raka terus maju . Hingga tubuh nya terpojok.


"Kenapa Chaca pergi tanpa ijin dari Kakak..???"Tanya Raka dingin


"Ma_maaf Kak.."


"Bukankah Kakak bilang untuk tidak pergi kemana-mana..???Apa susah nya menunggu besok??Apa Chaca gak tau gimana khawatir nya Kakak saat tahu Chaca gak ada di apartemen ..HAH...!!!"bentak Raka


Chaca ketakutan.Tubuh nya gemetar.Keringat dingin membasahi pelipis nya.Satu persatu bayangan masa lalu nya berputar di ingatan nya.


"*Dasar anak tidak berguna...Kau hanya membuat hidupku semakin susah."bentak seorang pria pada dirinya


ctar..


Sebuah cambuk mendarat di tubuh mungil Chaca..


"Jangan pukul Chaca..Sakit...!!!!"Isak Chaca*


"Kenapa Chaca Diam???Apa Chaca tidak suka tinggal dengan Kakak??"teriak Raka


Chaca merosot kan tubuh nya dan meringkuk ketakutan.


"Maaf..."


"Tolong jangan pukul Chaca lagi...''


"Chaca minta maaf..!!"


"Chaca janji bakal jadi anak yang berguna.."


Raka mengerutkan keningnya.


"Cha_Chaca..!!!Kamu kenapa Cha...??"tanya Raka yang jongkok di depan gadis itu.Dia melihat Chaca yang terlihat ketakutan dan terus meminta maaf.


"Cha...!!!"Raka memegang kedua bahu Chaca menghadap nya tapi gadis itu tidak mau menatap nya dan terus meminta maaf.


"Maaf...!!! Jangan pukul Chaca.."


"Cha..!!!Ini Kakak..!!Kakak gak mungkin pukul Chaca.."


Tapi bukan nya tenang,Chaca justru histeris.Raka mendekap tubuh Chaca yang masih gemetar ketakutan.


"Maafin Kakak Cha..Kakak gak bermaksud membuat Chaca takut.. Kakak cuma khawatir sama Chaca..!!"seru Raka memenangkan Chaca.Tapi Chaca masih saja histeris dan terus meminta maaf.


"Hai..!!!Sayang lihat Kakak..!!!"Raka menakup kedua pipi Chaca.

__ADS_1


"Ini Kakak..!!! Kakak gak mungkin pukul Chaca.. Kakak sayang sama Chaca.."ucap Raka menghapus air mata Chaca.


"Kak Raka..!!!"


"Iya ini Kakak.."


"Kak Raka..."Chaca memeluk erat tubuh Raka seolah meminta perlindungan.


"Chaca takut Kak..Dia..Dia selalu pukul Chaca..Dia selalu bentak Chaca.."


Raka mengelus punggung gadis itu.."Chaca tenang ya..Ada Kakak disini.Gak akan ada yang berani pukul Chaca.."


Setelah keadaan Chaca tenang.Raka membawa Chaca ke ruang tamu.


Raka melihat gadis itu yang duduk sambil memeluk lututnya dengan tatapan kosong membuat pemuda itu merasa bersalah.


Raka memutar sebuah film komedi di televisi.Tapi tidak membuat gadis itu tertawa sama sekali.Chaca hanya melihat layar televisi dengan tatapan datar.


Raka menghela nafasnya.Dia memegang bahu Chaca tapi gadis itu justru menghindar.


"Chaca takut sama Kakak..???"tanya Raka.


Chaca mengangguk cepat.


"Kakak minta maaf.Kakak hanya khawatir sama Chaca.."Gadis itu diam tidak menjawab


Raka mengusap wajah nya kasar.Dia merasa bersalah karena sudah membentak gadis itu.Entahlah.Dia sungguh ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis itu.


"Chaca sudah makan..??"tanya Raka


Chaca menggelengkan kepalanya.


"Kakak pesen makanan dulu ya buat Chaca.Chaca mau makan apa..??"


"Cha_Chaca Udah masak Ka_kak.."jawab Chaca yang masih ketakutan.


Raka tersenyum karena gadis itu sudah mau berbicara.Dia pergi ke dapur dan mengambil kan makanan untuk Chaca.


"Kakak suapin ya.."


"Aaaa.... Pesawat terbang datang..."seru Raka menirukan Chaca dulu waktu menyuapi nya.


"Gadis pintar...!!! Suapan kedua.. Awas !!! Kereta mau lewat...Tut Tut Tut Jess......."Chaca tertawa karena Raka terlihat lucu.Dia memakan habis makanan itu.


"Wah makanan nya habis..!!Gadis pintar...!!!"puji Raka. Chaca terkikik membuat Raka lega karena gadis itu sudah mau tertawa.


"Kakak sudah makan..??"Tanya Chaca


Raka mematung sejenak dan menggeleng kan kepalanya.


Chaca beranjak dan mengambil makanan untuk Raka.Kini giliran Chaca menyuapi pemuda itu.


Rak terlihat senang karena Chaca sudah tidak ketakutan lagi.


"Sudah malam.. Kakak pulang gih.."usir Chaca


"Kakak nginep.."


Chaca yang ingin mengembalikan piring kotor ke dapur menghentikan langkahnya.


"Nginep..???"Raka mengangguk pelan


"Mau tidur dimana..??? Disini cuma ada 1 tempat tidur.Sofa nya juga sempit gak kayak di apartemen Kakak.Nanti badan Kakak sakit lho."seru Chaca


"Ya udah.Kakak tidur sama Chaca aja..."


Chaca melototkan mata nya.Sedang Raka hanya terkekeh.


Setelah membersihkan piring kotor nya.Chaca menyuruh Raka untuk pulang.Tapi pemuda itu tetap kekeuh ingin menginap.


Alhasil.Raka memilih tidur di mobil nya.Dia masih khawatir dengan keadaan Chaca.


Chaca mengintip Raka dari kaca jendela nya. Dia tidak tega melihat pemuda itu tidur di dalam mobil.Apa lagi tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.


Chaca menghela nafasnya dan mengambil payung.Dia menghampiri Raka dan mengetuk pintu mobil nya.

__ADS_1


"Kenapa Chaca kesini..??Sana masuk...!!"seru Raka yang keluar dari mobil nya.


Tapi Chaca justru menarik tangan pemuda itu untuk ikut ke dalam rumah.Raka menaikkan sudut bibirnya karena Dia tahu jika Chaca tidak akan tega melihat Dia tidur di mobil.


Chaca membawa Raka ke dalam kamar nya.Dia mengambil baju ganti untuk Raka


"Cepat ganti baju Kakak."Chaca memberikan baju ganti untuk Raka


"Baju siapa..??"


"Kakak sepupu Chaca..Udah sana Ganti...!!"


Raka masuk ke dalam kamar mandi.Sedang Chaca duduk di tepi tempat tidur.


Tak berapa lama Raka keluar dari kamar mandi dan berdiri di depan Chaca.


"Ka_Kakak boleh tidur di sini.Tapi Kakak tidak boleh melewati batas ini.."Raka menaikkan kedua alis nya melihat 2 guling yang ada di tengah tempat tidur.


"Iya... Kakak gak bakalan macem-macem.Paling cuma se macem.."Chaca melototkan mata.Sedang Raka terkekeh melihat kekasihnya yang begitu kesal.


"Pokoknya gak boleh lewat batas ini..Udah Chaca ngantuk mau tidur."Chaca membelakangi Raka dan menutupi tubuh nya dengan selimut.


Raka tersenyum dan merebah kan tubuhnya.


Dia melihat Chaca yang tidur membelakangi nya


"Chaca sudah tidur..??"tanya Raka.


Raka tidak lagi berbicara saat Chaca tidak menjawab nya Dia mengira jika gadis itu sudah tertidur.


Tapi nyatanya.Chaca tidak bisa tidur karena ada orang lain di tempat tidur nya .Apa lagi hujan turun dengan derasnya.Kilat petir menyambar hingga tak berapa lama kamar nya menjadi gelap gulita karena listrik nya tiba-tiba padam.


Chaca histeris ketakutan.Membuat Raka yang mulai memejamkan mata terbangun.


"Cha..!!!Kamu kenapa..???"


"Tolong Chaca...!!Chaca takut...!!!Ayah..!!! Keluarin Chaca dari sini..!!Chaca takut Yah..,!!!"teriak Chaca


Raka memeluk Chaca dan menenangkan nya.


"Chaca...!!!Ada Kakak..Chaca gak usah takut.."


"Tolong...!!!Chaca takut..!!!"


Hati Raka teriris mendengar teriakan Chaca yang begitu ketakutan.Sebenarnya apa yang terjadi pada Chaca sebelumnya.


Raka meraba-raba ponselnya yang berada di atas nakas.Dia menyala lampu senter yang ada di ponsel nya dan mengarahkan ke wajah Chaca yang terlihat menutup matanya sambil menangis.


"Cha...!!! Lihat...!!! Udah gak gelap..Buka mata chaca..!!"


Perlahan Chaca membuka matanya.


"Kak Raka...!!!"Chaca memeluk tubuh Raka


"Chaca takut gelap Kak.. Jangan kurung Chaca di tempat itu lagi..Chaca takut.."Isak Chaca


"Chaca tenang ya...Kakak Ambil lilin dulu biar gak gelap.."


"Jangan tinggalin Chaca sendiri..."seru Chaca yang masih memeluk tubuh Raka.


Raka mencium pucuk kepala gadis itu.Dia membawa Chaca mencari lilin dan menyalakan nya di setiap sudut di kamar gadis itu


"Udah gak gelap lagi kan.. Sekarang Chaca tidur ya..!!"


Chaca menggelengkan kepalanya.


"Chaca takut.Nanti kalo Chaca terbangun lilin nya mati dan semua jadi gelap lagi.."


"Chaca gak usah takut.Ada Kakak di sini.Kakak akan jaga Chaca.Nanti Kakak bakalan nyalain lilin lagi kalo lilin nya padam.."seru Raka


''Beneran..???!!"Raka mengangguk pelan sambil terus mengelus Kepala Chaca.


"Tapi peluk ya..."ucap Chaca


Raka tersenyum dan langsung memeluk Chaca.Tak berapa lama terdengar dengkuran halus dari bibir gadis itu.

__ADS_1


Raka mengecup kening Chaca.Dia begitu khawatir dengan keadaan Chaca.


"Sebenarnya apa yang sudah Chaca lalui selama ini..?? Kenapa Chaca begitu ketakutan..??"lirih Raka


__ADS_2