
Chaca mengerjapkan matanya kala merasakan Beban di perutnya.Dia membuka matanya sempurna dan melihat Tangan kekar Raka yang memeluk dirinya.
Untuk sesaat Chaca tersenyum melihat Raka yang terlihat tampan..Dia mengusap dahi pemuda itu turun ke hidung mancungnya dan berakhir di bibir Raka.
Chaca terdiam..Ingin rasanya dia mengecup sekali lagi bibir yang menjadi candu untuk nya.
Chaca tertegun.Dan sesaat kemudian dia menggelengkan kepalanya.
''Sadar Chaca..Ini bukan punya Chaca lagi".Gumam Chaca
Klap
Raka membuka matanya membuat Chaca tersentak dan menjauh kan jarinya dari wajah Raka.
"Sampai kapanpun Kakak milik Chaca..Hanya milik Chaca''
Blush
Ucapan Raka membuat pipi Chaca memanas.Mengetahui hal itu,Raka terkekeh dan kembali memeluk Chaca.
"Tidur!!!Masih gelap".Seru Raka
Chaca melihat ke celah pintu dan memang benar di luar sana langit masih gelap.Tapi entah mengapa mata Chaca enggan untuk kembali tertidur.
"Kak..!!"Seru Chaca..
"Hm.."
"Setelah matahari terbit nanti,Kita tidak bisa kayak gini lagi"
Mendengar ucapan Chaca,Raka kembali membuka matanya
"Maksud Chaca?"
"Kita tidak bisa sedekat ini lagi"lirih Chaca
Raka terdiam sesaat.Kemudian Dia mengeratkan pelukannya..
"Kakak ingin kita kayak dulu lagi.Apa Bisa??".Pinta Raka
Chaca menatap Raka..
"Tapi ..."
"Kakak tidak punya hubungan apa-apa sama Marissa.."
"Kakak nolak dia Cha.."
Chaca mengerutkan keningnya..
"Ingat dia bilang apa? Ambil bunga nya jika Kakak menerima cinta nya"
__ADS_1
"Dan kakak Ambi bunga itu "
Raka tersenyum menatap Chaca."Siapa bilang kakak menerima nya?Kakak hanya mematuhi peraturan di sana"
"Maksud Kakak?"tanya Chaca
"Buanglah sampah pada tempatnya "Jawab Raka
"Jadi ..."
Raka mengangguk.."Kalau Kakak nolak,Dia minta kakak membuang bunga nya kan.Ya kakak buang di tempat sampah.Tempat dimana seharusnya Sampah di buang"
"Sadis.."Ejek Chaca
"Kakak hanya akan baik sama Chaca.Jadi...Chaca mau kan balikan sama Kakak?"
Chaca terdiam sesaat.Entah kenapa dia merasa lega mendengar Raka menolak Cinta Marissa.Tapi tetap saja ada ketakutan di hati nya.Bagaimana jika Raka tahu kondisi nya yang sebenarnya?
"Cha..!!!"
"Kasih Chaca waktu ''Seru Chaca
Raka tersenyum dan mengangguk.."Jangan lama-lama!!Kakak sudah kangen Tidur sama Chaca"
Chaca mendelik dan mencubit lengan Raka yang melingkar di perutnya."Mesum"
Raka terkekeh..Ingin rasanya Raka menghentikan Waktu sejenak Agar Dia bisa seperti itu dengan Chaca untuk waktu yang lama.
"Kak..!!"
"Kak..!!!
"Apa?"
"Kak Raka!!!"
"Apa sayang?"
Blush..
Mendengar Kata sayang membuat Wajah Chaca memerah seketika..
"Ada apa Hm??Minta di cium?"goda Raka
"Ish...Mau nya"
Lagi-lagi Raka terkekeh mendengar gerutuan Chaca..
"Tidur!!!"
"Gak bisa kak"
__ADS_1
"Mau kakak tiduri??"
Chaca melotot mendengar ucapan Raka..
"Kenapa?Tadi suka-suka aja Kakak gituin.Malah Chaca kayak kecewa Kakak berhenti".Goda Raka
"Kak Raka Mesum!!!!"
Tawa Rawa meledak.Dia benar-benar senang menggoda Gadis yang ada di dekapan nya itu.
"Dasar menyebalkan". Gerutu Chaca
"Tapi suka kan?".
"Gak..!!"
"Yakin?"
"Hmph''
Raka tiba-tiba menindih Chaca.Dan hal itu sukses membuat Chaca Senam jantung akibat syok karena lagi-lagi posisi mereka sangat intim.
"Kak..!!!"
Cup
Raka mencium sekilas bibir Chaca.
"Kakak bahagia kita bisa sedekat ini lagi.Kakak harap kita selama nya seperti ini."
"Chaca Juga kak.Tapi Chaca takut..Chaca takut kakak akan kecewa dengan keadaan Chaca yang sebenarnya,Chaca Belum siap Kakak menghindari Chaca"batin Chaca
"Cha..!!!"
"Ya?"
"Chaca mau kan?"
"Bagaimana jika Chaca tidak sesuai dengan apa yang Kakak ingin kan?"tanya Chaca
"Maksud Chaca?"
"Bagaimana jika Chaca ...."
Chaca menggigit bibir bawahnya.Dia tiba-tiba takut untuk mengatakannya
"Kakak terima Chaca apa adanya.Kakak terima Kelebihan dan kekurangan Chaca.. "
"Tidak ada yang sempurna di dunia ini..Kakak pun juga mempunyai banyak kekurangan "
"Kak Raka.."lirih Chaca
__ADS_1
"Chaca mau kan?"