
Waktu terus berlalu.Tidak terasa sudah satu Minggu Chaca tinggal di Apartemen Raka.Dan selama itu pula Raka tidak berangkat sekolah dan memilih merawat Chaca.
Chaca merasa De Javu karena Raka melarang Chaca melakukan aktivitas apapun dengan alasan Kaki Chaca yang sakit.Padahal Dia sudah bisa berjalan walau masih tertatih.Tapi tetap saja..Raka tidak suka di bantah.Bagi nya apa yang di ucapkan merupakan keharusan untuk Chaca .
"Kak..!!!"panggil Chaca.
''Hm."Saat ini Raka tengah mengerjakan tugas dari sekolah yang di kirim oleh Andhika.
Ya.. Walaupun Raka tidak berangkat sekolah,Tapi Dia tetap mengerjakan tugas dan soal-soal pelajaran yang di berikan Guru.Dan tentu saja Raka meminta Andhika untuk mengirim kan nya padanya.Sungguh murid yang rajin.
''Bosan..'"Keluh Chaca.. Bagaimana tidak bosan? Setiap hari Chaca hanya duduk,tiduran nonton televisi, dan makan.Dia tidak melakukan apapun karena Raka melarang nya..
"Kakak ada seri terbaru film kesukaan Chaca.."
"Ck..Chaca gak mau itu Kak.."seru Chaca.
Raka menatap Chaca lembut.."Lalu mau nya apa?''
"Jalan-jalan.."Jawab Chaca singkat
"Kaki Chaca masih sakit ".Alasan ya sama yang selalu Raka berikan jika Chaca ingin melakukan sesuatu.
"Chaca sudah sembuh Kak..Ya walaupun jalan nya masih sedikit tertatih".
"Itu belum sembuh namanya sayang".Lagi dan lagi.. Jawaban yang sama yang di berikan Raka.Membuat Chaca berdecak kesal dan memilih pergi ke kamar.
Raka melihat Chaca yang semakin menjauh.Sejenak Dia merasa bersalah karena terlalu mengekang kekasihnya.Tapi Dia melakukan hal itu juga demi kebaikan nya.Dia tidak mau Chaca kesakitan.
"Hah..".Raka menghela nafas panjang dan memilih membereskan buku-bukunya dan menyusul Chaca ke kamar.
Cklek
Raka membuka pintu dan melihat Chaca yang meringkuk di bawah selimut tebalnya.Perlahan Raka mendekat dan duduk di tepi tempat tidur.
"Besok..".
Chaca membuka selimutnya dan menatap Raka."Besok apa?"tanya Chaca.
''Besok kita jalan-jalan.Tapi sebelum itu kita ke Rumah Sakit dulu untuk menemui Dokter Rena.."
Chaca mengerutkan keningnya.Dia menegakkan tubuhnya dan duduk bersandar headboard.."Dokter Rena?".
Raka mengangguk dan menjelaskan pada Chaca Siapa Dokter Rena.
"Dia seorang Psikiater hebat di Rumah sakit.Banyak pasien yang sembuh setelah di rawat oleh Dokter Rena.Kakak sudah membuat janji dengan nya dan Besok kita akan kesana". terang Raka.
"Secepat itu?".Chaca nampak kaget.Dia tidak menyangka jika Raka serius dengan ucapannya.Tapi apa ini tidak terlalu cepat?. Entah kenapa Chaca tidak berani membayangkan nya.Terapi? Haruskah Dia melakukan nya?.Chaca benar-benar takut.
__ADS_1
Melihat Chaca yang tiba-tiba gelisah membuat Raka tahu apa yang dipikirkan kekasihnya itu.Dia menggenggam tangan Chaca dan meyakinkan Gadis itu jika semua akan baik-baik saja.
"Chaca tenang saja..Ada Kakak yang akan menemani Chaca.Dan soal sekolah Chaca,Kakak sudah meminta ijin ke Guru jika Chaca Belum bisa berangkat untuk beberapa hari kedepan".
Tidak.. Bukan itu yang Chaca takut kan.Tapi terapi yang akan dia lakukan nanti nya..Dia belum siap jika orang lain menanyakan masa lalunya.Sungguh itu yang paling Chaca benci..Hal yang ingin Dia lupakan harus di ungkit kembali.
"Chaca..!!!".panggil Raka
"Chaca mau kan?".
Chaca menatap dalam kedua mata Raka.Untuk sesaat Chaca terdiam.seolah terhipnotis,Chaca akhirnya mengangguk kan kepala nya.Dan tentu saja hal itu membuat Raka Senang.Raka memeluk Chaca dan menguatkan gadis itu..
"Kakak janji,Besok setelah kita ke Dokter,Chaca mau apapun pasti Kakak turuti".
Seolah mendapatkan kekuatan nya kembali, Wajah Chaca berubah sumringah.."Benarkah?".
Raka mengangguk kan kepala dan hal itu membuat Chaca merasa senang.Dan tanpa sadar Chaca mencium bibir Raka sekilas.
"Terimakasih Kak.."
Cup
Raka mematung dengan apa yang baru saja terjadi..Chaca mencium nya?.Apa ini mimpi?pikir Raka.Dia menatap wajah Chaca yang terlihat senang dan bibir yang terus mengembang.."Akhirnya Chaca bisa jalan-jalan juga ".Seru Chaca
Hanya dengan jalan-jalan,Chaca sudah terlihat sebahagia itu.Dan itu membuat Raka kembali merasa bersalah.."Kayaknya Gue bener-bener terlalu ngekang Chaca..Hanya di janjiin jalan-jalan aja Dia udah seneng banget.Apalagi kalau gue janjiin buat nikahin Dia.."batin Raka.
"Sekarang jangan sedih lagi ya..Besok kita pergi jalan-jalan.Dan Kakak akan turuti apapun yang Chaca mau.Asalkan Chaca nurut apa kata Dokter Rena nanti".ucap Raka
"Siap Bos...Tapi bener ya..Gak boleh bohong '
"Iya-iya..".Raka mengacak rambut Chaca gemas.
"Ihh ..Kak Raka.. Rambut Chaca berantakan nih.."gerutu Chaca .
Bukannya berhenti Raka justru semakin menjadi.Dia tidak hanya mengacak rambut Chaca tapi juga menggelitik tubuh Chaca.
"Kak.. Hentikan!!!geli.. hahahaha..Geli kak.."
"Kakak gak bakalan berhenti ''.Raka terus menggelitik Chaca.Dan membuat gadis itu terus tertawa dan meminta ampun.
"Udah Kak...Hahaha...Geli... Berhenti !!!Hahaha...Chaca bilang berhenti Raka Wisnu Dewa Natha.."
Raka menghentikan aksinya.Dia mengukung gadis itu dan menatap nya tajam..
"Chaca tadi panggil Kak Apa?."
Glek
__ADS_1
Chaca menelan Saliva nya kasar."Gawat.. Seperti nya Chaca sudah salah panggil".batin Chaca.
"Kenapa diem?''.tanya Raka
"H_habisnya..K_kakak gak mau berhenti ..".lirih Chaca yang masih terdengar oleh Raka.
"Chaca harus di hukum."
Chaca tersentak.Dia menatap Raka.Di hukum?. Firasat Chaca mulai tidak enak . Hukuman dari Raka memang tidak berat ataupun menyakitkan tapi...
Chaca menggigit bibir bawahnya.Dia yakin Raka akan meminta sesuatu yang... Entahlah bagaimana Chaca harus mengatakan nya.
"Siap menerima hukuman?."
Lagi-lagi Chaca menelan Saliva nya.Raka terlihat seperti binatang buas yang siap menerkam mangsanya..
"Tidak usah tegang sayang..Ini tidak akan sakit.Tapi Kakak jamin Chaca akan merasakan nikmat.."bisik Raka dengan nada sensual.
Benarkan? Sesuai apa yang di pikirkan Chaca.
Perlahan wajah Raka mendekat.Chaca menutup kedua matanya.Entah kenapa walaupun mereka sudah biasa melakukan nya tapi tetap saja hal itu membuat jantung Chaca berdetak kencang.
Cup
Bibir mereka menempel sempurna.Perlahan Raka mulai memainkan lidahnya dan sedikit demi sedikit Chaca membalas permainan Raka.
Cukup lama mereka saling memagut satu sama lain.Hingga akhirnya Chaca memukul bahu Raka karena Dia sudah hampir kehabisan oksigen..
"Hah hah hah..Kakak gila ya..??Kakak mau bunuh Chaca?".Sungut Chaca dengan nafas yang terengah-engah.
"Chaca ngatain Kakak gila?".
"Aish.. Seperti nya Chaca salah ngomong lagi.."
"M_mana mungkin Chaca ngatain Kakak gila.."sangkal Chaca.
"Tadi Chaca bilang Kakak gila karena udah bikin Chaca kehabisan nafas.."
"E_emm..I_itu..."
"Chaca harus di hukum lagi".
Chaca melebarkan kedua matanya..Di hukum lagi? dengan hukuman yang sama begitu?.
Raka terkekeh dalam hati.Dia merasa senang karena berhasil mengerjai Chaca..Ini kesempatan untuk nya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.Yaitu Bibir Chaca yang membuat nya candu .Dan Dia ingin melakukan nya lagi dan lagi.
Dasar Kau sangat licik Raka.
__ADS_1