Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Bertemu


__ADS_3

Andhika masih setia memeluk erat tubuh Chaca.Dia terus mengajak Chaca berbicara walaupun Gadis itu tidak merespon sama sekali.Andhika tidak kuasa menahan air matanya,dia tidak tega melihat adiknya jadi seperti ini.Apa yang harus dia lakukan?


"Kami akan menyiapkan ruang rawat inap untuk nona Chaca beristirahat."ujar Dokter Rena.


Andhika menggeleng tanda menolak.Dia akan membawa Chaca pulang saja.Tidak..Mungkin dengan mempertemukan Chaca dengan Raka,Chaca akan kembali seperti sediakala.


Andhika merogoh ponsel di saku celananya.Dia mencoba menghubungi Raka.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif "


"Ck..Loe di mana Ka??Gue butuh bantuan loe."Andhika kembali menghubungi Raka.Tapi hasilnya sama saja.


"Saya akan membawanya pulang."Andhika menggendong Chaca ala bridal dan keluar dari ruangan Dokter Rena.


"Chaca tenang aja.Kita cari Raka ya!!Kakak tahu Chaca pengen ketemu Raka kan?"Andhika terus mencoba mengajak Chaca berbicara tapi gadis itu masih diam dengan tatapan kosongnya.


Andhika membawa Chaca ke mobilnya.Sekali lagi dia mencoba menghubungi Raka.Tapi tetap saja nomor Raka tidak aktif.


"Loe di mana sih Ka?"Andhika mulai menjalankan mobilnya.Dia akan mencoba mencari Raka ke apartemen nya dan tempat-tempat yang biasa Raka datangi.

__ADS_1


Andhika mencari di tempat tongkrongan Raka,dia bertanya pada orang-orang di sana tapi mereka tidak ada yang tahu di mana Raka.


"Loe di mana sih Ka?Apa loe di apartemen?Gue gak yakin sih Tapi biar gue coba cari kesana."Andhika melirik Chaca sekilas.Gadis itu masih saja diam dengan tatapan kosongnya.


Andhika menjalankan mobilnya pelan.Dia berharap melihat Raka di jalan."Kita ke apartemen Raka ya.Semoga ada petunjuk keberadaan Raka di sana."ucapnya pada Chaca.


Sesampainya di apartemen Raka, Andhika memarkirkan mobilnya di pinggir jalan."Chaca tunggu di sini sebentar ya.Kakak coba liat kedalam dulu.Inget!Jangan kemana-mana!!"Andhika turun dari mobil dan masuk ke apartemen Raka.Dia berharap menemukan petunjuk keberadaan Raka.


Chaca menatap lurus kedepan.Perlahan dia menegakkan kepalanya dan perlahan kedua sudut bibir tertarik keatas.Dia membuka pintu mobil dan turun.


Sementara itu,Andhika sudah sampai di depan pintu apartemen Raka dan memasukkan sandi untuk membuka pintu apartemen Raka.


Kosong


"Sial!!!Kemana loe sebenarnya ka?"


Drt drt drt


Andhika merogoh ponsel di saku celananya.Dia nampak mengerutkan keningnya."Nomor baru?''

__ADS_1


Andhika mengangkat teleponnya dan menempelkan ponsel di telinganya.


"Chaca sama gue."


Deg


Andhika berlari keluar dari apartemen dan kembali ke mobilnya.


''Chaca..!!!!"Andhika tidak menemukan Chaca di dalm mobil.Dia mencari Chaca kesana kemari.Tapi tetap tidak menemukan gadis itu.Hingga dia sampai di sebuah taman yang tidak jauh dari sana.


Andhika melihat Chaca bermain ayunan dengan tawa yang terukir di bibirnya.Dan seseorang yang berdiri di belakang Chaca."Raka?"


Andhika menghela nafas lega.Ternyata memang benar hanya Raka yang bisa menyembuhkan Chaca.


Andhika kembali menempelkan ponsel di telinganya.


"Gue pinjem Chaca sebentar.Besok gue balikin lagi."ucap Raka yang tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Andhika.


"Thanks Ka."Andhika mematikan sambungan telepon secara sepihak.Sekarang dia merasa tenang karena Chaca sudah menemukan orang yang bisa membuatnya bahagia.

__ADS_1


Senyum itu yang ingin dia lihat setiap hari."Kakak seneng liat Chaca tersenyum lagi."Andhika pergi dari sana.Dia akan pulang dan memberitahu keluarga nya.


...****************...


__ADS_2