
Siang berganti malam.Langit yang tadinya berwarna biru cerah kini berwarna gelap.Membuat semua orang menghentikan sejenak aktivitas mereka untuk mengistirahatkan tubuh, Hati dan pikiran mereka.
Tapi tidak untuk Chaca.Saat semua orang mulai beristirahat dia justru baru bangun dari tidur nya.Dia menggeliat pelan dan membuka matanya saat merasa ada sesuatu yang menimpa perutnya.
Chaca melihat tangan seseorang melingkar di perutnya dan saat dia menoleh kesamping,Dia tersentak karena Dia tidur dengan seorang pria di tempat tidur yang sama.
"Astaga...Tangan siapa ini??."Chaca menutup mulutnya dan mulai meneliti wajah pria itu..
''Kak Raka?."Chaca menghela nafas pelan.
Dia terdiam sejak.Kenapa dia bisa tidur dengan Raka? Bukankah tadi dia masih di dalam taksi?
Oh astaga..Inilah akibat nya jika dia tertidur.Dia tidak tahu apa yang terjadi .Tapi Dia bersyukur karena Raka bukan orang jahat yang memanfaatkan keadaan.Yah setidaknya itu yang saat ini Chaca pikir kan.
Perlahan Chaca memindahkan tangan Raka tanpa membuat si empunya terbangun.Tapi siapa sangka ,Raka justru mengeratkan pelukannya.
"Mau kemana.?"tanya Raka dengan suara serak khas bangun tidur.Setelah sampai di Apartemen, Melihat Chaca yang tertidur pulas membuat Raka mengantuk dan akhirnya ikut tertidur di samping Chaca.
"C_chaca mau ke kamar mandi Kak.."
Raka membuka matanya dan bangun.Tanpa mengucapkan apapun,dia langsung menggendong Chaca ke kamar mandi.
"Kak..''pekiknya
"Apa? Katanya mau ke kamar mandi kan?''
"I_iya sih..Tapi kan gak harus gini juga."gerutu Chaca
"Emang bisa jalan sendiri.?"
"Kan bisa di papah atau di gandeng .Gak perlu di gendong gini."sungut Chaca
"Kelamaan.."Raka membawa Chaca masuk ke kamar mandi dan menunggu nya di depan pintu.
"Kalau udah bilang sama Kakak."seru Raka
Chaca hanya menjawab dengan deheman.Dia kesal dengan Kekasih nya itu.Kenapa suka sekali buat hatinya berdebar?
Ya..Chaca kesal karena setiap apa yang di lakukan Raka pada nya membuat kondisi jantung nya berdetak di luar kendali.
''Jantung aman..?Oke...Chaca..Inhale...Exhale...Jangan baper ...."ucap Chaca bermonolog.
"Udah belum Cha..?''teriak raka dari balik pintu..
"S_sebentar..''Chaca segera menuntaskan hasratnya untuk buang air kecil.Setelah itu perlahan dia mendekati pintu dan membukanya.
Lagi-lagi..Tanpa mengucapkan sepatah kata pun,Raka dengan sigap langsung menggendong Chaca dan membaringkan nya di tempat tidur.
Chaca hanya bisa pasrah.Mau protes pun percuma.
"J_jam berapa sekarang Kak?."
"Baru jam 8..''
Chaca melotot..Apa dia bilang?Baru Jam 8?Gila..itu artinya Dia tertidur cukup lama bukan?.Harusnya Dia tidak tidur tadi.
"Kenapa?Laper?."tanya Raka
__ADS_1
''Sudah tahu kenapa masih nanya?."Gerutu Chaca
Raka terkekeh..Dia mengambil ponselnya dan mulai memesan makanan untuk mereka berdua.
"Kak..!!"
"Hm.."
"Gerah..Pengen mandi.."
Raka menatap Chaca.Dia melihat Kaki Chaca yang masih terbalut perban.sejenak dia berfikir Bagaimana cara nya agar Chaca bisa mandi ?
'Kenapa Diem?''tanya Chaca
"Kaki Chaca masih luka,Gimana mandinya?"
Chaca menepuk pelan keningnya.Dia lupa jika kakinya terluka dan tidak boleh terkena Air.Tapi Dia sangat ingin mandi.Tubuhnya sejak kemarin belum merasakan sentuhan dingin nya air dan usapan lembut sabun mandi
''Mau Kakak mandiin?"
What??Apa Raka sudah gila?Itu sih namanya mengambil kesempatan dalam kesempitan..
Chaca langsung menyilang kan kedua tangannya di depan dadanya.Dengan tegas dia menggelengkan kepalanya menolak tawaran Raka.
Melihat hal itu,Raka tersenyum.Dia hanya bercanda tapi sepertinya kekasih nya itu menganggapnya serius.Ya walau sebenarnya dia sedang berusaha.Tapi dia akan bersabar sampai mereka menikah nanti.
"Malam ini gak usah mandi dulu.. Cukup cuci muka sama tangan saja"
"Gerah kak...!!''
"Buka baju saja..Kakak gak keberatan kok..Lagian Kakak udah pernah liat semuanya"
Bugh
Raka menghindar sambil tertawa terbahak-bahak..Dia mengambil bantal itu dan melemparkannya kembali pada Chaca.
Ting Tong Ting Tong
"Itu pasti makanan nya dateng..Di tunda dulu ngambek nya..Ntar habis makan lanjut lagi."
"KAK RAKAA...!!!"
Raka berlari sambil tertawa.Dia begitu senang menggoda kekasihnya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selesai makan malam, Chaca menonton televisi di Ruang Santai di temani Raka.Hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan tengah malam tapi mata Chaca sama sekali belum bisa di pejamkan.
"Chaca gak ngantuk?"tanya Raka.
Chaca menggeleng tanpa mengalihkan pandangan nya dari televisi.
Raka terdiam sejenak.Dia ingin sekali bertanya pada Chaca kenapa dia mengakhiri hubungan dengan nya kemarin?Dia takut jika nanti Dia akan melakukan kesalahan yang sama.
"Ada apa?''
''Hah?"
__ADS_1
Chaca menoleh menatap Raka dengan seksama..''Sepertinya ada yang mengganggu pikiran Kakak..''
Raka tersenyum dan menggenggam tangan Chaca.."Ada yang ingin Kakak tanyakan..Kakak harap Chaca jawab dengan jujur."
Jantung Chaca berdebar kencang.Dia takut apa yang akan ditanya kan oleh Raka berhubungan dengan keadaan nya.
"K_kakak mau tanya apa?''
"Kenapa kemarin Chaca mutusin Kakak??''.
"Alasan yang Chaca kasih kemarin mengganggu pikiran Kakak..Kakak takut Chaca benar-benar tidak mencintai Kakak.."
"Jujur sama Kakak..Ada apa?"
Chaca terdiam.Dia menghela nafas panjang.Haruskah dia berkata jujur sekarang?Tapi bagaimana jika Raka meninggalkan nya? Mereka baru saja bersama setelah berpisah.Chaca Takut.. Sangat takut.
''Kenapa diam hm??''
"Jika Chaca bilang kalau Chaca sakit apa Kakak akan percaya?''.
Raka menatap kedua mata Chaca .Ada ketakutan disana.Tapi Dia ingin kejujuran.Dia ingin tahu apa yang Gadis itu takut kan..
''Chaca Gila..Apa Kakak masih mau dengan Chaca?''.Chaca berusaha untuk menerima apapun jawaban dari Raka.Biarlah jika Raka meninggalnya karena keadaan nya.Setidaknya Dia tidak memberi harapan untuk Raka untuk tetap berada di samping nya.
"Kenapa Kakak Diam?".tanya Chaca
"Jadi karena itu?Bukan karena Chaca tidak mencintai Kakak kan?."
"Maksud Kakak?".
"Chaca..Kakak terima Chaca apa ada nya..Hati Kakak nyaman di samping Chaca.Kakak gak perduli Chaca sakit ataupun gila..Yang terpenting adalah Cinta..Kakak cinta sama Chaca'."
"Chaca gak ngerti..''
Raka memeluk Chaca erat..''Kakak udah tahu keadaan Chaca.."
Deg
Chaca melepas pelukan Raka.Dia menatap Raka dengan tatapan yang sulit di artikan.Sudah tahu? Apa maksud Raka?Dia tahu dari mana?
Melihat Gadis di depannya bingung membuat Raka tersenyum gemas.Raka mencium sekilas bibi Chaca."Gak usah di pikirin Kakak tahu dari mana.Yang jelas Kakak akan bantu Chaca untuk sembuh.Kakak akan selalu di samping Chaca dan selalu mencintai Chaca"
Air mata Chaca tidak bisa terbendung lagi.Dia langsung merengkuh Raka kedalam pelukannya.Dia menangis bahagia karena orang yang dia cintai mau menerima diri nya apa adanya.
''Terimakasih..hiks hiks.. terimakasih Kak.. Chaca sayang sama Kak Raka.."
Raka membalas pelukan Chaca..
"I Love You"
"I Know"
Raka terdiam..Jawaban yang sama.Apa Chaca belum mencintai nya?
"I Love You Too "ucap Chaca..
Bibir Raka mengembang..Dia memeluk erat Chaca mendengar pengakuan Chaca..Dia sangat bahagia..
__ADS_1
.