
Hari semakin siang.Tapi belum ada yang berhasil mendirikan tenda.
Merasa kasian dengan Adik kelas nya, Anggota OSIS memutuskan untuk membeli kan mereka nasi bungkus untuk menu makan siang mereka karena tidak ada waktu untuk memasak.
Andhika dan yang lainnya membagikan nasi bungkus kepada setiap kelompok peserta camping.
Begitu juga dengan kelompok Chaca.
Andhika yang saat itu bersama Raka tengah membagikan nasi bungkus untuk kelompok Chaca.
"Cha..!!!"panggil Andhika
"Iya kak..!!!"
"Ini tolong Chaca bagi ke temen-temen Chaca.."Andhika memberikan beberapa nasi bungkus kepada Chaca
"Ok.."
Chaca mulai membagikan nasi bungkus pada teman-teman nya.
Senyum yang selalu terbit menghiasi wajah cantik nya tidak lepas dari pandangan Raka.
Andhika melirik sahabat nya yang terus menatap Adik sepupu nya tanpa berkedip itu hanya bisa menggelengkan kepala.
Dia sebenarnya ingin menanyakan soal hubungan mereka tapi melihat interaksi kedua nya membuat dia yakin tentang rumor hubungan mereka yang telah kandas..
Tidak ingin berspekulasi sendiri, Akhirnya Dhika memutuskan untuk pergi dan memberi ruang untuk mereka berbicara.
"Cha..!!!"
"Ya kak ..???"
"Kakak ke sana dulu.Masih banyak yang belum kebagian.."seru Dhika
"Iya.. Makasih Kak.."
Andhika mengangguk dan berlalu begitu saja.
Berbeda dengan Andhika,Raka justru mematung di depan Chaca Tanpa mengalihkan pandangannya.
Merasa terus di perhatikan membuat Chaca salah tingkah dan berpamitan untuk pergi.
"Gue ..."
"Chaca..."
__ADS_1
Seru mereka berbarengan.
"Kakak dulu..!!"
"Chaca dulu..!!"
Mereka salah tingkah karena sedari tadi berucap bersamaan.
"Chaca mau..."
"Kakak mau..."
Raka tersenyum tipis melihat Chaca yang malu karena lagi-lagi mereka bisa kompak mengungkapkan hal yang sama.
"Cha..!!!"
Raka dan Chaca melihat kearah sumber suara yang memanggil Chaca
"Ck.. Pengganggu.."
"Rizky...??Ada apa....??"tanya Chaca
"Gue pengen ajak loe makan bareng.."
"Em.. Chaca.."Chaca melirik Raka yang masih berdiri di depan nya.
"Gak..!!!"Kali ini bukan Chaca yang menjawab . Tetapi Raka.
Rizky tersenyum mendengarnya.."Ayo Cha..!!!"Ajak Rizky
"Chaca duluan ya Kak.."pamit Chaca
"Terserah.."Raka pergi meninggalkan Chaca bersama dengan pria itu.
Tangan nya terlihat mengepal.Dia begitu geram kala Chaca tidak menolak ajakan pria itu.
Ya.Walaupun mulut berkata baik-baik saja nyatanya hati Raka kini terbakar melihat kedekatan mereka.
Teman-teman Chaca yang sedari tadi melihat mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Ini nih kalau sayang tapi Gengsi.Jadi canggung sendiri kan.."seru Alya
"Iya..Udah jelas Chaca sayang sama Kak Raka.Masih aja bilang Gak.."sahut Syakilla
"Tapi kayaknya Rizky suka deh sama Chaca.Dia kayak ngedeketin Chaca."timpal Dayana
__ADS_1
"Iya..Gue juga mikir nya gitu.Dari tadi dia terus deketin dan bantuin Chaca.Gimana dong Siv.."
"Ya gak gimana-gimana Mon.Kalau Chaca juga suka sama Rizky ya kita bisa apa.Tapi gue yakin Chaca gak punya perasaan apa-apa sama Rizky.Udah keliatan dari mata Chaca kalo dia suka nya sama Kak Raka.."seru Sivanya
"Iya bener..Gue setuju sama loe Siv"Timpal Indira.
"Pokoknya kita harus bantu Chaca buat menyadari perasaannya sama Kak Raka..Ya kecuali ada sesuatu yang tidak kita tahu yang buat Chaca tidak bisa sama Kak Raka..Yang Penting kita coba dulu.."
"Loe bener Fan..Ok Deal kita buat Chaca Sadar dulu.."
Teman-teman Chaca begitu bersemangat untuk menyatukan kembali dua insan yang baru saja memutuskan untuk mengakhiri hubungan kasih mereka itu.
Sivanya dkk yakin jika Chaca dan Raka saling mencintai . Hanya saja ada sesuatu yang mereka tidak tahu apa penyebab sebenarnya Chaca begitu Keukeh untuk mengakhiri hubungan nya dengan Raka.
Sementara Temen-temen Chaca merencanakan sesuatu, Berbeda dengan Raka yang masih setia menatap tajam interaksi antara Chaca dan Rizky.
"Cha.. Boleh gue tanya sesuatu???"ucap Rizky
"Tanya Apa..??"
"apa bener loe udah putus sama Kak Raka??"
Chaca terdiam..
"Maaf Cha..Bukan maksud gue buka luka loe.Cuma gue penasaran aja.Apa lagi banyak yang bilang kalo kalian udah putus.Apa lagi Gue liat dari tadi kalian...."
"Iya kita udah putus.."potong Chaca.
"Kenapa..??"
Chaca menghela nafasnya.."Ada hal yang gak mesti Chaca kasih tahu ke kalian.Tapi yang pasti berita itu memang benar.."
"Maaf Cha.."
"Gak papa koq.."
Rizky memegang bahu Chaca.."Gue dukung apapun keputusan loe selama itu baik buat loe.."
Chaca tersenyum dan mengangguk.."Terimakasih .."
Rizky membalas senyuman Chaca dan melanjutkan makan siang mereka.
Raka ..??
Jangan di tanya.Dia begitu geram melihat nya.Apa lagi saat tangan pria itu menyentuh bahu Chaca..
__ADS_1
"Berani nya dia sentuh milik gue.. Senyuman itu, bibir itu, Semua yang ada pada Chaca itu cuma milik gue.. Milik Raka seorang.Gak akan gue biarin siapapun memiliki nya"