Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Menolong


__ADS_3

BRAKH


Roger tersentak. Dia menoleh dan melihat Reynand yang terlihat begitu menyeramkan mendekatinya


"Rey!! apa yang kau....


Bugh


Belum selesai Roger berbicara, bogem mentah Reynand sudah mendarat di wajah Roger. Pria itu terjungkal. Tapi Reynand tidak membiarkan Roger begitu saja. Hati nya sudah sangat panas melihat Roger yang berada di atas tubuh Chaca.


"Hei.. ada apa dengan mu, kawan?" tanya Roger yang mencoba menenangkan Reynand. Dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Reynand marah.


"Aku sudah memperingatkan mu untuk tidak macam-macam padanya. Tapi kau justru mengabaikan peringatan dari ku dan berniat merusaknya." Lagi-lagi Reynand melayangkan pukulan nya. Dia tidak membiarkan Roger melakukan perlawanan.


Hal itu di saksikan langsung oleh Andhika yang mencoba membangunkan Chaca. Tapi gadis itu sama sekali tidak merespon. Sepertinya dia terlalu banyak minum tadi.


Brakh


Roger terlempar menghantam pintu hingga membuat nya tidak sadarkan diri.


Nafas Reynand memburu. Dia belum puas menghajar Roger. Jadi dia meminta anak buahnya yang di tugaskan mengikuti Chaca untuk membawa Roger ke tempat biasa. Hal ini juga bisa memancing Danu untuk keluar dari tempat persembunyiannya.


Reynand melirik sekilas Chaca yang berada di pelukan Andhika dengan kondisi tidak sadarkan diri. Dia ingin menarik Chaca ke dalam pelukannya saat itu tapi melihat ada Andhika di sampingnya, membuat Reynand mengurungkan niatnya. Dia memilih pergi dari sana. Tapi Ucapan Andhika membuatnya berhenti dan terdiam sejenak.


*


*


*


*


Reynand membaringkan Chaca yang masih tidak sadarkan diri di tempat tidur. Dia duduk di tepi tempat tidur dan melihat wajah damai Chaca. Dia tahu jika Chaca pasti menangis karena dirinya. Dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan pada Chaca dan membuat gadis itu mengerti. Mungkin dengan mengatakan semuanya Chaca mau memaafkan nya.


Reynand mendekatkan wajahnya. Dia sangat senang melihat Chaca dari jarak dekat. Tapi tiba-tiba Chaca menggeliat merasa tidak nyaman. Tahu apa yang akan terjadi, Reynand menjauhkan wajahnya. Tapi....


"Huek... Huek... Huek.."


"Astaga.." gumam Reynand. Chaca menjadikan baju Reynand untuk wadah muntahannya. Ingin marah, tapi Reynand tidak bisa. Apalagi Chaca kembali tertidur. Sepertinya dia harus mandi dengan air mawar setelah ini.


Reynand beranjak dan melepas bajunya memperlihatkan otot perut berpetak 8. Dia membuang bajunya ke tong sampah dan berniat untuk mandi. Tapi sekilas dia menatap baju Chaca yang kotor karena muntahannya. Mungkin dia juga harus melepas baju Chca. Tidak apa-apa kan? Lagipula dia pernah melihatnya.


Reynand kembali mendekati Chaca. Dia melepas satu persatu baju Chaca dan menyisakan b** saja.


Glek

__ADS_1


Reynand menelan saliva nya kasar. Lagi-lagi hanya melihat Chaca seperti ini sudah membangunkan hasratnya.


Reynand segera menutupi tubuh Chaca dengan selimut sebelum dia melakukan sesuatu pada gadisnya. Lagipula dia bisa memintanya nanti setelah Chaca sadar. Itupun jika Chaca tidak semakin membencinya.


Reynand ingin beranjak tapi ekor matanya melihat tanda di leher Chaca. Dia menyingkap rambut Chaca yang jatuh di leher dan menemukan tanda Kissmark di sana. Hati Reynand mendidih. Ingin rasanya dia menghajar Roger saat itu juga. Tapi dia tidak mungkin meninggalkan Chaca sendirian. Sepertinya dia harus bersabar.


Tangan yang mengepal dia urai kembali. Bahkan Reynand menghela nafas panjang beberapa kali.


Sepertinya dia harus membuatkan Sup penghilang mabuk terlebih dulu sebelum mandi. Jadi saat Chaca sadar nanti, dia bisa langsung meminumnya.


Reynand pergi ke dapur dengan bertelanjang dada. Dia mulai mengeluarkan satu persatu bahan yang berada di kulkas.


Ok.. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Dia tidak bisa memasak tapi sangat ingin membuatkan sup untuk Chaca.


Dulu terakhir dia memasak saat mereka berencana pergi ke pantai. Dia membuat nasi goreng dengan mengikuti tutorial di internet dan Chaca menyukainya. Mungkin dia juga harus melakukan hal yang sama.


Reynand mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan mulai browsing di internet cara membuat sup penghilang mabuk atau pusing.


Ok.. Tutorial sudah dia dapatkan. Reynand mulai mengikuti petunjuk dari video yang dia dapatkan. Cukup mudah juga. Dan untung saja bahan yang dia perlukan tersedia semuanya.


Tidak berapa lama, sup sudah jadi. Dia mematikan kompor dan pergi ke kamar untuk melihat keadaan Chaca. Apakah gadis itu sudah sadar atau belum.


"Huft.. Ternyata masih tidur." gumam Reynand. Dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena sudah tidak tahan dengan bau di tubuh nya.


Saat Reynand masuk ke kamar mandi, Chaca menggeliat membuka matanya. "Ini di mana?" gumamnya. Dia memegang pelipisnya yang terasa pusing dan mencoba untuk duduk. Tapi selimut yang menutupi tubuhnya tiba-tiba melorot sampai perut.


"Ok chaca, tenang dulu!! Coba ingat-ingat apa yang terjadi?" Chaca merangkai memori yang baru saja terjadi. Dia pergi makan siang dengan Roger. Dia minum terlalu banyak dan dia sudah tidak mengingat apa-apa lagi.


"Tidak!!! Itu tidak mungkin!! Kak Roger..." Chaca menangis menyembunyikan wajahnya nya di lipatan tangan. Kenapa semua ini harus terjadi lagi padanya? Lagi-lagi orang lain memanfaatkan keadaannya saat tidak sadarkan diri. Dia merasa begitu bodoh. Harusnya dia tahu kalau Roger mempunyai niat buruk padanya. Mana mungkin orang mengajaknya makan siang di Bar jika tidak mempunyai niat buruk?


"Chaca bodoh!!! Chaca bodoh..!!" teriaknya. Tapi saat itu juga tangis Chaca berhenti saat mendengar suara yang dia kenal


"Chaca sudah sadar??"


Deg


Chaca mendongakkan kepalanya. " Kak Rey?" Chaca melompat dari tempat tidur dan langsung memeluk Reynand. Tubuhnya yang hanya terbalut br* menempel sempurna di tubuh polos milik Reynand dan hal itu membuat Reynand susah payah menahan sesuatu di bawah sana.


"Kenapa menangis, hm?" tanya Reynand


"Kak Roger.. !! Dia..


"Sstt.. Tidak terjadi apa-apa antara kau dan Roger."


"Benarkah?"

__ADS_1


Reynand mengangguk dan mengurai pelukan mereka. Matanya menatap gundukan indah di depannya. Begitu juga dengan Chaca yang menatap tubuh berotot milik Reynand. Sadar jika itu salah, Chaca langsung membalikkan badannya dan memeluk tubuh nya sendiri menutupi tubuhnya yang nyaris telanjang


Reynand tersenyum. Dia melepas lilitan handuknya dan memakaikan di tubuh Chaca. " Chaca mandi gih!!!" Reynand pergi ke wordrobe dan memakai bajunya.


"Kenapa diam? Gak mau mandi?" tanyanya yang melihat Chaca masih mematung di tempat.


"Ke_kenapa Chaca...


"Nanti Kakak jelasin. Sekarang Chaca mandi. Kakak mau ambil sup untuk Chaca."


Chaca mengangguk dan masuk ke kamar mandi. Sedangkan Reynand mengambilkan baju untuk Chaca dan menaruhnya di tempat tidur.


"Cha..!!! Baju ganti untuk Chaca udah kakak siapin. Jangan lama-lama mandinya."


"Iya..!!" teriak Chaca dari dalam kamar mandi.


Reynand tersenyum dan pergi ke dapur untuk mengambilkan Sup untuk Chaca. Sedangkan Chaca masih termenung di dalam kamar mandi. "Kenapa Chaca bisa di sini? Dan Reynand...." gumamnya. Dia merasa tidak asing dengan tempat sekarang dia berada.


"Ini....


Chaca memegang pelipis nya. Memikirkan hal itu membuatnya bertambah pusing. Dia segera menyelesaikan ritual mandinya dan keluar dari kamar mandi. Untungnya Reynand tidak ada, karena saat ini dia hanya memakai handuk yang melilit di tubuhnya.


Chaca melihat baju perempuan di tempat tidur dan mengambilnya. "Ini pasti baju Clarissa." Hah.. memikirkan hal itu membuat Chaca enggan memakainya. Dia meletakkan kembali baju itu dan pergi ke wordrobe. Dia mengambil satu kemeja Reynand dan memakainya.


"Chaca sudah selesai mandi?"


Chaca menoleh dan segera mengancingkan baju nya. "Iya Kak." Chaca menghampiri Reynand yang mematung melihatnya.


"A_ada apa?"


"Kenapa Chaca pakai baju Kakak? Kakak kan sudah menyiapkan baju untuk Chaca." seru Reynand


Chaca menunduk. Bukan dia tidak mau memakai nya tapi mengingat itu milik Clarissa membuat Chaca berfikir yang tidak-tidak. Mungkin Clarissa pernah menginap di sini dan mereka.....


"Ada apa?" Reynand meletakkan Sup buatannya di meja dan mendekati Chaca .


"Cha_chaca gak mau pakai baju orang lain. Maksudnya, Chaca gak mau pakai baju tunangan Kakak."


Reynand mengerutkan keningnya. Baju tunangan? Oh.. Apa Chaca masih belum sadar mereka ada di mana?


"Cha..!!! Chaca gak inget tempat ini?" tanya Reynand.


Chaca mendongak menatap Reynand. Memangnya ada apa dengan tempat ini? Chaca melihat sekelilingnya mencoba mengingat apa dia tahu tempat ini?


"Sudah ingat?"

__ADS_1


Chaca melebarkan kedua matanya. Tempat ini.....


__ADS_2