Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Melamar


__ADS_3

Bugh


Reynand tersungkur setelah mendapat bogem mentah dari Yoga. Dia menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Tapi Reynand tidak terlihat kesakitan sama sekali.


"Kakak!!" Chaca membantu Reynand berdiri. "Kakak tidak apa-apa kan? tanya Chaca.


"Kakak tidak apa-apa."


"Kenapa Ayah memukul Rey? Dia melakukan semua ini pasti juga ada alasannya, yah." seru Andhika


"Apapun alasannya, apa dia berhak menyakiti putri Ayah, hah? Dia berpura-pura mati dan membuat Chaca kembali terpuruk. Dan sekarang dia kembali seenaknya dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa?" Yoga sangat murka. Selama ini Chaca sudah cukup menderita dengan kepergian Aliana yang tak lain adalah adik Yoga. Chaca hidup bagaikan boneka tali yang bergerak tanpa kehendaknya sendiri. Nyaris tanpa ekspresi yang bisa dia sampaikan karena ketakutan yang Chaca alami. Dan setelah Chaca sembuh, dia kembali terpuruk karena kehilangan orang yang sangat ia cintai. Dan ternyata semua itu hanya pura-pura.


Wira dan Grace tidak menghentikan Yoga karena mereka juga kecewa dengan Raka yang saat ini berganti nama Reynand. Seperti yang dikatakan Yoga, apapun alasannya, tidak seharusnya Reynand melakukan hal itu pada Chaca. Apa dia tidak tahu betapa khawatirnya mereka melihat keadaan Chaca waktu itu? Hah... Membayangkannya saja mereka tidak berani.


"Sudah Yah, Chaca tidak apa-apa. Kak Rey juga sudah minta maaf dan memberitahu Chaca kenapa dia melakukan semua itu. Dan Chaca menerimanya." seru Chaca


Yoga mendengus kesal. Dia belum puas memberi Reynand pelajaran. Tapi putri kesayangannya memintanya untuk berhenti. Jadi mau tidak mau Yoga memilih diam.


"Aku minta maaf karena apa yang sudah aku lakukan pada Chaca. Tapi aku melakukan hal itu karena ada alasannya. Dan aku juga tidak ingin melibatkan Chaca dalam bahaya." seru Reynand. Dia tahu apa yang dia lakukan itu salah dan membuat semua orang kecewa. Tapi dia mempunyai alasan sendiri kenapa dia melakukan hal itu.


"Apa maksud mu?" tanya Wira


Reynand ingin menjelaskan tapi dia melihat Andhika yang menggelengkan kepalanya pelan seolah melarang Reynand untuk mengatakannya.


"Maaf, aku tidak bisa memberitahu kalian. karena ini adalah masalah keluarga. Yang pasti aku tidak ingin Chaca menjadi incaran mereka. Untuk itu aku melakukan hal itu."


Wira menghela nafas panjang. Dia bisa menerima kenapa Reynand tidak mau mengatakannya. Jika ini masalah keluarga, mungkin Reynand sudah menemukan pembunuh keluarga nya.

__ADS_1


Ya, Wira tahu jika Carlos meninggal karena di bunuh. Begitu juga kedua orang tua Reynand. Dia tahu karena dia adalah sahabat Carlos. Tapi Wira tidak tahu pekerjaan Carlos sebenarnya. Dia hanya tahu saat itu, Carlos pernah mengatakan jika anak dan menantu nya di bunuh dan saat ini Carlos sedang mencari pembunuhnya. Dan untuk Carlos sendiri, di saat pemakaman, Wira menemukan ada luka tusukan di tubuh Carlos saat akan di kremasi.


"Sekarang semua sudah clear kan? Lalu ada apa kau datang kemari Rey? Tidak mungkin kan jika kau hanya mengantar Chaca saja." seru Grace.


Reynand tersenyum. Memang diantara mereka hanya Grace yang peka. Sekali melihat, Grace sudah tahu maksud kedatangannya.


"Aku datang kemari karena ingin melamar Chaca. Aku ingin menikahi nya besok."


"WHAT?" pekik semua orang.


"Hei .. Kau!!! Setelah sekian lama kau menghilang, kau tiba-tiba datang melamar? Apa kau pikir menikah itu mudah, hah? Masih banyak yang harus di persiapkan. Dan kau meminta untuk menikah besok? Apa kau.....


"Sayang." Grace menyentuh tangan Yoga. Dia tahu apa yang dipikirkan suaminya. Yoga hanya belum siap berpisah dengan Chaca. Bagaimanapun, Chaca sudah mereka anggap putri mereka sendiri. Dan Yoga maupun Grace sangat menyayangi Chaca..Jadi wajar jika Yoga takut kehilangan Chaca.


Tidak jauh berbeda dengan Yoga, Wira juga merasakan hal yang sama. Tapi dia memilih diam. Dia merasa malu dengan Chaca karena pernah berniat untuk menjodohkan Chaca dengan bajingan bernama Roger. Sungguh dia sangat menyesal. Untuk itu, dia tidak akan ikut campur masalah percintaan cucunya lagi.


Chaca menatap Reynand dengan mata yang berembun. Impiannya untuk hidup dengan orang yang dia cintai akan segera terwujud. Dia tidak menuntut untuk menggelar pernikahan yang mewah. Baginya bisa saja menjadi suami istri saja, dia sudah sangat senang.


"Aku serahkan semua keputusan pada Chaca. Jika dia menerima mu, maka Aku tidak bisa berbuat apa-apa." Wira Memilih mengalah. Yang terpenting adalah kebahagiaan cucu nya. Jika Chaca bahagia bersama Reynand maka dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


"Ayah,"


"Sudahlah Yoga.. Ini semua demi kebahagiaan Chaca. Kau tidak ingin melihat Putrimu bahagia, hm?" seru Wira


Yoga menghela nafas panjang. Dia tidak boleh egois. Selama ini Chaca sudah cukup menderita. Dan sekarang, kebahagiaan nya Chaca ada di depan mata. Jadi Dia juga tidak akan menghalanginya.


"Kemari lah sayang!!" titah Yoga.

__ADS_1


Chaca mendekat dan duduk diantara Yoga dan Grace. Yoga memeluk Chaca dan berkata, "Apa kau bahagia, hm?"


"Chaca Sangat bahagia, yah."


"Baiklah kalau begitu. Ayah juga tidak bisa menghalangi kebahagiaan mu. Ayah merestui pernikahan kalian."


"Terimakasih Yah, terimakasih." Chaca memeluk erat Yoga. Dia tidak henti mengucapkan terimakasih karena restu mereka sangat penting untuk Chaca.


"Selamat sayang." seru Grace.


"Terimakasih Bunda."


"Kau tidak mau memeluk Kakek?"


Chaca mengurai pelukannya dan berpindah duduk di samping Wira. "Chaca sayang kakek."


"Kakek juga menyayangi mu, sayang. Maaf sudah membuat pilihan yang salah."


Tahu apa yang di maksud Wira, Chaca hanya mengangguk di pelukan Wira.


"Terimakasih untuk restu kalian. Aku berjanji akan menjaga Chaca dengan nyawaku sendiri." seru Reynand


"Aku pegang janjimu." sahut Yoga


"Ya sudah, sekarang kau obati wajah Reynand dulu, Cha." seru Grace


Chaca mengangguk. Dia menuntun Reynand pergi ke kamar nya.

__ADS_1


Chaca tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Dia tidak menyangka Reynand benar-benar datang untuk melamar nya. Dan besok, dia akan menikah dengan orang yang dia cintai. Dan menjadi nyonya Maher.


__ADS_2