
Lima mobil hitam yang menuju ke kediaman Keluarga Joseph tiba-tiba berhenti karena terhalang pohon besar yang tumbang di tengah jalan.
Mereka turun dari mobil. Keempat anak buah Danu mendekat dan mencoba memindahkan pohon tersebut tapi tak berapa lama kemudian tubuh mereka tumbang. Mereka tidak sadarkan diri.
Anak buah Danu yang tersisa saling pandang. Pemimpin mereka meminta salah satu dari mereka untuk mengecek keempat temannya yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.
Pria itu mendekat dan memeriksa nadi keempat temannya. Dia menoleh kearah yang lain dan menggeleng pelan tanda jika keempat orang tersebut sudah tidak bernyawa.
Semua mulai waspada. Mereka mengangkat senjata dan melihat kesana-kemari mencari musuh yang bersembunyi. Tapi tiba-tiba, bodyguard yang memeriksa keempat temannya ikut tumbang.
Mereka terkejut dan mengarahkan senjata ke setiap sudut. Mereka yakin jika ada yang menyambut kedatangan mereka.
"Tetap waspada, dan cari dengan teliti. Aku yakin ada orang yang ingin bermain-main dengan kita." seru tangan kanan Danu yang bernama Mike
"Baik." jawab mereka serempak.
Ekor mata Mike yang tajam menatap kearah pohon di atas sana. Dia melihat ada sesuatu yang bergerak dan langsung mengarahkan senjatanya keatas pohon dan...
Dor
Brukh
Seseorang jatuh dari atas sana. Mike meminta anak buahnya untuk memeriksanya. Dan ternyata dia adalah anak buah Wira.
"Ck, Cepat singkirkan pohon itu!! Kita harus segera sampai di sana dan membawa orang yang bos inginkan." seru Mike
"Baik."
Anak buah Mike bergotong royong memindahkan pohon yang menghalangi jalan mereka. Tapi belum sempat pohon itu berpindah, Andhika dan yang lain menembaki Mike dan anak buahnya.
Dor
Dor
Dor
Mereka yang tidak sempat bersembunyi, tewas seketika. Sedangkan yang lain bersembunyi di balik mobil. Mereka mengangkat senjata dan membalas serangan Andhika. Hingga terjadi adu tembak diantara dua kubu tersebut.
__ADS_1
Mike mengambil granat dan melempar kearah tempat persembunyian Andhika.
"Awas Bos!!" teriak anak buahnya
Andhika yang menyadarinya segera membalikkan senjata Laras panjang nya dan menggunakannya untuk memukul granat tersebut hingga terlempar kembali kearah Mike.
"Awas!!" teriak Mike
Semua berpencar menjauh dari granat tersebut dan....
DUAAARRRR
Mobil Mike meledak dan membuat beberapa anak buahnya yang belum sempat menghindar, terpental jauh karena ledakan tersebut.
"Sial..!!" umpat Mike. Dia mengangkat senjata dan berlari menembaki Andhika dan yang lainnya. Dia begitu geram karena permainan baru di mulai tapi dia sudah kehilangan banyak anak buah.
Mike adalah penembak jitu. Untuk itu dengan sekali tembak, banyak anak buah Andhika yang tertembak bahkan tewas seketika.
Melihat hal itu Andhika meminta anak buahnya yang tersisa untuk bersembunyi. Mereka menang jumlah tapi dia tidak menyangka jika musuh mempunyai kemampuan menembak yang begitu ahli. Untuk itu dia harus berhati-hati. Jangan sampai mereka mati konyol sebelum Zion dan yang lain datang.
"Keluar kalian, sialan!! Lawan aku!!" teriak Mike.
"Shiit.!!!" Andhika mengangkat senjatanya dan menembaki Mike. Tapi pria itu dengan gesit bisa menghindari tembakan tersebut. Justru Andhika terkena tembakan dari Mike tepat di lengannya.
"Akh..." Andhika memegang lengannya yang tertembak. Dia bersembunyi di balik pohon dan merobek bajunya. Dia mengikatnya di lengan yang terluka untuk menghentikan pendarahan.
"Kali ini kau akan mati." Mike mendekati pohon tempat persembunyian Andhika. Tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara yang sangat ia kenal.
"Lawanmu adalah aku, Mike."
deg
Mike membalikkan badannya dan melebarkan kedua matanya melihat siapa yang menantang nya.
"Kau...
Mike segera membidik orang itu, tapi dengan cepat orang itu melempar belati nya hingga mengenai tangan Mike dan membuat senjatanya terjatuh.
__ADS_1
"Akh.." Mike mencabut belati tersebut dan melempar balik kearah pria itu. Tapi sayangnya tidak tepat sasaran.
"Zion!!!" teriak Mike
Ya, pria itu adalah Zion. Dia datang dan melihat kekacauan yang sudah terjadi. Dia memerintahkan anak buahnya untuk membantu menyerang anak buah Danu sedangkan dia mencari Andhika yang ternyata sedang bertarung dengan Mike.
"Bagaimana kabarmu, Mike? Aku lihat kemampuan mu masih sama seperti dulu. Di bawah rata-rata." ejek Zion
"Kau...
Mike adalah lawan Zion saat penyerangan terhadap Raka sebelum kecelakaan. Saat itu Zion bersumpah untuk membalas Mike suatu hari nanti karena hampir saja mencelakai Raka dan Chaca waktu itu. Dan sekarang saatnya untuk balas dendam.
Zion membuang senjatanya dan memasang kuda-kuda. Dia akan melawan Mike dengan tangan kosong.
Merasa tertantang, Mike merobek bajunya dan mengikatnya di lengannya untuk menghentikan pendarahan. Dia mengepalkan tangannya dan berlari menyerang Zion terlebih dahulu.
Terjadi pertarungan sengit antara keduanya. Mereka saling memukul, menangkis dan menendang satu sama lain. Tapi tetap saja pertarungan di menangkan oleh Zion. Apalagi dengan lengan Mike yang terluka.
"Kau tau, aku sangat ingin membunuh mu saat ini juga. Tapi itu tidak akan menyenangkan jika kau mati dengan mudah. Untuk itu, aku akan memberikan hadiah perpisahan padamu."
"Bawa dia pada Cheetah. Aku yakin dia akan menyukai hadiah dari ku." perintah Zion
"Baik." Anak buah Zion membawa Mike dan yang lain untuk menemui hewan peliharaan tuannya yang hidup di alam liar.
Zion mendekati Andhika dan melihat luka di lengan pria itu. " Kau tidak apa-apa?" tanyanya pada Andhika
"Aku tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil."
"Walau luka kecil, harus segera di obati. Jika ibumu tahu, maka habislah kau."
Glek
"Jangan menakut-nakuti ku, Zi. Kau tahu kan aku paling takut dengan bunda. Dasar menyebalkan." gerutu Andhika
Zion terkekeh. Dia membantu Andhika dan mengobati lukanya. Dia mengeluarkan peluru di lengan pria itu dan dengan telaten menjahit luka di lengan Andhika.
"Jika sakit, menangislah..!" ledek Zion
__ADS_1
"Ini Memang sakit, tapi aku tidak cengeng seperti mu."
Zion tertawa. Musuh yang menyerang Kediaman keluarga Joseph sudah dia singkirkan. Apa itu artinya dia bisa menyusul Reynand nanti?