Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Curiga


__ADS_3

Chaca sampai di apartemen nya pukul 9 malam.Moodnya buruk karena ucapan kakeknya.Untuk itu dia memilih lembur untuk mengalihkan pikirannya.Ucapan kakeknya benar-benar mengganggu dirinya.


Kenapa sekarang Kakeknya cerewet sekali?Apa dia takut Chaca tidak laku?Ini masalah perasaan dan hanya Chaca yang tahu.Huft sangat menyebalkan.


Chaca mengganti pakaiannya dan mulai membuat makan malam.Dia juga ingin membaginya dengan Zion sebagai ucapan maaf karena sudah membuat pria itu menunggu.


Chaca bekerja sampai lupa waktu,lupa jika ada Zion yang menunggunya.Bahkan pria itu sampai tertidur di lobby saat menunggu Chaca.Sungguh pria yang setia.Zion benar-benar memegang amanah dari Raka untuk menjaga Chaca.


"Masak apa ya?"Chaca mengeluarkan semua bahan makanan yang dia beli saat pulang dari kantor tadi.


"Makanan yang simpel aja deh.Takutnya Kak Zi udah kelaparan."Chaca mulai berkutat dengan peralatan dapur nya.Dia begitu lihai memotong bahan makanan dan meracik bumbu.Hingga tidak butuh waktu lama makanan pun Jadi.


Chaca memindahkan hasil masakannya di piring dan mengambilkan nasi juga untuk di antar ke kamar Zion.


Dia bisa saja mengundang Zion ke apartemen nya.Tapi dia tidak ingin melakukannya.Karena dia berencana untuk menjauh dari Zion.Bukan karena dia membenci Zion atau apa.Tapi dia ingin memastikan kembali jika dia tidak menyukai Zion.


Chaca berdiri di depan pintu apartemen Zion dengan nampan berisi makanan di tangannya.


Chaca memasukan sandi apartemen Zion dan masuk kedalam.


Ya, agar memudahkan Zion untuk menjaga Chaca,Zion meminta sandi apartemen Chaca.Begitu juga sebaliknya.Chaca mengetahui sandi apartemen Zion agar gadis itu bisa masuk ke apartemen Zion jika membutuhkan sesuatu.


"Kak!!"panggil Chaca.Tapi pria itu tidak menyahut.Mungkin sedang mandi.


Pikir Chaca.


Chaca meletakkan nampan berisi makanan di meja makan.Dia melihat-lihat interior apartemen Zion yang hampir sama dengan miliknya.Mungkin besok dia harus merubah interior apartemen nya agar terlihat lebih hidup.


"Kak Zi mana sih?Kok lama."Chaca berkeliling dan mendengar suara televisi yang menyala.

__ADS_1


"Apa kak Zi sedang nonton TV?"gumamnya sambil melangkah ke ruang santai.Tapi ternyata Zion tidak ada disana.


"Huft..Dasar."Chaca mematikan televisi Zion dan saat itu pula dia mendengar Zion tengah berbicara dengan seseorang.


Chaca penasaran.Dia melangkah perlahan keasal suara dan ternyata Zion sedang menelepon seseorang.Siapa yang dia telepon? pikir Chaca.


Samar-samar Chaca mendengar ucapan Zion.


"Iya.Kamu tenang saja.Aku kan menjaganya."


"Tidak.Kita tinggal terpisah.Tenang aja."


Chaca mengerutkan keningnya, entah kenapa dia merasa jika yang Zion maksud adalah dirinya.Tapi dengan siapa Zion bicara?


"Kak!!"panggil Chaca yang membuat Zion tersentak.Pria itu terlihat terburu-buru memutuskan sambungan teleponnya.


"Cha_Chaca..Ada apa?"tanya Zion terbata.


"Ada yang bisa aku bantu?"ucapnya lagi.


"Oh..Enggak kok.Itu Chaca bawain Kakak makanan.Maaf karena menunggu Chaca, kakak sampai ketiduran.Yah anggap aja itu sebagai permintaan maaf dari Chaca."


"Oh.. Kebetulan banget,Aku lapar sekali.Chaca udah makan?"


Chaca menggelengkan kepalanya."Nanti Chaca makan di apartemen saja.Kakak buruan makan gih.Nanti keburu dingin."


"Makasih Cha."


"Sama-sama.Ya udah Chaca balik dulu."

__ADS_1


Zion mengangguk dan mengantar Chaca sampai di depan pintu.


"Oh iya,tadi Kakak teleponan sama siapa?"tanya Chaca penasaran.


"O_oh..i_itu tadi temen.Iya temen."


Chaca memicingkan matanya curiga.Temen yang mana?setahu dia Zion tidak mempunyai teman selain Raka.Dan orang-orang yang ada di basecamp juga bukan teman pria itu.Melainkan anak buahnya.Apa mungkin hubungan mereka semakin dekat?tapi yang Chaca tahu Zion suka memerintah mereka,dan itu tidak terlihat seperti teman.


"Oh temen.Ya udah Chaca ke apartemen Chaca dulu."Chaca masuk ke apartemen nya.


Melihat Chaca yang sudah menghilang di balik pintu,Zion menghela nafas lega.Dia masuk dan kembali menghubungi temannya.


"Tanggal lahir loe."Zion memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak dan mulai menikmati makanan pemberian Chaca.


Sementara itu,di apartemen Chaca.Gadis itu juga tengah menikmati makan malamnya.Dia teringat dulu pernah tinggal di rumah sederhana sendirian.Dan rumah itu pula menyimpan banyak kenangan bersama Raka.


Raka adalah pria pertama yang berani menginap di rumahnya.Bahkan tidur ditempat yang sama denganya.


Hah..Andai dia bisa merasakan yang namanya de Javu.Dia ingin momen itu terulang.Dengan orang yang sama.Tapi itu semua tidak mungkin.Dia tidak bisa memutar waktu untuk mengulang kenangan itu dan tidak mungkin pula dia mengalami hal yang sama dengan orang yang sama pula.


"Kenapa Chaca malah mikirin Kak Raka?padahal Chaca ingin tinggal di sini untuk membuang jauh tentang kak Raka."Chaca menghela nafas panjang.


Alasan sebenarnya dia ingin tinggal di apartemen adalah karena Raka.


Di London,dia merasa tenang karena tidak ada bayang-bayang pria itu.Bahkan dia merasa hidup sangat baik.Tapi setelah kembali ke Tanah air,dia kembali mengalami mimpi buruk.Walau itu tidak terjadi berulang kali tapi hal itu membuat nya sangat tersiksa.


Untuk itu dia memilih keluar dari Kediaman kakeknya dan berharap bisa menenangkan hatinya.


Chaca meregangkan ototnya.Dia merasa sangat lelah.Setelah membereskan piring kotornya,Chaca pergi mandi baru setelah itu dia membaringkan tubuhnya yang lelah di tempat tidur yang empuk.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama,Chaca sudah tenggelam dalam tidur nyenyaknya.Dia merasa sangat nyaman.Sampai-sampai dia bermimpi indah dan enggan untuk terbangun esok hari.


__ADS_2