
Chaca mengambil cemilan dan air mineral sebagai teman ia belajar.Dia membawa nya ke ruang santai dan duduk di karpet berbulu untuk mengerjakan PR nya.
Chaca mulai membuka bukunya dan mengerjakan PR nya.
Sesekali dia membolak-balik kan buku nya mencari contoh soal untuk mengerjakan PR nya .
"Ini gimana caranya sih ..???Dari tadi gak ketemu jawaban nya.."gerutu Chaca.
Dia mencoba berbagai rumus tapi tidak juga menemukan jawaban yang tepat.
"Coba tanya yang lain aja .."Chaca membuka group chat nya .
**Chaca
"Ada yang tahu jawaban no 6...???"
^^^Fanesa^^^
^^^"😑😑**"^^^
^^^Dayana^^^
^^^"Gue malah mau nyontek loe Cha..😁😁"^^^
^^^Monica^^^
^^^"Gue juga"^^^
Chaca
"😒😒"
"Masak gak ada yang bisa..??"
^^^Syakilla^^^
^^^"Loe yang dapet beasiswa aja gak bisa apa lagi kita..??"^^^
Chaca
"Siva..!!! Tolong..!!!''
^^^Alya^^^
^^^"Siva udah molor..😪😪"^^^
^^^Monica^^^
^^^"Tau dari mana loe???"^^^
^^^Alya^^^
^^^"Dia nginep di rumah gue.Soalnya nyokap bokap nya lagi ada urusan.."^^^
**Chaca
"Indira...??!"
^^^Syakilla^^^
^^^"Jangan terlalu berharap sama tuh anak..😑😑**"^^^
Chaca menghela nafasnya.."Gimana cara nya ya...??'
Walaupun soal itu adalah pilihan ganda tetap saja Chaca ingin tau cara mengerjakan nya.
Chaca tidak sadar jika sedari tadi Raka memperhatikan Gadis itu.Dia berdiri di belakang Chaca dan melihat Chaca yang kesulitan mengerjakan soal.
Raka Merebahkan tubuhnya di samping Chaca dan merebut buku Chaca..
__ADS_1
"Kak Raka...!!!"
Raka diam.Dia terlihat begitu serius memahami soal cerita di buku Chaca.
Raka mengambil pena dan kertas.Dia menulis cara untuk mengerjakan soal itu dan memberikan nya pada Chaca.
Chaca mulai mengerjakan sesuai dengan yang di ajarkan Raka.Walau Raka mengajari nya tanpa menjelaskan tapi Chaca sedikit bisa memahami nya.
"Wah...!!! Kakak benar-benar hebat bisa mengerjakan soal ini.."seru Chaca girang.Tapi dia terdiam karena Raka memejamkan matanya sambil bersandar di pinggiran sofa.
"Kak Raka pasti masih marah sama Chaca..."
Chaca kembali mengerjakan PR nya.Tapi lagi-lagi dia mengalami kesulitan..
Dia terus membolak-balik kan buku nya tapi tetap saja tidak bisa mengerjakan nya.
Chaca melirik Raka yang masih setia memejamkan matanya.Gadis itu menghela nafasnya.
"Caranya hampir sama dengan yang Kakak ajarkan tadi.Hanya soal nya di balik .Jangan berpegang pada apa yang ada di depan .Pahami dulu nanti pasti akan ada kesamaan dari pertanyaan itu dengan pertanyaan sebelumnya.."seru Raka
Chaca mulai memahami lagi soal cerita di buku paket nya.Dan memang ada kesamaan dengan pertanyaan sebelumnya.Tapi tetap saja Chaca tidak menemukan jawaban nya.
Raka tidak tega melihat Chaca yang kesulitan akhirnya menjelaskan pada gadis itu cara mengerjakan nya.
Chaca diam mendengarkan penjelasan Raka yang dia rasa mudah di pahami dari pada guru nya sendiri.
"Paham...!!!??"
Chaca mengangguk dan mulai mengerjakan nya.
"Ah ... Akhirnya selesai juga...!!!"Chaca membereskan buku-buku nya dan memasukkan nya kedalam tas nya.
"Terima kasih Kak..''ucap Chaca
Tapi pemuda itu hanya diam saja.
"Kakak masih marah sama Chaca..??"
Sakit.Itu yang saat ini Chaca rasakan.Entah mengapa dia merasa sesak di abaikan oleh pemuda itu.Padahal sedari awal dia sudah berniat untuk berpisah dengan Raka jika masa percobaan usai.
"Maaf Kak..''lirih Chaca
Raka menghentikan langkahnya..
"Chaca tidak perlu minta maaf.Kakak sadar kita sedang masa percobaan selama 3 bulan.Lebih dari itu jika Chaca masih gak ada perasaan sama Kakak ...."
Chaca berlari dan memeluk Raka dari belakang membuat Raka terdiam.
"Maaf Kak..!!Maaf...Maaf..."Isak Chaca
Raka memegang tangan Chaca dan melepaskan nya.Dia membalikkan badannya .."Kenapa Chaca menangis..??!"Raka mengangkat dagu gadis itu dan menghapus air mata Chaca
"Maaf kalau Kakak udah buat Chaca takut.."Chaca menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk Raka.
"Chaca gak tau kenapa.. Tapi Chaca gak ingin Kakak marah sama Chaca.."
Raka membalas pelukan Chaca dan menepuk pelan punggung gadis itu.
"Sudah malam.. Lebih baik kita tidur sekarang.!!"
Chaca melonggarkan pelukannya.."Kakak masih marah sama Chaca..??"
Raka tersenyum dan menggeleng kan kepalanya..
"Ayo kita tidur..!!"ajak Raka.
Chaca mengangguk dan mengikuti Raka dari belakang.
Di dalam kamar Chaca merebahkan tubuhnya di tempat tidur sedangkan Raka tidur di sofa.
__ADS_1
Tak berapa lama terdengar dengkuran halus dari mulut Raka.Sedang Chaca masih belum bisa memejamkan matanya.
Gadis itu masih bergelut dengan perasaan nya .
"Ada apa dengan Chaca. ??? Kenapa Chaca jadi terbawa perasaan kayak gini..??"batin Chaca.
Dia teringat ucapan teman-temannya.
"*Itu takdir Cha..Kita hanya mengikuti alur cerita sang pencipta.."
"Chaca yang menjalani..Chaca yang merasakan..Gak mungkin kan selama bersama Kak Raka Chaca gak ngerasain apa-apa.."
"Ingat penyesalan itu datang nya belakangan*.."
Chaca memegang dadanya.Sejujur nya sedari awal dia bertemu Raka dia merasa sesuatu yang aneh. Jantung nya akan berdetak lebih kencang jika berdekatan dengan pemuda itu.
"Apa iya ini Cinta .???"
Chaca menghela nafasnya dan mulai memejamkan matanya tapi belum sempat dia menjemput mimpi tiba-tiba lampu mati .
Chaca terbangun dan mulai menangis.Dia berteriak memanggil Raka tapi pemuda itu tidak mendengar nya.
Chaca mulai histeris dan meraih apa saja yang ada di dekat nya.
"Tolong Chaca..!!! Siapapun Tolong..!!!hiks hiks..Chaca takut...!!!"
"Ayah..!!!Buka pintunya..!!!Chaca takut Yah... Jangan kurung Chaca Ayah..!!!"
"Hiks hiks..Tolong..!!!"
Raka menitikkan air matanya melihat kekasihnya yang terus berteriak minta tolong.Tangisannya terdengar begitu memilukan.
Raka menghapus air matanya dan mendekati Chaca.
"Chaca ...!!!Ini Kakak...Chaca tenang ada Kakak di sini .!!!"Raka memeluk erat tubuh mungil kekasihnya.
"Tolong...!!!Chaca takut.. hiks.. hiks.."
"Chaca gak perlu takut ..Ada Kakak di sini.."
"Kak Raka..!!"lirih Chaca
"Iya sayang..Ini Kakak.."
Chaca memeluk erat tubuh Raka..
"Chaca takut Kak..Gelap Kak..!!"
"Ada Kakak..Chaca gak usah takut.Kakak akan temani Chaca.. Sekarang Chaca tidur ya...!!!'
Chaca menggelengkan kepalanya.."Gelap Kak..."
"Ada Kakak yang jagain Chaca.."
"Jangan pergi ..!!Chaca takut.."Chaca mempererat pelukannya.
"Kakak di sini.."Perlahan Raka membaringkan tubuh Chaca tanpa melepas pelukannya.
Chaca masih menangis.Raka terus mengusap punggung gadis itu dan menenangkan nya.
Tidak berapa lama terdengar dengkuran halus dari mulut Chaca.Raka menghela nafasnya dan menghapus air matanya.
"Mimpi Indah My Baby Girl.."Raka mengecup kening gadis itu.Perlahan dia melepas pelukan Chaca dan beranjak dari tempat tidur.
Raka menyalakan kembali lampu di kamarnya.Dia kembali merebahkan tubuhnya di samping kekasihnya.
"Maaf Sayang..!!"Raka memeluk tubuh mungil kekasihnya dan mulai menjemput mimpi.
Raka memang sengaja melakukan itu.Agar Chaca sembuh dari phobia nya.Walau terbilang ekstrim dan beresiko tinggi tapi Raka tetap melakukan nya.
__ADS_1
Baginya untuk bisa sembuh Chaca harus melawan rasa takutnya itu.
Dan semoga saja saat Chaca bangun nanti dia tidak kembali histeris dan baik-baik saja.