
"Terimakasih semuanya.Terimakasih sudah hadir di acara pertunangan cucu ku,Andhika."Wira menatap Andhika dan Sivanya kemudian berkata,"Dia adalah cucu laki-laki ku,kebanggaanku.Aku sangat bahagia malam ini karena masih di beri kesempatan untuk menyaksikan kebahagiaan mereka.Selamat untuk kalian berdua.Ini awal kehidupan baru untuk kalian, tanggung jawab baru.Dan Kakek harap jangan berlama-lama untuk melangkah ke jenjang selanjutnya.Karena Kakek sudah sangat ingin menimang cicit."celetukan Wira di sambut gelak tawa para tamu undangan.Sedangkan Andhika hanya bisa tersenyum.Begitu juga dengan Sivanya.
"Malam ini adalah malam yang spesial.Selain acara pertunangan Cucu laki-laki ku,aku juga ingin memperkenalkan pada dunia jika aku masih mempunyai satu cucu perempuan."
Ucapan Wira sukses membuat semua orang bingung.Mereka tidak mengira jika Wira masih mempunyai Cucu perempuan.Karena selama ini dia hanya memperkenalkan Andhika sebagai cucu satu-satunya.
Wira tersenyum.Dia tahu semua orang pasti akan terkejut dengan pengakuannya.
"Kalian pasti terkejut.Tapi memang benar,Aku masih mempunyai cucu perempuan dari putri ku,Aliana Elysa Joseph.Kalian pasti sudah tahu jika Anak perempuan ku sudah tiada.Dan dia meninggalkan harta berharga satu-satunya yang dia miliki."
Para tamu undangan kembali berbisik-bisik, mereka tahu jika Tuan Wira memiliki seorang putri tapi menurut kabar dia sudah lama meninggal.Tapi mereka tidak tahu kapan dia menikah.
Wira menghela nafas panjang dan kembali berkata,"Aku tahu kalian pasti penasaran.Dan aku akan mengatakan yang sebenarnya.Aliana menikah dengan seorang bajingan yang saat ini aku tidak tahu dimana dia berada dan bagaimana kabarnya?dia yang membuat putri ku pergi untuk selama-lamanya.Untuk itu aku berharap tidak akan pernah bertemu dengannya lagi.Dan jika suatu hari nanti Aku bertemu dengannya,aku akan membuat perhitungan dengannya."ucap Wira yang sukses membuat semua orang bungkam.Mereka tahu seperti apa Wira.Dia tidak akan segan dengan siapapun yang berani mengganggu ketenangan nya.Apalagi orang itu berani membuat berlian nya pergi dari sisinya.Sungguh malang pria itu.
"Tapi Aku tidak akan membahas itu malam ini, karena ini adalah hari bahagia cucuku.Dan aku akan memperkenalkan Cucu perempuan ku yang baru saja pulang dari London.Chaca Elyasa Ayna Joseph."
Tap
Tap
Tap
Terdengar benturan high heels dari lantai atas.Seorang gadis cantik dengan balutan gaun panjang berwarna biru muda terlihat menuruni anak tangga bersama seorang pria di sampingnya.
Semua tamu undangan terpesona dengan kecantikan gadis itu .Mereka seolah tersihir dan enggan mengalihkan pandangannya dari bidadari cantik yang ada di depan mereka.
Chaca tersenyum dan berdiri di samping Wira."Dia adalah cucu perempuan ku.Dia juga yang akan memegang perusahaan cabang."seru Wira.Chaca sedikit membungkuk memberi salam pada semua orang.
"Baiklah, hanya itu yang ingin aku sampaikan.Dan sekarang mari kita lanjutkan acara selanjutnya.Terimakasih."Wira memeluk Chaca dan kemudian ikut bergabung dengan yang lainnya.
Kini Mc mengambil alih acara.Dia mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati pesta malam ini.
Sementara itu,Wira memperkenalkan Chaca secara pribadi pada rekan bisnisnya satu persatu.Chaca hanya tersenyum tapi tangan nya tidak lepas memeluk lengan Zion.
__ADS_1
Entahlah,tapi saat berjalan di samping Zion,Chaca merasa aneh.Jantungnya berdetak kencang.Saat menuruni anak tangga,dia memberanikan diri memeluk lengan Zion.Dia seolah enggan melepasnya.Apa yang terjadi padanya?Apa dia mulai menyukai Zion?Tapi dia sudah lama bersama Zion.Dan dia merasa biasa saja.Tapi malam ini dia merasa ada yang berbeda.Perasaan ini sama saat dia berada di dekat Raka.
Saat Wira memperkenalkan nya pada putra rekan bisnisnya pun, pandangan chaca tidak lepas dari Zion.Ingin rasanya dia membuka topeng pria itu.
"Chaca,kenalin dia Roger,putra dari Tuan Danu."seru Wira.
Roger mengulurkan tangannya dan di sambut ramah oleh Chaca."Roger."
"Chaca."
"Roger ini seumuran dengan Andhika,dia masih lajang dan di usianya yang masih muda,dia sudah memimpin perusahaan."
"Anda berlebihan memujiku Tuan."seru Roger yang di sambut tawa oleh Wira.Dia menepuk pelan bahu Roger karena bangga dengan pria itu.
Chaca hanya bisa tersenyum.Tapi lama kelamaan dia merasa bosan.Dia merasa Kakeknya seperti sedang merekomendasikan seseorang untuk dirinya.Apa Wira berniat menjual Cucu perempuan nya pada rekan bisnisnya? Seperti menjodohkan mungkin.Pikir Chaca.
Zion yang melihat hal itu mengajak Chaca untuk mengucapkan selamat pada Andhika dan Sivanya.Chaca mengangguk setuju dan meminta ijin pada Wira.
"Pergilah !!beri ucapan selamat pada mereka."
Chaca mengangguk dan langsung menarik tangan Zion.
Deg deg deg deg
Sekuat hati Chaca menahannya dan menutupi kegugupannya di depan Zion.
"Selamat Kak Dhika,Sivanya."Chaca memeluk keduanya.
"Jangan lama-lama.Chaca pengen cepet punya keponakan."goda Chaca.
Sivanya berdecak kesal.Kenapa semua orang ingin mereka cepat-cepat menikah? Walau sebenarnya dia bahagia mendengarnya.
"Terimakasih.Kamu juga ya,kejar kebahagiaan mu.Jangan terjebak dalam lingkaran masa lalu."Andhika mengusap pelan kepala Chaca.Tapi pandangan nya beralih pada genggam tangan antara Chaca dan Zion.Sejak kapan mereka sedekat itu?setahu dia,Zion tidak berani selancang itu pada Chaca.Apalagi sekarang Chaca yang terlihat menggenggam tangan Zion.
__ADS_1
Tahu apa yang sedang Kakaknya pikir kan,Chaca memeluk lengan Zion dan berkata,"malam ini Kak Zi adalah pasangan Chaca.Chaca gak mau kalah sama kalian.Iya kan Kak?"Zion mengiyakan dengan mengangguk kan kepala.
"Ayo kita berdansa!!"Chaca menarik Zion ke lantai dansa.Bukan tanpa alasan dia melakukan itu.Chaca hanya ingin meyakinkan diri dengan apa yang terjadi padanya.
Chaca memeluk leher Zion.Sedangkan pria itu memeluk pinggang Chaca.
Deg deg deg deg
Lagi dan lagi jantung Chaca berdetak kencang.Dia menelisik dalam wajah Zion yang tertutup topeng.Dia menggeleng-gelengkan kepalanya.Walau dia sudah terbiasa dengan Zion.Tapi dia tidak pernah menatap dalam pria itu.
"Chaca kenapa? sakit?"
"Gak kok.Chaca cuma merasa aneh aja.Apa benar ini Kak Zi?"
Zion tertawa pelan."Memangnya kamu pikir,kakak siapa,hm?"
Chaca terdiam.Selama ini Zion tidak pernah menyebut dirinya Kakak,dia akan memakai kata Aku jika bersama Chaca.
Chaca menghela nafas panjang dan memberanikan menatap dalam kedua mata Zion.Pandangan mereka bertemu.
Satu Menit
Dua menit
Tiga menit
Mereka saling pandang untuk waktu yang lama.Dan.....
Deg
Mata Chaca mulai berembun.Mata itu,mata teduh yang pernah menatap nya.Dia tidak mengira Zion juga mempunyai tatapan mata seperti Raka.Atau jangan-jangan.....
"Siapa Kakak sebenarnya?"
__ADS_1