Ajari Aku Cinta

Ajari Aku Cinta
Nasib Zion


__ADS_3

Di kamar bernuansa biru muda, Chaca membawa Reynand untuk duduk di tempat tidur. Dia mengambil kotak p3k dan mengobati wajah Reynand yang lebam karena pukulan dari Yoga.


"Apa sakit?" tanya Chaca.


"Ini tidak ada apa-apanya Cha. Bahkan Kakak pernah mendapatkan yang lebih dari ini." seru Reynand


Chaca menatap Reynand. Mendapatkan lebih dari ini? Apa lukanya begitu parah? melihat Reynand di pukul Ayahnya saja, Chaca merasa sesak di dadanya. Apalagi jika tahu Reynand mendapatkan luka yang lebih dari ini.


"Kenapa diam, hm? Chaca gak percaya?"


Lagi-lagi Chaca diam. Bukan dia tidak percaya. Tapi mendengar Reynand yang pernah mendapatkan luka lebih dari ini entah mengapa membuat hati Chaca sesak.


"Banyak bekas luka di tubuh Kakak. Apa saat bercinta Chaca tidak melihatnya?" seru Reynand


Ok.. Chaca cabut ucapannya tadi. Mendengar ucapan Reynand barusan membuat Chaca mendengus kesal karena secara tidak langsung Reynand mengingatkan nya tentang kegiatan panas mereka. Dan hal itu berhasil membuat Chaca malu.


Reynand terkekeh melihat wajah Chaca yang memerah. Bahkan sampai ke telinganya. Benar-benar terlihat sangat menggemaskan.


Reynand melepas jas nya.Dia juga membuka kancing kemejanya satu persatu. Hingga terlihat tubuh kekar milik pria itu.


glek


Chaca menelan ludah nya kasar. Kenapa dia baru sadar jika tubuh Reynand begitu menggoda. Bahkan lebih kekar daripada dulu.


"Jangan lihat tubuh kakak sampai kayak gitu!! Tubuh kakak tidak sebagus dulu. Lihat!! banyak bekas luka ditubuh kakak." seru Reynand yang membuat Chaca tersadar dari lamunannya.


Iya, memang benar. Banyak bekas luka di tubuh Reynand. Chaca menyentuh dada Reynand. Ada bekas luka yang samar berbentuk garis horizontal sepanjang hampir 10cm. Dia juga melihat di bahu Reynand. Mungkin itu bekas luka tembak.


Reynand tersenyum. Dia memutar tubuhnya membelakangi Chaca. Walau dia tidak bisa melihat nya secara langsung, tapi Dia yakin di punggungnya lebih banyak bekas luka.


Lagi-lagi Chaca mengusap bekas-bekas luka di punggung Reynand. Sebenarnya apa yang Pria itu alami selama ini? Kenapa begitu banyak bekas luka di tubuhnya? Tidak terasa air mata Chaca menetes. Dia merasa bodoh karena merasa dirinya yang paling terluka. Tapi ternyata....


Reynand membalikkan badannya menghadap Chaca saat mendengar Isak tangis wanita itu.


"Kenapa Chaca menangis, hm?" Rey menghapus air mata Chaca. Apa dia merasa bersalah sekarang?


"Chaca tidak menyangka jika Kakak lebih menderita selama ini. Kakak kehilangan keluarga Kakak. Dan demi melindungi Chaca, kakak rela terluka dan sekarang kakak harus berhadapan dengan musuh kakak. Dan luka ini...


"Ssttt... Kakak tidak apa-apa. Kakak sudah terbiasa mendapatkan luka seperti ini. Jadi Chaca tidak perlu khawatir."

__ADS_1


"Chaca hanya merasa menjadi orang yang buruk karena tidak tahu penderitaan Kakak."


"Maksud Chaca, Chaca merasa buruk karena tidak menyadari banyak luka di tubuh kakak saat kita bercinta?" goda Reynand


Plak


Chaca memukul bahu Reynand. Kenapa harus menjurus kesana sih? Dia memang tidak menyadari bekas luka di tubuh Reynand karena dia terlalu malu untuk membuka mata saat mereka bercinta. Ya.. Lebih tepatnya Dia terbuai dengan penyatuan mereka.


"Kakak mesum." sungut Chaca


Reynand tertawa. Dia memakai kemejanya tapi tangan Chaca menahannya.


"Kenapa? Chaca ingin lagi?"


Chaca berdecak. Dia hanya ingin membantu Reynand memakai kemejanya tapi pikiran pria itu selalu saja menjurus kesana.


Reynand kembali terkekeh. Dia sangat senang menggoda Chaca. Kini Reynand sudah terlihat rapi memakai Kemeja dan Jasnya.


"Kakak tunggu di sini!! Chaca mau ambil minum dulu." seru Chaca. Dia keluar dari kamar dan meninggalkan Reynand begitu saja.


Reynand melihat isi kamar Chaca. Masih sama seperti saat pertama kali dia masuk kemari. Dia pergi ke balkon dan mengambil rokoknya. Dia menyalakan korek api dan menyulutkan nya pada ujung rokok yang berada di mulutnya.


Kenapa Dia memanggil Organisasi Danu dengan organisasi Iblis? itu karena sesuai dengan nama perusahaan milik Danu. RD_able Group. RD adalah inisial dari Roger dan Danu. D_able, diable adalah bahasa Prancis dari kata iblis. Benar-benar nama yang bagus.


Tapi sebelum itu dia harus menempatkan orang kepercayaan nya untuk membantu Andhika menjaga Chaca dan keluarganya. Dia tidak mau kecolongan. Jangan sampai Danu lebih dulu mengincar mereka.


Reynand mengambil ponsel dari saku celananya. Dia mencari kontak seseorang dan menempel kan ponsel di telinganya.


"Datanglah ke kediaman keluarga Joseph. Aku punya tugas untukmu." seru Reynand pada seseorang di seberang sana. Dan tanpa menunggu jawaban dari orang itu, Reynand mematikan sambungan telepon secara sepihak. Dia memasukan kembali ponsel ke dalam sakunya.


Begitu banyak hal yang harus dia lakukan dan itu membuat kepalanya ingin meledak. Belum lagi tentang Roger. Dia belum puas menghajar bajingan itu.


Reynand membuang dan menginjak rokoknya yang belum habis. Lebih baik Dia menyusul Chaca turun. Dia akan menemui Andhika dan membahas tentang rencananya nanti setelah menikah.


"Kenapa kakak turun?" tanya Chaca yang melihat Reynand menuruni anak tangga.


"Chaca kelamaan." jawab Reynand singkat.


"O iya Rey, Aku penasaran. Siapa saja yang tahu tentang dirimu yang masih hidup? Tidak mungkin kau merencanakan semua itu sendiri kan?" tanya Andhika.

__ADS_1


"Oh.. Soal itu....


Ucapan Reynand terhenti saat seseorang tiba-tiba datang dan menyapa mereka.


"Selamat siang semuanya!!"


...****************...


"Bos..Tolong aku!!! Aku hanya menuruti semua perintah mu tapi kenapa kau diam saja saat aku teraniaya seperti ini?" seru seseorang yang tak lain adalah Zion.


"Maaf Zi. Semua di luar kemampuan ku." seru Reynand


"Kau jahat Bos." Zion memelas. Dia menatap Orang-orang yang berdiri di belakang Reynand. Tidak ada belas kasihan sama sekali. Justru mereka mendukung apa yang di lakukan singa betina yang saat ini berdiri tidak jauh darinya dengan senjata di tangannya.


Ya, saat ini Zion berdiri dengan mengapit dua balon di bawah ketiak kiri dan kanan. Dan satu di apit diantara kedua kakinya. Dan tidak lupa buah apel yang diletakkan di atas kepalanya.


Sungguh malang nasibnya. Dia hanya menjalankan perintah dengan menyembunyikan rencana Reynand tapi sekarang dia mendapatkan hukuman yang sangat mengerikan.


Chaca berdiri dengan panah di tangannya siap membidik balon-balon yang diapit nya dan juga apel yang berada di atas kepalanya. Bagaimana jika nanti wanita itu meleset? bisa-bisa dia kehilangan masa depannya. Ah.. tidak, lebih tepatnya kehilangan nyawanya.


"Jangan banyak bergerak kak, atau jika tidak, aku akan salah sasaran." seru Chaca


glek


Zion menelan ludahnya kasar. Dia kembali memelas agar di ganti hukuman nya tapi sepertinya nya Chaca tidak bisa diajak negosiasi


"Bos!!!"


"Aku baru saja mendapatkan bogem mentah dari Om Yoga. jadi....


"Pukulan itu tidak akan membuat mu mati, Bos. Tapi lihat posisi ku sekarang!!! Aku belum menikah Bos..Huaaaa...." tangis Zion


Semua orang menggelengkan kepalanya pelan. Dia merasa geram pada Zion karena sudah menipu mereka selama ini . Tapi melihatnya seperti itu justru membuat mereka merasa geli.


"Semoga kau selamat, Zi." satu persatu dari mereka memilih untuk masuk ke rumah. Kini tinggal Chaca, Reynand dan Zion.


"Bersiaplah Kak Zi!!" teriak Chaca


"Ti_tidak!! Jangaaannnnn......

__ADS_1


__ADS_2